Home / Artikel Perpustakaan / Masyarakat Peduli Perpustakaan

Masyarakat Peduli Perpustakaan

Membaca merupakan salah satu kebutuhan setiap individu, baik itu bacaan formal maupun nonformal. Jenis bacaan yang beragam ini dapat ditemukan di manapun selama itu mendukung untuk pengembangan pengetahuan dan informasi yang kita butuhkan. Hal ini sesuai dengan tuntutan zaman yang menuntut kita untuk terus berkembang sejalan dengan kemajuan IPTEK yang kita miliki.

Membaca merupakan jendela dunia. Dengan membaca akan membuat pengetahuan kita menjadi semakin luas, tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Banyak peristiwa di tempat lain dapat kita ketahuai tanpa harus berkunjung ke sana. Banyak peristiwa masa lalu yang dapat kita temukan dalam rekaman sejarah berbentuk buku. Sehingga lahirlah pepatah yang mengatakan bahwa buku adalah jendela dunia.

Masyarakat yang haus ilmu pengetahuan adalah masyarakat yang gemar membaca. Dengan demikian, secara tidak langsung masyarakat tersebut akan mencari sarana yang di dalamnya tersedia apa yang  dibutuhkan, salah satunya adalah perpustakaanan. Di sana mereka akan menemukan apa yang mereka caripengetahuan yang dibutuhkandengan mudah. Semakin lama akan tumbuh kesadaran dalam diri masyarakat bahwa antara membaca dengan perpustakan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan, di mana membaca adalah sebuah kebutuhan dan perpustakaan  adalah penyedia sarana yang dibutuhkan tersebut.

Saat ini sebuah perpustakaan tidak hanya menyediakan kumpulan buku-buku saja sebagai sumber bacaan (media tertulis) tapi juga terdapat majalah, koran, peta, floppy disc program, CD ROM, dan tentunya akses internet. Semua fasilitas yang disediakan tersebuat diharapkan dapat dijadikan sebagai awal dari meningkatnya minat masyarakat terhadap perpustakaan.

II Permasalahan

Naik turunnya minat baca masyarakat akan berdampak pula pada minat masyarakat terhadap perpustakaan. Hal ini disebabkan oleh karena masyarakat yang membutuhkan perpustakaan adalah masyarakat yang haus akan ilmu pengetahuan, di mana ilmu pengetahuan tersebut dapat diperoleh melalui berbagai cara, dan salah satunya adalah melalui membaca.

Sebagai sumber bahan bacaan perpustakaan tentunya memiliki berbagai fasilitas pelayanan. Fasilitas pelayanan di sini tidak hanya terletak pada media bacaan yang disediakan tetapi juga pada kenyamanan para pengunjung selama berada di dalamnya. Banyak perpustakaan (baik umum ataupun pribadi) yang memiliki fasilitas lengkap tetapi sepi pengunjung. Hal ini tidak jarang disebabkan oleh tingkat kepedulian dan kenyamanan pengunjung yang sangat rendah. Bagaimana mungkin masyarakat akan peduli jika rasa nyaman saja tidak  diperoleh.

III Tujuan

Diharapkan dengan tulisan yang singkat ini dapat menggugah masyarakat untuk terus berpikir kreatif dan terus mencintai perpustakaan dengan cara memanfaatkan fasilitas yang ada di dalamnya. Dan perpustakaan itu sendiri dapat terus berkembang, baik dari kelengkapan koleksinya, kenyamanannya, sampai dengan pelayanannya, sehingga slogan mencerdaskan bangsa melalui budaya gemar membaca dapat terwujud.

IV Landasan Teori

Dalam bahasa indonesia dikenal istilah perpustakaan  (berasal dari kata sansekerta pustaka) artinya kitab, buku. Dalam bahasa inggris, dikenal istilah library (berasal dari kata latin liber atau libri) artinya buku. Dari istilah tersebut lahirlah istilah librarus yang artinya tentang buku (Sulistyo dan Basuki, 1991). Sehingga secara umum dapat diperoleh arti bahwa perpustakaan merupakan kumpulan buku, manuskripsi dan bahan pustaka lainnya yang digunakan untuk keperluan studi atau bacaan, kenyamanan atau kesenangan (Websters Third Edition International Dictionary, 1961).

