Home / Artikel Perpustakaan / Menumbuhkan Minat Baca Masyarakat

Menumbuhkan Minat Baca Masyarakat

Membangun Masyarakat Cinta Perpustakaan

PENDAHULUAN

Perpustakaan menyimpan khazanah budaya bangsa atau masyarakat tempat perpustakaan berada, juga meningkatkan nilai dan apresiasi budaya masyarakat sekitarnya melalui proses penyediaan bahan bacaan. Keberadaan perpustakaan dalam masyarakat sangat diperlukan sedangkan perpustakaan tanpa masyarakat jelas tidak bisa berdiri sendiri. Pada dasarnya perpustakaan bermanfaat bagi seluruh masyarakat, mulai dari keluarga, kaum professional sampai institusi pemerintah maupun swasta ( Sulistyo-Basuki, 1996).

Apabila masyarakat telah memiliki budaya membaca yang kuat maka kegiatan membaca bukanlah merupakan suatu yang perlu dimotivasi, tetapi sudah merupakan suatu kebutuhan yang timbul dari dalam diri masing-masing individu,. Hal seperti ini biasanya terjadi di Negara maju yang tingkat budaya bacanya sudah tinggi. Tetapi yang terjadi di Negara berkembang seperti Indonesia tidaklah demikian karena kegiatan membaca hanya dilakukan untuk tujuan paraktis saja. Salah satu tugas perpustakaan adalah membina minat baca bagi para pemakai jasa perpustakaan disamping tugas lainya. Dengan adanya pembinaan minat baca tersebut diharapkan pemakai dapat memenuhi kebutuhan untuk menambah pengetahuan, mendapatkan gagasan baru, memperluas cakrawala, wawasan dan pandangan, memperoleh pengetahuan-pengetahuan baru dan mempertinggi kemampuan untuk berfikir dan menilai lewat bacaan.

Perpustakaan sebagai gudang ilmu pengetahuan memiliki peran sangat penting dalam upaya memperluas wawasan serta menambah pengetahuan. Secara teoritis sebagian besar masyarakat kita telah mengetahui akan hal tersebut, meskipun dalam prakteknya masih sedikit yang benar-benar memperlakukan perpustakaan sebagai gudang ilmu pengetahuan dan informasi.Dalam hal ini peran pustakawan juga sangat dibutuhkan untuk memberdayakan perpustakaan sehingga timbul minat baca. Pembinaan minat baca adalah merupakan salah satu tugas pustakawan.

Masyarakat/bangsa kita (Indonesia) diakui minat bacanya masih sangat kurang jika dibandingkan dengan masyarakat/bangsa Jepang.  Di Jepang diberbagai tempat baik tempat terbuka/umum ( halte-halte) dan didalam kendaraan/bus-bus maupun tempat-tempat tertentu misal di ruang tunggu dokter bahkan di kamar kecil mereka sambil membaca.  Daya beli dan minat baca disana berjalan seimbang. Tingginya daya beli menyebabkan timbulnya minat baca. Sebab harga buku bukan lagi menjadi kendala. Kepercayaan masyarakat pada buku yang menyimpan beribu ilmu pengetahuan, sangatlah tinggi sehingga merupakan gengsi tersendiri apabila orang membawa buku dan membaca isinya. Apabila kondisi ekonomi suatu bangsa sudah begitu bagus, buku tentu bukan hal yang asing lagi bahkan bisa jadi sahabat. Bukan bermaksud merendahkan masyarakat/bangsa kita (Indonesia), tetapi memang kondisinya masih belum bisa menyamai masyarakat/bangsa Jepang. Kita bisa melihat dan memperhatikan di tempat-tempat terbuka/umum masyarakat tidak melakukan aktivitas mambaca, akan tetapi lebih bayak mengobrol. Misalnya di stasiun kereta api, di ruang tunggu dan didalam kendaraan/bus-bus dan bahkan di perpustakaanpun mereka lebih senang mengobrol dari pada membaca. Kenyataan ini menyebabkan masyarakat kita masih belum menganggap buku sebagai sahabat.  Sehingga masyarakat kurang mencintai keberadaan perpustakaan. Maka sebagai tugas kita bersama terutama pustakawan dan setiap orang yang peduli dengan perpustakaan harus bersama-sama bekerja keras untuk dapat membangun dan berusaha menumbuhkan minat baca masyarakat. Jika masyarakat kita sudah mempunyai minat baca yang cukup tinggi dengan sendirinya masyarakat akan lebih mencintai perpustakaan.

