Kita menyadari bahwa minat masyarakat perkotaan untuk mengunjungi perpustkaan bisa dibilang kurang. Merupakan suatu tantangan tersendiri untuk mengembangkan ide-ide guna memodifikasi suatu perpustakaan menjadi lebih menarik pada era modern ini. Perpustakaan yang diidentikkan dengan buku-buku lama, meja-meja yang tertata, dan suasana yang sunyi mungkin merupakan salah satu penyebab kurangnya minat masyarakat untuk berkunjung, perpustakaan yang seperti itu lebih sering dikatakan perpustakaan “jadul” atau jaman dulu. Untuk merubah opini masyarakat terhadap perpustakaan tersebut, saya mempunyai beberapa konsep yang harus diterapkan pada perpustakaan untuk menarik minat pengunjung. Pada artikel ini, konsep-konsep perpustakaan ideal lebih ditekankan pada Model Perpustakaan dengan mengaplikasikan teknologi, informasi dan komunikasi modern.
B. Permasalahan
Ada beberapa poin-poin permasalahan yang menjadi tantangan bagaimana cara penyelesaiannya dan terobosan apa yang perlu dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut. Berikut ini adalah permasalahan klasik yang perlu diselesaikan dalam mengubah perpustakaan menjadi perpustakaan yang dicintai masyarakatnya :
- Suasana yang kurang nyaman sering membuat pengunjung tidak betah berlama-lama
- Kurangnya fasilitas terutama fasilitas berbasis teknologi mengurangi minat para pengunjung untuk berkunjung ke perpustakaan
- Informasi kurang up to date, kurang lengkap atau minimnya referensi alternatif selain buku
- Pengelolaan yang kurang terorganisir, dan pengelola yang kurang interaktif
- Kurangnya publikasi terhadap keunggulan dan keistimewaan perpustakaan
- Kurangnya inovasi-inovasi cemerlang untuk membuat perpustakaan menjadi lebih inovatif
- Minimnya dana untuk membangun perpustakaan idaman masyarakat kota.
C. Tujuan
Menciptakan model perpustakaan yang inovatif, modivikatif dan mempunyai tingkat pengelolaan yang baik agar dapat menarik minat pengunjung agar datang ke perpustakaan. Kedua tujuan utama tersebut bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan. Jika perpustakaan menarik secara otomatis pengunjung pun akan tertarik.
D. Pembahasan
Permasalahan yang disebutkan tadi akan dibahas satu-persatu dengan beberapa terobosan baru untuk memetamorfosis sebuah perpustakaan ketinggalan jaman menjadi perpustakaan idaman. Ide-ide tersebut dituangkan dalam beberapa konsep.
- Modifikasi Perpustakaan
a. Konsep Tata Ruang
Idealnya modifikasi ruang untuk sebuah perpustakaan diperkotaan disesuaikan dengan kebutuhan lingkungannya, seperti :
v Ruang Diskusi yang biasanya sering dibutuhkan para pelajar kota untuk mengerjakan dan menyelesaikan tugas-tugas mereka dan untuk masyarakat umum yang membutuhkan ruang media diskusi dan referensi lengkap. Ruang diskusi dapat di desain dengan penggunaan meja bundar dan semakin berkualitas dengan tambahan pengeras suara untuk memenuhi kelengkapan fasilitas pada ruang tersebut
v Ruang Presentasi, dibutuhkan sebagai metode pembelajaran terkini. Sangat efektif untuk menjabarkan suatu buku yang dibahas ataupun hal lain yang membutuhkan visualisasi untuk penjelasannya. Tentunya ruangan ini harus dilengkapi dengan fasilitas standarnya seperti LCD, proyektor, perangkat komputer, dan sound sistem
v Ruang Baca, merupakan ruangan yang tertata rapi untuk para pembaca. Setting yang natural seperti dekorasi tanaman dapat menambah kenyamanan para pembaca di ruangan tersebut. Ruang baca tidak harus identik dengan kursi dan meja yang lebar, sedikit perubahan konsep seperti ruang baca lesehan (tanpa kursi) dan hanya dengan meja kecil dan matras sebagai alas mungkin lebih nyaman bagi para pembaca pada jaman sekarang, karena kenyamanan merupakan hal utama yang menentukan tertarik atau tidaknya pengunjung
v Ruang Administrasi. Ruangan yang digunakan untuk keperluan administrasi, baik administrasi keanggotaan, maupun inventarisasi dan peminjaman.
