Home / Artikel Perpustakaan / Membangun Masyarakat Cinta Perpustakaan

Membangun Masyarakat Cinta Perpustakaan

Perpustakaan adalah jendela dunia penuh dengan informasi, pengetahuan dan teknologi. Dengan membaca buku kita merentang cakrawala, orang pintar juga karena banyak atau senang membaca buku, koran, majalah dan lainsebagainya. Orang yang tidak senang memabaca adalah suatu kebodohan. Masyarakat yang enggan membaca akan dekat dengan kobodohan dan kebodohan itu dekat dengan kemiskinan. Negara maju karena masyarakatnya suka/senang membaca.

Perpustakaan berfungsi sebagai pusat informasi, pusat pembelajaran dan pusat kegiatan masyarakat, bukan sekedar tempat penyimpanan buku. Perpustakaan sebagai jendela dunia, merupakan solusi terbaik untuk mencetak Sumber Daya Manusia yang berkualitas, melalui budaya baca yang masal, mudah dan murah.

Manusia mengembangkan kemampuan dan menyimpan pengetahuan itu melalui Lembaga Perpustakaan, ini yang disebut sebagai Pengetahuan Ekstra Somantik. Tanpa perpustakaan dunia akan gelap gulita, pengetahuan berhenti/mandeg, kecerdasan lumpuh.

B. Permasalahan

Permasalahan yang dihadapi masyarakat kita adalah:

  1. kurangnya sarana/prasarana, fasilitas yang disediakan, baik tempat maupun koleksi dan tenaga pengelola yang kurang memadai
  2. Kurang adanya motivasi-motivasi maupun promosi kepada masyarakat supaya mau atau meningkatkan minat baca.

C. Tujuan

Bagi setiap orang atau masyarakat yang masuk ke perpustakaan berarti ingin membaca dan mendapatkan informasi. Bentuk dan jenis bacaan tentu tidak sama untuk setiap orang, tetapi yang sama adalah kegiatan kearah membaca dan mempelajari sesuatu. Dengan membaca, orang mengharapkan memperoleh sesuatu yang baru sebagai bahan informasi. Dapat dikatakan bahwa orang masuk ke perpustakaan bertujuan:

  1. Dapat mengikuti peristiwa dan perkembangan dunia terakhir. Dengan membaca berita-berita yang dimuat dalam surat kabar, majalah atau buku-buku ilmu pengetahuan. Orang tidak mau ketinggalan  informasi, tetapi dapat terus mengikuti perkembangan siatuasi dunia dan situasi ilmu pengetahuan.
  2. Secara tidak langsung mendapatkan pengajaran dan pendidikan bagi orang yang tidak lagi sekolah atau kuliah, membaca adalah cara untuk mendapatkan ilmu pengetahuan penunjng yang dapat meningkatkan dan memperkembangkan ilmu yang dimilikinya juga untuk mendapatkan ilmu pengetahuan baru.
  3. Mendapatkan hiburan sehat dan kreatif. Bacaan-bacaan ringan dan segar akan memberikan hiburan yang tersendiri bagi para pembacanya. Sedangkan dari berbagai hal yang baru, orang diajak untuk menjadi kreatif.

D. Landasan Teori

Perpustakaan adalah suatu unit kerja yang berupa tempat penyimpanan koleksi bahan pustaka yang diatur secara sistematis dengan cara tertentu untuk digunakan secara berkesinambungan oleh pemakainya sebagai sumber informasi. Koleksi pustaka tidak hanya berupa bahan cetak  ( buku, majalah, surat kabar, pamphlet, naskah ), tetapi juga berbagai karya media: Audio Visual seperti: Kaset, VCD-DVD, piringan hitam , bentuk mikro mikro seperti mikro film, mikrofis.

BAB II

PEMBAHASAN

Maka dari itu tujuan penulis membuat tulisan ini karena ingin membawa dan memberi semangat kepada masyarakat baik pengguna maupun tenaga pengelola untuk semakin cinta perpustakaan dan meningkatkan minat baca, dengan demikian yang harus diperhatikan yaitu:

1.       Gedung atau Ruangan, yang berfungsi untuk menampung bahan pustaka, juga  berfungsi sebagai tempat layanan yang nyaman kepada pengguna perpustakaan, sehingga pengguna akan kerasan dan senang datang berkujung untuk meminjam dan membaca bahan pustaka/koleksi.

2.       Bahan Pustaka yang lengkap, sesuai dengan kebutuhan pengguna berfungsi sebagai sumber belajar dan media informasi yang akan dilayankan kepada pengguna. Bahan pustaka atau koleksi baru harus selalu diinformasikan. Pengadaan bahan pustaka secara teratur dan terus menerus, karena bahan pustaka/koleksi merupakam media informasi dan media layanan yang akan disampaikan kepada pengguna. Sehigga pengguna akan senang datang berkunjung dan meminjam bahan pustaka untuk dibacanya.

