Home / Berita Perpustakaan / Pengertian dan Istilah Informasi

Pengertian dan Istilah Informasi

Kata informasi berasal dari kata Perancis kuno informacion (tahun 1387) yang diambil dari bahasa Latin informationem yang berarti garis besar, konsep, ide. Informasi merupakan kata benda dari informare yang berarti aktivitas dalam pengetahuan yang dikomunikasikan.

Informasi merupakan fungsi penting untuk membantu mengurangi rasa cemas seseorang. Menurut Notoatmodjo (2008) bahwa semakin banyak informasi dapat memengaruhi atau menambah pengetahuan seseorang dan dengan pengetahuan menimbulkan kesadaran yang akhirnya seseorang akan berperilaku sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya.

Shannon dan Weaver [1949] didukung analisis tripartit mengenai informasi menjelaskan mengenai pengertian informasi, yakni:

  1. Masalah teknis yang berkaitan kuantifikasi informasi;
  2. Masalah semantik berhubungan dengan makna dan kebenaran; dan
  3. Apa yang disebutnya masalah “berpengaruh” tentang dampak dan efektivitas informasi tentang perilaku manusia, yang menurutnya harus memainkan peran yang sama pentingnya satu sama lain.

Luciano Floridi memberikan pengertian informasi yang juga menjelaskan bahwa informasi adalah sebuah labirin konseptual. Yang dia maksudkan sebagai labirin konseptual, informasi merupakan kerangka pemahaman yang tidak bisa dibentuk suatu pemandangan umum, tentang apa itu informasi. Melainkan melalui pemahaman yang lainnya, yang mendukung tentang pengertian informasi itu sendiri.

Misalkan, pengertian informasi sebagai bentukan dari pelbagai data. Pengertian informasi sebagai bentukan dari lingkungannya, pengertian informasi sebagai isi dari suatu kode semantik, atau pengertian informasi sebagai komunikasi data.

Pengertian Informasi Sebagai Paket dari Data

Istilah data atau informasi sering kali digunakan secara bergantian. Ada yang menyebut data, padahal informasi. Sebaliknya, ada yang mengatakan informasi padahal itu data. Oleh karena itu, sebelum penulis menjelaskan arti informasi, akan dijelaskan terlebih dahulu arti data. The Liang Gie menjelaskan bahwa Data atau bahan keterangan adalah hal, peristiwa atau kenyataan lainnya apa pun yang mengandung suatu pengetahuan untuk dijadikan dasar guna penyusunan keterangan, pembuatan kesimpulan, atau penetapan keputusan. Data adalah ibarat bahan mentah yang melalui pengolahan tertentu lalu menjadi keterangan.

Sementara itu, S. P Siagian menjelaskan arti data dan pengertian informasi, yaitu: Ada perbedaan konsepsial yang cukup prinsipil antara data dan informasi. Perbedaan yang biasanya dibuat adalah dengan mengatakan bahwa data adalah bahan baku yang harus diolah sedemikian rupa sehingga berubah sifatnya menjadi informasi. Perbedaan ini penting untuk disadari oleh karena sesungguhnya data tidak mempunyai nilai-nilai apa-apa untuk mengambil keputusan. Hanya informasilah yang mempunyai nilai, dalam arti bahwa informasi akan memudahkan seseorang pimpinan untuk mengambil keputusan.

Jelaslah bahwa data merupakan sumber, pengertian infomasi merupakan  bahan informasi, dan dengan sendirinya erat hubungannya dengan informasi. Didalam klipping, data tersebut merupakan sumber informasi, yaitu dalam hal ini diambil dari berbagai media cetak, sejalan dengan itu, agar data itu menjadi informasi yang bermanfaat bagi para pemakai jasa layanan informasi, data tersebut harus diproses terlebih dahulu melalui suatu penyeleksian yang cermat dengan memperhatikan antara lain, faktor-faktor kemutakhirannya, relevansinya, kebenarannya, dan seterusnya.

Data yang diproses, menjadi informasi atau tetap data, jika menjadi informasi, ini berarti bahwa data tersebut diperlukan untuk sesuatu kegiatan. Bila data itu tetap data, simpanlah ia ke dalam penyimpanan. Data yangdikumpulkan bersama-sama dengan data yang disimpan terlebih dahulu pada suatu ketika akan dikeluarkan karena dibutuhkan. Sejalan dengan apa yang telah dikemukakan diatas, maka menurut Gordon B. Davis yang dikutip oleh Onong UE mengatakan bahwapengertian informasi adalah, Informasi adalah data yang telah diproses ke dalam bentuk yang mempunyai arti bagi si penerima dan mempunyai nilai nyata dan terasa bagi keputusan saat itu atau keputusan mendatang. (Effendy, 1989 )

Jadi, dapat diambil kesimpulan bahwa pengertian informasi itu sangat erat hubungannya dengan data. Informasi itu berasal dari data. Data merupakan bahan mentah yang mengalami pengolahan dan pemrosesan, diolah dan diproses dalam format tertentu, yang memberikan arti kepada yang menerimanya dan dalam proses pengambilan keputusan.

Pengertian Informasi Sebagai Isi dari Suatu Kode Semantik

Ketika data telah terbentuk dan dipahami, hasilnya dikenal sebagai isi dari semantik (Bar-Hillel dan Carnap, 1953). Pengertian informasi, dipahami sebagai isi semantik, datang dalam dua varietas utama: faktual dan instruksional. Dalam contoh kita, seseorang bisa menerjemahkan lampu merah di jalan raya berkedip ke konten semantik dalam dua pengertian, yaitu:

  • Sebagai bagian dari informasi faktual, mewakili kenyataan bahwa terdapat mekanisme tertentu yang membuat si lampu merah berkedip.
  • Sebagai bagian dari informasi instruksional, menyampaikan perlunya tindakan tertentu, misalnya, Anda harus berhenti.

