Home / Artikel Perpustakaan / Indonesian Machine Readable Cataloging (IndoMARC) : Sejarah, Perkembangan dan Penerapannya di Perpustakaan Nasional RI

Indonesian Machine Readable Cataloging (IndoMARC) : Sejarah, Perkembangan dan Penerapannya di Perpustakaan Nasional RI

Format IndoMARC merupakan pengembangan dari standar MARC yang digunakan untuk pembuatan, penyimpanan dan pertukaran data bibliografi serta temu kembali informasi dalam katalog terbacakan mesin di perpustakaan. IndoMARC telah digunakan dan dikembangkan oleh Perpustakaan Nasional RI lebih dari 20 tahun. Tulisan ini membahas mengenai sejarah, perkembangan dan penerapan IndoMARC. IndoMARC telah mengalami empat kali revisi, terbit pertama kali tahun 1991, edisi ke-2 tahun 1994, edisi ke-3 tahun 2006, dan edisi revisi terakhir tahun 2011. IndoMARC edisi pertama hanya memuat untuk format buku. Edisi ke-2 format untuk buku, serial, manuskrip. Edisi ke-3 dan ke-4 mengadopsi MARC 21 sehingga memuat untuk semua jenis bahan perpustakaan. Penerapan IndoMARC selalu diikuti dengan penggunaan standar pengatalogan seperti Anglo-American Cataloging Rules edisi 2 (AACR2) maupun Resource Description and Acces (RDA).
Kata kunci : AACR2, IndoMARC, MARC, pengatalogan, RDA

1. Pendahuluan

Undang-undang no. 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan menyatakan bahwa Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka. Sistem yang baku dalam pengelolaan koleksi perpustakaan adalah penggunaan standar pengelolaan. Salah satu standar metadata yang digunakan dalam pengelolaan koleksi berbasis automasi perpustakaan adalah metadata Indonesian Machine Readable Cataloging (selanjutnya disingkat IndoMARC). Format IndoMARC merupakan standar metadata bagi pemasukan data katalog secara terautomasi sehingga dapat mempermudah tukar data antar perpustakaan dan juga melakukan penyalinan data bibliografis dari pangkalan data perpustakaan lain.
Format IndoMARC merupakan implementasi dari Internasional Standard Organization (ISO) 2709 untuk Indonesia, yang merupakan format untuk tukar menukar informasi bibliografi melalui pita magnetic (magnetic tape) atau media terbacakan mesin yaitu komputer. Format IndoMARC diawal pengembangannya hanya dirancang untuk format buku, pada edisi berikutnya dikembangkan untuk format buku, serial, manuskrip. Format IndoMARC edisi terakhir saat ini menguraikan format cantuman bibliografis yang terbacakan mesin untuk buku, berkas komputer, peta (bahan kartografis), musik, sumber berkesinambungan (termasuk terbitan berseri), bahan visual dan bahan pustaka campuran.
Format IndoMARC merupakan wadah metadata sedangkan isinya tetap mengacu pada peraturan pengatalogan seperti International Standard Bibliographic Description (ISBD), Anglo American Cataloging Rules (AACR 2), Peraturan Pengatalogan Indonesia.

2. Perkembangan MARC

MARC merupakan akronim dari Machine Readable Cataloging. MARC dikembangkan diawal tahun 1960an oleh Library of Congress (selanjutnya disingkat LC). Machine-Readable berarti terbacakan atau dapat dibaca oleh mesin (dalam hal ini mesin computer). Cataloging atau pengatalogan adalah proses pembuatan entri atau cantuman data bibliografis. Format MARC digunakan untuk mengembangkan cantuman bibliografis yang terbacakan mesin atau dapat dibaca oleh computer. MARC merupakan format metadata untuk memudahkan penyimpanan dan distribusi data pengatalogan.

