Home / Artikel Perpustakaan / Mengembangkan Minat Baca Siswa Melalui Perpustakaan Sekolah yang Ideal

Mengembangkan Minat Baca Siswa Melalui Perpustakaan Sekolah yang Ideal

Sebelum kita membahas lebih jauh tentang pengembangan minat baca ada baiknya apabila terlebih dahulu memahami tentang arti dari pengembangan minat baca itu sendiri. Pengembangan minat baca berarti usaha memelihara, mempertahankan , dan meningkatkan minat baca.(Bafadal:1991,191)

Secara umum dengan berat hati kita katakan , bahwa minat baca masyarakat Indonesia masih sangat rendah , termasuk dalam hal ini juga mencakup minat baca siswa di sekolah. Hal itu terlihat dari data yang yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2006 .Bahwa masyarakat kita belum menjadikan membaca sebagai sumber utama mendapatkan informasi. Orang lebih memilih menonton TV (85,9%), dan mendengarkan radio (40,3 %) ketimbang membaca Koran (23,5%). (www.bps.go.id)

Di sekolah mungkin saja ada murid-murid yang senang membaca dan ada pula yang kurang senang membaca. Rendahnya minat baca di sekolah bisa diatasi dengan perbaikan perpustakaan sekolah. Pihak sekolah, khususnya kepala sekolah bisa lebih bertanggung jawab atas kondisi perpustakaan yang selama ini cenderung memprihatinkan. Padahal, perpustakaan merupakan sumber belajar yang sangat penting bagi siswanya.

Sehubungan dengan penyelenggaraan perpustakaan sekolah, di negara kita ini , masih banyak sekolah yang belum mengadakan perpustakaan sekolah., baik di SMA, SMP, lebih-lebih di SD dan TK. Selain itu banyaknya sekolah yang telah menyelenggarakan perpustakaan sekolah tetapi belum memiliki buku-buku yang memadai. Masalah selanjutnya adalah usaha pengelolaannya, dimana memang ada beberapa sekolah yang memiliki buku-buku yang cukup memadai tetapi kurang dikelola dengan baik. Pertanyaan yang muncul di benak kita adalah mengapa perpustakaan sekolah yang ada di Indonesia masih demikian ? Lalu bagaimana cara mewujudkan perpustakaan sekolah yang ideal untuk mengembangkan minat baca siswa ? Untuk mewujudkan hal itu memang bukanlah hal yang mudah, tetapi bisa terlaksana.

Untuk mewujudkan sebuah perpustakaan sekolah yang ideal kita perlu mengetahui tujuan dan manfaat perpustakaan sekolah . Penyelenggaraan perpustakaan sekolah bukan hanya untuk mengumpulkan dan menyimpan bahan-bahan pustaka, tetapi dengan adanya penyelengaaraan perpustakaan sekolah diharapkan bisa membantu murid-murid dan guru menyelesaikan tugas-tugas dalam proses belajar mengajar.

Perpustakaan sekolah akan tampak bermanfaat apabila benar-benar memperlancar tujuan proses belajar mengajar di sekolah. Indikasi manfaat tersebut tidak hanya berupa tingginya prestasi murid-murid , tetapi lebih jauh lagi , antara lain adalah murid-murid mampu mencari, menemukan , menyaring dan menilai informasi,   dan selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dalam hal mewujudkan perpustakaan yang ideal yang mampu menggugah minat baca siswa , perlu memperhatikan hal-hal yang penting seperti di bawah ini.

Pertama adalah sumber daya manusia yang mengelola perpustakaan. Komponen ini adalah sesuatu yang sangat penting dalam proses pengembangan perpustakaan. Orang-orang yang diberi tanggung jawab tersebut harus memiliki kemampuan dan kecakapan mengelola perpustakaan sekolah. Hal ini karena besar kecilnya hasil yang dicapai oleh adanya penyelenggaraan perpustakaan sekolah sangat bergantung kepada bagaimana pengelolaaannya. Memang ruang , buku-buku dan perlengkapan lainnya berpengaruh terhadap penyelenggaraan perpustakaan sekolah , tetapi walaupun ruang yang tersedia sangat luas , buku-buku sangat banyak jumlahnya dan beraneka ragam judulnya , tetapi semuanya kurang berguna apabila tidak dikelola dengan baik. Oleh sebab itu perpustakaan sekolah harus dikelola oleh orang-orang yang profesional.

Saat ini jalan yang ditempuh pemerintah untuk mengatasi masalah SDM dalam dunia perpustakaan adalah menetapkan ketentuan calon pustakawan harus berpendidikan minimal D-3 perpustakaan. Tetapi walaupun begitu ternyata perpustakaan belum dapat berkembang secara optimal. Hal terpenting dalam pengadaan SDM untuk menuju perpustakaan yang ideal adalah pustakawan yang berdedikasi tinggi pada tugas dan mempunyai kemampuan yang luas. Dalam hal ini kepala sekolah adalah pihak yang berwenang mengangkat petugas-petugas perpustakaan sekolah yang dinilai mempunyai kemampuan yang memadai.

