Home / Artikel Perpustakaan / Meningkatkan Minat Baca dan Kecintaan Masyarakat Terhadap Perpustakaan

Meningkatkan Minat Baca dan Kecintaan Masyarakat Terhadap Perpustakaan

Perpustakaan adalah salah satu alat komunikasi yang tidak hanya untuk akses dan memperoleh informasi muktahir ,tetapi juga untuk memberikan akses pemakainya tentang segala ide (Widharto,1995).Ide ide tersebut bisa berupa pengetahuan ,budaya,sosial ,politik, dan sebagainya .Perpustakaan adalah salah satu ikon dalam dunia  pendidikan dalam rangka melaksanakan amanah Pembukaan UUD 1945 ,yaitu ikut mencerdaskan kehidupan bangsa .

Misi penting dari perpustakaan adalah untuk meningkatkan minat baca masyarakat  .Hal ini sejalan dengan  tujuan perpustakaan itu sendiri yakni meningkatkan wawasan, memperkenalkan budaya membaca,dan meningkatkan ilmu pengetahuan. Dengan adanya hal ini, tujuan untuk mewujudkan minat baca sekaligus pendidikan masyarakat  yang berkualitas akan  tercapai secara beriringan .

Perpustakaan memang belum memperoleh perhatian dari pemerintah Indonesia saat ini padahal, pemerintah menghendaki generasi masyarakat yang cerdas,berkualitas ,inovatif ,dan berwawasan sehingga SDM (Sumber Daya Manusia ) Indonesia lebih baik dan berhasil dalam menghadapi  globalisasi saat ini .

Pada Undang Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 ,yang merupakan undang undang terbaru ,juga tidak menyebut satu katapun tentang perpustakaan sebagai salah satu sumber belajar . Pemerintah selalu menjadikan perpustakaan sebagai prioritas terakhir untuk dibangun dibandingkan dengan bidang lainnya (Widharto,1995).

Program pendidikan gratis yang saat ini sedang gempar gempurnya di sosialisasikan oleh pemerintah ,hanya menekankan lebih banyak pada pendidikan formal dan sedikit pada pendidikan informal .Pendidikan informal ini dapat dilakukan dengan adanya kegiatan membaca di perpustakaan . Namun, perpustakaan saat ini hanya diberikan perhatian sedikit oleh pemerintah .Pemerintah seharusnya menjadikan perpustakaan sebagai referensi pelengkap untuk mewujudkan sekolah gratis . Selain itu ,UNESCO (United Nations Educational ,Scientific and Cultural Organization) pernah merekomendasikan bahwa pendidikan untuk semua (education for all )akan lebih berhasil dengan adanya perpustakaan .

Sebagaimana kita ketahui bahwa minat baca masyarakat Indonesia saat  ini  sangatlah rendah.Jika minat baca masyarakat rendah ,ini menyebabkan kecintaan masyarakat terhadap perpustakaan juga rendah .Hal ini bisa menjadi masalah dalam dunia pendidikan kita .Lalu, bagaimana solusi untuk membangun  minat baca dan kecintaan masyarakat terhadap perpustakaan  .Terkait dengan hal di atas ,dalam essai ini saya akan membahas beberapa hal yaitu, apakah penyebab minat baca dan kecintaan masyarakat pada perpustakaan sangat rendah ,serta bagaimana solusi untuk meningkatkan minat  baca dan kecintaan masyarakat terhadap perpustakaan .

2.PERMASALAHAN

Adapun beberapa permasalahan yang akan dibahas dalam essai ini adalah sebagai berikut :

1.      Apakah penyebab minat baca dan kecintaan masyarakat pada perpustakaan sangat rendah ?

2.      Bagaimana cara untuk meningkatkan minat  baca dan dan kecintaan masyarakat terhadap perpustakaan ?

3.TUJUAN

1.      Menjelaskan  penyebab minat baca dan kecintaan masyarakat pada perpustakaan sangat rendah

2.      Menjelaskan cara untuk meningkatkan minat  baca dan dan kecintaan masyarakat terhadap perpustakaan

4.LANDASAN TEORI

1.Perpustakaan adalah salah satu alat komunikasi yang tidak hanya untuk akses dan memperoleh informasi muktahir ,tetapi juga untuk memberikan akses pemakainya tentang segala ide (Widharto,1995).

