Home / Artikel Perpustakaan / Meningkatkan Kualitas Pelayanan Perpustakaan

Meningkatkan Kualitas Pelayanan Perpustakaan

Siang itu matahari masih terlihat terik bahkan panasnya masih terasa, puluhan orang terlihat ramai dalam sebuah mall yang di sana terdapat gedung bioskop, apa yang dilakukan orang- orang itu mengapa mereka rela mengantri. Sebuah film fenomenal akan segera diputar di bioskop tersebut, jadi mereka rela mengantri hanya demi sebuah tiket untuk menonton, darimana inspirasi film fenomenal tersebut mengapa orang-orang begitu antusias, semua itu tidak lain adalah berasal dari sebuah buku yang pernah mereka baca, tentu saja masih segar di dalam ingatan kita tentang sebuah film harry potter yang bercerita tentang kehebatan dunia sihir, ayat- ayat cinta, me versus high heel, dealova, ketika cinta bertasbih dan masih banyak judul- judul buku lain yang kisahnya dituangkan dalam sebuah karya film.

Buku adalah beberapa kertas yang dijilid berisi tulisan untuk dibaca, dari buku kita bisa mendapatkan banyak inspirasi. Bagi para pecinta buku mendapatkan sebuah kenyamanan untuk membaca adalah impian bagi mereka, kita dapat menemukan tempat untuk membaca yaitu di perpustakaan baik itu di sekolah maupun perpustakaan umum di daerah. Namun tidak semua perpustakaan dapat memberikan kualitas pelayanan yang nyaman bagi para pengunjungnya, sehingga kebanyakan orang enggan untuk berkunjung, padahal kesalahan tidak hanya terletak pada pengunjung, ada beberapa faktor yang membuat orang enggan untuk berkunjung.

B. Permasalahan

Bagaimana meningkatkan kualitas pelayanan pada perpustakaan sehingga dapat memberikan nilai tambah dan meningkatkan jumlah pengunjung ?

C. Tujuan

1. Meningkatkan jumlah pengunjung perpustakaan dan memenuhi kebutuhan kualitas pelayanan.

2.  Membangun minat masyarakat untuk mencintai perpustakaan dan meningkatkan minat membaca.

BAB II

LANDASAN TEORI

A. Pengertian Perpustakaan

Menurut Bafadal (1996: 30), perpustakaan adalah unit kerja dari badan atau lembaga tertentu yang mengelola bahan-bahan pustaka, baik berupa buku maupun non-buku (non-book material) yang diatur secara sistematis sehingga dapat digunakan sebagai sumber informasi oleh setiap pemakainya. Sementara, UU No. 43 Tahun 2007 mengungkapkan bahwa perpustakaan merupakan institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi pemustaka. Perpustakaan dapat juga diterjemahkan sebagai pusat (pangkalan) data berbagai ilmu pengetahuan. Hakikatnya, perpustakaan merupakan media transformasi kultural, melalui perpustakaan hubungan antara ilmuan (penulis dan pengarang) dengan pembaca terasa lebih dekat.

Pusat pendidikan dari mulai sekolah dasar hingga universitas pasti tidak lepas dari perpustakaan. Kehadiran perpustakaan sangat diperlukan untuk sebuah bahan mengajar hingga referensi sebuah penelitian, semua itu tidak lepas dari buku. Namun pada kenyataanya tidak semua perpustakaan dapat berfungsi maksimal dan banyak diminati oleh kebanyakan orang, umumnya mereka berkunjung hanya pada saat mendapatkan tugas dari sekolah maupun dosen. Minimnya koleksi, kualitas pelayanan yang dirasa kurang menjadi sebagian dari faktor yang dikeluhkan oleh para pengunjung. Langkah yang telah banyak diterapkan oleh perpustakaan khususnya perpustakaan yang berbasis pendidikan yaitu dengan menetapkan anggaran dana sumbangan kepada para siswa yang akan lulus.

B. Pengertian Kualitas Pelayanan

Kualitas pelayanan dihadapkan pada orang-orang atau individu-individu, dimana setiap individu menampilkan pelayanan secara individu. Suatu pelayanan ditentukan oleh suatu manajemen. Pelayanan yang dilakukan dengan benar sesuai keinginan dan harapan pembaca, maka akan membawa dampak yang lebih baik pada perusahaan. Menurut Kotler (1997:49) mengungkapkan bahwa kualitas pelayanan adalah keseluruhan ciri serta sifat dari suatu produk atau pelayanan yang berpengaruh pada kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan yang dinyatakan atau yang tersirat.

