Home / Artikel Perpustakaan / Membangun Masyarakat Gemar Membaca dan Kriteria Perpustakaan Ideal Sebagai Instrumen Pembangunan Nasional Infrastruktur dan SDM 2010

Membangun Masyarakat Gemar Membaca dan Kriteria Perpustakaan Ideal Sebagai Instrumen Pembangunan Nasional Infrastruktur dan SDM 2010

Sebuah negara yang menginginkan pembangunan negaranya segera terselesaikan sesuai dengan harapan, membutuhkan strategi di segala bidang. Tidak hanya itu, pembangunan masyarakat Negara tersebut bisa membantu meringankan beban pemerintah yang semakin menumpuk. Menumpuknya bukan karena apa, melainkan karena jumlah penduduk yang semakin banyak. Dengan penduduk yang banyak, keinginan mereka pun juga beratus juga macam, sehingga tidak mungkin terpenuhi  semuanya. Namun lebih dari sebagian mereka digerogoti kemalasan sehingga hanya menjadi tukang kritik. Ditambah masyarakat jaman sekarang lebih mengenal istilah politik, namun dalam prakteknya mereka lebih banyak curangnya dibandingkan persaingan sehatnya yang membutuhkan strategi dan pemikiran.

Oleh karena itu, saya sebagai generasi muda penerus bangsa, mencoba untuk menyampaikan dan memaparkan gagasan melalui tulisan ini, karena saya turut prihatin dengan kondisi bangsa sekarang ini yang semakin menambah beban berat pemerintah selanjutnya. Sebenarnya, saya tidak menyukai apabila hanya menjadi tukang kritik tanpa berbuat apa-apa. Sehingga saya tergerak untuk memberikan ide dan solusi serta selalu berpikir maju dan dengan pemikiran logis yang sekiranya sanggup dilakukan masyarakat dalam jangka waktu dekat yang notabene agak tertinggal dengan tetangganya.

Hal yang saya bahas berikut adalah mengenai pembangunan dan peningkatan mutu SDM di negeri kita tercinta, Indonesia. Hal tersebut erat kaitannya dengan menciptakan minat masyarakat untuk mambaca. Terutama bagi masyarakat yang masih usia produktif namun terlalu dini (anak-anak dan remaja) yang tinggal di daerah kumuh. Maksud saya membaca pada tulisan ini, bukanlah membaca komik, novel atau jenis dan bentuk cerita lainnya, melainkan membaca buku yang berisi pengetahuan yang bermanfaat bagi para pembacanya. Misalnya, buku biologi, ilmu pengetahuan umum dan sejenisnya. Hanya saja, ada yang kurang efektif, misalnya pengetahuan yang berhubungan dengan angka-angka seperti matematika, maka jangan dimasukkan karena akan kurang efektif, kecuali jika ada yang bersedia menerangkannya. Namun, jika perspektifnya secara masyarakat umum, segala macam buku yang bersifat berpengetahuan dan bermanfaat bisa dimasukkan, terutama bagi kaum pelajar.

Bagi mereka muda yang setiap hari meminta-minta, perlu diberi pemikiran maju, dengan menarik antusiasmenya untuk membaca. Saya berpikir, setiap Negara maju, pasti pemikiran masyarakatnya juga maju, karena mereka dituntut untuk selalu berpikir up to date dan tidak terus-terusann flashback. Misalnya, meskipun mereka saat membeli bensin bisa ambil sendiri, mereka tidak berpikiran untuk mengambil bensin sebanyak-banyaknya lebih dari uang yang mereka beri. Kita bandingkan dengan negeri sendiri, pastilah sudah terbayang di otak untuk berbuat mencuri. Bisa disimpulkan bahwa, menarik minat masyarakat untuk membaca masih ada cara, namun mengubah pola pikir kesempatan mencuri yang sudah terukir itu sangat sulit. Saya sendiri juga tidak mengetahui cara menyelesaikannya, saya hanya berpikiran, Apakah negara ini harus dijajah lagi? Supaya masyarakatnya bisa berpikiran maju.