2. Pendidikan untuk semua (education for all )akan lebih berhasil dengan adanya perpustakaan (UNESCO (United Nations Educational ,Scientific and Cultural Organization) .

3. Pada Undang Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 ,yang merupakan undang undang terbaru ,juga tidak menyebut satu katapun tentang perpustakaan sebagai salah satu sumber belajar . Pemerintah selalu menjadikan perpustakaan sebagai prioritas terakhir untuk dibangun dibandingkan dengan bidang lainnya (Widharto,1995).

4. Mereka belum sepenuhnya menganggap bahwa membaca adalah salah satu kebutuhan penting dalam hidup (I Ketut Artana ,2004).

5. Tahun 1992,IEA(International Assosiation for Evaluation of Education) melakukan riset tentang kemampuan membaca murid murid Sekolah Dasar (SD) kelas IV 30 negara di dunia.Kesimpulan riset tersebut menyebutkan bahwa Indonesia berada pada urutan kedua dari bawah (ke-29) (SDY,2007)

6. Pada tahun 2006 ,Masyarakat Indonesia belum memilih untuk menjadikan kegiatan membaca sebagai sumber utama untuk mendapatkan informasi .Orang lebih memilih untuk menonton TV(85,9%),bermain ,atau mendengarkan radio (40,3%) ketimbang membaca koran (23,5 %) (www.bps.go.id) .

7. Di Indonesia sistem pendidikan dan kurikulum sekolah lebih bersifat teoritis tak luput menjadi masalah .Ini menyebabkan anak anak melakukan kegiatan membaca hanya pada saat menjelang ujian atau mengerjakan tugas dari guru sehingga selama ini membaca yang identik dengan budaya belajar cenderung bersifat memaksa(I Ketut Artana ,2004).

8.Kendala terakhir adalah kurangnya sarana dan prasarana yang di berikan perpustakaan itu sendiri .Kurangnya sarana dan prasarana ,khususnya perpustakaan dengan buku buku yang bermutu dan memadai (SDY,2007).

9.Pengalaman Negara Negara maju menyebutkan bahwa kemajuan  suatu bangsa tergantung pada keberhasilan bangsa itu dalam mewujudkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan kualitas seluruh masyarakatnya (I ketut Artana,2004)  .

10.Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 % dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional( UUD 1945 pasal 31 ayat 4).

11. Pemerintah daerah dan pusat saling bekerja sama ,misalnya dengan pengadaan perpustakaan keliling ataupun menetap .Dengan fasilitas perpustakaan yang tersebar  sehingga semakin besar minat baca yang dimiliki masyarakat (SDY,2007).

5.PEMBAHASAN

Perpustakaan adalah salah satu alat komunikasi yang tidak hanya untuk akses dan memperoleh informasi muktahir ,tetapi juga untuk memberikan akses pemakainya tentang segala ide (Widharto,1995).Ide ide tersebut bisa berupa pengetahuan ,budaya,sosial ,politik dan sebagainya

Perpustakaan memiliki fungsi yang begitu berpotensi bagi perkembangan pendidikan .Adapun beberapa fungsi perpustakaan dalam misinya untuk meningkatkan minat baca antara lain ,meningkatkan wawasan ,memperkenalkan budaya membaca, ,dan meningkatkan ilmu pengetahuan .

Perpustakaan meningkatkan wawasan, artinya perpustakaan dapat memberikan pengetahuan akan berbagai hal apapun bagi pengguna perpustakaan .Dengan adanya fungsi tersebut ,masyarakat dapat lebih mudah mendapatkan informasi apapun di perpustakaan tanpa batas sekaligus memperluas wawasan mereka  .