PERMASALAHAN

Dari kondisi yang ada dalam masyarakat berkaitan dengan minat baca seperti tersebut diatas, pada dasarnya ada beberapa permasalahan yang perlu kita atasi dan dicari jalan keluar bersama. Permasalahan tersebut antara lain:

  1. Bagaimana meningkatkan minat baca masyarakat?
  2. Bagaimana menumbuhkan masyarakat cinta perpustakaan?

TUJUAN

Tulisan ini dibuat dengan tujuan antara lain:

  1. Supaya masyarakat kita (Indonesia) dapat memahami dan mengerti tentang tujuan dari minat baca.
  2. Agar masyarakat kita (Indonesia) dapat memahami dan mengerti betapa pentingnya manfaat dari pada kebiasaan/ budaya membaca (reading habit).
  3. Apabila masyarakat sudah dapat memahami dan mengerti tentang tujuan minat baca dan manfaat membaca, dengan sendirinya minat baca masyarakat tersebut meningkat.
  4. Jikalau minat baca masyarakat tersebut sudah meningkat, dengan pasti mereka (masyarakat) akan lebih cinta terhadap perpustakaan.

LANDASAN TEORI

Menurut Supriyono, Pustakawan pada Universitas Gadjah Mada pengertian minat baca  secara umum adalah dorongan yang timbul, gairah maupun keinginan  yang besar pada diri manusia yang menyebabkan ia menaruh perhatian pada kegiatan membaca.

Membaca pada era globalisasi informasi ini merupakan suatu keharusan yang mendasar untuk membentuk perilaku seseorang. Dengan membaca seseorang dapat menambah informasi dan memperluas ilmu pengetahuan serta kebudayaan.

Tidak diragukan lagi, bahwa membaca merupakan sarana penting bagi setiap orang yang ingin maju. Karena dengan bacaan membuat mereka menjadi cerdas, kritis dan mempunyai daya analisa yang tinggi ( Lili Roesma, 1994). Dengan membaca selalu tersedia waktu untuk merenung, berfikir dan mengembangkankan kreativitas berfikir.

Mustofa W Hasyim dalam bukunya Make Everything Well khusus bab Menciptakan Keluarga Sukses (2005), menganjurkan agar tiap keluarga memiliki perpustakaan keluarga. Sehingga perpustakaan bisa dijadikan sebagai tempat yang menyenangkan ketika ngumpul bersama istri dan anak-anak.

Disamping itu, orang tua  juga perlu menetapkan jam wajib baca. Tiap anggota keluarga, baik orangtua maupun anak-anak diminta untuk mematuhinya. Di tengah kesibukan di luar rumah, semestinya orang tua menyisihkan waktunya untuk membaca buku, atau sekedar menemani anak-anaknya membaca buku. Dengan begitu, anak-anak akan mendapatkan contoh teladan dari kedua orang tuanya secara langsung.

PEMBAHASAN

Masyarakat kita terdiri dari berbagai latar belakang ekonomi, pendidikan, status sosial dan budaya serta adat-istiadat/kebiasaan yang beraneka ragam (majemuk). Jadi budaya dan kebiasaan masyarakatpun khususnya dalam hal membaca juga berbeda-beda, namun sebagian besar minat baca masyarakat kita memang tergolong rendah. Untuk meningkatkan minat baca masyarakat tersebut tentunya tidak mudah dan perlu waktu serta harus menjadi tanggung jawab kita semua. Hal ini peran keluarga sangatlah penting, artinya tiap keluarga mulai dari orang tua harus memberi contoh pada anak-anaknya dengan suka membaca, orang tua memilih memberikan hadiah pada anak saat ulang tahun berupa bingkisan buku dari pada benda lain. Dengan demikian sejak kecil/ dini anak telah terbiasa bergaul dengan buku, sehingga mempunyai kecintaan terhadap buku, menghargai akan isi buku dan akhirnya dapat meningkatkan kegairahan/minat untuk membaca buku. Disamping itu ada beberapa cara lain untuk meningkatkan minat baca pada anak yaitu:

  1. Bacakan buku untuk anak setiap hari (jadikan kebiasakan) bagi anak yang belum bisa membaca
  2. Bacakan dengan ekspresi
  3. Lakukan dengan kegiatan mendongeng
  4. Usahakan buku mudah dilihat dan dijangkau oleh anak
  5. Ajak anak ke tempat yang ada dibuku
  6. Perkenalkan anak pada bacaan-bacaan yang ada di sekitar kita
  7. Beri kesempatan mengarang
  8. Libatkan seluruh anggota keluarga
  9. Ajak anak bereksperimen
  10. Lakukanlah semua itu dengan gembira.

Tujuan Minat Baca

Secara umum minat baca mempunyai tujuan sebagai berikut:

  1. Mewujudkan suatu system penumbuhan dan pengembangan nilai ilmu yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
  2. Mengembangkan masyarakat baca/ reading society lewat pelayanan masyarakat perpustakaan dengan penekanan pada penciptaan lingkungan baca untuk semua jenis bacaan pada semua lapisan masyarakat.

Manfaat Membaca

Banyak manfaat yang diperoleh dari membaca. Dengan membaca seseorang dapat memperluas cakrawala ilmu pengetahuan, menambah informasi bagi diri sendiri, meningkatkan pengetahuan serta menambah ide seseorang. Jadi jelas pengaruh bacaan sangat besar terhadap peningkatan cara berfikir seseorang.