2.1. Pengembangan tahun 1961-1965

Pengembangan MARC mulai dikerjakan tahun 1961-1965, LC mulai mendesain teknik automasi perpustakaan. Kegiatan automasi perpustakaan ini melibatkan partisipasi dari Universitas, lembaga penelitian, lembaga pemerintah, dan industri swasta. Pada tahap ini dilakukan kesiapan distribusi data pengatalagon dalam format machine-readable dari LC ke perpustakaan yang menjadi mitra terseleksi. Selanjutnya proyek ini dinamakan MARC untuk akronim Machine Readable Cataloging

2.2. Pengembangan tahun 1966-1968

Pengembangan MARC tahap selanjutnya dikerjakan dari tahun 1966-1968. LC melibatkan 40 perpustakaan untuk berpartisipasi namun hanya 16 perpustakaan yang terseleksi meliputi berbagai jenis perpustakaan (perpustakaan khusus, perpustakaan pemerintah, perpustakaan sekolah, perpustakaan perguruan tinggi). Pada bulan April 1966 dimulai analis dan desain untuk pengatalogan format buku. Masing-masing perpustakaan memprosesnya melalui fasilitas komputer yang mereka miliki, dengan kebutuhan utama pada saat itu adalah untuk menghasilkan kartu katalog. Format yang digunakan untuk proyek itu selanjutnya disebut MARC I.
Format MARC I dinilai masih memiliki sejumlah keterbatasan, sehingga kemudian dikembangkan dengan menghasilkan MARC II dengan struktur (tag, indicator, dan kode sub ruas). Format MARC II mulai digunakan pada tahun 1967, yang selanjutnya disebut MARC. Format ini cocok dengan edisi kedua dari Anglo-American Cataloguing Rules revisi tahun 1988 (AACR2).

2.3. Pengembangan tahun 1970-1999

Format MARC selanjut dikembangkan untuk berbagai jenis bahan perpustakaan, format serial dan dan peta dikembangkan pada tahun 1970, format film dikembangkan pada tahun 1971, format manuskrip dikembangkan pada tahun 1973, dan format musik dan rekaman suaran dikembangkan pada tahun 1975. Format MARC untuk pertukaran data bibliografi mendapatkan standar dari American National Standards Institute (ANSI) pada tahun 1971 dan standar internasional ISO 2709 pada tahun 1973.

Format MARC ini kemudian dikembangkan oleh negara tertentu untuk kepentingan nasionalnya. Dalam perkembangannya, format MARC muncul di berbagai negara dengan sebutan seperti, USMARC untuk Amerika, UKMARC untuk Inggris, MALMARC untuk Malaysia, IndoMARC untuk Indonesia dan sebagainya. Sekalipun format MARC telah banyak dikembangkan oleh berbagai negara, namun prinsipnya tetap sama, yaitu sebuah format komunikasi berdasarkan ISO 2709. Menurut laporan The International Federation of Library Associations and Institutions (IFLA) tahun 1990 ada 60 negara yang menggunkan format bibliografi berdasarkan MARC.

2.4. Pengembangan tahun 1999-

Pengembangan format MARC yang paling terakhir adalah MARC 21 terbit tahun 1999 dan revisi termuktahir pada tahun 2003. MARC 21 merupakan pengembangan dari versi USMARC yang digunakan di Amerika Serikat dan CAN/MARC yang digunakan di Kanada. Format MARC 21 ini merupakan standar internasional untuk pembuatan katalog terbacakan mesin.
Format MARC 21 terdiri dari 5 jenis data, yaitu : format bibliografi (Bibliographic format). Data untuk data bibliografi dari berbagai bentuk, baik buku maupun bahan perpustakaan lainnya; Format otoriti (Authority format). Data untuk otorisasi atau kepastian dalam hal penamaan orang, judul seragam, tajuk subjek; format kepemilikan (Holdings format). Data untuk data tentang kepemilikan penerbitan berseri (serial) maupun non serial, termasuk data tentang koleksi ganda; format informasi komuniti (Community information format). Untuk data tentang konteks pengguna dan pelaku yang berkaitan dengan koleksi, misalnya data tentang keahlian, organisasi, program, acara, dan sebagainya; format data klasifikasi (Classification data format). Data untuk keterangan tentang sistem klasifikasi yang digunakan

