Home / Artikel Perpustakaan / “Books are not believed, but to be subjected to inquiry” (William of Baskerville)

“Books are not believed, but to be subjected to inquiry” (William of Baskerville)

Perkembangan teknologi dan informasi sudah lumrah di planet kita ini. Dunia yang semakin modern membawa kita kepada suatu tatanan revolusioner. Tatanan ini semakin hari terus menempatkan segala perkembangan sebagai pujaan hati. Dalam setiap periode hidup, orang selalu mengatakan zaman ini adalah zaman teknologi. Tak dapat disangkal bahwa fenomena modernitas menyusup hingga ke segala sendi kehidupan. Satu di antaranya ialah dunia perpustakaan. Kemajuan zaman turut merubah perwajahan perpustakaan di mana saja berada.

Banyak intelektualis zaman dulu sudah memikirkan beragam pengetahuan dalam kajian aspektual holistik. Lazimnya dikenal budaya menulis bangsa arab sebelum datang islam yang sangat mewarnai perkembangan tulis baca di kalangan umat Islam. Sebagaimana diketahui bahwa ayat Al-Quran yang pertama diturunkan kepada Nabi Muhammad adalah perintah membaca yang dapat pula dimengerti bahwa berarti ada yang dibaca, yakni dalam pengertian sempit ada tulisan, dan dalam pengertian luas, alam ini adalah merupakan tulisan yang dapat dibaca. banyak cerita bahwa pada masa itu karya-karya penyair arab dipajang atau digantung di dinding kabah agar dapat dibaa oleh masyarakat. Terhadap perkembangan ini, kita diperhadapkan pada kompleksitas manusia zaman ini. Cita-cita manusia sekarang ialah memperoleh informasi dan pengetahuan dalam waktu yang singkat, dalam isi yang padat, ringkas, dan praktis.

Nampak bahwa manusia membutuhkan sebuah revolusi pengetahuan tak terkecuali dalam dunia perpustakaan. Perpustakaan yang ideal adalah jawaban tepat untuk manusia zaman ini. Maka tulisan ini saya beri judul Ciri atau Karakteristik Perpustakaan Ideal.

1.2 Permasalahan

Adapun permasalahn yang penulis angkat dalam karya ilmiah ini, yakni:

1.       Mengapa diperlukan sebuah perpustakaan yang ideal?

2.       Sejauh mana semua elemen masyarakat memanfaatkan perpustakaan?

1.3 Tujuan Penulisan

Adapun tujuan penulisan dalam karya ilmiah ini, yakni:

1.       Sekiranya melalui tulisan ini, segenap instansi perpustakaan berbenah diri untuk menjadikan perpustakaan sebagai rumah pengetahun anak bangsa.

2.       Sekiranya masyarakat luas mampu menangkap peluang pengetahuan yang seutuh-utuhnya bisa didapatkan di rumah kita, rumah perpustakaan

3.       Sekiranya penulis sendiri dapat belajar dan memahami secara lebih mendalam arti kehadiran perpustakaan. Dengan demikian, penulis bisa menjadi duta bagi sesama mahasiswa, sesama masyarakat dalam rangka menumbuhkan minat masuk rumah kita, rumah perpustakaan.

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1. Dalam bahasa Indonesia, istilah perpustakaan dibentuk dari kata dasar pustaka dengan ditambah awalan per dan akhiran an. Jadi istilah perpustakaan menyebut segala sesuatu yang dalam bahasa asing misalnya disebut library, bibliotheek, bibliothek, bibliotheque dan biblioteca. Ada pernyataan yang memberikan pengertian dari segi gedung dan ada pula yang menekankan dalam pengertian itu dari segi koleksi,atau kedia-duanya. Namun pengertian yang benar tentang perpustakaan harus mencakup kedua-duanya. Baik ruangan/gedung maupun koleksi merupakan kelengkapan pengertian yang tidak dapat dipsah-pisahkan. Dapat disimpulkan bahwa, Perpustakaan adalah koleksi yang terdiri dari bahan-bahan tertulis, tercetak ataupun grafis lainnya seperti film, slide, piringan hitam, tape, dalam ruangan atau gedung yang diatur da diorganisasikan dengan system tertentu agar dapat digunakan untuk keperluan studi, penelitian, pembacaan, dan lain sebagainya.