Jumlah pustakawan yang ada di perpustakaan sekolah bergantung kepada jumlah murid yang dilayani. Perbandingan antara jumlah petugas dengan jumlah murid yang dilayani berbanding 1:250 murid. (Bafadal:1991,176)

Sedangkan hal kedua yang perlu dikaji dalam pengembangan perpustakaan adalah manajemen perpustakaan yang digunakan. Manajemen ini juga bergantung kepada SDM yang ada dalam perpustakaan tersebut. Jika SDM-nya cukup berkemampuan untuk membuat kebijakan yang membuat perpustakaan sekolah maju, maka perpustakaan sekolah akan cepat berkembang. Selain itu pengaturan struktur organisasinya harus jelas. Masing-masing bagian harus mengerti tugas dan kewajibannya.

Sesuatu yang tak kalah pentingnya dalam mewujudkan perpustakaan sekolah ideal adalah lengkapnya koleksi buku yang dimiliki oleh perpustakaan. Perpustakaan sekolah akan dapat berfungsi sebagai sumber informasi dan sumber belajar apabila di dalam perpustakaan sekolah tersedia banyak bahan pustaka. Dengan adanya bahan pustaka ini murid-murid dapat belajar dan mencari informasi yang diinginkan. Sedangkan perpustakaan sekolah yang kurang memiliki bahan-bahan pustaka , atau jarang bahkan tidak pernah ditambah dengan bahan-bahan pustaka yang baru akan ketinggalan zaman dan lambat laun akan menyurutkan minat baca siswanya. Mungkin siswa juga sering mengalami kekecewaan ketika mereka datang ke perpustakaan untuk mencari informasi atau buku yang diinginkan ternyata disana tidak memproleh apa-apa karena perpustakaan sekolahnya kurang lengkap.

Untuk pengadaan bahan pustaka pada umumnya bahan-bahan pustaka khususnya yang berupa buku-buku , merupakan bantuan dari pemerintah. Tetapi bantuan tersebut terbatas dan tidak selalu ada. Sehingga guru pustakawan dituntut untuk mengusahakan bahan-bahan pustaka dengan cara lain. Ada beberapa cara yang dapat ditempuh untuk pengadaan bahan pustaka , antara lain dengan cara membeli, hadiah atau sumbangan, tukar menukar, meminjam dan lain sebagainya.

Hal keempat yaitu soal dana. Hingga hari ini masalah yang dihadapi perpustakaan sekolah adalah minimnya dana yang dimiliki oleh perpustakaan. Alasan tersebut yang sering disebutkan untuk menjawab mengapa perpustakaan kurang berkembang. Tetapi seharusnya, hal itu tidak perlu terjadi karena perpustakaan sekolah dapat memperoleh dana dari luar apabila pustakawannya mampu dan mau berkreasi. Cara yang dapat ditempuh banyak sekali, diantaranya selain menjadi tempat peminjaman buku bagi siswanya, perpustakaan sekolah bisa membuka usaha fotokopi, menjual peralatan sekolah, makanan, dan internet. Bahkan internet juga merupakan salah satu komponen pendukung untuk menciptakan perpustakaan sekolah yang ideal. Dengan adanya internet akan semakin mempermudah siswa dalam mencari informasi yang dibutuhkan. Hal-hal tersebut boleh saja asal tidak mengganggu tugas utama perpustakaan sekolah sebagai tempat belajar bagi siswanya. Untuk mewujudkan hal tersebut memang tidaklah mudah. Usaha awal yang dilakukan tidak perlu menyiapkan modal besar , tetapi dilakukan secara bertahap. Tetapi jangan sampai membuka usaha lain sukses tetapi tugas utama menjadi terabaikan.perpustakaan seperti ini telah sukses dilaksanakan di luar negeri terutama negara maju. Mereka membangun perpustakaan sekolah seperti tempat belajar dan rekreasi yang tenang dan nyaman, sehingga siswa sangat antusias untuk menggunakannya. Selain membaca buku siswa juga dapat membeli kebutuhan belajarnya, mengakses internet, bahkan membeli makanan.

Hal selanjutnya yang perlu diperhatikan dalam penyelenggaraan sekolah yang ideal adalah ruangan dari perpustakaan sekolah itu sendiri. Luas gedung atau ruang perpustakaan sekolah tergantung kepada jumlah murid yang dilayani. Semakin banyak jumlah murid yang dilayani dalam suatu sekolah maka semakin luas maka semakin luas pula ruangan perpustakaan yang harus disediakan. Namun satu hal yang perlu diperhatikan bahwa dalam mendirikan gedung perpustakaan sekolah harus mempertimbangkan dengan cermat tentang lokasi. Lokasi perpustakaan sekolah harus jauh dari kebisingan. Hal ini karena siswa sangat membutuhkan ketenangan ketika berada dalam perpustakaan. Perpustakaan sekolah tidak mementingkan kemegahan tetapi yang penting perencanaan pembangunan yang matang sehingga menghasilkan suatu bangunan yang berkulitas tinggi dan berfungsi secara tepat guna dan berdaya guna. Hal ini dilakukan demi kenyamanan dari pengguna perpustakaan sekolah itu sendiri.