Pengertian Informasi sebagai suatu penanda kode semantik, dalam perihal informasi faktual, bisa dipahami sebagai realitas yang berjalan dalam lingkungan bagaimana informasi itu dipahami. Bagaimana riilnya, dalam parting-parting tertentu. Yang semacam ini seperti menjelaskan bahwa Laptop itu benda plastik. Parfum itu merupakan campuran bahan kimia. Pesawat terbang itu merupakan alumunium dengan berat tertentu. Karena memang demikianlah faktanya. Demikianlah apa yang telah menjadi bagian dari apa yang dipelajari manusia dalam kaitan partisif.

Sebaliknya, pengertian informasi intruksional, merupakan pengertian informasi yang menjelaskan bahwa informasi merupakan suatu pemilahan kode-kode transaksional. Bersifat konotatif, dan merupakan bagian dari mitos pula. Dalam hal ini adalah kesepakatan umum, bahwa suatu muatan informasi akan di maknai sesuai sebagai kode bersama.  Seperti, kecantikan itu adalah memoles bedak, merapihkan alis, memakai pewarna bibir, dan seterusnya.

Dalam sisi lain, kode bersama ini, bisa dilanggar kesepahamannya, dalam arti yang diinformasikan demikian, bisa tertolak oleh mereka yang tidak menjadi bagian dari kesepakatan. Misalkan dalam debat agama. Suatu pemuka agama tertentu berdebat tentang fungsi dari ibadat, bahwa beribadat itu harus ke masjid, sementara pemuka agama lain menuturkan bahwa Ibadat kepada Tuhan itu harus ke gereja, satu dengan yang lainnya bisa berbeda muatan informasis. Karena kodenya berbeda, maka akan sulit dicarikan kesepahaman dari informasi yang masing-masing berikan.

Pengertian Informasi dalam Fungsi dan Manfaat

Pengertian informasi dari sudut pandang fungsi informasi cukup beraneka ragam bergantung manfaatnya bagi setiap orang yang kebutuhannya berbeda-beda. Dilihat secara lebih jauh, fungsi informasi terus berkembang sesuai dengan bidang garapan yang dibutuhkannya. Namun setidaknya yang utama adalah sebagai data dan fakta yang dapat membuktikan adanya suatu kebenaran.

Sebagai penyalur hal-hal yang sebelumnya masih meragukan, sebagai prediksi untuk peristiwa-peristiwa yang mungkin akan terjadi pada masa yang akan datang. Informasi itu banyak fungsinya, tidak terbatas pada salah satu bidang atau aspek saja, melainkan menyeluruh, hanya bobot dan manfaatnya saja yang berbeda karena disesuaikan dengan kondisi yang membutuhkan. Fungsi utama informasi menurut Bruch dan Stractes dalam bukunya Information System : Theory and Practice seperti yang dikutip oleh Moekijat, yaitu:

  • Menambah pengetahuan atau mengurangi ketidakpastian pemakai informasi.
  • Mengurangi keanekaragaman.
  • Mengurangi keanekaragaman dan ketidakpastian untuk menyebabkan diambilnya suatu keputusan yang baik.
  • Memberikan standar-standar, aturan-aturan, dan aturan-aturan keputusan untuk penentuan dan penyebaran tanda-tanda kesalahan dan umpan balik guna mencapai tujuan kontrol.

Informasi yang diperoleh dapat mengurangi ketidakpastian bagi khalayak yang menerimanya sehingga dapat mengambil keputusan. Seperti yang dikemukakan oleh Gordon B. Davis yang dikutip oleh Widyahartono bahwa informasi mengurangi ketidakpastian. Ia mengubah kemungkinan-kemungkinan hasil yang diharapkan oleh pengambil keputusan saat ini atau mendatang. (Widyahartono, 1992)

Alasan untuk mendapatkan informasi adalah untuk mengurangi ketidakpastian atau keanekaragaman sebagai mana yang dimaksudkan dihubungkan dengan sejumlah alternatif-alternatif mungkin terkandung dalam suatu berita, jadi mengurangi ketidakpastian dan keanekaragaman sama dengan mengurangi jumlah alternatif yang mungkin banyak informasi dalam berita tersebut.

Pada umumnya, banyak bagian informasi yang mungkin berguna dan dengan cara apa saja dapat mempengaruhi tangggapan si penerima informasi dalam situasi tertentu. Beberapa pengertian informasi dapat berasal dari pengamatan perseorangan; kelompok; beberapa informasi lainnya berasal dari luar seperti majalah-majalah, surat kabar, dan lain-lain.

Banyak orang menggunakan istilah “era informasi“, “masyarakat informasi,” dan teknologi informasi, dalam bidang ilmu informasi dan ilmu komputer yang sering disorot, namun kata “informasi” sering dipakai tanpa pertimbangan yang cermat mengenai berbagai arti yang dimilikinya.

Masukkan nama & email Anda untuk berlangganan artikel

Kata Kunci Penelusuran:

arti kata informasi, istilah informasi, pengertian sumber informasi menurut notoatmodjo

About Pemustaka

Dengan senang hati kami akan menerima kiriman artikel anda. Anda bebas mengirim artikel, baik itu berupa Cerpen, Dongeng, Review, Informasi Lowongan Kerja, Promosi Perpustakaan, Catatan Harian dan lain-lain. Kirim ke : admin@pemustaka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


seven × 1 =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Baca Jugaclose