Home / Artikel Perpustakaan / Menciptakan Image Perpustakaan Untuk Menarik Minat Masyarakat Mengunjungi Perpustakaaan

Menciptakan Image Perpustakaan Untuk Menarik Minat Masyarakat Mengunjungi Perpustakaaan

Membaca merupakan jendela dunia, dan merupakan salah satu cara untuk mencapai kesuksesan. Banyak hal akan kita ketahui dengan cara membaca, wawasan kita akan menjadi lebih luas dan terbuka.

Dari hasil survey UNESCO dua tahun lalu, Indonesia merupakan Negara yang memiliki minat membaca yang rendah, dan survey terhadap 39 negara, Indonesia menduduki pringkat ke 38 sebagai Negara yang memiliki minat baca. Dan sampai saat ini terdapat sekitar 7 juta orang perempuan Indonesia buta aksara. Persentase membaca koran juga sangat kecil, yaitu sekitar 1%. UNESCO menetapkan, jumlah membaca koran yang baik adalah minimal 10%.

Melihat hasil survey tersebut tentunya membuat penulis prihatin. Sebenarnya apa yang menyebabkan masyarakat kurang berminat dalam membaca. Banyak alasan tentunya, dari mulai alasan malas sampai alasan tidak memaliki dana untuk membeli buku. Apapun alasannya, minat baca di masyarakat harus ditingkatkan, terutama di kalangan generasi muda. Rendahnya atau tingginya minat membaca akan berpengaruh terhadap tingkat kecerdasan bangsa. Semakin tinggi tingkat membaca masyarakat, akan semakin tinggi pula tingkat kecerdasan suatu bangsa.

Pemerintah terus berupaya meningkatkan minat baca masyarakat, yang tentunya harus didukung oleh masyarakat itu sendiri. Salah satu cara pemerintah untuk meningkatkan minat membaca adalah dengan mendirikan perpustakaan. Akan tetapi adanya perpustakaan belum dapat mendobrak minat masyarakat untuk gemar membaca dan tidak banyak orang yang berminat mengunjungi perpustakaan. Mengapa masyarakat kurang berminat dengan perpustakaan?

Menurut Rudolf W. Matindas, Kepala BAKOSURTANAL, yang disampaikan saat Seminar Pemanfaatan Perpustakaan BAKOSURTANAL bagi Pejabat Struktural dan Pejabat Fungsional (Selasa, 14 April 2009), di Auditorium BAKOSURTANAL, Cibinong. mengatakan selama ini gambaran masyarakat tentang perpustakaan atau pustaka selalu diasosiasikan dengan barang-barang kuno dan rak-rak penuh debu. Keadaan ini menjadikan masyarakat kurang berminat untuk datang mengunjungi perpustakaan. Rendahnya minat masyarakat untuk mengunjungi perpustakaan, menunjukan minat membaca yang rendah di kalangan masyarakat. Selain itu kurangnya koleksi bacaan juga menjadi alasan mengapa masyarakat kurang berminat terhadap perpustakaan.

PERMASALAHAN

Dari latar balakang yang dikemukakan oleh penulis, maka permasalahan yang menjadi topik adalah kurang tertariknya masyarakat untuk mengunjungi perpustakaan.

TUJUAN

Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menciptakan citra perpustakaan yang dapat menarik minat masyarakat, mulai dari anak-anak sampai dewasa, sehingga akan membantu meningkatkan minat baca masyarakat.

LANDASAN TEORI

Secara tradisional perpustakaan adalah sebuah kuleksi buku dan majalah. Walaupun dapat diartikan sebagai koleksi milk pribadi perseorangan, namun perpustakaan lebih umum dikenal sebagai sebuah koleksi besar yang dibiayai dan di operasikan oleh sebuah kota atau institusi, dan dimanfaatkan oleh masyarakat yang rata-rata tidak mampu membeli sekian banyak buku atas biaya sendiri. Oleh karena itu perpustakaan modern telah mendefinisikan kembali perpustakaan sebagai tempat untuk mengakses informasi dalam format apa pun, apakan informasi tersebut disimpan dalam gedung perpustakaan tersebut atau tidak. Dalam perpustakaan modern ini selain kumpulan buku tercetak, sebagian buku dan koleksinya ada dalam perpustakaan digital(dalam bentuk data yang dapat diakses melalui jaringan computer) (www.wikipediaindonesia.com).

Sedangkan image menurut kamus modern Indonesia adalah gambar atau kesan. Perpustakaan tidak jauh berbeda dengan sebuah toko, pada sebuah toko sesorang konsumen pada saat memasuki sebuah toko akan memiliki kesan tersendiri, baik terhadap gedung atau bangunannya, pelayanan dari karyawan, suasana didalam toko serta produk yang ditawarkan. Oleh karena itu sebuah toko akan berusaha menciptakan image yang baik dimata konsumennya, karena toko yang dapat memberikan image yang dimata konsumennya akan menarik lebih banyak konsumen. Begitu pula perpustakaan, jika perpustakan dapat menciptakan image yang baik bagi masyarakat, tentunya akan menarik minat masyarakat untuk mengunjungi perpustakaan sehingga dapat meningkatkan minat baca masyarakat.