2.2 Menurut Kepres RI No. 11 tahun 1989, dalam buku Aksentuasi Perpustakaan dan Pustakawan, perpustakaan adalah salah satu sarana pelestari bahan pustaka sebagai hasil budaya dan mempunyai fungsi sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional.

Lima prinsip Ranganathan sebagai landasan hukum bagi ilmu perpustakaan,yakni:

1.      Information is for use. informasi adalah untuk dimanfaatkan semaksimal mungkin (perawatan, koleksi, pengelolaan)

2.      Every information its user his/her information maintenance. informasi adalah untuk semua orang tanpa membedakan ras, suku bangsa, warna kulit, usia, latar belakang dan pendidikan.

3.      Every piece of information its user. pengguna informasi berhak mendapatkan informasi. oleh karena itu pustakawan harus mempromosikan koleksinya.

4.      Save the time of information user. orang yang memperoleh informasi harus lebih cepat dibanding dengan orang yang tidak mendapat informasi.

5.      The universe of information is ever growing. pusat informasi seperti perpustakaan beserta pemakainya tumbuh dan berubah, muncul adanya tuntutan layanan yang lebih canggih, dan tuntutan pustakawan yang memiliki information literacy.

BAB III

PEMBAHASAN

Ciri dan Karakter Perpustakaan Ideal

Perpustakaan ideal adalah konsep penyeimbang tuntutan kemajuan IPTEK dewasa ini. Kehadiran perpustakaan ideal di antara kompleksitas zaman ini merupakan tanggung jawab besar. Ciri-ciri manusia sekarang ialah menuntut adanya pelayanan perpustakaan yang mampu memberikan nilai baru. Perpustakaan ideal yang diharapkan, bukan saja yang dapat mengubah dirinya dari yang bersifat trdisional menjadi modern, yang kecil menjadi besar, atau yang sepi pengunjung menjadi ramai. Tetapi lebih daripada itu, perpustakaan masa depan yaitu, perpustakaan yang mampu menjadikan organisasinya meyediakan dan melayankan sumber informasi secara tepat guna dan tepat sasaran, menciptakan kondisi masyarakat menyadari, memahami dan mewujudkan suatu kehidupan yang terdidik baik dan terinformasi baik (well educated dan well enformed), sehingga mereka mampu melakukan perubahan, baik pada dirinya, maupun orang lain dalam pola pikir (mind set), berbicara, berprilaku, atau betindak, karena telah didasari oleh wawasan, kemampuan, pengalaman, dan ketrampilan. Sebuah perpustakaan ideal mementingkan isi (content)  dan layanan (service).

Dalam Wacana sutarno NS, menyebutkan beragam hal menyangkut perpustakaan ideal, yakni: peran, tugas dan fungsi, kondisi fisik, sikap, perilaku pengelola, citra dan kinerja, fungsi melayani pemakai informasi, serta perilaku pemakai perpustakaan.

Peran, tugas dan fungsi perpustakaan. Adapun fungsi perpustakaan seperti yang disebutkan dalam buku etika kepustakawanan, yakni, sebagai:

a.       khazanah penyimpan karya manusia (karya tulis, karya cetak, karya rekam)

b.      sumber informasi

c.       rekreasi (pengunjung menikmati film, fiksi, musik, permainan, ada kepuasan bathin lewat membaca, dll)

d.      pendidikan (membantu belajar mandiri)

e.      budaya (perpustakaan sebagai lembaga deposit yang diwajibkan menyimpan dan melestarikan bahan pustaka dan bangunan perpustakaan mesti bernuansa daerah/sentuhan budaya).

f.         Penelitian

g.      pengambilan keputusan (sebagai bahan rujukan dan pertimbangan)

h.       kreativitas

i.         dokumentasi.

Sebuah perpustakaan ideal juga perlu memperhatikan kondisi fisik. Bangunan perpustakaan haruslah yang mencitrakan suatu peradaban ilmu pengetahuan. Kondisi fisik dapat berupa konstruksi bangunan. Tempat yang strategis juga sangat perlu diperhitungkan ketika membangun sebuah gedung perpustakaan. Ciri-ciri fisik tersebut antara lain:

  1. gedung megah dan mewah serta ruangan-ruangan yang cukup memadai.
  2. Para pegawai yang bersemangat, berintegritas, disiplin,
  3. Lokasi yang strategis, mudah dilihat dan dapat dikenal langsung dari bentuk bangunanya.
  4. Sarana dan prasarana yang memadai, perlengkapanatau uiventaris kantor yang baik dan standar, seperti mebiler, alat transportasi, dan beberapa mesin untuk mendukung pelaksanaa aktivitas organisasi;
  5. Sumber informasi (kkoleksi bahan pustaka yang relatif lengkap, bervariasi, bermutu da jumlah yang memadai dan selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.up to date);
  6. Tersedia dan dilengkapi penerapan teknologi, terutama teknologi informasi, dan
  7. Sistem prosedur dan mekanisme kerja yang baik.