3. IndoMARC

IndoMARC dikembangkan oleh Perpustakaan Nasional RI untuk kepentingan automasi pengatalogan bahan perpustakaan di Indonesia. Dengan demikian, format IndoMARC juga merupakan implementasi dari International Standard Organization (ISO) 2709 untuk Indonesia, yang berupa sebuah format untuk tukar- menukar informasi bibliografi melalui pita magnetik (magnetic tape) atau media yang terbacakan mesin (machine readable ) lainnya (Perpustakaan Nasional 1994, 5-13). IndoMARC mulai dikembangkan pada tahun 1986 dan telah mengalami empat kali revisi, terbit pertama kali tahun 1991, edisi ke-2 tahun 1994, edisi ke-3 tahun 2006, dan edisi revisi terakhir tahun 2011

3.1. Pengembangan 1981-1991

Wacana membuat IndoMARC dimulai pada tahun 1981 dalam pertemuan Konsorsium Perpustakaan Nasional dan Pusat Dokumentasi Asia Tenggara (Consortium of National Libraries and Documentation Centers, Southeast Asia (NLDC-SEAU) dalam rangka menyiapkan penyusunan bibliografi terpilih Asia Tenggara secara automasi untuk melancarkan program kerjasama antar perpustakaan di Asia Tenggara.
Gagasan membuat IndoMARC baru terwujud pada tahun 1986. Rancangan format disiapkan oleh Lim Chee Hong selaku konsultan dari International Development Research Centre (IDRC), kemudian dibahas oleh tim kerja IndoMARC dari tanggal 30 Juni sampai dengan 2 Juli 1986. Tim terdiri dari Pusat Perpustakaan Pertanian dan Biologi Bogor, Perpustakaan Nasional RI, Jurusan Ilmu Perpustakaan Uiniversitas Indonesia dan PDII-LIPI.
Pada tanggal 22-26 Juni 1987 diselenggarakan Lokakarya IndoMARC yang diikuti oleh Pustakawan mewakili berbagai perpustakaan dari Jakarta, Bogor, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya. Lokakarya IndoMARC dilanjutkan dengan Seminar Sehari IndoMARC pada tanggal 27 Juni 1987. Sebagai tindaklajut dari Lokakarya dan Seminar tersebut pada tahun 1988 dibentuklah Tim Pengolahan dan Penyusunan IndoMARC. Tim bekerja kurang lebih selama 3 tahun hingga pada tahun 1991.

3.2. IndoMARC tahun 1991

IndoMARC diterbitkan pertama kali pada tahun 1991 dengan judul Format MARC Indonesia (IndoMARC) untuk buku = The Indonesian MARC Format (IndoMARC) for books.
Format IndoMARC ini mengacu pada USMARC namun tidak mencakup semua ruas yang ada pada USMARC. Pedoman IndoMARC ini hanya berisi ruas dan contoh-contoh yang sesuai untuk membuat cantuman deskripsi bibliografi untuk buku.
Pedoman ini juga dilengkapi dengan lampiran yang terdiri dari : lampiran 1. Persyaratan cantuman tingkat minimal untuk buku; lampiran 2a. Contoh lembar kerja; lampiram 2b. Contoh-contoh cantuman MARC; lampiran 3a. Daftar istilah bahasa Inggris-Indonesia; lampiran 3b. Daftar istilah bahasa Indonesia Inggris.
Penerbitan IndoMARC ini juga disertai dengan penerbitan daftar-daftar kode yang diterbitkan secara terpisah. Daftar-daftar kode yang diterbitkan antara lain : Daftar kode USMARC untuk negara; Daftar kode IndoMARC untuk provinsi di Indonesia dan Malaysia; Daftar kode USMARC untuk bahasa; Daftar kode IndoMARC untuk bahasa daerah di Indonesia; Daftar kode USMARC untuk wilayah; Daftar kode IndoMARC untuk wilayah di Indonesia dan Malaysia; Daftar kode IndoMARC untuk perpustakaan di Indonesia.