Perpustakaan ideal bukan berarti perpustakaan mewah. Mungkin bayangan anda ini adalah konsep perpustakaan mewah, untuk perpustakaan umum perkotaan ini hal yang wajar tetapi untuk perpustakaan kecil seperti perpustakaan sekolah umumnya hal ini pun dapat dilakukan dengan konsep yang minimalis. Tidak diperlukan ruangan besar untuk ruangan-ruangan tersebut diatas, hanya diperlukan ruangan kecil sesuai kebutuhan. Misalnya untuk ruangan diskusi hanya sebatas 5 – 8 orang atau ruang presentasi dengan kapasitas 6-10 orang cukup memungkinkan untuk berinteraksi satu sama lain dengan lebih fokus.
b. Sumber Informasi Alternatif berbasis Teknologi
Diperlukan referensi tambahan selain buku untuk menjadikan sebuah perpustakaan yang ideal di lingkungan perkotaan. Tidak dapat dipungkiri bahwa pada jaman sekarang fasilitas internet adalah salah satu faktor penting yang banyak diminati masyarakat. Untuk itu perpustakaan ideal hendaknya mengikuti jaman. Dengan menyediakan fasilitas :
v Hotspot. Penyediaan beberapa perangkat komputer untuk internet memerlukan biaya yang mahal, untuk itu agar fasilitas tersebut tetap hadir pada perpustakaan idaman hanya diperlukan Hotspot. Dengan demikian pengunjung tetap dapat menikmati fasilitas internet dengan memakai Laptop mereka. Hotspot sangat mungkin untuk menarik minat pengujung terutama di daerah perkotaan. Kurangnya informasi mungkin merupakan faktor yang menyebabkan penyediaan fasilitas tersebut masih minim di perpustakaan-perpustakaan. Padahal, adanya fasilitas hotspot sangat berpotensi untuk menambah daya tarik pengunjung
v Informasi Visual, informasi dalam bentuk tayangan visual seperti koleksi VCD atau DVD ilmu pengetahuan, politik, sosial, dsb. Merupakan suatu keunggulan tersendiri dalam memanfaatkan teknologi di dalam memodifikasi sebuah perpustakaan. Video-video berisi informasi terbaru mungkin menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung dan dapat merubah konsep perpustakaan yang hanya identik dengan sumber informasi berupa tulisan. Untuk itu diperlukan fasilitas yang mendukung konsep tersebut, seperti TV dan Pemutar Video. Penataan koleksi VCD atau DVD hendaknya dilakukan seperti penataan buku pada perpustakaan umumnya agar para pengunjung mendapat kemudahan dan kenyamanan dengan fasilitas tersebut terlebih bagi pengunjung yang membawa laptop, fasilitas ini akan sangat membantu dan mempermudah mereka memperoleh informasi secara lebih cepat.
c. Sumber Informasi Tertulis
Buku merupakan syarat wajib untuk sebuah perpustakaan tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan menyangkut penyediaan sumber informasi yang satu ini.
v Buku-buku yang disediakan harus up to date, atau di perbaharui secara periodik.
v Buku-buku yang disediakan hendaknya dilihat dari kebutuhan lingkungan sekitarnya, misalnya jika perpustakaan berada di lingkungan pemerintahan buku-buku yang disediakan mungkin lebih baik dominan politik. Untuk perpustakaan umum, buku-buku yang disediakan adalah tentang segala aspek kehidupan seperti ekonomi, sosial, politik, pertanian, perkebunan, peternakan, keterampilan, budaya, pariwisata, seni, pengetahuan umum, pertahanan, keamanan, psikologi, teknologi, agama, dsb.
v Untuk lebih menarik pengunjung, bisa juga disediakan bacaan hiburan seperti novel-novel, komik, koran, majalah, dsb.