Perpustakaan dapat memperkenalkan budaya membaca .Sebagaimana kita ketahui bahwa perpustakaan identik dengan gudang ratusan bahkan ribuan buku .Buku sangatlah identik dengan kegiatan membaca .Kegiatan membaca ini dapat dibudayakan dengan keberadaan perpustakaan .Perpustakaan bisa menjadi  agen utama sekaligus media paling efektif yang bisa mensosialisasikan program budaya baca pada masyarakat .Sedikit demi sedikit , minat baca dapat tersosialisasi dalam masyarakat dengan adanya kegiatan membaca di perpustakaan .

Selain itu, perpustakaan juga dapat meningkatkan ilmu pengetahuan bagi para penggunanya .Perpustakaan dapat kita ibaratkan sebagai gudangnya berbagai ilmu .Dengan adanya perpustakaan ,berarti masyarakat bisa lebih  mudah mendapatkan  berbagai ilmu pengetahuan ataupun berbagai informasi dari segala penjuru dunia .

Banyak sekali manfaat yang bisa diperoleh dari perpustakaan ,sebagai tempat untuk memperoleh berbagai ilmu dan sebagai alternatif untuk meningkatkan minat baca sekaligus mewujudkan generasi SDM Indonesia yang cerdas,berkualitas,berwawasan ,dan inovatif  .

Namun, ada beberapa kendala yang dapat menghambat fungsi perpustakaan tersebut .Adapun masalah tersebut seperti, minat baca masyarakat yang saat ini sangat rendah sehingga menyebabkan kecintaan masyarakat terhadap perpustakaan juga rendah ,orang tua,keadaan ekonomi ,masalah sistem pendidikan kita,serta pemerintah  kurang memberikan perhatian pada perpustakaan .Selain masalah masalah itu ,hal ini juga disebabkan masih kurangnya sarana dan prasarana perpustakaan itu sendiri.

Kendala pertama yang  dihadapi adalah minat baca masyarakat yang rendah .Minat baca masyarakat Indonesia sangatlah rendah dibandingkan dengan negara lain  seperti Jepang .Negara yang dijuluki negeri Sakura itu ,memiliki masyarakat yang minat membacanya sangat tinggi sehingga tak jarang disana kita bisa melihat kebanyakan masyarakat di sana lebih banyak mengisi waktu luang mereka dengan membaca setiap harinya ,baik di rumah ,sekolah ,stasiun ,dan tempat lain .Berbeda dengan Indonesia ,hanya sedikit masyarakat yang mengisi waktu luangnya dengan membaca .Mereka menghabiskan waktu luang mereka untuk hal hal yang sebenarnya tidak penting .Mereka belum sepenuhnya menganggap bahwa membaca adalah salah satu kebutuhan penting dalam hidup (I Ketut Artana ,2004).Kemajuan  media elektronik saat ini juga menjadi kendala dalam membangun minat baca dan kecintaan pada perpustakaan .Media elektronik yang seharusnya menjadi alat untuk memperoleh informasi kini dijadikan masyarakat untuk kebutuhan yang tak begitu penting ,salah satunya  adalah internet.Internet banyak digunakan para remaja ataupun kalangan dewasa sekarang ini sebagai kegiatan mengisi waktu luang sekaligus mencari teman seperti ,Facebook,Twitter,Yahoo Messenger ataupun download musik . Dari data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2006 ,Masyarakat Indonesia belum memilih untuk menjadikan kegiatan membaca sebagai sumber utama untuk mendapatkan informasi .Orang lebih memilih untuk menonton TV(85,9%),bermain ,atau mendengarkan radio (40,3%) ketimbang membaca koran (23,5 %) (www.bps.go.id) .Data lainnya ,misalnya International Assosiation for Evaluation of Education (IEA).Tahun 1992,IEA melakukan riset tentang kemampuan membaca murid murid Sekolah Dasar (SD) kelas IV 30 negara di dunia.Kesimpulan riset tersebut menyebutkan bahwa Indonesia berada pada urutan kedua dari bawah (ke-29) (SDY,2007) .Angka itu menggambarkan betapa rendahnya minat baca masyarakat Indonesia ,khususnya anak anak SD .Selain itu ,hal ini kurangnya kesadaran masyarakat itu sendiri untuk membaca serta belum terealisasinya tradisi membaca.