3.3. IndoMARC 1994

IndoMARC terbitan tahun 1994 diberi judul INDOMARC : format Marc Indonesia untuk buku, manuskrip dan terbitan berseri = The Indonesia Marc format for books, mauskrip and serials. Pada edisi 1994 selain memuat untuk monograf juga berisi format untuk terbitan berkala (serial) dan manuskrip juga termasuk : buku; pamflet; lembar tercetak; atlas; skripsi, tesis dn disertasi, diterbitkan ataupun tidak.
IndoMARC edisi 1994 ini juga dilengkapi dengan ruas-ruas dan contoh-contoh untuk mengatalog terbitan berseri. Pada edisi ini format IndoMARC belum mencakup untuk semua jenis bahan perpustakaan sehingga untuk mengatalog bahan perpustakaan seperti audiovisual, peta, berkas komputer, dan sebagainya mengacu ke format USMARC, yang merupakan format lebih lengkap.

3.4. IndoMARC 2006

IndoMARC terbitan tahun 2006 diberi judul INDOMARC : format MARC Indonesia = The Indonesian Marc Format. Format IndoMARC ini mengacu pada MARC 21 yang merupakan pengembangan dari format USMARC dan CANMARC. Pada edisi ini, IndoMARC memuat semua jenis bahan perpustakaan yaitu buku, serial, manuskrip, peta, sumber elektronik, bahan grafis, bentuk mikro, citra bergerak, musik, rekaman suara. Rekaman video.
IndoMARC edisi 2006 ini juga dilengkapi dengan contoh-contoh pengisian setiap ruas dan lembar kerja untuk semua jenis bahan perpustakaan. Selain melakukan revisi terhadap format IndoMARC pada terbitan kali ini juga disertai dengan revisi terhadap tiga daftar kode IndoMARC, yaitu : Daftar kode IndoMARC untuk Provinsi di Indonesia; Daftar kode IndoMARC untuk Wilayah di Indonesia dan Daftar kode IndoMARC untuk perpustakaan di Indonesia.

3.5. IndoMARC 2011

IndoMARC terbitan tahun 2011 diberi judul INDOMARC : format MARC Indonesia The Indonesian Marc Format. Format IndoMARC ini mengacu pada perkembangan MARC 21 revisi tahun 2003. Format IndoMARC ini memuat aturan untuk semua jenis bahan perpustakaan yaitu : buku; bahan kartografi (peta, atlas, bola dunia); rekaman suara; musik; gambar hidup dan rekaman video; bahan grafis (foto, lukisan, dsb.); bentuk mikro; sumber elektronik; sumber berkesinambungan (termasuk serial).
Format IndoMARC ini juga dilengkapi dengan contoh pada masing-masing ruas terutama contoh yang berkaitan dengan bahan perpustakaan Indonesia juga disertai dengan lembar kerja untuk masing-masing jenis bahan perpustakaan.

4. Penerapan IndoMARC

Di era katalog online isi dari cantuman bibliografi harus termuat dalam skema metadata. IndoMARC merupakan format metadata yang digunakan dalam pembuatan katalog terbacakan mesin. Perpustakaan Nasional RI menggunakan format IndoMARC untuk pengatalogan semua jenis bahan perpustakaan yang ada di Koleksi Perpustakaan Nasional RI. Keseluruhan cantuman ini akan menjadi landasan bagi terciptanya pangkalan data (bibliografis) nasional yaitu berupa Katalog Induk Nasional.

4.1. Struktur cantuman bibliografi IndoMARC

Struktur cantuman bibliografi IndoMARC terdiri dari tiga bagian yaitu : Label cantuman; Direktori, dan Ruas.
(1) Label cantuman merupakan ruas tetap yang panjang terdiri dari 24 karakter dan berisi unsur data numerik atau dalam bentuk kode. Mencakup perintah dan informasi pengolahan seperti panjang cantuman, format (monograf, bahan kartografi, rekaman suara, sumber elektronik, dll).
(2) Direktori merupakan daftar isi sebuah cantuman. Direktori merupakan ruas tidak tetap yang panjangnya tergantung pada jumlah seluruh ruas tidak tetap pada cantuman.
(3) Ruas-ruas. Berisi data bibliografis yang dikatalog. Setiap ruas akan ditandai dengan nomor tengara. Ada dua jenis ruas data yaitu ruas kendali dan ruas data tidak tetap. Ruas kendali, merupakan ruas panjang tetap yang terdiri dari data tentang tanggal pengisian, negara penerbitan, tahun penerbitan, bahasa dll. Ruas data tidak tetap. Berisi data bibliografis yang diperlukan untuk mengatalog suatu karya.

