Home / Artikel Perpustakaan / Mengembangkan Kinerja Perpustakaan

Mengembangkan Kinerja Perpustakaan

Kemajuan suatu bangsa tidak lepas dari karakter maupun kebiasaan masyrakatnya. Apalagi di era globalisasi ini. Informasi telah berkembang pesat yang menuntut manusia untuk beradaptasi menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Disegala bidang menuntut kemajuan. Hanya bisa dicapai dengan adanya SDM yang memadai. Salah satunya dengan membaca. Kemajuan suatu bangsa dapat dilihat dari kegiatan membaca masyarakatnya. Kemajuan ini dicapai ketika membaca menjadi kebutuhan bukan sekedar hobi bagi masyaraktnya. Orang orang akan berbondong bondong mencari sumber bacaan, mulai dari mading dipnggiran jalan, toko toko buku smpai ke perpustakaan. Disini tak lepas dari peran perpustakaan yang menyediakan sumber bacaan terbanyak dan termurah. Akan tetapi keberadaan perpustakaan kini mulai terkoyak dengan adanya teknologi informasi yang semakin canggih. Teknologi informasi ini semisal internet, TV, radio, komputer. Orang orang lebih senang berlama lama di depan komputer untuk berselancar di dunia online, dan anak anak lebih senang berlama lama di depan TV daripada membaca.

Kenyataan inilah yang harus dihadapi perpustakaan untuk berusaha menarik perhatian masyarakat untuk lebih banyak membaca. Dengan adanaya artikel ini diharapkan dapat membantu perpustakaan dalam mensosialisasikan kegunaan membaca dan membangun masyarakat yang cinta dengan perpustakaan.

 

Latar Belakang

Di zaman yang serba cepat ini segala sesuatu juga bisa didapatkan dengan cepat pula. Termasuk dalam memperoleh informasi. Hanya dengan menekan tombol yang ada di keybord komputer bisa didapatkan informasi yang dibutuhkan. Kemajuan dibidang teknologi berdampak positif bagi perkembangan informasi dan pengetahuan. Disisi lain hal ini yang berdamak negatif terhadap perkembangan perpustakaan. Dalam menjalankan peran serta tugasnya. Masyarakat cenderung lebih suka mencari informasi di internet, nonton TV, mendengarkan radio daripada pergi keperpustakaan untuk untuk membaca. Kemajuan sarana informasi yang pesat ini seharusnya bukanlah menjadi suatu ancaman yang bahaya bagi perpustakaan tetapi merupakan tantangan bagi perpustakaan. Jika kita mampu melihat dan memanfaatkan peluang dengan baik justru kemajuan teknologi ini dapat mebantu perpustakaan dalam menjalankan tugasnya serta melayani masyarakat. Dengan lebih baik lagi. Membangun masyarakat yang cinta membaca dengan pergi ke perpustakaan yang mewujudkan kebudayaan membaca bagi masyarakat.

Rumusan Masalah

  1. Bagaimanakah tantangan perpustakaan dalam mengahdapi glogalisasi dengan masuknya teknologi yang semakin canggih.
  2. Apakah yang harus dilakukan agar masyarakat cinta dengan perpustakaan.

Tujuan

Memanfaatkan kemajuan iptek untuk perkembangan perpustakaan dalam mejalankan tugas dan peranannya sehingga tercipta masyarakat yang cinta akan perpustakaan dan mampu mewujudkan masyarakat yang suka membaca.

Landasan Teori

Dalam perkembangannya perpustakaan mengalami pasang urut dalam melaksanakan tugas serta perannya. Mulai dari dalam diri perpustakaan itu sendiri sampai masalah eksternal perpustakaan itu.

Disini akan diuraikan tentang peran perpustakaan dalam menarik perhatian masyarakat untuk membaca dan berkunjung ke perpustakaan, ditengah maraknya teknologi modrn yang lebih menarik perhatian mereka.

Kemajuan teknologi ini juga akan dianalisis untuk perkembangan perpustakaan dari sisi positif maupun negatif, sehingga mampu membantu perpustakaan dalam mewujudkan masyarakat yang gemar dan cinta perpustakaan.

