Home / Artikel Perpustakaan / Membangun masyarakat cinta perpustakaan dan mengembangkan minat membaca

Membangun masyarakat cinta perpustakaan dan mengembangkan minat membaca

Masyarakat adalah sekelompok orang  yang berkumpul dalam satu wilayah dan memiliki suatu tujuan tertentu. Terdapat bermacam – macam kalangan masyarakat. Salah satunya adalah masyarakat perpustakaan. Pengertian yang dimaksud dengan masyarakat perpustakaan adalah bahwa perpustakaan yang ada dalam suatu wilayah membentuk suatu komunitas sebagai wadah untuk manampung, merespon, memperjuangkan nasib dan cita-cita organisasi (sumber: Perpustakaan dan masyarakat, Sutarno NS). Didalam masyarakat  perpustakaan terdapat banyak komunitas yang tebentuk secara alami. Berawal dari beberapa pengunjung perpustakaan yang bertemu di dalam ruangan, kemudian terjadi suatu komunikasi dan memiliki tujuan yang sama maka tercipta suatu organisasi. Masyarakat perpustakaan yang telah membentuk suatu organisasi atau wadah, misalnya komunitas alkid pengunjung perpustakaan. Komunitas ini terbentuk karena PKBI DIY membangun perpustakaan keliling, memang awalnya pengunjungnya sedikit namun karena adanya jaringan komunikasi, maka semakin bertambah jumlah pengunjung perpustakaan keliling ini. Perkembangan dalam suatu organisasi perpustakaan merupakan bukti adanya perkembangan kemajuan perpustakaan. Secara tidak langsung hal ini sekaligus merupakan fakta bahwa minat dan kegemaran masyarakat dalam membaca  semakin berkembang.

Agar terbentuk suatu masyarakat perpustakaan perlu dilakukan upaya  atau kegiatan promosi dan publikasi. Kegiatan ini bertujuan agar keberadaan dan fungsi perpustakaan semakin dikenal  oleh seluruh kalangan masyarakat. Sebagai upaya untuk menarik minat  masyarakat dalam membaca alangkah baiknya bila perpustakaan menambah koleksi buku baru serta selalu mengamati perkembangan buku yang banyak diminati ataupun sering dibicarakan masyarakat.Kegiatan serupa yang dapat dilakukan diantaranya:

  • Membuat papan petunjuk tentang perpustakaan agar masyarakat lebih mengenal fungsi dan peranan perpustakaan
  • Menyebarkan brosur dan pamflet
  • Mempublikasikan dengan media elektronik maupun media cetak tentang kegiatan di dalam perpustakaan
  • Mengadakan lomba dengan tema perpustakaan dengan hadiah yang menarik dan mengundang minat masyarakat
  • Guru di lingkungan sekolah membuat tugas kepada murid untuk mengumpulkan  daftar pustaka yang menarik

Sebaiknya upaya sosialisasi perpustakaan terus dilakukan agar masyarakat semakin mengenal perpustakaan, sehingga dalam masyarakat perpustakaan tercipta minat, kebiasaan membaca, serta budaya membaca. Mungkin ketiga istilah ini memiliki arti yang saling berhubungan. Minat membaca seseorang adalah keinginan seseorang untuk membaca suatu bahan bacaan tertentu sedangkan budaya baca adalah membaca yang dilakukan secara teratur  dan berkelanjutan  sehingga terbentuk sebuah kebiasaan membaca. Namun, untuk menumbuhkan kebiasaan membaca memerlukan keinginan yang kuat serta waktu yang tidak singkat. Mungkin sebagian orang  yang memiliki kebiasaan membaca selalu meluangkan sebagian waktunya untuk membaca.

Saat ini minat baca masih menjadi perkerjaan rumah yang belum terselesaikan bagi bangsa Indonesia. Berbagai program telah dilakukan untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Pemerintah, praktisi pendidikan, LSM dan masyarakat yang perduli pada kondisi minat baca saat ini telah melakukan berbagai kegiatan yang diharapkan mampu meningkatkan apresiasi masyarakat untuk membaca, akan tetapi berbagai program tersebut belum memperoleh hasil maksimal

Untuk mewujudkan bangsa berbudaya baca, maka bangsa ini perlu melakukan pembinaan minat baca anak. Pembinaan minat baca anak merupakan langkah awal sekaligus cara yang efektif menuju bangsa berbudaya baca. Masa anak-anak merupakan masa yang tepat untuk menanamkan sebuah kebiasaan, dan kebiasaan ini akan terbawa hingga anak tumbuh dewasa atau menjadi orang tua. Dengan kata lain, apabila sejak kecil seseorang terbiasa membaca maka kebiasaan tersebut akan terbawa hingga dewasa.

Pada usia sekolah dasar, anak mulai dikenalkan dengan hurup, belajar mengeja kata dan kemudian belajar memaknai kata-kata tersebut dalam satu kesatuan kalimat yang memiliki arti. Saat ini merupakan waktu yang tepat untuk menanamkan kebiasaan membaca pada anak. Setelah anak-anak mampu membaca, anak-anak perlu diberikan bahan bacaan yang menarik sehingga mampu menggugah minat anak untuk membaca buku. Minat baca anak perlu dipupuk dengan menyediakan buku-buku yang menarik dan representatif bagi perkembangan anak sehingga minat membaca tersebut akan membentuk kebiasaan membaca. Apabila kebiasaan membaca telah tertanam pada diri anak maka setelah dewasa anak tersebut  akan merasa kehilangan apabila sehari saja tidak membaca. Dari kebiasaan individu ini kemudian akan berkembang menjadi budaya baca masyarakat.