4.2. Ruas data tidak tetap

Ruas data tidak tetap ditandai dengan tiga digit nomor tengara (010-999). Adapun struktur dari ruas data tidak tetap yang sering digunakan sebagai berikut:
Ruas nomor dan kode (010-040)
015Nomor bibliografi nasional
020Nomor untuk ISBN
022Nomor untuk serial ISSN
040Sumber pengatalogan
041Kode bahasa
043Kode wilayah
Ruas Notasi klasifikasi dan/atau nomor panggil (082 dan 084)
082Nomor DDC (Dewey Decimal Classification)
084Nomor klasifikasi lainnya. Biasanya diisi dengan nomor panggil buku
Ruas entri utama (1XX)
100Entri utamaNama orang
110 Entri utamaNama Badan korporasi
111 Entri utamaNama pertemuan
130 Entri utamaJudul seragam
Ruas judul dan yang berhubungan dengan judul (20X-24X)
240Judul seragam
245Pernyataan judul, pernyataan bahan umum, anak judul, judul pararel, pernyataan
tanggung jawab
246Bentuk variasi judul/judul lain

Ruas edisi, impresium, dsb. (25X-28X)
250Pernyataan edisi
255Data matematik bahan kartografi
256Karakteristik berkas komputer
260Publikasi, distribusi, dsb. (tempat, penerbit, dan tahun)

Ruas deksripsi fisik (3XX)
300Deskripsi fisik
306Waktu putar (rekaman suara, film, rekaman video)
310Frekwensi publikasi muktahir
362 Tanggal publikasi dan/atau rancangan urutan
Ruas pernyataan seri (4XX)
440Pernyataan seri/entri tambahan judul
490Pernyataan seri (tanpa entri tambahan)
Ruas catatan (5XX)
500Catatan umum
502Catatan disertasi
504Catatan bibliografi
505Catatan isi
508Catatan peran serta
520Catatan ringkasan
521Catatan kelompok pembaca
538Catatan rician sistem
Ruas akses subjek (6XX)
600Entri tambahan subjekNama orang
610 Entri tambahan subjek Nama Badan korporasi
611 Entri tambahan subjek Nama pertemuan
630 Entri tambahan subjek Judul seragam
650Entri tambahan subjek Topik
651 Entri tambahan subjek Wilayah
Ruas entri tambahan (7XX)
700Entri tambahanNama orang
710 Entri tambahan Nama Badan korporasi
711 Entri tambahan Nama pertemuan
740 Entri tambahan Judul analitik atau judul lain

Ruas entri tambahan seri (80X-830)
800Entri tambahan seriNama orang
810 Entri tambahan seriNama Badan korporasi
811 Entri tambahan seri Nama pertemuan
830 Entri tambahan seriJudul seragam
Ruas kepemilikan, lokasi, dsb. (8XX)
850Badan yang memiliki
852 Lokasi dan akses elektronik

4.3. Tampilan cantuman IndoMARC

Penggunaan format IndoMARC selalui disertai dengan penggunaan standar pengatalogan seperti International Standard Bibliographic Description (ISBD), Anglo American Cataloging Rules edisi 2 (AACR2) maupun Peraturan Pengatalogan Indonesia. Format IndoMARC merupakan wadah yang menampung isi dari cantuman bibliografis yang diatur baerdasarkan peraturan pengatalogan. Berikut contoh tampilan cantuman IndoMARC
001 INLIS000000000213277
005 20100313090325.25
008 130310s2008****jkia***##b***#00010#ind##