Perpustakaan, seperti yang sudah disebutkan di atas memiliki banyak pengertian, tergantung dari konteks penggunaannya. Berdasarkan sejarah perkembangannya, perpustakaan memiliki dua macam pengertian yaitu pengertian secara tradisional dan pengertian secara modern. Dalam arti tradisional, perpustakaan adalah sebuah koleksi buku dan majalah. Walaupun dapat diartikan sebagai koleksi pribadi perseorangan, namun perpustakaan lebih umum dikenal sebagai sebuah koleksi besar yang dibiayai dan dioperasikan oleh sebuah kota atau institusi, dan dimanfaatkan oleh masyarakat yang rata-rata tidak mampu membeli sekian banyak buku atas biaya sendiri. Sedangkan perpustakaan modern telah didefinisikan kembali sebagai tempat untuk mengakses informasi dalam format apa pun, apakah informasi itu disimpan dalam gedung perpustakaan tersebut atau tidak. Dalam perpustakaan modern ini selain kumpulan buku tercetak, sebagian buku dan koleksinya ada dalam perpustakaan digital (dalam bentuk data yang bisa diakses lewat jaringan komputer)(Lerner, 1998).

Kedua pengertian di atas didasarkan pada pengertiannya secara harafiah yang mengarah pada fungsi perpustakaan itu sendiri sebagai tempat sumber informasi tertulis maupun tidak tertulis (media elektronik) yang telah dikumpulkan selama kurun waktu yang lama. Di dalamnya terdapat buku-buku atau informasi-informasi yang dibutuhkan oleh penggunanya.

V Pembahasan

Membaca adalah suatu cara untuk mendapatkan informasi dari sesuatu yang ditulis. Membaca melibatkan pengenalan simbol yang menyusun sebuah bahasa. Membaca dan mendengar adalah dua cara paling umum untuk mendapatkan informasi. Informasi yang didapat dari membaca dapat termasuk hiburan maupun pengetahuan (http://id.wikipedia.org/wiki/Membaca). Untuk memenuhi kebutuhan bahan bacaan maka dibutuhkan suatu tempat yang di dalamnya tersedia bahan bacaan yang diinginkan, salah satunya yaitu perpustakaan.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa tidak semua perpustakaan di negara kita ini ditunjang oleh fasilitas yang lengkap. Padahal perpustakaan-perpustakaan inilah yang nantinya akan di manfaatkan oleh orang-orang yang membutuhkan pengetahuan secara rinci dan lengkap, baik itu pelajar, mahasiswa, guru, pegawai dan masyarakat umum yang ingin menambah ilmunya (orang yang gemar membaca memiliki pengetahuan yang luas). Karena setiap orang membutuhkan pengetahuan dalam kesehariannya.

Perpustakaan pada saat sekarang ini sudah memiliki banyak keunggulan dibanding dulu. Hal ini terlihat dari fasilitas dan pelayanan yang diberikan. tidak hanya tumpukan buku-buku yang dapat ditemukan di sebuah perpustakaan tapi juga banyak media elektronik lain yang dapat dijadikan sebagai sumber referense, misalnya saja akses map, mikrofilm, mikrofiche, tape audio, tape video, DVD, CD, LP, dan akses internet. Semua jenis pelayanan ini tentunya juga perlu ditunjang oleh operator yang handal dan berpengalaman, selain itu keramahan para pegawai juga menjadi hal yang penting dalam pengelolaan sebuah perpustakaan. Kenyamanan pengunjung untuk menciptakan rasa peduli menjadi modal utama di sini.

Banyak perpustakaan yang menyediakan koleksi dan fasilitas lengkap tetapi tidak diikuti oleh keahlian dari stafnya. Keahlian yang dimaksud di sini bukan mengarah pada segi teknis tetapi lebih mengarah kepada bagaimana para pelayan masyarakat ini dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi penggunanya. Karena yang paling penting dari sebuah fasilitas umum adalah tingkat keamanan dan kenyamanannya.