Kurangnya peran orangtua itu sendiri  menjadi permasalahan .Kebanyakan orangtua berperan besar dalam mengembangkan kebiasaan anak-anaknya termasuk kebiasaan membaca .Namun,saat ini orangtua masih kurang andil dalam hal ini.Kebanyakan orangtua menghabiskan waktu untuk mengobrol ataupun menonton sehingga anak anak mereka mengikuti apa yang mereka lakukan .Ini menyebabkan anak anak kurang memiliki minat untuk membaca dan tak terbentuk kebiasaan membaca .

Di Indonesia sistem pendidikan dan kurikulum sekolah lebih bersifat teoritis tak luput menjadi masalah .Ini menyebabkan anak anak melakukan kegiatan membaca hanya pada saat menjelang ujian atau mengerjakan tugas dari guru sehingga selama ini membaca yang identik dengan budaya belajar cenderung bersifat memaksa(I Ketut Artana ,2004).

Kendala berikutnya ,yakni kurangnya perhatian pemerintah terhadap perpustakaan itu sendiri.Sesungguhnya perpustakaan sangat besar potensinya dalam membangun minat baca masyarakat sekaligus mendukung program pendidikan gratis bagi masyarakat .

Pada Undang Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 ,yang merupakan undang undang terbaru ,juga tidak menyebut satu katapun tentang perpustakaan sebagai salah satu sumber belajar . Ini bisa kita jadikan bukti bahwa pemerintah kurang memberikan perhatian pada perpustakaan dan  selalu menjadikan perpustakaan sebagai prioritas terakhir untuk dibangun dibandingkan dengan bidang lainnya (Widharto,1995) .

Kendala ekonomi yang mengharuskan untuk lebih memprioritas kebutuhan hidup sehari hari juga menjadi masalah .Keadaan ekonomi di Indonesia kini masih mengalami ketidakstabilan dan menyebabkan penghasilan mengalami kekurangan .Hal ini juga berdampak menjadikan buku sebagai prioritas terbawah oleh setiap orang dibandingkan untuk kebutuhan hidup seperti halnya makan .Apalagi harga buku saat ini masih sangat mahal sehingga ini bisa menghambat arus informasi yang seharusnya didapatkan oleh setiap orang .

Kendala terakhir adalah kurangnya sarana dan prasarana yang di berikan perpustakaan itu sendiri .Kurangnya sarana dan prasarana ,khususnya perpustakaan dengan buku buku yang bermutu dan memadai (SDY,2007).Tanpa sarana dan prasarana,masyarakat akan mengalami hambatan dalam kenyamanan membaca di perpustakaan . Saat ini pelayanan dan fasilitas fasilitas yang diberikan perpustakaan telah mengalami kemajuan tapi, sebagian perpustakaan adapula yang masih kurang memadai serta kurangnya koleksi buku dan media pendukung seperti ,CD (compact disk),komputer ,internet ,televisi,dan lain lainnya sehingga masyarakat kurang tertarik untuk ke perpustakaan .Kendala ini menyebabkan  banyak anggapan masyarakat menyebutkan bahwa perpustakaan hanya tempat gudang simpan buku dan begitu membosankan .

Masalah masalah di atas dapat diatasi dengan adanya kerjasama antara masyarakat ,pemerintah , perpustakaan,dan segala pihak .Kerjasama seluruh pihak harus berjalan secara efektif dan efisien . Sehingga setiap pihak akan mencapai tujuannya masing masing.

