Home / Artikel Perpustakaan / Idealisasi Perpustakaan Sekolah

Idealisasi Perpustakaan Sekolah

Perpustakaan mempunyai peranan penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, karena perpustakaan merupakan gudang ilmu. Di dalam lingkungan sekolah perpustakaan merupakan jantung sekolah, dimana setiap detakan dan kehidupan sekolah ditentukan dengan adanya perpustakaan. Tanpa perpustakaan kualitas sekolah juga tidak dapat digolongkan sekolah yang benar-benar membentuk SDM yang prima. Peran perpustakaan sangat sentral pada membina dan menumbuhkan kesadaran membaca. Kegiatan membaca tidak bisa dilepaskan dari keberadaan dan tersedianya bahan bacaan yang memadai baik pada segi jumlah maupun pada kualitas bacaan.

Perpustakaan adalah sebuah ruangan, bagian gedung ataupun gedung itu sendiri yang digunakan untuk menyimpan buku dan terbitan lainnya yang biasanya disimpan menurut tata susunan tertentu untuk digunakan pembaca, bukan untuk dijual. Dengan definisi di atas dapat disimpulkan bahwa perpustakaan bertujuan untuk mendayagunakan koleksinya untuk kepentingan umum bukan untuk mencari keuntungan yang sebesar-besarnya. Lalu pertanyaan yang muncul sekarang adalah bagaimana cara mewujudkan perpustakaan yang ideal dapat melayani pemakai, dalam hal ini siswa, dengan baik dan efektif sehingga siswa dapat menemukan informasi secara cepat dan tepat. Untuk mewujudkan hal itu tentu saja bukan pekerjaan yang mudah tapi bisa terlaksana.

Perpustakaan ideal memang menjadi idaman bagi warga sekolah. Sangat tidak menguntungkan menempatkan perpustakaan dipojok yang jauh dari jangkauan dan membuat siswa malas berkunjung. .Selain itu petugas perpustakaan yang kerjanya tidak profesional akan membuat perpustakaan sulit berkembang. Pelayanan yang tidak maksimal dan ramah mengakibatkan siswa malas menghampiri perpustakaan. Pengaturan waktu berkunjung yang terbatas juga menjadikan siswa kesulitan memanfaatkannya. Belum lagi isi perpustakaan dan suasana ruangan yang kacau dan semrawut, akan semakin membuat siswa malas berkunjung ke perpustakaan.
Intinya mengharapkan perpustakaan ideal di sekolah membutuhkan kerja yang telaten dan terus menerus. Petugas perpustakaan harus mampu membuag rasa bosan yang sewaktu-waktu muncul dari dalam diri ketika berhadapan dengan kondisi rutin perpustakaan yang dikelolanya.
Dengan latar belakang tersebut diatas maka penulis mencoba untuk meninjau sejauh mana peranan perpustakaan sekolah dalam menunjang proses belajar mengajar dan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, yang kemudian semua ini dirangkum menjadi satu dalam judul artikel Idealisasi Perpustakaan Sekolah

B. PERMASALAHAN
Banyak faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan perpustakaan sebagai bagian yang teramat penting dalam proses belajar mengajar di sekolah. Tidak mengherankan dibeberapa sekolah perpustakaan hanya ramai dikunjungi dua kali dalam satu tahun, yakni saat peminjaman buku paket dan waktu pengembaliannya selain itu juga kurangnya minat siswa dalam memakai perpustakaan secara optimal.
Berdasarkan masalah yang telah dipaparkan diatas, maka penulis merumuskan sebagai berikut Bagaimanakah perpustakaan sekolah yang ideal sehingga mampu menumbuhkan minat dan kegemaran membaca siswa ?