Pembahasan

Perpustakaan merupakan bagian terpenting dari masyarakat yang mana merupakan sumber ilmu pengetahuan. Tidak hanya perpustakaan sekolah tetapi perpustakaan umum juga. Mungkin selama ini kita lebih kenal dan akarab dengan perpustakaan sekolah. Akan tetapi tidak untuk perpustakaan umum. Kenyataan inilah yang membuat perpustakaan umum jarang dikenal dimasyarakat secara luas apalagi ke daerah pelosok pelosok. Ini merupakan salah satu hambatan dari peran dan tugas perpustakaan dalam mensosialisasikan keberadaanya. Agar menarik masyarakat untuk datang dan membaca. Disini akan dicoba diuraikan salah satu permasalahan yang ada dalam diri perpustakaan yang menghambat kinerjanya yang dibagi menjadi dua bagian.

  1. Internal perpustakaan

Orang akan tertarik datang kesuatu tempat jika tempat itu mampu menarik perhatian mereka. Hal ini berkaitan dengan sistem dan operasiional tempat tersebut. Masalah internal perpustakaan bisa meliputi operasional perpustakaan itu sendiri, pegawi perpustakaan, APBD, anggaran keuangan perpustakaan sendiri, tata ruang, pelayanan, sistem serta masih banyak lagi.

Ditinjau dari sistem yang digunakan, kebanyakan perpustakaan yang ada masih menggunakan sistem konvensional. Sistem ini jika dibandingkan dengan kemajuan teknologi sekarang ini sudah tidak sesuai. Kita akan tertinggal dengan perpustakaan yang ada di negara maju yang memang sudah memangaatkan kemajuan IPTEK untuk perkembangan perpustakaan mereka.

Banyak diantara masyarakat yang justru tertarik dengan kemajuan teknologi seperti internet, Hp dan lain lain. Akan tetyapi hal ini bukanlah menjadi suatu hambatan perpustakaan untuk menarik perhatian masyarakat agar mau membaca. Dimana perpustakaan dapat memanfaatkan kemajuan ini salah satunya dengan pemanfaatan  IDLN (Indonesia Digital Library Networking) yang dibangun oleh intelektual kalangan civitas academica ITB. Dimana sistem ini mengguanakan konsep virtual library.

Gamabaran tentang konsep ini adalah segala koleksinya lengakap diperpustakaan mulai dari bahan multimedia hingga yang konvensional seperti: kaset vidio, kaset suara, VCD, DVD, LCD, foto foto (baik dalam bentuk meta data / tercetak), kliping disket dan CD. Ada juga elektronik book (E-book). Kelebihan  lainnya hampir semua data koleksinya tersebut dapat diterlusuri dan dicari melalui komputer yang tersedia dihampir seluruh ruang baca. Tidak seperti rancangan perpustakaan konvensional biasa. Ruangan lebih kecil dan pengunjungnya juga terlihat sangat sedikit. Bila pemakai ingin menggunakan kkoleksi tersebut mereka tinggal mendownload dari situs perpus/ webseatnya saja. Bila pemakai enggan mendownload karena biaya kneksi yang mahal, mereka bisa memesan untuk meminjam. Bahkan mengemas ulang bahan yang dimaksud.

Masalah kedua setelah sistem yang ada diperpustakaan yaitu tentang operasional perpustakaan itu sendiri. Untuk bisa melaksanakan sistem itu dibutuhkan SDM yang berkualitas tinggi karena harus mampu mengoperasika sistem itu, sehingga dibutuhkan pegawai yang benar benar mampu mengoperasikan teknologi teknologi itu dan mempunyai kemampuan tinggi. Selain itu perpustakaan harus mempunyai pelayanan yang memuaskan. Karena banyak diantara pegawai perpustakaan yang acuh dngan pembaca. Seringkali jika seorang pembaca sedang mencari buku, para pegawai perpustakaan tidak mau membantu atau sekedar bertanya buku yang sedang dicari. Bahkan terkadan pegawai bilang bahwa buku yang dicari sudah ada yang meminjam saat ada yang menanyakannya. Karena hal itu para pengunjung atau pembaca menjadi tidak tertarik karena pelayanan yang buruk. Dalam hal pelayanan seharusnya bisa menerapkan sistem 3S yaitu sapa, sanyum, dan santun sehingga terjadi suasana kekeluargaan antara pegawai dengan pengunjung. Hal ini sudah dapat menciptakan susana yang nyaman.