3.       Tenaga Pengelola yang profesional, merupakan pelaksana layanan dan penganggung jawab semua kegiatan di perpustakaan. Tapi harus disadari bahwa perkembangan sebuah perpustakaan tidak bisa hanya diserahkan kepada pengelolanya saja. Berbagai pihak yang terkait juga ikut menentukan perkembangan.

4.       Perabot dan perlengakapan, berfungsi untuk menampung dan memajang bahan pustaka yang akan dilayankan. Perpustakaan bukan gudang buku oleh karena itu bahan pustaka/koleksi yang ada perlu diolah berdasarkan system yang ada dan ditunjang dengan perabot dan perlengkapan yang menunjang sehingga dapat dengan mudah mengakses dan memanfaatkannya.

5.       Keuangan/Dana, ini penting juga karena untuk mendanai berbagai kegiatan misalnya:  pembelian koleksi atau buku, pemeliharaan,  perpustakaan

Sistem pengolahan serta pelayanan perlu diperhatikan karena pengaturan atau pengolahan bahan pustaka/koleksi akan menyangkut prosedur peminjaman. Pengguna/peminjam akan tidak nyaman atau tidak sabar apabila prosedur pelayanan terlalu birokrasi, sehingga sasaran untuk bisa membawa masyarakat cinta perpustakaan (minat baca masyarakat) tidak berhasil. Untuk mencapai tujuan tersebut maka perpustakaan perlu juga diberikan terobosan-terobosan tertentu selain harus memperhatikan pengolahan dan pelayanan. Pengaturan/pengolahan dan sistemnya harus mudah dimengerti dan dipahami oleh pengguna.

Prinsip-prinsip perpustakan :

1.       Perpustakaan dimaksud untuk menyimpan dan Memencarkan Ilmu Pengetahuan:

Sepanjang sejarah manusia, perpustakaan merupakan satu-satunya pranata ciptaan manusia, tempat manusia dapat menemukan kembali informasi yang permanen serta luas ruang lingkupnya. Masyarakat selalu mengatakan bahwa perpustakaan mempunyai efek sosial, ekonomi, politik dan edukatif.

2.       Perpustakaan Merupakan Pusat Kekuatan:

Perpustakaan merupakan gudang ilmu pengetahuan maka perpustakaan pun merupakan kekuatan. dengan kekuatan spiritual dan fisik. Perpustakaanmerupakan tempat penyimpanan rekaman ilmu pengetahuan, sedangkan ilmu      pengetahuan merupakan kekuatan.

3.       Perpustakaan harus berkembang:

Perpustakaan harus berkembang walaupun laju pertumbuhan tidak selalu sama. Perpustakaan harus berkembang karena pengguna perpustakaan menghendaki pengembangan koleksi yang mampu mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan. Bila koleksi tidak berkembang, perpustakaan akan ditinggalkan pembacanya.

4.       Perpustakaan terbuka untuk semua orang:

Perpustakaan harus terbuka bagi semua bagi semua anggota masyarakat dengan tidak memandang perbedaan usia, kelamin, pekerjaan, usia, keyakinan, warna kulit maupun agama.

5.       Perpustakaan harus punya pustakawan yang professional:

Adalah tugas pustakawan untuk menambah koleksi perpustakaan, pustakawan   harus tahu koleksi/buku yang baik, tepat dan  diminati  pengguna, pustakawan juga harus bisa menyusun koleksi/buku menurut aturan tertentu karena keunggulan koleksi akan sia-sia belaka bila tidak digunakan. Untuk dapat digunakan oleh pengguna/pembaca maka koleksi perpustakaan harus diatur menurut susunan tertentu. Pembaca akan mengalami kesulitan dan bingung apabila menemui sebuah perpustakaan dengan koleksi misalnya 10.000 koleksi/buku yang tidak diatur/disusun dengan baik Maka perpustakaan harus punya pustakawan yang professional dalam menangani tugas tersebut.

Ada 2 cara dalam pengolahan bahan pustaka/koleksi dan sistem pelayanan dalam perpustakaan yaitu:

1.       Manual :

Cara manual ini sudah lama dan masih digunakan oleh banyak  perpustakaan di Indonesia  dalam pengolahan bahan pustaka/koleksi yang ada, maka perlu penanganan yang baik dalam pengolahan   bahan pustaka/koleksi tersebut, berdasarkan sistem yang ada. Maka yang perlu dilakukan atau dikerjakan yaitu:

Ã?      Pengolahan bahan pustaka/koleksi diolah berdasarkan  sistem yang ada yaitu dengan menggunakan Dewey Decimal Classification dalam menggolongkan/mengklasifikasi bahan pustaka/koleksi agar mudah mengkases dan memanfaatkannya.