C. TUJUAN DAN MANFAAT
Adapun tujuan penulisan artikel ini adalah sebagai berikut :
1. Memotivasi pengelola perpustakaan untuk menciptakan atau mengkondisikan perpustakaan secara ideal sehingga siswa termotivasi berkunjung ke perpustakaan dan memanfaatkan fasilitas perpustakaan juga menumbuhkan minat dan kegemaran membaca siswa.
Manfaat penyusunan makalah ini antara lain :
1. Secara teoritis penyusunan artikel ini diharapkan akan bermanfaat untuk meningkatkan mutu perpustakaan dalam peranannya memajukan intelektual siswa. Disamping itu akan memberikan kontribusi untuk membuat siswa gemar membaca.
2. Secara praktis penyusunan makalah ini diharapkan dapat memberikan informasi praktis dalam berbagai bidang terutama dalam mengembangkan ketrampilan dan menambah wawasan mengenai perpustakaan sekolah.

D. LANDASAN TEORI
Perpustakaan merupakan salah satu unit kerja yang berupa tempat untuk mengumpulkan, menyimpan mengelola, dan mengatur koleksi bahan pustaka secara sistematis untuk digunakan sebagai sumber informasi sekaligus sebagai sarana yang menyenangkan. Sedangkan menurut Darmono, perpustakaan diartikan sebagai tempat kumpulan buku-buku atau tempat buku dihimpun dan diorganisasikan sebagai media belajar . Berdasar pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa perpustakaan merupakan salah satu sumber belajar yang menyimpan, mengelola dan memberikan layanan bahan pustaka baik buku maupun non buku kepada masyarakat.

Perpustakaan sekolah merupakan bagian integral dari program sekolah secara keseluruhan, yang bersama-sama dengan komponen pendidikan lainnya turut menentukan keberhasilan proses pendidikan dan pengajaran. Yoseph Mbulu menyatakan bahwa perpustakaan sekolah sangat diperlukan keberadaannya dengan pertimbangan :
1) Perpustakaan sekolah merupakan sumber belajar di lingkungan sekolah
2) Perpustakaan sekolah merupakan salah satu komponen sistem pengajaran
3) Perpustakaan sekolah merupakan sumber untuk menunjang kualitas pendidikan dan pengajaran
4) Perpustakaan sekolah sebagai laboratorium belajar yang memungkinkan peserta didik dapat mempertajam dan memperluas kemampuan untuk membaca, menulis, berpikir dan berkomunikasi.
Adapun tujuan didirikannya perpustakaan sekolah adalah untuk menyerap dan menghimpun informasi, mewujudkan suatu wadah pengetahuan yang terorganisasi, menumbuhkan kemampuan menikmati pengalaman imajinatif, membantu kecakapan bahasa dan daya pikir, mendidik murid agar dapat menggunakan dan memelihara bahan pustaka secara efisien, serta memberikan dasar ke arah studi mandiri .

E. PEMBAHASAN
Usaha sekolah dalam menciptakan minat dan kegemaran membaca siswa antara lain dengan mengusahakan adanya perpustakaan sekolah. Adakalanya perpustakaan sekolah mengadakan kegitan-kegiatan seperti membaca buku, membuat tes pustaka setelah menyelesaikan pelajaran membaca buku, studi literatur, menceritakan kembali buku yang telah dibaca, mewajibkan siswa untuk datang keperpustakaan sehubungan dengan tugas dari guru mata pelajaran, menerbitkan majalah dinding dan lain sebagainya.
Oleh karena itu mengingat fungsi perpustakaan sebagai sumber belajar, sumber informasi dan tempat rekreasi maka Lembaga Pendidikan disarankan untuk mengadakan perpustakaan sekolah. Diperlukan adanya penciptaan atau pengkondisian perpustakaan yang ideal yang membuat siswa akan termotivasi dan betah membaca di perpustakaan. Dalam membuat perpustakaan yang ideal yang dapat menumbuhkan minat baca siswa, perlu memperhatikan hal-hal yang penting seperti di bawah ini.