2. Pengelolaan Perpustakaan
Untuk menciptakan suatu perpustakaan yang terkelola dengan baik mungkin terasa sulit jika perpustakaan itu mempunyai fasilitas yang cukup banyak. Kata pemeliharaan mungkin diidentikkan dengan dana. Tidak ada yang salah dari hal tersebut karena faktanya untuk menciptakan perpustakaan yang terkelola dengan baik diperlukan dana yang tidak sedikit. Perpustakaan idaman dapat diciptakan tergantung bagaimana pengelolaannya agar disukai dan dicintai masyarakat.
a. Pengunjung dengan sistem keanggotaan
Untuk menjaga keamanan agar tidak sembarang orang bisa masuk kedalam perpustakaan dan melakukan peminjaman harus dilakukan dengan sistem keanggotaan, yaitu hanya anggota yang terdaftar yang bisa masuk. Untuk pengunjung yang ingin masuk di wajibkan untuk mendaftar agar para pengunjung lebih terorganisir. Biaya pemeliharaan dapat diambil dari iuran anggota secara rutin. Iuran dapat ditetapkan sesuai dengan kualitas perpustakaan, Jika perpustakaan menarik, maka anggota akan semakin banyak dan dana untuk pemeliharaan akan semakin besar. Dengan demikian diharapkan perpustakaan akan semakin maju.
b. Empat “K”
Ada empat faktor yang perlu diperhatikan dalam menjaga kenyamanan para pengunjung perpustakaan. Kebersihan, Keindahan, Kerapian dan Ketertiban. Keempat aspek tersebut harus dijaga dan dipelihara secara rutin untuk menjaga kenyamanan para pengunjung.
c. Pengelola Interaktif
Pengelola perpustakaan merupakan orang-orang yang ramah dan cakap. Terampil dalam pekerjaannya. Pengelola yang baik adalah orang-orang yang interaktif terhadap pengunjungnya, dapat berdialog dengan pengujung dan memberikan layanan yang maksimal menjadi keunggulan tersendiri bagi sebuah perpustakaan idaman. Penampilan para pengelola perpustakaan yang unik dan menarik juga dapat menarik minat pengunjung dan meningkatkan kualitas perpustakaan, misalnya penyediaan seragam untuk para pengelola atau Pengelola perpustakaan yang memakai pakaian-pakaian yang unik seperti batik, atau baju daerah dapat menarik atensi masyarakat untuk datang.
d. Publikasi
Perpustakaan yang baik dengan fasilitas yang lengkap tidak cukup untuk menarik banyak pengunjung jika dikelola tanpa publikasi. Publikasi sangat penting untuk menginformasikan kepada masyarakat luas tentang kelebihan dan keistimewaan dari perpustakaan. Publikasi dapat dilakukan melalui :
v Media Cetak dan Elektronik
v Spanduk atau Baliho menarik
v Kegiatan-kegiatan Sosial, dll.
Dalam publikasi pada era sekarang tidak cukup hanya dengan mengatakan slogan-slogan kuno seperti “kunjungi perpustakaan agar tambah wawasan” atau “perpustakaan gudang pengetahuan”. Publikasi sekarang perlu di tekankan kepada keunggulan-keunggulan sebuah perpustakaan seperti fasilitas hotspot, ruangan diskusi, presentasi, atau ruangan ber-AC mungkin, dsb. dan kemudahan dalam menjadi anggota dan kenyamanan perpustakaan perlu dipublikasikan untuk menarik atensi masyarakat agar cinta perpustakaan.