BAB IV

PENUTUP

Sebuah perpustakaan ideal juga tidak terlepas dari pola kerja pemimpin dan segenap stafnya. Terkadang perpustakaan tidak mempunyai karyawan yang cukup terampil. Para karyawannya pun kurang menguasai bidang khusus perpustakaan. Mereka hanya diambil dari lulusan sekolah administrasi ataupun PGRI. Sikap yang ramah dan bersahabat juga mampu membangkitkan minat pengunjung. Maka guna mewujudkan sebuah perpustakaan ideal diperlukan kecermatan dalam merekrut pegawai yang profesional dan berpengetahuan luas.

Citra sebuah perpustakaan di tengah masyarakat haruslah baik. Perpustakaan daerah sering disamakan dengan tempatnya kaum intelektual. Sebuah kekurangan besar apabila pengunjung perpustakaan hanyalah kelompok pelajar, akademisi, guru, dosen, dan kaum intelektualis lainnya. Sebuah perpustakaan ideal haruslah membuka ruang bagi masyarakat umum. Untuk mendapatkan pengaruh yang luas, perpustakaan juga harus turun ke desa-desa untuk bersosialisasi. Tim perpustakaan perlu membuka rumah baca di desa-desa. Memperbanyak buku bacaan kepada kelompok-kelompok belajar di desa, misalnya kelompok PLS, LSM, dll. Ciri-ciri wajah sebuah perpustakaan ideal:

  1. dikenal luas oleh mayarakat pemakainya
  2. merasa diperlukan karena masyarakat merasakan adanya manfaat
  3. mempunyai citra yang baik di tengah masyarakat
  4. dekat dengan pemakainya; saling membutuhkan dan saling melengkapi,
  5. sebagai lembaga yang berfungsi melayani dan memberikan layanan harus memahami betul apa keinginan dan kebutuhan .

Dari sebuah seminar internasional bertema perpustakaan di abad 21 (diadakan di salzburg, oktober 2004) dirumuskan bahwa terdapat tigas kekuatan yang menjamin keberlangsungan eksistensi perpustakaan. tiga kekuatan dasar yang dimaksud ialah : pustakawan, kerja sama, dan memberikan layanan berbasis komuniti. Membangun sebuah perpustakaan ideal haruslah juga dimulai dari membangun pustakawan/wait ideal pula. Pelatihan dan berbagai pendampingan bagi pustakawan akan sangat membantu meningkatkan kredibilitas sebuah perpustakaan. Sebuah kerja sama pun sangat penting.

DAFTAR PUSTAKA

Kosam Rimbarawa, MLs, Drs. Supriyanto, M.Si (editor), Aksentuasi Perpustakaan dan Pustakawan, Jakarta: Ikatan Pustakawan Indonesia Pengurus Daerah DKI Jakarta, 2006.

Laksmi, Tinjauan Kultur Terhadap Perpustakaan (Inspirasi dari Sebuah Karya Umberto Eco), Departemen Ilmu Perpustakaan dan Informasi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia. CV. Sagung Seto, 2007.

Rachman Hermawan S. Mm dan Drs. Zulfikar Zen, MA. Etika Kepustakawanan (Suatu Penelitian Terhadap Kode Etik Pustakawan Indonesia), Jakarta: CV. Sagung Seto, 2006.

Penulis: Rm. Drs. Mikhael Valens Boy, Pr. Lic. Bib

Masukkan nama & email Anda untuk berlangganan artikel

About Pemustaka

Dengan senang hati kami akan menerima kiriman artikel anda. Anda bebas mengirim artikel, baik itu berupa Cerpen, Dongeng, Review, Informasi Lowongan Kerja, Promosi Perpustakaan, Catatan Harian dan lain-lain. Kirim ke : admin@pemustaka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


4 − two =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Baca Jugaclose