Home / Artikel Perpustakaan / Dari Perpustakaan Menuju Harga Diri Bangsa

Dari Perpustakaan Menuju Harga Diri Bangsa

Kebudayaan membaca suatu bangsa seringkali diidentikkan dengan kemajuan dari bangsa itu sendiri, Bangsa yang besar dapat dilihat dari masyarakatnya yang keinginan membacanya tinggi, berangkat dari sinilah akan muncul predikat atau sebutan negara maju, negara berkembang dan negara yang tertinggal yang menempel pada bangsa tersebut, hal ini berkaitan erat dengan tingkat atau intelektual warga negaranya. Dengan kata lain kita dapat memulai membangun harga diri bangsa ini melalui perpustakaan.

Menilik akan pentingnya hal tersebut di atas, maka sudah menjadi suatu keharusan untuk membina, membimbing dan memfasilitasi masyarakat suatu negara,  dalam hal ini negara Indonesia agar penduduknya mempunyai kebudayaan membaca, karena dari membaca inilah akan lahir sosok-sosok yang cerdas, kreatif serta mempunyai wawasan yang luas sehingga diharapkan dapat berperan secara nyata untuk membangun negaranya. Karena itulah keberadaan perpustakaan menjadi hal yang mutlak, bahkan kegiatan membaca sudah sangat identik dengan perpustaaan itu sendiri..

PERMASALAHAN

Meskipun perpustakaan sudah dibangun, namun tidak secara otomatis dapat menarik masyarakat untuk mau membaca buku yang disediakan, atau bahkan malah sama sekali tidak berkeinginan untuk mengunjunginya, dengan kata lain perpustakaan tersebut ada hanya sekedar ada, belum menjadi suatu perpustakaan yang ideal, jika hal ini yang terjadi, maka minat bacapun akan semakin rendah dan keberadaan perpustakaan menjadi sia-sia, harapan untuk mewujudkan kebudayaan membacapun menjadi mustahil.

Data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2003 dapat dijadikan gambaran bagaimana minat baca bangsa Indonesia. Data itu menggambarkan bahwa penduduk Indonesia berumur di atas 15 tahun yang membaca koran pada minggu hanya 55,11 %. Sedangkan yang membaca majalah atau tabloid hanya 29,22 %, buku cerita 16,72 %, buku pelajaran sekolah 44.28 %, dan yang membaca buku ilmu pengetahuan lainnya hanya 21,07 %. Data BPS lainnya juga menunjukkan bahwa penduduk Indonesia belum menjadikan membaca sebagai informasi.

Dengan kondisi minat baca yang tergolong masih rendah seperti ini, maka dapat diartikan masyarakat kita belum mau tergerak untuk mau menyerap berbagai informasi yang bermanfaat, hal ini akan berdampak pada pola pikir suatau bangsa secara keseluruhan, karena tidak mungkin mampu membesarkan negara ini jika mayarakatnya kurang menyerap berbagai pengetahuan

TUJUAN

Penulis membuat artikel ini sebagai kontribusi untuk mewujudkan perpustakaan yang benar-benar berfungsi sebagai mana mestinya, atau yang selaras dengan  Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 0103/O/1981, tanggal 11 Maret 1981, yang dalam salah satu pointnya menyatakan fungsi perpustakaan adalah sebagai  pusat kegiatan belajar-mengajar untuk mencapai tujuan pendidikan seperti tercantum dalam kurikulum sekolah.

Memaparkan langkah-langkah untuk mewujudkan perpustakaan yang mampu menjadikan membaca adalah suatu aktifitas yang selalu dilakukan oleh sehingga masyarakat memiliki ilmu dan pengetahuan yang luas.

LANDASAN TEORI

Menurut undang-undang perpustakaan dalam ketentuan umum pasal 1 disebutkan bahwa perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka.

Dalam Undang-Undang RI nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,. pada bab I pasal 1 ayat 23 disebutkan bahwa Sumber daya pendidikan adalah segala sesuatu yang digunakan dalam penyelenggaraan pendidikan yang meliputi tenaga pendidikan, masyarakat, dana, sarana dan prasarana. tidak disebutkan dengan jelas komponen apa saja yang dimaksud dengan sarana dan prasarana.

Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU No. 2 tahun 1989 pasal 35). dijelaskan bahwa setiap satuan pendidikan baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun masyarakat harus menyediakan sumber belajar. Pada penjelasan pasal tersebut diterangkan bahwa salah satu sumber belajar adalah perpustakaan.

PEMBAHASAN

Mengingat pentingnya fungsi perpustakaan serta masih rendahnya minat baca, maka keberadaan perpustakaan benar-bener harus dioptimalkan, cara untuk mewujudkan hal tersebut setidaknya dapat penulis kemukakan sebagai berikut:

  1. Mensosialisakikan keberadaan perpustakaan

Sungguh patut disayangkan sering kali keberadaan perpustakaan sudah ada, namun masyarakatnya sendiri tidak mengetahui dimana lokasi perpustakaan tersebut, ini yang serimh dialami oleh perpustakaan daerah, dimana keberadaannya hanya diketahui oleh segelintir orang, karenanya penting membangun perpustakaan di lokasi yang benar-benar strategis untuk dikunjungi, selain itu sosialisai juga tidak kalah penting, ini dapat dilakukan di Koran-koran, tv lokal, spanduk, atau brosur. Dengan cara ini, maka masyarakat akan tahu bahwa di daerahnya telah ada perpustakaan.