Kualitas pelayanan yang baik sering dikatakan sebagai salah satu faktor yang sangat penting dalam keberhasilan suatu bisnis karena dapat memberikan beberapa manfaat. Berdasarkan hasil sintesis terhadap berbagai riset di dalam Tjiptono (2005:261) mengemukakan enam kriteria kualitas pelayanan yang dipersepsikan baik, yakni sebagai berikut :

1.   Professionalism and Skills.

Pelanggan mendapati bahwa penyedia jasa, karyawan, sistem operasional, dan sumber daya fisik, memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk memecahkan masalah mereka secara professional (outcome-related criteria).

2.       Attitudes and Behavior.

Pelanggan merasa bahwa karyawan jasa (customer contact personnel) menaruh perhatian besar pada mereka dan berusaha membantu memecahkan masalah mereka secara spontan dan ramah (process-related criteria).

3.       Accessibility and Flexibility.

Pelanggan merasa bahwa penyedia jasa, lokasi, jam operasi, karyawan, dan sistem operasionalnya, dirancang dan dioperasikan sademikian rupa sehingga pelanggan dapat mengakses jasa tersebut dengan mudah. Selain itu, juga dirancang dengan maksud agar dapat menyesuaikan permintaan dan keinginan pelanggan secara luwes (process-related criteria).

4.       Reliability and Trustworthiness.

Pelanggan memahami bahwa apa pun yang terjadi atau telah disepakati, mereka bisa mengandalkan penyedia jasa beserta karyawan dan sistemnya dalam memenuhi janji dan melakukan segala sesuatu dengan mengutamakan kepentingan pelanggan (process-related criteria)

5. Recovery.

Pelanggan menyadari bahwa bila terjadi kesalahan atau sesuatu yang tidak diharapkan dan tidak dapat diprediksi, maka penyedia jasa akan segera mengambil tindakan untuk mengendalikan situasi dan mencari solusi yang tepat (process-related criteria).

6.       Reputation and Credibility.

Pelanggan meyakini bahwa operasi dari penyedia jasa dapat dipercaya dan memberikan nilai/imbalan yang sepadan dengan biaya yang dikeluarkan (image-related criteria)

Manfaat dari kualitas pelayanan tidak hanya dirasakan oleh pengunjung tetapi juga bermanfaat bagi pengelola perpustakaan. Kualitas pelayanan yang baik akan berdampak terhadap kepuasan dan loyalitas pengunjung. Di samping itu akan memberikan citra positif bagi perpustakaan sehingga pengelola akan lebih percaya diri dan semangat dalam melayani pengunjung. Apabila pelayanan yang diterima sesuai dengan apa yang diharapkan maka kualitas jasa akan memuaskan juga. Jika pelayanan jasa yang diterima lebih rendah dari pada yang diharapkan maka kualitas jasa yang diterima buruk.

BAB III

PEMBAHASAN

A. Sejarah Perpustakaan

Pada masa yang hampir bersamaan, peradaban Mesir Kuno pun berkembang. Teks tertulis paling awal yang ada di Perpustakaan Mesir berasal dari sekitar tahun 40000 SM, namun gaya tulisannya berbeda dengan tulisan sumeria. Orang Mesir menggunakan tulisan yang disebut hieroglyph. Tujuan heroglyph ialah memahatkan pesan terakhir di monumen karena tulisan dimaksudkan untuk mengagungkan raja sedangkan tulisan yang ada di tembok dan monument dimaksudkan untuk memberi kesan kepada dunia.

Perpustakaan Mesir bertamabah maju berkat penemuan penggunaan rumput papyrus sekitar tahun1200 SM. Untuk membuat lembar papyrus maka isi batang papyrus dipotong menjadi lembaran tipis, kemudian dibentangkan satu demi satu dan tumpuk demi tumpuk. Kedua lapisan kemudian dilekatkan dengan lem, ditekan, diratakan, dan dipukul sehingga permukaannya rata. Dengan demikian, permukaan lembaran papyrus dapat digunakan sebagai bahan tulis, sedangkan alat tulisnya berupa pena sapu dan tinta. Umumnya tulisan Hierolgyph hanya dipahami oleh pendeta karena itu papyrus banyak ditemukan di kuil-kuil berisi pengumuman resmi, tulisan keagamaan, filsafat, sejarah, dan ilmu pengetahuan. Pengembangan perpustakaan Mesir terjadi semasa raja Khufu, Khafre, dan Ramses II sekitar tahun 1250 SM. Perpustakaan raja Ramses II memiliki sekitar 20.000 buku.