Masyarakat seharusnya meningkatkan kesadarannya untuk membaca ,dan sadar akan  manfaat dari membaca itu sendiri .Kita sudah mengetahui bahwa buku adalah jendela dunia yang memberikan berbagai informasi dan memberikan manfaat lebih bagi kecerdasan .Orang yang lebih banyak membaca cenderung memiliki kecerdasan intelektual yang lebih tinggi sehingga mereka lebih mudah untuk menyerap informasi apapun dengan mudah . Selain itu,banyak sekali manfaat yang bias kita peroleh dari kegiatan membaca seperti,menambah wawasan ,ilmu pengetahuan ,dan berbagai informasi dari seluruh dunia.Untuk memperoleh itu,masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya  seperserpun atau harus membeli buku karena perpustakaan banyak memberikan kemudahan kepada mereka untuk memperoleh segala pengetahuan dan wawasan tanpa biaya.Pengalaman Negara Negara maju menyebutkan bahwa kemajuan  suatu bangsa tergantung pada keberhasilan bangsa itu dalam mewujudkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan kualitas seluruh masyarakatnya (I ketut Artana,2004)  .

Orangtua juga harus ikut andil untuk mengembangkan minat baca anak anaknya .Salah satu caranya ,orangtua harus memberikan contoh pada anak -anaknya kebiasaan membaca .Dengan demikian,anak anak akan mengikuti kebiasaan itu dan memunculkan minat baca .Jika minat baca anak sudah ada ,ia akan menganggap bahwa membaca itu lebih mengasyikan daripada menonton ataupun mendengarkan musik dan akan berubah menjadi kebiasaan .Ada juga cara lain misalnya,dengan membuat perpustakaan keluarga dan menetapkan waktu khusus untuk membaca bagi setiap anggota keluarga .

Dalam mengatasi masalah ini ,perpustakaan juga harus banyak berbenah diri karena dengan itu,masyarakat akan lebih tertarik untuk berkunjung ke perpustakaan sehingga anggapan masyarakat bahwa perpustakaan sebagai gudang simpan buku dan tempat membosankan akan hilang dengan sendirinya. Perpustakaan  dapat berbenah diri dengan melengkapi berbagai fasilitas seperti,menambah koleksi buku dan  media pendukung seperti CD (compact disk),komputer ,internet ,televisi,dan lain lainya. Koleksi koleksi buku di perpustakaan harus berkualitas dan menunjang pendidikan misalnya, berupa buku buku pelajaran ,literatur,novel fiksi maupun non fiksi,dan majalah .Buku buku tersebut harus diupdate setiap periode tertentu . Memang untuk melakukan pembenahan diri perpustakaan membutuh dana .Dalam hal ini, mengumpulkan dana tidak harus mahal misalnya,kegiatan penggalangan dana maupun kerja sama perpustakaan dengan penerbit buku . Jika ini dilakukan maka bukan lagi impian perpustakaan dapat mencapai misi(tujuan)nya yakni meningkatkan minat baca masyarakat. Selain itu ,masyarakat akan tertarik untuk mengunjungi perpustakaan dan otomatis membangun kecintaan masyarakat terhadap perpustakaan .

Pemerintah juga tidak lepas dalam mengatasi masalah ini .Pemerintah juga harus lebih memberikan perhatian lebih pada perpustakaan ,karena perpustakaan sangat potensial dalam mendukung program pendidikan gratis sehingga pendididikan untuk semua lapisan masyarakat dapat tercapai . Sebagaimana tercatum dalam UUD 1945 pasal 31 ayat 4 bahwa negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 % dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional .Anggaran tersebut seharusnya juga digunakan sebagian untuk pengembangan perpustakaan di setiap daerah secara merata dan untuk kegiatan sosialisasi perpustakaan dalam   meningkatkan minat baca dan kecintaan masyarakat terhadap perpustakaan .Dalam kegiatan sosialisasi ini pemerintah daerah dan pusat saling bekerja sama ,misalnya dengan pengadaan perpustakaan keliling ataupun menetap .Kegiatan ini mungkin dapat memperbesar peluang masyarakat untuk membaca dengan fasilitas perpustakaan yang tersebar  sehingga semakin besar minat baca yang dimiliki masyarakat (SDY,2007).Ini juga dapat memudahkan masyarakat untuk mendapatkan informasi ataupun pengetahuan tanpa harus membeli buku .Ini juga membentuk minat dan kecintaan masyarakat tehadap perpustakaan .