Menurut Gray & Roger (1995) menyebutkan beberapa manfaat membaca, antara lain:

  1. Meningkatkan Pengembangan Diri

Dengan membaca seseorang dapat meningkatkan ilmu pengetahuan. Sehingga daya nalarnya berkembang dan berpandangan luas, yang akan bermanfaat bagi dirinya maupun orang lain. Seorang pustakawan harus banyak membaca untuk mengembangkan prestasi dan meningkatkan karir mereka.

  1. Memenuhi Tuntutan Intelektual

Dengan membaca buku, pengetahuan pengetahuan bertambah dan perbendaharaan kata-kata meningkat, melatih imajinasi dan daya pikir sehingga terpenuhi kepuasan intelektual.

  1. Memenuhi Kepentingan Hidup

Dengan membaca akan memperoleh pengetahuan praktis yang berguna dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya dengan membaca cara perawatan buku, maka akan diperoleh pengetahuan perawatan buku.

  1. Meningkatkan Minatnya Terhadap Suatu Bidang

Seseorang yang senang buku internet misalnya dengan makin membaca buku-buku tentang internet, minatnya akan meningkatkan untuk mempelajarinya lebih mendalam.

  1. Mengetahui hal-hal yang Aktual

Dengan membaca seseorang dapat mengetahui peristiwa-peristiwa yang terjadi di lingkungan tanpa harus pergi ke lokasi, misalnya: adanya gempa bumi, banjir, kebakaran dan peristiwa yang lain.

Apabila masyarakat/ bangsa kita sudah menyadari betapa penting dan besarnya tujuan serta manfaat dari membaca, tentu/pasti dengan sendirinya minat baca masyarakat akan meningkat. Sehingga kegiatan membaca akan mendapat ruang/waktu tersendiri setiap hari pada tiap pribadi/seseorang dan akan menganggap buku sebagai sahabat dan akan menarik perhatian daripada tontonan di telivisi-televisi

KESIMPULAN

Dari uraian tersebut diatas dapat disimpulkan:

  1. Pembaca/masyarakat kita (Indonesia)  dapat memahami dan mengerti betapa pentingnya manfaat dan tujuan dari pada membaca.
  2. Minat baca harus dimulai sejak dini pada anak  tiap keluarga.
  3. Ada beberapa cara  untuk meningkatkan minat baca pada anak.
  4. Apabila masyarakat sudah dapat memahami dan mengerti tentang tujuan minat baca dan manfaat membaca, dengan sendirinya minat baca masyarakat tersebut meningkat.
  5. Jikalau minat baca masyarakat tersebut sudah meningkat, dengan pasti mereka (masyarakat) akan lebih cinta terhadap perpustakaan.

SARAN

Ada beberapa saran yang perlu diperhatikan dan ditindak lanjuti oleh semua pihak, untuk mewujudkan masyarakat kita mempunyai minat baca yang tinggi dan lebih mencintai perpustakaan, yaitu antara lain:

  1. Pihak pejabat  pengambil keputusan/kebijakan, pihak yang peduli akan keberadaan perpustakaan dan tidak kalah pentingnya para wakil rayat harus lebih memperhatikan keberadaan perpustakaan.
  2. Sarana dan prasarana perpustakan juga harus mendapatkan perhatian lebih.
  3. Berkaitan dengan sarana dan prasarana perpustakaan tersebut para pihak terkait harus menganggarkan dana khusus/ budget (alokasi APBD) untuk perpustakaan.
  4. Agar media massa dan eletronik agar  sering mengangkat seputar perpustakaan.
  5. Perlu mensosialisasikan Undang-undang No. 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan lebih sering/maksimal.

DAFTAR PUSTAKA

Lasa. HS. (2005). Manajemen Perpustakaan.Yogyakarta: Gama Media
Nurhadi, Muljani. (1983). Sejarah Perpustakaan dan Perkembangannya di     Indonesia. Yogyakarta: Andi Offset.
Soeatimah. (1992). Perpustakaan, Kepustakaan dan Pustakawan. Yogyakarta: Kanisius.
Sulistyo-Basuki. (1991). Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Sulistyo-Basuki. (1999). Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta: Universitas Terbuka.
Sutarno. (2003). Perpustakaan dan Masyarakat. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Kedaulatan Rakyat. (9 Agustus 2008). Minat Baca Belum Diimbangan Daya Beli.
Kedaulatan Rakyat. (12 Maret 2009). Menggiring Masyarakat Senang Baca Buku.
Kedaulatan Rakyat. (24 Maret 2009). Upaya Mengembangkan Perpustakaan Desa.
Sandrifna (24 Juli 2007). Mengatasi Rendahnya Minat Baca di Indonesia.
http: //www.banjar-jabar.go.id/redesign/cetak.php?=345

Penulis: Sri Rahayuningsih, SH.
Yogyakarta

Masukkan nama & email Anda untuk berlangganan artikel

About Pemustaka

Dengan senang hati kami akan menerima kiriman artikel anda. Anda bebas mengirim artikel, baik itu berupa Cerpen, Dongeng, Review, Informasi Lowongan Kerja, Promosi Perpustakaan, Catatan Harian dan lain-lain. Kirim ke : admin@pemustaka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


one × = 2

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Baca Jugaclose