3. Inovasi – inovasi yang dapat dilakukan pada Perpustakaan Kota
Untuk lebih menyempurnakan sebuah model perpustakaan yang ideal perlu dilakukan beberapa inovasi. Inovasi disini selain merupakan kreasi tambahan juga dapat dijadikan sebagai tambahan dana pemeliharaan perpustakaan sebagaimana yang telah disebutkan pada pembahasan sebelumnya. Untuk masalah dana, kita tidak bisa memajukan perpustakaan hanya dengan bantuan dana dari pemerintah, instansi ataupun organisasi semata tetapi ada inovasi lain yang dapat membantu tambahan dana pemeliharaan. Inovasi tersebut dipandang perlu untuk mewujudkan perpustakaan kota idaman masyarakat. Beberapa inovasi yang dapat dilakukan antara lain :
a. Tambahan Kios Fotokopi dan Alat Tulis
Kios fotokopi dan alat tulis sangat tepat dilingkungan perpustakaan karena sangat aplikatif, adanya inovasi tersebut dapat memberikan kemudahan tersendiri bagi pengujung.
b. Mini Café dan Softdrink
Untuk memenuhi kebutuhan pengunjung, Mini Café dan Softdrink dapat ditambahkan pada perpustakaan di ruangan atau area tersendiri sehingga bagi pengunjung yang ingin membeli ataupun mengonsumsi makanan atau minuman dapat dilakukan di Mini Café tersebut. Selain menjaga kebersihan perpustakaan inovasi ini dapat menjaga ketertiban perpustakaan agar pengunjung tidak makan dan minum didalam ruangan perpustakaan.
c. Pemberian Hadiah atau Penghargaan
Diperlukan apresiasi terhadap para pengunjung setia perpustakaan untuk memotivasi pustakawan lain agar lebih sering mengunjungi perpustakaan. Apresiasi itu dapat dituangkan melalui pemberian hadiah menarik ataupun pemberian penghargaan tertulis dari pihak pengelola untuk pengunjung terbaiknya.
d. Pembagian Doorprize
Menarik perhatian masyarakat dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah pembagian doorprize yang dilaksanakan secara periodik. Misalnya kepada tiga puluh pengunjung setia perpustakaan akan diikutkan pada undian doorprize yang diadakan tiga bulan sekali. Pembagian doorprize tentu akan berperan sebagai umpan agar masyarakat banyak yang mengunjungi perpustakaan.
e. Kegiatan Sosial
Sarana memasyarakatkan anggota dan upaya menganggotakan masyarakat. Kegiatan Sosial disini bertujuan untuk saling mengakrabkan satu sama lain antar anggota perpustakaan dan juga pengelola. Hal ini dilakukan agar para anggota lebih menyukai dan mencintai perpustakaannya. Dengan diadakannya aktivitas tersebut juga berperan sebagai media publikasi untuk menunjukkan solidnya anggota perpustakaan kepada seluruh golongan masyarakat agar mereka mempunyai keinginan untuk bergabung menjadi anggota. Beberapa bentuk kegiatan sosial yang dapat dilakukan diantaranya :
v Kegiatan Jalan Santai
Dapat dilakukan untuk menjaga keakraban para pustakawan yang diadakan secara rutin untuk mengisi waktu luang dengan kegiatan menarik dan bermanfaat.
v Nonton Bareng (Nobar)
Dapat dilakukan para anggota perpustakaan beserta pengelolanya dengan ruang lingkup umum agar lebih menjangkau masyarakat umum.
v Sosialisasi/ Seminar
Bentuk peran serta pustakawan untuk memberikan informasi kepada masyarakat luas tentang hal-hal penting yang mungkin berkaitan dengan kepustakaan.