Kembali ke pokok permasalahan, bagaimana upaya menarik minat masyarakat untuk gemar membaca?  Saya memiliki gagasan, diantaranya :

1.       Jumlah perpustakaan di Indonesia diperbanyak jumlahnya

2.       Menciptakan tempat membaca buku gratis di jalan seperti yang ada di Rusia

3.       Dengan kemajuan teknologi, lebih memperbanyak e-book, karena mempermudah pencarian buku-buku favorit

4.       Tersedia radio sebagai hiburan musik untuk didengar saat membaca buku.

Menambah fasilitas pendidikan untuk infrastuktur negara pasti membutuhkan

biaya besar,  sehingga APBN pasti membengkak. Biaya tersebut selain untuk membangun perpustakaan dan fasilitasnya, tetapi juga keperluan buku-buku bacaan. Pentingnya sebuah perpustakaan dari jumlah uang yang dikeluarkan negara adalah wajar dan imbang dengan manfaatnya, karena perpustakaan bisa menjadi wahana pendidikan pengganti sekolah bagi warga kurang mampu. Dikatakan demikian karena pengetahuan dapat dicapai dengan banyak membaca setelah belajar baca tulis, paling tidak cukup hanya TK SD yang sekarang ini pemerintah menjamin sekolah gratis untuk 9 tahun. Anggaran pendidikan pun dinaikkan menjadi 20%. Sehingga ini mempermudah bagi banyak anak yang hanya lulusan SD atau SMP untuk lebih menambah pengetahuannya dengan membaca.

Kemudian, bagaimana perpustakaan bisa menciptakan tenaga kerja? Faktornya

adalah:

1. Para pembaca memiliki minat menambah dan memperbanyak pengetahuan

alam sosial

2. Memiliki semangat karena termotivasi oleh bacaan yang sekiranya membuat

mereka terinspirasi terhadap seorang sosok yang bekerja keras dan berdedikasi

tinggi

3. Buku keterampilan membuat pembaca ingin seperti mencoba resep masakan, menyulam

4. Fasilitas di perpustakaan seperti komputer, menjadikan pengunjung tidak gagap teknologi, meskipun mereka baru mengerti mengoperasikan konputer,  tetapi hal itu merupakan suatu hal yang positif bagi kemajuan. Sehingga  keterampilan mereka bertambah.

Dari faktor tersebut dapat disimpulkan bahwa perpustakaan membawa dampak baik bagi perubahan mutu SDM, karena sifatnya yang menambah manfaat dan keuntungan serta berskala nasional. Lalu bagaimanakah kriteria perpustakaan ideal itu? Namun perlu diingat bahwa semua tempat yang memberikan jasa peminjaman buku (terutama ensiklopedi) di mana pun itu, bisa dianggap sebagai perpustakaan. Karena ada generasi muda yang berinovasi menciptakan perpustakaan berjalan atau perpustakaan keliling bagi anak-anak dari kalangan orang tidak mampi. Sehingga, perpustakaan tidak disebut hanya untuk ruangan kecil yang sesak dengan rak-rak tumpukan buku saja, tetapi juga semua tempat yang menyediakan area untuk membaca buku. Berikut kriteria perpustakaan ideal :

1. Areanya bersih, nyaman, dan kalau bisa ada AC atau kipas angin

2. Pegawainya ramah, serta suka membaca di waktu luangnya. Agar ia bisa dengan cepat mencarikan buku sesuai yang diperlukan pembaca atau pengunjung perpustakaan. Selain itu, wawasannya juga luas mengenai buku dan

isinya.

3. Disediakan tempat sampah, agar apabila pengunjung makan di perpustakaan agar segera sebelum masuk area bisa dibuang ke tempat sampah terdekat. Selain itu, korelasi dengan hal tersebut harus terpampang tulisan DILARANG MAKAN, MINUM, DAN MEROKOK DI AREA PERPUSTAKAAN.Sehingga pengunjung diharapkan bisa menjaga kebersihan perpustakaan dengan larangan tersebut.