Dengan adanya solusi ini ,maka  tujuan untuk membentuk generasi SDM  Indonesia yang cerdas ,sukses ,dan inovatif akan tercapai dengan sukses dalam segala bidang kehidupan dapat tercapai .Jika minat baca masyarakat tinggi maka animo kecintaan masyarakat terhadap perpustakaan akan meningkat serta  perpustakaan akan mendapat lebih banyak perhatian dari pemerintah maupun masyarakat itu sendiri .

6.KESIMPULAN

Dalam essai ini kita dapat mmenarik kesimpulan antara lain :

1.Minat membaca dan kecintaan masyarakat Indonesia terhadap perpustakaan masih sangat rendah

2.Adapun kendala kendala  yang menyebabkan rendahnya minat dan kecintaaan masyarakat terhadap perpustakaan yaitu:

  • Minat baca masyarakat yang saat ini sangat rendah sehingga menyebabkan kecintaan masyarakat terhadap perpustakaan juga rendah
  • Kurangnya peran orangtua
  • Keadaan ekonomi yang lebih memprioritaskan kebutuhan hidup sehari hari
  • Masalah sistem pendidikan dan kurikulum sekolah yang lebih bersifat teoritis
  • Pemerintah  kurang memberikan perhatian pada perpustakaan
  • Masih kurangnya sarana dan prasarana perpustakaan itu sendiri

7.SARAN

Untuk membangun minat baca dan kecintaan masyarakat terhadap perpustakaan , kerjasama antara masyarakat ,pemerintah , perpustakaan,dan segala pihak sangat dibutuhkan .Kerjasama seluruh pihak harus berjalan secara efektif dan efisien .

Adapun beberapa solusi untuk mengatasi hal itu antara lain :

  • Masyarakat seharusnya meningkatkan kesadarannya untuk membaca dan sadar akan  manfaat dari membaca itu sendiri.
  • Mengisi sebagian besar waktu luang mereka untuk membaca .
  • Rajin mengunjungi perpustakaan sebagai wujud kecintaan pada perpustakaan dan menjadikannya sebagai sumber informasi .
  • Orangtua juga harus ikut andil untuk mengembangkan minat baca anak   anaknya.
  • Perpustakaan juga harus banyak berbenah diri dengan melengkapi sarana dan prasarana .
  • Pemerintah juga harus lebih memberikan perhatian lebih pada perpustakaan.
  • Mengadakan sosialisasi dengan mengadakan perpustakaan keliling ataupun perpustakaan keluarga.

DAFTAR PUSTAKA

I Ketut Artana.2004.Membangun Masyarakat Gemar Membaca

www.balipostonline.com.

SDY. 2007.Mengatasi Rendahnya Minat Baca Di Indonesia .www.writingsdy.com

UUD 1945 dan Penjelasannya .2001

Widharto.1995

Abad ke-XXI sudah dekat ,sudah siapkah kita pustakawan menyambutnya

In:Makalah Seminar Menuju Perpustakaan Penelitian .Yogyakarta :UPT perpustakaan Universitas Gadjah Mada .P:1-10.

www.balipostonline.com

www.bps.go.id

www.google.com

Penulis: Nur Hidayah

Masukkan nama & email Anda untuk berlangganan artikel

Kata Kunci Penelusuran:

ciri kecerdasan intelektual, meningkatkan minat baca dengan perpustakaan sebagai sistem penunjang

About Pemustaka

Dengan senang hati kami akan menerima kiriman artikel anda. Anda bebas mengirim artikel, baik itu berupa Cerpen, Dongeng, Review, Informasi Lowongan Kerja, Promosi Perpustakaan, Catatan Harian dan lain-lain. Kirim ke : admin@pemustaka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


eight − 7 =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Baca Jugaclose