PEMBAHASAN

MENGAPA MASYARAKAT KURANG TERTARIK MENGNJUNGI PERPUSTAKAAN?

Perpustakaan merupakan salah satu sarana untuk mencari informasi dari sebuah atau beberapa buku. Hampir disetiap instansi memiliki perpustakaan, dan saat ini pemerintah telah mewajibkan instansi pendidikan, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi memiliki perpustakaan sendiri. Selain perpustakaan berupa gedung, ada juga perpustakaan keliling dengan menggunakan mobil.

Dibangunnya perpustakaan diharapkan akan meningkatkan minat baca masyarakat, akan tetapi hanya dengan membangun sebuah perpustakaan belum dapat menciptakan masyarakat yang gemar membaca. Tidak sedikit perpustakaan yang sepi dari pengunjung. Perpustakaan hanya menjadi sebuah tempat yang penuh dengan buku dan beberapa orang penjaga perpustakaan yang sering kali terlihat terkantuk-kantuk menunggu pengunjung datang,.

Seperti yang dikatakan oleh kepala BAKOSURTANAL, Rudolf W. Matindas, bahwa selama ini masyarakat cenderung menilai perpustakaan sebagai tempat dengan barang-barang kuno dan rak-rak penuh debu. Hal tersebut menjadikan minat masyarakat untuk mengunjungi perpustakaan rendah. Oleh kerena itu kita perlu merubah penilaian atau image masyarakat mengenai perpustakaan.

Banyak perpustakaan yang dikelola dengan kurang maksimal, baik itu perpustakaan sekolah ataupun perpustakaan umum atau perpustakaan daerah, dan sarana prasarana pun secara tidak langsung menjadi terabaikan sehingga hasil yang ingin dicapai dari didirikannya perpustakaan juga menjadi tidak maksimal.

Untuk perpustakaan sekolah misalnya, Banyak perpustakaan sekolah yang pengelolaanya terkesan yang penting jalan. Hal ini terlihat dari segi koleksi, sarana perpustakaan serta tenaga pengolola perpustakaan sendiri. Koleksi perpustakaan sebagian besar berisi buku-buku paket sehingga kurang mampu menarik minat siswa untuk mengakses perpustakaan. Sarana dan prasarana perpustakaan yang seadaanya menyebabkan suasana perpustakaan kurang nyaman. Selain itu banyak perpustakaan sekolah yang tidak dikelola oleh tenaga profesional di bidang perpustakaan, perpustakaan dikelola oleh guru pustakawan (guru yang merangkap sebagai pengelola perpustakaan) yang memiliki tanggung jawab utama sebagai pengajar menyebabkan pengelolaan perpustakaan tidak optimal (Heri Abi Burachman Hakim Staff Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM).

Kurangnya minat masyarakat untuk mengujungi perpustakaan juga dikarenakan seringkali buku-buku diperpustakaan tidak up date. Ketika masyarakat datang ke perpustakaan untuk mencari buku tertentu yang terbaru, diperpustakaan belum tersedia atau jumlah yang tersedia sedikit sekali dan sudah dipinjam oleh pengunjung yang lain sehingga untuk memperolehnya harus bergantian, terkadang harus menunggu beberapa hari untuk mendapatkan buku yang dicari karena harus menunggu giliran. Ini tentunya membuat masyarakat menjadi enggan ke perpustakaan.

BELAJAR DARI TOKO BUKU

Beberapa masyarakat lebih tertarik mengunjungi toko buku hanya untuk sekedar membaca buku, karena di toko buku dirasa lebih nyaman dan menyenangkan. Contohnya toko buku Gramedia, tidak sedikit pengunjung yang datang kesana hanya untuk sekedar melihat-lihat buku terbaru dan membaca ditempat tanpa bermaksud membeli. Tapi setiap hari toko buku tersebut selalu ramai pengunjung. Ini bisa menjadi masukan dan pembelajaran dalam mengelola perpustakaan. Kita bisa melihat seperti apa toko buku gramedia tersebut, mulai dari bangunannya, tata letak ruangan, tata letak rak-rak buku, fasilitas kenyamanan yang diberikan kepada pengunjung selama berkunjung, sampai dengan koleksi buku dan pelayanannya.

Dengan pengelolaan yang baik dan mendesain pepustakaan sedemikian rupa, sehingga tidak terkesan kuno, diharapkan akan menarik masyarakat untuk mengunjungi perpustakaan dan meningkatkan minat baca masyarakat terutama kalangan generasi muda.