4. Buku-buku diberi sampul, agar awet tidak dimakan rayap

5. Fasilitas di perpustakaan lengkap, termasuk komputer dan internetnya bagipengunjung. Namun perlu diperhatikan bahwa internet tersebut perlu diblokir untuk situs-situs berbau negatifm seperti pornografi, dan sebagainya. Sehingga internet ini dijalankan khusus untuk pencarian E-book dan pengetahuan. Tidak hanya bagi pengunjung, pegawai pun juga perlu. Bagi pendengar musik, perlu disediakan ruang khusus mendengarkan musik untuk bacaan santai, sehingga tidak mengganggu pembaca lainnya (khususnya yang membaca ensiklopedi) Kemudian fasilitas yang lain adalah kamar mandi, khususnya yang tersedia hanya kloset Lalu mushola kecil untuk ibadah bagi yang muslim

6. Pengecatan tembok perpustakaan dilakukan paling tidak satu tahun sekali, hal ini dimaksudkan untuk menjaga keindahan dan kebersihan warna tembok.

7. Lantainya dikeramik

Dalam kriteria-kriteria tersebut ada beberapa poin yang ditujukan untuk perpustakaan sekolah dan perpustakaan umum. Selain perpustakaan sekolah dan perpustakaan umum, perpustakaan yang ada di jalan-jalan hanya perlu dijaga kebersihan raknya dan jalan tempat membaca itu (terutama bagi pengunjung). Kriteria-kriteria diatas dimaksudkan juga untuk menarik animo masyarakat umum dan pelajar untuk membaca banyak buku di perpustakaan, karena membaca di tempat yang tenang, bersih dan indah pasti memberikan kesan tersendiri dan memberi konsentrasi pembaca agar ilmu yang sudah dibaca dan didapatkan bisa terserap secara optimal.

Dari semua penjelasan di atas, mengapa saya memilihi judul artikel ini dengan mencakup dua tema sekaligus, adalah karena kriteria perpustakaan yang ideal dan nyaman adalah kunci untuk menarik minat masyarakat terutama pelajar dan generasi muda lainnya untuk selalu menambah wawasan pengetahuan mereka. Dengan banyak berpikir cerdas, logi, dan iman yang kuat, para generasi penerus ini bisa berpikir maju. Saran saya adalah, belajarlah dari Jepang, karena sama-sama orang Asia. Meskipun Asia sering dianggap remeh oleh negara barat,  namun tidak untuk Jepang, karena Jepang telah membuktikan eksistensi dan kemampuan SDM penduduknya. Para pelajar Jepang membaca kira-kira delapan buah buku dalam satu bulan. Janganlah dulu melihat Amerika Serikat, lihatlah dulu negara dari Asia seperti Cina dan Jepang yang mempunyai semangat dan keja keras tinggi, kemudian belajarlah dari negara Jepang dan Cina. Karena setiap apa yang mereka lakukan apabila hanya keliru sedikit dan menyalahi aturan, mereka merasa malu, bahkan tidak segan-segan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan ataupun harakiri. Bagaimana dengan Indonesia? Apa karena orang Indonesia terlalu banyak makan sayur rebung (tunas bambu, sehingga rai gedhek, dan tidak punya rasa malu sedikitpun. Dan bagi generasi muda khususnya pelajar, janganlah suka menyontek, dan usaha curang lainnya demi mendapat nilai bagus. Pahatlah dalam hatimu, bahwa nilai bagus tanpa skill yang baik tidak akan membawa keberhasilan, karena yang sangat dibutuhkan adalah orang yang cerdas dengan skill yang baik pula, bukan orang yang hanya punya nilai bagus karena menyontek. Maka dari itu, banyaklah membaca dan tambahlah waktu belajar, jangan ciptakan bangsa ini sebagai bangsa plagiat.

Mari ciptakan generasi penerus bangsa yang cerdas dan berpikiran maju. Dan galakkan terus program minat membaca di perpustakaan. Dengan pemikiran maju dan cerdas, akan membawa Indonesia ke arah yang baik dan maju pula. Meskipun jumlah penduduknya sudah terlanjur banyak.

Penulis: Ludya Wahyu Pratiwi

Kediri, Jawa Timur

Masukkan nama & email Anda untuk berlangganan artikel

About Pemustaka

Dengan senang hati kami akan menerima kiriman artikel anda. Anda bebas mengirim artikel, baik itu berupa Cerpen, Dongeng, Review, Informasi Lowongan Kerja, Promosi Perpustakaan, Catatan Harian dan lain-lain. Kirim ke : admin@pemustaka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


seven + 6 =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Baca Jugaclose