B. Ketagihan Membaca di Perpustakaan

Menemukan tempat yang nyaman untuk membaca adalah impian bagi setiap pecinta buku, lalu bagaimana membuat perpustakaan menjadi tempat yang nyaman seperti suasana rumah. Setiap individu pasti memiliki kebutuhan yang berbeda, dari beberapa pendapat yang pernah saya tanyakan kepada beberapa kawan tentang perpustakaan mereka menjawab tentang konsep perpustakaan seperti layaknya kafe. Begitu masuk pengunjung disambut dengan sekotak minuman dan snack yang menemani mereka saat membaca, ruangan yang sejuk, bersih, rapi serta ramah lingkungan, penjaga yang mengerti kebutuhan pembaca, literatul yang lengkap tidak hanya buku pelajaran melainkan koleksi lain seperti novel, surat kabar, seri refleksi, majalah, makalah, skripsi, tesis maupun media lain seperti CD, VCD/ DVD room, internet. Sesuai dengan kebutuhan saat ini seperti adanya area hotspot yang menjadi kebutuhan bagi para pengguna internet sehinggan mereka bias mendapatkan informasi mengenai buku terbitan baru maupun lainya.

Perpustakaan juga dapat menyediakan fasilitas membership bagi para pengunjung yang dapat memberikan pelayanan lebih bagi para member, jadi mereka tidak hanya sekedar berkunjung tetapi juga menjadi anggota perpustakaan yang berpartisipasi dalam melestarikan budaya membaca.

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Perpustakaan harus tetap menjaga eksisitensinya sebagai tempat membaca dan menghadirkan suasana yang nyaman di tengah hiruk pikuknya kota dan berbagai masalah yang kerap hadir, setidaknya perpustakaan dapat menjadi tempat yang ramah dan tetap memenuhi kebutuhan para pecinta buku, tidak hanya buku yang dihadirkan namun juga fasilitas gedung dan interior yang memadai serta sarana yang tersedia lengkap baik media cetak maupun elektronik.

Pengelola yang professional serta sikap yang bersahabat terhadap para pengunjung juga kerap diperhatikan karena hal tersebut juga bagian dari kualitas pelayanan yang diharapkan. Semua hal diatas diharapkan dapat meningkatkan jumlah pengunjung perpustakaan dan minat masyarakat terhadap membaca. Karena dari membaca banyak hal yang bisa kita peroleh

B. Saran

Berhasil atau tidaknya perpustakaan dalam meningkatkan kualitas pelayanan semua itu tergantung dari pengelola perpustakaan dan dana yang tersedia serta kerja sama yang tercipta dengan para anggota perpustakaan.  Peningkatan kualitas pelayanan ini diharapkan menjadi sebuah konsep baru untuk menjadi sebuah alasan mengunjungi perpustakaan selain membaca.

DAFTAR PUSTAKA

Bafadal, Ibrahim. 1996. Pengelolaan Perpustakaan Sekolah. Jakarta: Bumi Aksara.

Kotler, Philip. (1997). Manajemen Pemasaran. Analisis, Perencanaan, Implementasi, dan Kontrol. Alih Bahasa : Hendra Teguh, Ronny Antonius Rusli. Jilid I. Jakarta : PT Prenhalindo

Tjiptono, Fandy. (2005). Pemasaran Jasa. Malang : Bayumedia

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan.

Sejarah perpustakaan : http//sdm4sby.com

Penulis : Ayu indraswari

alamat : jl kh a dahlan c. 01 rt 02/02 slawi 52419

Masukkan nama & email Anda untuk berlangganan artikel

Kata Kunci Penelusuran:

pelayanan perpustakaan, kualitas pelayanan, skripsi pengelolaan perpustakaan

About Pemustaka

Dengan senang hati kami akan menerima kiriman artikel anda. Anda bebas mengirim artikel, baik itu berupa Cerpen, Dongeng, Review, Informasi Lowongan Kerja, Promosi Perpustakaan, Catatan Harian dan lain-lain. Kirim ke : admin@pemustaka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


− 5 = three

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Baca Jugaclose