Pertama adalah sumber daya manusia yang mengelola perpustakaan sekolah. Komponen ini adalah sesuatu yang sangat penting dalam proses pengembangan perpustakaan. Keluwesan dalam menanggapi dinamika perubahan jaman oleh pustakawan mutlak diperlukan jika perpustakaan ingin maju. Sekarang ini jalan yang ditempuh pemerintah untuk mengatasi masalah SDM dalam dunia perpustakaan adalah menetapkan ketentuan calon pustakawan harus berpendidikan minimal D-3 perpustakaan. Tapi walaupun begitu ternyata perpustakaan belum dapat berkembang secara optimal. Rupanya dengan hanya berpendidikan D3 perpustakaan saja belum cukup. Hal yang terpenting dalam pengadaan SDM untuk menuju perpustakaan yang ideal adalah pustakawan yang berdedikasi tinggi pada tugas dan mempunyai kemampuan plus. Mereka tidak hanya bermodalkan tanda lulus dari D3 perpustakaan tapi juga harus bisa menguasai ketrampilan lain yang ada hubungannya dengan pengolahan perpustakaan seperti komputer. Di jaman yang serba canggih ini komputer tak bisa ditinggalkan begitu saja, karena komputerlah yang menguasai semua jaringan informasi global. Padahal kita tahu bahwa perpustakaan adalah pusat dan penyebar informasi. Alangkah menyedihkan jika perpustakaan yang merupakan gudang ilmu dan informasi tidak bisa melakukan tugasnya memberikan informasi pada masyarakat, hanya karena SDM-nya yang tak mempunyai kemampuan untuk melayaninya. Rupanya alasan itulah yang membuat masyarakat beropini kurang baik terhadap perpustakaan dan memandang sebelah mata pada perpustakaan sekolah.

Hal kedua yang perlu dicermati dalam pengembangan perpustakaan sekolah adalah manajemen perpustakaan yang digunakan. Manajemen ini juga tergantung pada SDM dalam perpustakaan tersebut. Jika SDM-nya cukup berkemampuan untuk membuat kebijakan yang membuat perpustakaan maju, maka perpustakaan sekolah akan cepat berkembang. Manajemen yang terkesan berbelit-belit dan kolot tak lagi berlaku di jaman sekarang. Untuk itu dibutuhkan segalanya yang serba praktis dan efektif termasuk dalam mengatur perpustakaan sekolah.

Penambahan pegawai perpustakaan sekolah yang tidak dapat berperan banyak seharusnya dihilangkan, karena tidak efektif. Biaya yang dikeluarkan untuk menggaji mereka sia-sia saja. Bila perpustakaan benar-benar membutuhkan tambahan tenaga baru maka sistem penerimaannya harus dilakukan secara selektif bukan menggunakan sistem kekeluargaan. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari kesalahan yang fatal. Dengan kata lain bahwa perpustakaan sekolah mementingkan kualitas dari pada kuantitas pengelolanya. Selain itu pengaturan struktur organisasinya juga harus jelas. Masing-masing bagian harus mengerti tugas dan kewajibannya. Bagian pengadaan bahan pustaka, pengolahan, penyimpanan dan redistribusi harus tahu kedudukannya dan peranannya dalam perpustakaan. Kalau mereka sudah tahu dan menyadari akan hal itu maka proses temu kembali informasi akan terjadi secara cepat dan tepat. Selain itu manajemen yang ada juga harus mengutamakan komunikasi yang baik antara bawahan dan atasan. Bentuk komunikasi seperti ini penting agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam menjalankan tugas. Sikap atasan yang terkesan “galak” pada bawahannya kurang baik walaupun sikap tegas juga diperlukan. Sikap yang tidak bersahabat dari atasan pada bawahan akan menyebabkan bawahan tidak bisa berkembang karena merasa terkekang.
Ketiga, sesuatu yang tak kalah pentingnya dalam mewujudkan perpustakaan sekolah yang ideal adalah lengkapnya koleksi yang dimiliki oleh perpustakaan sekolah. Kita mungkin sering mengalami kekecewaan manakala kita datang ke perpustakaan sekolah untuk mencari informasi ternyata kita di sana tidak memperoleh apa-apa hanya karena perpustakaan tersebut tidak lengkap. Sebetulnya hal itu tidak perlu terjadi apabila perpustakaan sekolah rajin mengadakan kerjasama dengan perpustakaan umum atau perpustakaan sekolah lain. Perpustakaan tak perlu membeli semua bahan koleksi untuk melayani pemakai, karena hal itu tak mungkin. Tapi dengan adanya kerjasama antar perpustakaan yang baik dan konsisten maka biaya pengadaan bisa ditekan. Bentuk kerjasama tentu saja bermacam-macam mulai dari pengadaan bahan pustaka sampai kerjasama pengolahan. Kerjasama antar perpustakaan tidak hanya menguntungkan pemakai saja tapi juga para pustakawannya, karena antar pustakawan dapat saling bertukar informasi atau seputar dunia kerja di perpustakaan sehingga pengalaman mereka menjadi lebih banyak.