020 ## $a 978-979-16952-1-3
035 ## $a 0010-41301260
040 ## $a JKPNPNA
082 04 $a 025.04 $2 [23]
084 ## $a 025.04 PUT p
100 0# $a Putu Laxman Pendit, $d 1959-
245 10 $a Perpustakaan digital dari A sampai Z / $c Putu Laxman Pendit
260 ## $a Jakarta : $b Cita Karyakarsa Mandiri, $c 2008.
300 ## $a 308 hlm. : $b ilus. ; $c 27 hlm.
500 ## $a Indeks
504 ## $a Bibliografi : hlm. 300-308
650 #4 $a Perpustakaan digital
850 ## $a JKPNPNA
990## $a 37/PN/2009

5. Format MARC untuk RDA

Resource Description and Access (RDA) adalah suatu standar pengatalogan baru yang di rancang untuk dunia digital dan dapat digunakan untuk deskripsi semua jenis sumber (resources), digital maupun tradisional (=non-digital). RDA dikembangakan berdasarkan landasan AACR2.
Pada tahun 2007 mulai dikembangkan penggunaan RDA dan pada tahun 2010 mulai diimplementasikan oleh perpustakaan di AS, Inggris, Kanada, Selandia Baru, Australia dan akan menyusul Jerman dan Perancis. Negara-negara lainnya di Asia seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, China masih dalam proses persiapan pengimplementasian peraturan ini. Sedangkan di Indonesia baru pada tahap wacana dalam bentuk diskusi, seminar, workshop, dan lain sebagainya.

5.1. RDA dan MARC

RDA merupakan standar pengatalogan baru yang dapat digunakan dengan berbagai encoding data, misalnya : MODS (Metadata Object Description Standard), MARC, Dublin Core. MARC merupakan standar encoding yang paling banyak dipakai di lingkungan perpustakaan untuk menjaga kontinutas, RDA harus kompatibel dengan MARC.

5.2. Cantuman bibliografis RDA dalam format MARC

Peraturan deskripsi bibliografis dalam RDA memiliki beberapa perbedaan dengan AACR2 berikut ini beberapa contoh penerapan RDA dalam format MARC.

Tag 245 Pernyataan tanggung jawab
AACR2 mengatur untuk pernyataan tanggung jawab untuk pengarang lebih dari 3 orang ditulis pengarang yang disebut pertama kali diikuti dengan et al. sedangkan untuk RDA semua pengarang ditulis dalam daerah pernyataan tanggung jawab.

AACR2
245 00 $a Second growth : $b community economic development in rural British
Colombia / $c Sean Mary ¦ [et al.]
700 10 $a Mary, Sean

RDA
245 00 $a Second growth : $b community economic development in rural British
Colombia / $c Sean Mary, John T. Pierce, Kelly Vodden and Mark Roseland
700 10 $a Mary, Sean
700 10 $a Pierce, John T.
700 10 $a Vodden, Kelly
700 10 $a Roseland, Mark

Tag 250 edisi. Penulisan edisi di dalam AACR2 ditulis menggunakan singkatan sedangkan di RDA ditulis apa adanya tanpa disingkat.
AACR
250 ## $a 3rd ev.ed.
RDA
250 ## $a Third revised edition

Tag 300 deskripsi fisik. Penulisan deskripsi fisik halaman dan keterangan ilustrasi di dalam AACR2 menggunakan singkatan sedangkan di dalam RDA ditulis apa adanya tanpa disingkat. AACR
300 ## $a v, 199 hlm. : $b ilus. ; $c 30 cm.
RDA
300 ## $a v, 199 halaman : $b ilustrasi ; $c 30 cm.

6. Penutup

IndoMARC merupakan akronim untuk Indonesia Machine Readble Cataloging. IndoMARC mulai digagas pada tahun 1981 dan pertama kali diterbitkan pada tahun 1991 serta edisi termuktahir terbit pada tahun 2011. Format IndoMARC merupakan standar metadata dalam pembuatan, penyimpanan dan pertukaran data bibliografi serta temu kembali informasi dalam katalog terbacakan mesin (dalam hal ini komputer) di perpustakaan.
Format IndoMARC pada awalnya dirancang dengan mengacu pada USMARC. Seiring dengan perkembangan USMARC menjadi MARC 21 pada tahun 1991 maka IndoMARC pada terbitan berikutnya yaitu edisi tahun 2006 dan 2011 mengacu pada MARC 21. Format IndoMARC mencakup untuk semua jenis bahan perpustakaan. Penggunaan format IndoMARC diikuti dengan penggunaan standar pengatalogan seperti AACR2, ISBD, peraturan pengatalogan Indonesia
IndoMARC terbitan tahun 2011 belum dirancang untuk penggunaan standar pengatalogan berdasarkan Resource Descripton and Access (RDA). Guna mengikuti perkembangan standar pengatalogan RDA maka pada revisi berikutnya perlu ditambahkan ruas-ruas yang berkaitan dengan peraturan yang ada di RDA.