Kebiasaan membaca selalu terbentuk karena adanya kemauan dan kemampuan membaca. Fasilitas yang memadai perlu diberikan kepada anak juga. Untuk menumbuhkan minat baca anak ,sebelum tidur diberikan cerita-cerita atau dongeng yang menarik sehingga anak tertarik untuk mendengarkan kelanjutannya. Berikutnya anak dikenalkan dengan buku cerita bergambar agar keinginan  membaca dalam diri anak muncul.

Minat membaca yang dikembangkan sejak dini dan dilakukan dengan teratur akan menciptakan kebiasaan membaca. Kendala yang membuat kebiasaan membaca memudar antara lain hiburan audio visual yang bersifat entertainment. Hiburan pada zaman modern ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan minat membaca. Sinetron dan hiburan yang bersifat entertainment sebaiknya dihindari karena tanpa disadari akan menimbulkan kecanduan yang berkelanjutan. System audio visual sangat berpengaruh terhadap tindakan, perilaku dan pemikiran seseorang.

Selain menghindari hiburan bersifat audio visual, menambah bahan bacaan yang menarik, atraktif dan bervariasi akan mencegah pudarnya minat membaca seseorang.

Menurut pengamatan ada beberapa faktor yang mendorong bangkitnya minat membaca. Faktor tersebut adalah :

1)       Rasa ingin tahu yang tinggi atas fakta , teori, prinsip, pengetahuan dan informasi

2)       Keadaan lingkungan fisik yang memadai, dalam arti tersedianya bahan bacaan yang menarik, berkualitas, dan beragam

3)       Keadaan lingkungan sosial  yang kondusif maksudnya adalah iklim yang selalu dimanfaatkan dalam waktu tertentu untuk membaca

4)       Rasa haus informasi, rasa ingin tahu, terutama yang actual

5)       Berprinsip hidup bahwa membaca adalah kebutuhan rohani

Sumber ; (Departement pendidikan dan kebudayaan RI,Buletin pusat perbukuan vol.5, 2001)

Faktor rasa ingin tahu adalah bukti bahwa dalam diri seseorang terdapat minat yang dapat dikembangkan, namun perlu adanya dukungan fisik dan lingkungan sosial, sehingga keinginan untuk membaca dapat terus dikembangkan dan terpelihara.

Keadaan lingkungan sosial  yang kondusif, dalam pengertian yang sesuai setelah hasil pengamatan adalah iklim yang selalu dimanfaatkan dalam waktu tertentu untuk membaca. Misalnya pada saat kita memiliki waktu luang dapat kita gunakan untuk membaca. Lingkungan sosial sangat berpengaruh dalam pengembangan minat membaca, dimana kita berkecimpung dalam suatu komunitas maka kebiasaan dan tingkah laku dalam komunitas tersebut akan mempengaruhi kita secara tidak langsung

Agar minat membaca dapat terus tumbuh dan berkembang sebaiknya berkumpul dengan lingkungan yang  kondusif, sehingga kita akan terpengaruh secara tidak langsung. Keinginan membaca harus timbul dalam pribadi seseorang dan tidak ada unsur paksaan. Bila dalam diri seseorang  terdapat keinginan untuk membaca sebaiknya dikembangkan dengan mencari buku yang atraktif, kemudian kegiatan ini dilanjutkan secara terus menerus dan berkelanjutan sehingga membaca menjadi suatu kebutuhan hidup yang tidak dapat diabaikan.

Pada dasarnya manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling mulia. Hal ini didasari adanya daya cipta, rasa, dan karsa, berbeda dengan makhluk hidup lainnya. Namun sifat dasar manusia selalu menginginkan yang lebih dan tidak pandai bersyukur atas karunia yang mereka terima.Hal ini termasuk dalam faktor yang pendorong dalam meningkatkan minat membaca, yaitu rasa haus informasi, rasa ingin tahu terutama yang aktual/nyata. Setiap orang pasti memiliki kebutuhan informasi yang menyajikan aktualitas. Contohnya media cetak atau media elektronik yang menyajikan berita tentang hukum, kriminalitas, ataupun pengembangan suatu teknologi. Berita seperti ini  akan membuat masyarakat tertarik untuk mengetahui lebih detail tentang suatu masalah yang disajikan. Perlu adanya kerjasama antara media dalam wujud sosialisasi suatu berita yang menarik dan  atraktif.

Memang dalam masyarakat perpustakaan perlu adanya sosialisasi secara bertahap dan teratur sehingga masyarakat semakin mengenal perpustakaan.

Memasang reklame dan publikasi yang menjangkau masyarakat luas akan semakin menarik minat masyarakat untuk lebih mengenal fungsi dan peranan suatu perpustakaan. Dengan upaya ini akan tercipta budaya membaca dan bila dilakukan secara teratur akan menjadi suatu kebiasaan membaca. Agar kebiasaan membaca dapat terus berkelanjutan sebaiknya menghindari hiburan yang menyajikan entertainment dan bersifat audio visual karena akan sangat berpengaruh secara langsung tehadap pribadi seseorang. Kebiasaan ini seharusnya diterapkan sejak masih usia dini dengan dukungan orang tua serta adanya fasilitas yang memadai.

Penulis: Bernardus Hengky Kurniawan

alamat: jl.tegal senggotan no.102 RT 04/11 Tirtonirmolo kasihan Bantul

Masukkan nama & email Anda untuk berlangganan artikel

About Pemustaka

Dengan senang hati kami akan menerima kiriman artikel anda. Anda bebas mengirim artikel, baik itu berupa Cerpen, Dongeng, Review, Informasi Lowongan Kerja, Promosi Perpustakaan, Catatan Harian dan lain-lain. Kirim ke : admin@pemustaka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


− 3 = one

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Baca Jugaclose