KESIMPULAN DAN SARAN

KESIMPULAN

Berdasarkan dari pembahasan diatas, maka penulis menyimpulkan bahwa image masyarakat terhadap perpustakaan kurang baik, sehingga masyarakat segan untuk datang ke perpustakaan.

SARAN

Menciptakaan image perpustakaan sama halnya dengan image sebuah toko. Menurut Bellenger dan Goldstrucker (1983:84) faktor-faktor citra toko terdiri dari 5 atribut untuk kegiatan operasi usaha eceran yang dapat dikendalikan oleh pengecer yaitu : fasilitas fisik, barang dagangan, penetapan harga, promosi dan layanan.

Dari hal tersebut diatas, kita bisa mengambil beberapa yang dapat diperhatikan dan relevan untuk menciptakan image sebuah perpustakaan sehingga dapat menarik minat masyarakat, yaitu :

1.    Bangunan dan fasilitas fisik. Selama ini bangunan sebuah perpustakaan terkesan kuno dan biasa saja, tidak ada hal yang menarik. Dengan merubah keadaan bangunan, misalkan dengan pemilihan warna cat dan tekstur tertentu terhadap bangunan yang agak sedikit mencolok, tentu akan menarik masyarakat untuk melihat. Setelah itu adalah fasilitas fisik, yaitu:

a. Kenyamanan. Perpustakaan perlu memperhatikan temperature ruang, suasana dalam ruang.

i. Untuk keadaan ruang, perpustakaan dapat menyediakan beberapa ruang khusus baca. Misalkan ruang private, dalam ruang tersebut hanya dapat di isi oleh 1 sampai 2 orang. Ruang diskusi, dapat di isi sampa 5 atau 8 orang. Menyediakan juga ruang out door,dimana pengunjung dapat membaca dengan suasana taman atau diluar ruangan namun masih dalam lingkup kompleks perpustakaan. Perpustakaan juga dilengkapi oleh alunan music yang ringan, tentu akan menciptakan suasana ruangan sendiri yang lebih menarik dan pengunjung menjadi betah berlama-lama di perpustakaan.

b.    kebersihan,

c.     ketersediaan papan penunjuk untuk menunjukan jenis buku dengan kategori tertentu.

2.    Koleksi buku yang tersedia dalam hal ini sama dengan barang dagangan yang tersedia.

Jika pengunjung tertarik masuk kedalam perpustakaan, hal selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah bagaimana pengunjung dapat memaksimalkan waktunya. Dalam hal ini terkait dengan koleksi buku yang ada dan kualitas buku yang ditawarkan oleh perpustakaan serta penataan buku diperpustakaan.

3.    Promosi

Promosi yang dapat dilakukan untuk perpustakaan adalah dengan menawarkan koleksi buku, kenyamanan dan keamanan perpustakaan, serta fasilitas-fasilitas lain, misal, pengunjung dapat melakukan fotocopy gratis.

4.  Layanan

Pustakawan adalah salah satu asset penting bagi perpustakaan, oleh kerena itu pustakawan harus mengetahui informasi buku-buku yang tersedia dalam perpustakaan tersebut, sehingga pengunjung yang bertanya mendapatkan informasi yang memuaskan. Pustakawan juga harus berpenampilan menarik dan tidak terlihat kaku. Pustakawan  Pustakawan harus menjadi “knowledge manager dan knowledge worker” yang harus mempromosikan dan menyalurkan ilmu pengetahuan yang baru kepada masyarakat, karena pustakawan sebenarnya bukanlah penjaga buku yang hanya diam di suatu tempat yang bernama perpustakaan.

Selain itu kemudahan untuk mencari buku dengan sistem computer merupakan salah satu layanan terhadap pengunjung.

DAFTAR PUSTAKA

Heri Abi Burachman Hakim. Perpustakaan Sekolah Sarana Peningkatan Minat Baca.

Bellenger. Danny and Goldstrucker, Jac I. (1983). Retailing Basic. Illonois : Richard D Irwin Inc.

Berman. Barry & Evans, Joel R. (1986). Retail Management : A Strategic Approach (3rd ed). New York : Macmillan Publishing Company.

http://bulletinmetropolis.com/home/?p=1635

www.pnri.go.id

http://www.bakosurtanal.go.id/?m=30&p=6&view=343

www.Warta kota.co.id

www.google.com

www.wikipediaindonesia.com

Penulis: ENDAH SURYARINI

SEMARANG BARAT

Masukkan nama & email Anda untuk berlangganan artikel

About Pemustaka

Dengan senang hati kami akan menerima kiriman artikel anda. Anda bebas mengirim artikel, baik itu berupa Cerpen, Dongeng, Review, Informasi Lowongan Kerja, Promosi Perpustakaan, Catatan Harian dan lain-lain. Kirim ke : admin@pemustaka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


× 4 = twelve

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Baca Jugaclose