DAFTAR PUSTAKA
Anglo-American cataloguing rules. 2nd ed., 2002 revision. Ottawa : Canadian Library Association ; Chicago : American Library Association, 2002-2005.
Avram, Henriette D. Machine-Readble Cataloging (MARC) Program. Dalam Encyclopedia of Library and information Science. 2011. Hlm. 3512-3529
Cataloging tackling the basics. http://www.library.nd.gov/publications/catalogingworkshop.pdf
Daftar kode INDOMARC untuk perpustakaan kabupaten/kota di Indonesia. Jakarta : Perpustakaan Nasional, 2011.
Encyclopedia of library and information sciences. 3rd ed.– Boca Raton, FL : CRC Press, 2010.
Format MARC Indonesia (INDOMARC) untuk buku = The Indonesian MARC format (INDOMARC) for books. Jakarta : Perpustakaan Nasional RI, 1991.
INDOMARC : format MARC Indonesia = The Indonesian Marc format. Ed. rev. Jakarta : Perpustakaan Nasional RI, 2006.
INDOMARC : format MARC Indonesia = The Indonesian Marc format. Ed. rev. Jakarta : Perpustakaan Nasional RI, 2011.
Indonesia. Undang-undang Republik Indonesia nomor 43 tahun 2007 tentang perpustakaan. Jakarta : Perpustakaan Nasional RI, 2010.
Kaul, Sangeeta. Tutorial on MARC 21. www.naclin.org/MARC%2021.ppt
McCallum, Sally H.. Machine-Readble Cataloging (MARC): 1961-1974 [ELIS Classic]. Dalam Encyclopedia of Library and information Science. 2011. Hlm. 3530-3539
Prita Wulandari. INDOMARC : bahan ajar diklat pengolahan bahan perpustakaan. Jakarta : Perpustakaan Nasional, 2009.
Putu Laxman Pendit. Perpustakaan Digital dari A sampai Z. Jakarta : Cita Karyakarsa Mandiri, 2008.
Suharyanto. Pengatalogan berbasis IndoMARC. Materi pelatihan perpustakaan. 2009.
Sulistyo-Basuki. IndoMARC dan Notasi bahasa-bahasa di Indonesia. Dalam VISI PUSTAKA Volume 10 Nomor 2 Agustus 2008. Hlm. 6-8
Taylor, Arlene G. Introduction to cataloging and classification. 10th ed. London : Libraries, 2006.
_____________. The organization of information. — 3rd ed. London : Libraries, 2009.

Suharyanto
Pustakawan pada Pusat Pengembangan Koleksi dan Pengolahan Bahan Pustaka, Perpustakaan Nasional RI

Masukkan nama & email Anda untuk berlangganan artikel

Kata Kunci Penelusuran:

cara membuat kode buku perpustakaan, cara membuat nomor buku perpustakaan

About suharyanto

Nama : Suharyanto Tempat tanggal lahir : Jakarta, 01 Nopember 1969 Pekerjaan : Pustakawan pada Bidang Pengolahan Bahan Pustaka, Perpustakaan Nasional RI Pendidikan terakhir : S2 Perpustakaan Universitas Gadjah Mada E-mail : suharyanto_m @yahoo.com HP : 081311396971 facebook : Suharyanto Mallawa

One comment

  1. Perpustakaan Umum Daerah Kebumen dengan bantuan Program QALiS juga sedang menerapkan Indomarc. Terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


eight + 5 =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Baca Jugaclose