Setelah mengamati hal-hal di atas, untuk mewujudkan perpustakaan sekolah yang ideal maka seharusnya kita mulai berusaha untuk mewujudkannya. Dengan komponen seperti SDM yang berkualitas, manajemen yang handal, fasilitas yang memadai, maka perpustakaan sekolah yang ideal akan terwujud. Dengan adanya perpustakaan sekolah yang ideal diharapkan minat baca siswa akan lebih besar sehingga indikasi manfaat perpustakaan sekolah akan nampak berupa tingginya prestasi siswa yang ada di sekolah tersebut.

Ada beberapa usaha yang dapat dilakukan oleh guru pustakawan untuk menumbuhkan rasa senang membaca dalam diri siswa-siswanya misalnya dengan memperkenalkan buku-buku, memperkenalkan riwayat hidup tokoh-tokoh yang dapat memberikan inspirasi kepada mereka, dan memperkenalkan hasil karya sastawan. Selain itu pustakawan juga bisa mengadakan pameran buku-buku terbaru yang dapat menggugah keinginan siswa untuk membaca buku tersebut. Tetapi, perlu ditekankan bahwa berhasil atau tidaknya menumbuhkan rasa senang membaca tidak hanya bergantung kepada materi tetapi juga cara penyampaiannya-bagaimana cara guru/pustakawan berusaha memberikan kesan khusus kepada siswa-siswanya, sehingga mereka tergugah dan terdorong untuk gemar membaca. Selain itu guru atau pustakawan juga dapat mengadakan pameran buku untuk mengembangkan minat baca dari siswa-siswanya.

Apabila pameran buku ini dijadikan sebagai pendekatan untuk memperkenalkan buku-buku, maka yang perlu mendapat perhatian adalah tempat dan waktu. Tempat yang dipilih untuk kegiatan pameran harus tempat yang cukup luas, strategis, ramai, dan aman. Sedangkan waktunya biasanya diselenggarakan pada hari-hari besar, seperti Hardiknas, Hari Kartini, Tahun Buku Internasional, dan sebagainya.

Dari uraian-uraian di atas dapat disimpulkan bahwa meskipun koleksi perpustakaan sekolah  cukup memadai, tetapi kurang dikelola dengan baik oleh pustakawannya. Selain itu siswa dan guru sampai saat ini masih kurang memanfaatkan perpustakaan sekolah sebagai tempat untuk memperoleh segala informasi yang mendukung kegiatan belajar. Kondisi perpustakaan sekolah  yang kurang menyenangkan bagi siswa juga memberikan efek rendahnya minat baca siswa.

Agar perpustakaan sekolah berperan sebagai sarana yang efektif dan efisien guna mencapai tujuan pendidikan, hendaknya kepala sekolah, pustakawan, dan guru-guru bekerja sama ; baik dalam pembinaan perpustakaan maupun dalam proses belajar mengajar serta pengadaan fasilitas dan biaya yang memadai.

Selain itu, minat baca yang tinggi di kalangan pelajar akan sangat membantu dalam pembangunan bangsa ini. Kebiasaan membaca akan menghasilkan generasi-generasi penerus bangsa yang berintelektual tinggi. Implikasinya adalah masa depan bangsa ini menjadi lebih baik dalam segala aspek kehidupan. Karena segala sesuatunya bersumber dari ilmu pengetahuan dan ilmu pengetahuan dapat diperoleh dengan cara membaca. Sehingga secara tidak langsung perpustakaan mempunyai peranan yang sangat penting dalam rangka melahirkan generasi penerus bangsa yang mempunyai minat baca yang tinggi. Hal ini karena penyelenggaraan perpustakaan sekolah bukan hanya untuk mengumpulkan dan menyimpan bahan-bahan pustaka, tetapi dengan adanya perpustakaan diharapkan siswa-siswa secara lambat laun memiliki kesenangan membaca yang merupakan alat yang fundamental untuk belajar, baik di sekolah maupun di luar sekolah. Apabila siswa-siswa senang membaca berarti siswa-siswa senang menambah pengetahuan, mendapatkan ide-ide baru, memperluas pandangan, mendapatkan pengertian-pengertian baru, sehingga nantinya mereka memiliki  kecerdasan dan peradaban yang tinggi yang berguna bagi dirinya sendiri, masyarakat, bangsa, dan negara.

DAFTAR PUSTAKA

Bafadal,Ibrahim.2001.Pengelolaan Perpustakaan Sekolah.Jakarta:Bumi Aksara

Soedibyo,Noerhayati.1988.Pengelolaan Perpustakaan Jilid 2.Bandung:Alumni

Penulis: Munawaroh

Tuban

Masukkan nama & email Anda untuk berlangganan artikel

About Pemustaka

Dengan senang hati kami akan menerima kiriman artikel anda. Anda bebas mengirim artikel, baik itu berupa Cerpen, Dongeng, Review, Informasi Lowongan Kerja, Promosi Perpustakaan, Catatan Harian dan lain-lain. Kirim ke : admin@pemustaka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


× 1 = four

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Baca Jugaclose