Ã?      Katalog Buku, untuk memudahkan pencarian koleksi/buku yang diinginkan sebelum menuju ke rak/almari koleksi/buku. Maka perlu dibuatkan katalog buku berdasarkan: judul buku, berdasarkan pengarang buku serta berdasarkan nomor klasifikasi buku.

Ã?      Pengaturan dalam rak/almari , koleksi/buku sebaiknya diatur sesuai dengan klasifikasi masing-masing. Jadi misalnya, rak/almari pertama digunakan untuk buku-buku yang masuk klasifikasi 000-099. Almari kedua untuk menata buku-buku yang masuk klasifikasi 100-199, dan seterusnya. Penataan/pengaturan koleksi/buku diurutkan sesuai abjad (huruf pertama dari judul buku) sesuai dengan kelompoknya/ klasifikasinya.

Ã?      Sistem pelayanan dengan menggunakan sistem terbuka dalam proses peminjaman koleksi/buku. Dengan cara ini peminjam bisa mencari koleksi/buku sendiri dengan mudah dan tepat sesuai yang diinginkan.

Ã?      Disediakan koleksi/buku-buku yang baik, diminati peminjam. yaitu koleksi/buku yang sedang best seller, atau menyediakan buku-buku bacaan ringan misal: Novel, inspirasi, budidaya, teknologi atau buku-buku yang isinya bisa memotivasi pembaca.

Ã?      Mendisplay koleksi/buku baru, supaya pengunjung/pengguna bisa melihat dan tahu koleksi/buku apa saja yang baru.

2.       Digital

Apabila perpustakaan sudah menggunakan sistem digital, ini sangat membantu sekali baik pengunjung/pengguna maupun petugas. Dengan sistem digital siapapun bisa dengan mudah memperoleh informasi dan bahan pustaka digital dengan baik, dengan dibangun jaringan komputer yang terintegrasi dengan seluruh pustaka mitra, sehingga akses terhadap koleksi perpustakaan digital secara menyeluruh dapat dilakukan hanya dengan mengklik Portal Perputakaan Digital. Hal ini akan merubah proses dan cara akses terhadap koleksi perpustakaan yang ada dengan dukungan pengelolaan/pengolahan yang juga memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan sistem digital peminjam bisa dengan singkat dan cepat dalam pencarian koleksi/buku yang akan dibaca/dipinjam, dengan hitungan detik. Penyediaan layanan digital, mencakup penyelenggaraan berbagai jenis layanan online, memang semua itu mencakup penyediaan sarana temu kembali informasi berupa pangkalan data katalog seluruh jenis bahan koleksi perpustakaan menyediakan bahan pustaka dalam format digital, termasuk penyediaan jurnal online (e-journal) yang dapat diakses dari seluruh Indonesia.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dengan adanya fasilitas dan penyediaan sarana/prasarana serta koleksi buku yang tepat dan memadai, akan bisa membangkitkan masyarakat cinta membaca, cinta perpustakaan.

Inti dari semua kegiatan perpustakaan adalah pendayagunaan koleksinya sehingga bisa untuk mendorong, menuntun dan meningkatkan minat baca masyarakat. Keberadaan sebuah perpustakaan menjadi kurang berarti apabila tidak bisa menarik minat baca masyarakat, untuk itu maka perlu adanya fasilitas dan penyediaan sarana/prasarana, koleksi/buku yang tepat serta pengelola yang professional/mahir sehingga bisa membangkitkan masyarakat senang membaca, masyarakat cinta perpustakaan. Dengan demikian masyarakat jadi pandai, masyarakat pandai Negara maju.

B. Saran

Penulis menyarankan kepada masyarakat biasakan budaya membaca,manfaatkan waktu luang anda berkunjung ke perpustakaan untuk membaca supaya mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi terbaru.

DAFTAR PUSTAKA

Basuki, Sulistyo. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta: Gramedia, 1993.

Milburga, Larasati. Membina Perpustakaan Sekolah. Yogyakarta: Yayasan Kanisius, 1986.

Suteja. Peran Teknologi Informasi dan Komunikasi Bagi Pengembangan Perpustakaan Sekolah di Era Global. Semarang: ISAtech Groups, 2009

Penulis: Chatarina Arum Mirasari

Jl. Alvita Indah Raya No. 60, Semarang

Masukkan nama & email Anda untuk berlangganan artikel

About Pemustaka

Dengan senang hati kami akan menerima kiriman artikel anda. Anda bebas mengirim artikel, baik itu berupa Cerpen, Dongeng, Review, Informasi Lowongan Kerja, Promosi Perpustakaan, Catatan Harian dan lain-lain. Kirim ke : admin@pemustaka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


one + = 10

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Baca Jugaclose