  1. Menyusun, melengkapi dan mengupdate koleksi buku di perpustakaan.

Tidak dapat dipungkiri, masih banyak perpustakaan yang menata buku secara acak, tidak terkelompok-kelompokkan sesuai jenis buku atau bacaannya, sehingga membingungkan pemusta (pengguna /pengunjung perpustakaan). Hendaknya koleksi bacaan dibuat katalog. Akan lebih baik jika di dalam perpustakaan ada komputer yang berisi database koleksi buku, sehingga pengunjung dapat mencarinya dengan lebih cepat. Selain itu kelengkapan bahan bacaan berdasarkan usia (anak-anak – orangtua) hingga jenis bacaan buku (agama, novel dan sebagainya) harus ada.

Hal yang tidak kalah pentingnya yakni masalah penambahan atau update koleksi bacaan, dengan mengupdate koleksi bacaan, maka para pemusta tidak akan pernah bosan untuk sesering mungkin mengunjungi perpustakaan.

  1. Menambah fasilitas perpustakaan

Dalam perkembangannya, perpustakan tidak lagi hanya menyediakan bahan bacaan secara fisik, namun juga bisa dalam bentuk digital atau elektronik, karenanya perlu kiranya penambahan wasilitas internet, hal ini akan semakin menarik masyarakat untuk mengunjungi perpustakaan, bukan rahasia lagi bahwa keberadaan perpustakan kian terpinggirkan dengan keberadaan internet, karenanya penambahan fasilitas ini merupakan langkah yang tepat. Selain itu penambahan surat kabar atau Koran juga perlu, karena masyarakat tentunya ingin mengetahui perkembangan informasi dari media yang satu ini.

Dapat dikatakan bahwa pengunjung perpustakaan mayoritas adalah para remaja dan anak-anak, akan asing melihat ibu-ibu atau bapak-bapak menjadi pengunjung, hal ini bukan para orangtua ini tidak ingin mengunjunginya, namun lebih karena disebabkan waktu mereka yang terbatas, hal ini dapat di atasi dengan adanya perpustakaan keliling, dengan sarana ini,mereka tidak perlu lagi mendatangi perpustakaan karena perpustakaan keliling akan mendatangi mereka, tentu ini merupakan langkah yang patut dicoba dan dikembangkan.

4. Membekali petugas perpustakaan

Hal ini berkaitan dengan SDM untuk mewujudkan perpustakaan yang ideal, pegawai perpustakaan harus dibekali cara katalogisasi, klasifikasi buku atau bahan bacaaan, juga tidak kalah penting perlu dibekali dengan kemampuan cara mengoperasikan computer.

Dengan langkah-langkah di atas, maka diharapkan masyarakat benar-benar dapat merasakan keberadaan perpustakaan sebagai sarana untuk menambah pengetahuan melalui media baca. Dari anak-anak, remaja hingga orangtua akan gemar membaca hingga tidak mustahil akan terwujud budaya membaca di Negara ini.

KESIMPULAN DAN SARAN

Dari uraian di atas makan dapat penulis simpulkan beberapa hal di bawah ini :

Kesimpulan

  1. Keberadaan perpustakaan merupakan sarana vital bagi kesusksesan dunia penddidikan di Negara ini.
  2. Minat baca masyarakat Indonesia terbilang rendah disbanding negara lainnya.
  3. Minat baca suatu masyarakat berbanding lurus dengan tingkat inteleltualitas suatu Negara.
  4. Banyak perpustakaan yang telah berdiri, namun belum berfungsi seperti yang diharapkan karena terkendala beberapa hal.
  5. Untuk mewujudkan perpustakaan yang ideal diperlukan langkah-langkah :

a.       Mensosialisakikan keberadaan perpustakaan

b.      Menyusun dan menambah koleksi buku di perpustakaan.

c.       Menambah fasilitas di perpustakaan

d.      Membekali petugas perpustakaan

SARAN

Untuk mewujudkan perpustakaan yang ideal, penulis memberikan saran sebagai berikut :

  1. Memanfaatkan kemajuan teknologi untuk membangun perpustakaan yang  yang benar-benar berfungsi seperti yang diinginkan.
  2. Melakukan terobosan-terobosan yang bersifat memudahkan masyarakat untuk menggunakan perpustakaan.
  3. Mengoptimalkan SDM dan SDA yang ada.

Referensi :

  1. www.tribunkaltim.co.id
  2. www.scribd.com

Penulis: Joko nuryanto

Yogyakarta

Masukkan nama & email Anda untuk berlangganan artikel

About Pemustaka

Dengan senang hati kami akan menerima kiriman artikel anda. Anda bebas mengirim artikel, baik itu berupa Cerpen, Dongeng, Review, Informasi Lowongan Kerja, Promosi Perpustakaan, Catatan Harian dan lain-lain. Kirim ke : admin@pemustaka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


− two = 7

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Baca Jugaclose