Hal keempat, yaitu soal dana. Sampai saat ini masalah yang dihadapi perpustakaan adalah kurangnya dana yang dimiliki oleh perpustakaan sekolah dan sedikitnya subsidi dari pemerintah. Alasan ini pula yang sering disebutkan untuk menjawab mengapa perpustakaan sekoah kurang berkembang. Tapi seharusnya hal itu tak perlu terjadi karena perpustakaan dapat memperoleh dana dari luar apabila pustakawannya mampu dan mau berkreasi. Cara yang ditempuh banyak sekali, diantaranya selain menajdi tempat peminjaman buku pada siswa, perpustakaan juga membuka usaha lain seperti fotokopi, menjual peralatan sekolah, bahkan makanan. Hal tersebut boleh-boleh saja asal tidak mengganggu tugas utamanya sebagai tempat penyebar ilmu dan informasi. Tapi untuk mewujudkan hal itu memang tidak mudah tapi bisa terlaksana. Usaha yang pertama dilakukan tak perlu menyiapkan modal yang sangat besar tapi dilakukan secara bertahap. Yang paling pokok yang menjadi pedoman adalah tugas dan fungsi perpustakaan sekolah tidak terabaikan. Jangan sampai membuka usaha lain sukses tapi tugas utama rusak. Jenis perpustakaan seperti ini telah sukses dilaksanakan di luar negeri terutama di negara maju. Mereka membangun perpustakaan seperti tempat belajar dan rekreasi yang tenang dan nyaman, sehingga masyarakat sangat antusias untuk menggunakannya. Selain membaca buku mereka dapat berbelanja untuk kebutuhan belajarnya di perpustakaan. Pada awalnya itu semua merupakan usaha kecil-kecilan tapi berkat usaha, kerja keras dan didukung oleh SDM yang bermutu dan berdedikasi tinggi maka perpustakaan ideal bisa terwujud.

Setelah kita mengamati hal-hal di atas untuk mewujudkan perpustakaan sekolah yang ideal maka kita seharusnya mulai berusaha untuk mewujudkannya. Dengan komponen yang ada seperti SDM yang berkualitas, manajemen yang handal dan kerjasama antar perpustakaan yang kompak serta dana yang memadai maka perpustakaan ideal akan terwujud.
Ditingkat Sekolah Dasar pembangunan ruang perpustakaan diprioritaskan untuk Sekolah Dasar inti. Sedangkan Sekolah Dasar lainnya belum dibangunkan ruang perpustakaan, sehingga sebagian ruang perpustakaan ditingkat sekolah dasar menggunakan sudut ruang guru atau ruang kepala sekolah disamping menempati ruang perpustakaan hasil swadaya sekolah dengan orang tua siswa. Keadaan seperti itu diharapkan jangan sampai menjadi kendala. Penyelenggaraan perpustakaan disekolah, sebab yang paling penting adanya koleksi buku yang memadai dan system pelayanan yang menyenangkan.

Ditingkat sekolah Menengah Pertama ruang perpustakaan sekolah harus difungsikan sebagaimana mestinya jangan sampai perpustakaan ditempatkan sudut ruang guru atau sudut ruang Kepala Sekolah. Koleksi buku-buku bacaan ditingkatkan dan diusahakan adanya perpustakaan kelas pada tiap-tiap ruang belajar disamping perpustakaan sekolah.
Kegiatan untuk meningkatkan minat dan kegemaran membaca siswa sangat tergantung pada kreativitas dan inisiatif dari tenaga kependidikan yang ada. Usaha- usaha untuk menjadi tenaga kependidikan yang ada. Usaha-usaha untuk menjadikan perpustakaan sebagai sumber informasi dan pusat pengembangan minat dan kegemaran membaca siswa dalam makalah ini dapat dikembangkan dengan situasi dan kondisi sekolah, keluarga dan lingkungan yang ada.
Perpustakaan sebagai sumber informasi harus duingkatkan kuantitas dan kualitasnya. Upaya ini termasuk peningkatan pelayanan petugas dan sarana perpustakaan yang memadai, agar animo siswa terhadap membaca akan bertambah. Karena buku dan bahan bacaan lain yang ada di perpustakaan memiliki peran penting dan memiliki peran strategis dalam membangun bangsa, maka peran perpustakaan harus lebih dioptimalkan untuk pencarian ilmu pengetahuan.