Hal yang harus diperhatikan lagi yaitu tentang tata ruang. Sebisa mungkin dibuat agar tidak membosankan. Tidak hanya ruangan yang berisi rak penuh dengan buku serta kursi dan meja. Tetapi juga bisa di desain dengan model ruang keluarga atau ruang santai, bisa lesehan dengan duduk diatas karpet, kemudian dapat dipisah antara ruang bacaan orang dewasa dengan anak anak. Mungkin desain ruangannya dapat dibedakan.

Semua ini memang dibutuhkan biaya yang tidak sedikit. Akan tetap hal ini bisa disiasati dengan anggaran keuangan perpustakaan APBD setempat dan juga perpustakaan bisa meminta sumbangan ke pemda.

  1. Eksternal perpustakaan

Masalah eksternal perpustakaan ini berkaitan dengan bagaimana perpustakaan dalam memperluas jaringannya yaitu mengenalkan buku kemasyarakat luas ditengah kemajuan teknologi.

Dimulai dari letak perpustakaan itu sendiri. Perpustakaan haruslah terletak ditempat yang strategis yang dapat dijangaku oleh masyarakat banyak. Yang paling penting adalah sarana transportasi harus dapat mencapainya dari segala penjuru.

Perpustakaan juga bisa mengadakan perpustakaan keliling ke daerah daerah terpencil. Tidak hanya ke daerah terpenciil akan tetapi bisa mencakup seluruh lapisan masyarakat. Perpustakaan keliling bisa bekerjasama dengan setiap sekolah yang ada di daerah dan taman bacaan lainnya.

Jika kita pernah mengamati, perpustakaan keliling hanya mengunjungi atau beroprasi ke satu atau dua tempat pada setiap kecamatan. Jadi hal ini bissa diupayakan agar dapat menjangkau keseluruh sekkolah yang ada dalam setiap kecamatan.

Selain peran dan tugas perpustakaan dalam membangun masyarakat yang cinta perpustakaan, yang berarti juga menciptakan masyarakat yang gemar membaca. Ini juga merupakan peran atau tanggung jawab dari masyarakat untuk berpartisipasi. Mungkin bis dengan membangung taman bacaan. Dan perpustakaan bisa memanfaatkan hal ini untuk diajak kerjasama dalam mewujudkan masyarakat yang gemar membaca. Selain itu peran keluarga dan guru disekolah juga sangat penting. Guru bisa mengarahkan anak untuk membaca ke perpustakaan sekolah. Perbanyak tugas yang menuntut mereka harus ke perpustakaan dan membaca.

Pendidikan dalam keluarga dan peran serta orang tua juga berperan pada minat baca anak. Biasakan mengenalkan membaca pada mereka sejak masih kanak kanak dan usia dini. Tempatkanlah buku disetipa ruangan. Berceritalah kepada anak dengan buku cerita anak anak. Tunjukkan kebiasaan membaca pada anak. Ini bisa mebantu anak untuk mencintai buku dan menumbuhkan kebiasaan gemar membaca yang pada akhirnya akan mampu membangun masyarakat yang cinta perpustakaan.

Kesimpulan

  1. sistem yang diterapkan di perpustakaan harus diubah. Dari yang konvensional ke yang berbasis teknologi.
  2. selain itu pelayanan juga harus diperhatikan agar pengunjung itu nyaman datang keperpustakaan.

Saran

  1. kerjasama dengan masyarakat sangat dibutuhkan dalam meringnankan tugas perpustakaan untuk mewujudkan masyarakat gemar membaca.
  2. peran serta orang tua dan guru juga sangat dibutuhkan
  3. pegawai perpustakaan harus mempunyai SDM yang tinggi dan mampu bekerja dibidangnya.

Daftar Pustaka

http://www.asmakmalaikat.com/go/buku/20092000_1.htm

http://ruangpustaka.net/index.php?option=com_content&view=article&id=1:pelatihan-manajemen-perpust-1&catid=1:pelatihan-manajemen&Itemid=3

Penulis: Roikhatuz zaroh

Masukkan nama & email Anda untuk berlangganan artikel

About Pemustaka

Dengan senang hati kami akan menerima kiriman artikel anda. Anda bebas mengirim artikel, baik itu berupa Cerpen, Dongeng, Review, Informasi Lowongan Kerja, Promosi Perpustakaan, Catatan Harian dan lain-lain. Kirim ke : admin@pemustaka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


eight − = 5

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Baca Jugaclose