v Penggalangan Dana
Kegiatan sosial dengan sasaran membantu orang-orang yang lebih membutuhkan dana dan bantuan seperti korban bencana alam, atau musibah lainnya.
v Bazar dan Pameran
Untuk menciptakan perpustakaan yang inovatif, penyelenggaraan Bazar atau pameran buku di perpustakaan tentu akan sangat menarik. Banyak kreasi yang bisa dituangkan para anggota perpustakaan untuk mengisi kegiatan tersebut misalnya Bazar dengan konsep kompetisi atau perlombaan atau Pameran yang tidak hanya menampilkan buku tetapi bisa juga berupa fotografi dan yang lainnya.
v Konser Musik
Kegiatan penyaluran bakat dan hobi dari para anggota ataupun para pengelola perpustakaan yang dapat dimanfaatkan sebagai media publikasi kepada masyarakat.
v Dll.
Kegiatan diatas hanyalah beberapa contoh kegiatan yang inovatif. Banyak kegiatan-kegiatan sosial lain yang dapat diselenggarakan guna menarik perhartian dan minat masyarakat terhadap suatu perpustakaan, yang terpenting adalah niat dan kemampuan kita untuk dapat membangun perpustakaan idaman yang modifikatif, inovatif dan mempunyai tata kelola yang baik karena segala sesuatu berawal dari niat.
Inovasi dapat dilakukan selama fungsi utama dari perpustakaan masih bisa berjalan. Demikian pembahasan tentang solusi-solusi dari permasalahan yang saya tuangkan dalam tulisan ini sebagai bentuk kepedulian saya terhadap tantangan dalam membangun masyarakat yang cinta akan perpustakaannya.
E. Kesimpulan dan Saran
Dari pembahasan diatas dapat kita simpulkan bahwa untuk membangun perpustakaan yang ideal dan merupakan idaman masyarakat, perlu dilakukan beberapa terobosan agar perpustakaan dapat berkembang sesuai dengan jaman yang semakin modern. Perpustakaan perlu dibangun secara modifikatif, inovatif dan baik dalam hal pengelolaan. Untuk itu semua diperlukan cara-cara jitu yang memahami apa kebutuhan masyarakat. Untuk melaksanakan itu semua diperlukan kerjasama dari semua golongan dan Tekad yang kuat yang memotivasi kita, kita pasti bisa mewujudkan masyarakat cinta perpustakaan.
Dalam pembangunan sebuah perpustakaan masih diperlukan bantuan dari pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam membangun perpustakaan. Terlebih masalah dana yang sering dikeluhkan dalam pembangunan tetapi jangan kita menyalahkan pemerintah terhadap masalah tersebut. Marilah kita sama-sama berjuang sesuai dengan kemampuan kita masing-masing. Ada ataupun tidak ada dana, mengembangkan perpustakaan merupakan kewajiban kita setiap saat karena perpustakaan juga dibangun untuk kita, untuk kemajuan bangsa.
Penulis : Adi Pandu Wirawan
Artikel Menarik Lainnya:
Anda sedang membaca artikel yang berjudul Modifikasi, inovasi, dan pengelolaan Perpustakaan kota dengan Kategori Artikel Perpustakaan. Anda boleh menyebarluaskan atau mengcopynya jika artikel ini sangat bermanfaat bagi tema-teman Anda, namun jangan lupa untuk meletakkan link Modifikasi, inovasi, dan pengelolaan Perpustakaan kota sebagai sumbernya.Jangan lupa klik Suka/Like ya:)
Silahkan berbagi!
Anda bisa menemukan artikel ini melalui URL http://www.pemustaka.com/modifikasi-inovasi-dan-pengelolaan-perpustakaan-kota.html. Topik Masyarakat Cinta Perpustakaan, perpustakaan gudang pengetahuan, sumber informasi alternatif berbasis teknologi.


Berlangganan Artikel via email, GRATIS
PENTING!!! Jangan lupa