F. KESIMPULAN
Setelah memahami uraian pokok-pokok permasalahan artikel tersebut diatas yang berkaitan dengan judul Idealisasi Perpustakaan Sekolah maka dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Perpustakaan adalah media memperoleh berbagai informasi berupa pengetahuan, ketrampilan maupun pengalaman yang sangat bermanfaat bagi pengembangan diri, sikap dan watak seseorang..
2. Perpustakan menjadi tempat rekreasi yang sangat bermanfaat bagi siswa dan masyarakat untuk menambah informasi terkini yang mencakup kemampuan meneliti, memilih, dan menelaah. Dengan demikian penciptaan suatu perpustakaan sekolah yang ideal dan profesional akan mampu menjadikan seorang siswa mahir mengelola informasi, selain akan mampu menciptakan pengetahuan baru.

G. SARAN
Agar tercipts perpustakaan sekolah yang ideal penulis menyarankan :
1. Kepada Lembaga Pendidikan
Hendaknya lebih berupaya untuk selalu meningkatkan kualitas perpustakaan sekolah dengan melengkapi fasilitas, sarana prasarana, media sehingga dapat menunjang pembelajaran di sekolah.
2. Peserta Didik / Siswa
Hendaknya selalu berusaha meningkatkan minat membaca dan selalu aktif mencari ilmu dengan rajin membaca buku di perpustakaan.
3. Guru / Pendidik Pendidikan Agama Islam
a. Selalu memberikan motivasi kepada anak didik agar bisa berprestasi, dengan memanfaatkan segala fasilitas, sarana dan prasarana maupun media yang disediakan perpustakaan sekolah.
b. Meningkatkan cara dan pembelajaran dengan metode yang memungkinkan siswa harus aktif mencari tahu di perpustakaan sekolah, misalnya metode studi literatur.

DAFTAR PUSTAKA

Daan T, 2005. Kompetensi Membaca. Jakarta : Buletin Pusat Perbukuan.
Darmono. 2001. Manajemen dan Tata Kerja Perpustakaan Sekolah. Jakarta : PT. Gramedia Widiasarana Indonesia.

Mbulu, Yoseph. 2000. Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah dalam Kegiatan Belajar Mengajar. Majalah Pendidikan, Cet. XIX.

http://media.diknas.go.id/media/document/4339.pdf.
Sudono Anggani, 2000. Manfaat Ruang Perpustakaan Jakarta : Buletin Pusat Pembukuan.

Soedarso. 2000. Speed Reading ; Sistem Membaca Cepat dan Efektif. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.

Tarigan, Henry Guntur. 2004. Membaca Ekspresif, Bandung : ANGKASA.
Wantjana Sidik, 1997. Sekolah Sebagai Pusat Pengembangan Minat dan Kegemaran Membaca. Jakarta : Buletin Pusat Perbukuan.

Zulmasri, 2004. Perpustakaan Wadah Rekreasi Dunia. Jakarta : Gerbang

Penulis: Eva Hertnacahyani Herraprastanti, ST
BLORA

Masukkan nama & email Anda untuk berlangganan artikel

About Pemustaka

Dengan senang hati kami akan menerima kiriman artikel anda. Anda bebas mengirim artikel, baik itu berupa Cerpen, Dongeng, Review, Informasi Lowongan Kerja, Promosi Perpustakaan, Catatan Harian dan lain-lain. Kirim ke : admin@pemustaka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


7 + eight =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Baca Jugaclose