Dari segi keamanan misalnya, sering sekali terjadi kasus kehilangan barang atau uang di loket penitipan. Padahal hal ini sudah diantisipasi oleh pihak perpustakaan dengan cara menyediakan loker-loker yang dilengkapi dengan kunci tersendiri. Akan tetapi mengapa kasus kehilangan masih terus terjadi? Hal ini tentu ada penyebabnya. Jika kita melihat lebih lanjut, loker-loker tersebut memang dilengkapi dengan kunci, akan tetapi kunci tersebut akan manjadi sia-sia jika tidak disertai dengan penjagaan yang memadai, misalnya saja dengan disediakannya loket khusus penjagaan loker. Sehingga tidak sembarang orang yang bisa masuk ke area loker.

Selanjutnya, dari segi kenyamanan. Banyak kita lihat atau bahkan ada dari pembaca yang pernah mengalami secara langsung pengalaman dibentak-bentak oleh petugas. Kesalahan yang dilakukan sebenarnya tidak terlalu besar, misalnya saja menjatuhkan buku secara tidak sengaja atau mengambil buku dalam jumlah yang melebihi batas yang telah ditentukan, atau bahkan salah tekan tombol pada saat akses internet. Petugas seharusnya memberikan penjelasan secara mendetail mengenai hal-hal kecil tersebut. Karena bisa jadi yang melakukan kesalahan tersebut adalah anggota baru yang kurang informasi karena sosialisasi yang dilakukan oleh pihak perpustakaan juga kurang. Hal ini tergantung dari sudut pandang mana kita melihat dan menyikapinya. Pengunjung yang baik tentunya akan segera memperbaiki kesalahannya. Begitu juga dengan petugas yang baik, tidak perlu menggunakan bahasa bentakan untuk menegur dan memberitahu. Keramahan petugas akan menjadi kunci dari kenyamanan pengunjung di samping tempat yang mendukung.

Belakangan ini, jika kita berkunjung ke sebuah perpustakaan dan sempat untuk melihat atau sempat meminjam beberapa koleksi yang ada, maka kita akan menemukan banyak dari koleksi tersebut yang sudah tidak utuh lagi, alias halamannya bolong-bolong atau bahkan ada dari beberapa katalog yang bukunya sudah tidak ada lagi. Hal ini tentunya merupakan akibat dari rendahnya rasa tanggung jawab dari pengguna. Jika hal ini dibiarkan terus-menerus maka koleksi yang ada semakin hari akan semakin berkurang. Padahal untuk memfumigasi atau menyediakan koleksi ulang dibutuhkan dana yang tidak sedikit, dan hal ini akan berdampak pada tingkat pelayanan yang diberikan.

Sebagai masyarakat yang peduli kita tentunya tidak menginginkan masalah-masalah di atas terus saja terjadi. Untuk mengantisipasi hal tersebut maka dibutuhkan kesadaran yang mendalam bahwa fasilitas yang disediakan harus kita jaga bersama-sama demi kelangsungan dan kemajuan dari perpustakaan itu sendiri. Semua itu nantinya tentu akan kembali pada diri kita sendiri sebagai pengguna. Mengembalikan buku tepat pada waktunya merupakan salah satu cara untuk menunjukkan bahwa kita peduli dan memiliki tanggung jawab terhadap tumbuh kembangnya perpustakaan sebagai salah satu sarana mencerdaskan kehidupan bangsa.

VI Kesimpulan dan Saran

Tidak semua masyarakat peduli dan memiliki kesadaran akan betapa pentingnya perpustakaan sebagai gudang pengetahuan dalam menunjang meningkatnya mutu IPTEK yang kita miliki. Dan untuk menumbuhkan kesadaran tersebut maka sebaiknya pemerintah dan masyarakat bekerjasama dalam mengadakan sosialisasi tentang manfaat dan kemudahan-kemudahan yang diperoleh dari  sebuah perpustakaan.

Penulis: DEVI YURYANA HASTUTI

AMPENAN SELATAN MATARAM, NTB

Masukkan nama & email Anda untuk berlangganan artikel

About Pemustaka

Dengan senang hati kami akan menerima kiriman artikel anda. Anda bebas mengirim artikel, baik itu berupa Cerpen, Dongeng, Review, Informasi Lowongan Kerja, Promosi Perpustakaan, Catatan Harian dan lain-lain. Kirim ke : admin@pemustaka.com

One comment

  1. bagus Vye.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


× three = 9

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Baca Jugaclose