Home / Artikel Perpustakaan / Peran Ibu Dalam Membangun Keluarga Cinta Perpustakaan

Peran Ibu Dalam Membangun Keluarga Cinta Perpustakaan

Banjir informasi dari media elektronik kini sudah tak terelakkan lagi.  Tayangan televisi berupa infotainment, pengobatan alternatif, wisata, berita, film kartun serta sinetron  telah memenuhi hari-hari kita. Selain media elektronik seperti radio, televisi dan internet, media cetak pun  banyak memberikan informasi.

Di hiruk-pikuknya informasi dalam masyarakat, tentu perlu keterampilan untuk memilah  mana yang bermanfaat untuk kehidupan. Tidak semua informasi dapat digunakan untuk memecahkan persoalan yang dihadapi.

Sejak dulu,  buku sebagai sumber informasi dan ilmu pengetahuan  mempunyai nilai unik, karena dapat diwariskan dari masa ke masa dan dari generasi ke generasi, sehingga keberadaannya perlu dilestarikan. Adapun perpustakaan, merupakan tempat pengumpulan, pengelolaan, pelestarian dan penyebarluasan informasi. Perpustakaan menghimpun buku, majalah, dan bahan cetak lain serta koleksi dijital yang dapat dimanfaatkan oleh orang banyak.

PERMASALAHAN

Jika informasi dapat  diperoleh dengan mudah dari media elektronik dan media cetak di sekitar kita, masihkah buku dan perpustakaan diperlukan? Bagaimana masyarakat dapat memanfaatkan  perpustakaan secara optimal?

Ibu sebagai perpustakaan pertama bagi anaknya (T. Yahya: Duta Baca Indonesia, 2006), menyampaikan informasi dan ilmu pengetahuan kepada anak melalui kegiatan mendongeng, membacakan buku serta mendidik dan mengasuh setiap hari. Bagaimanakah peran ibu dalam membangun keluarga yang cinta perpustakaan?

TUJUAN

Pepatah tak kenal maka tak sayang, kiranya dapat menjadi acuan dalam mengenalkan perpustakaan kepada anak sejak usia dini, sehingga akan cinta perpustakaan hingga dewasa nanti.  Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui apa saja yang dapat  dilakukan ibu agar anggota keluarganya cinta perpustakaan .

LANDASAN TEORI

Dr. Yusuf Qaradhawi dalam bukunya Fiqih Wanita hal. 88,  menyatakan bahwa Tugas wanita yang utama adalah mendidik generasi baru. Mereka disiapkan Allah untuk tugas itu baik secara fisik maupun mental. Masa depan negara dam kesejahteraan umat manusia bergantung padanya.

Dengan bimbingan ibu,  anak diarahkan untuk mendapatkan informasi yang baik dan berguna, diantaranya dari buku bacaan, tayangan televisi serta games dari komputer atau internet  dan sumber-sumber lain dalam masyarakat.

PEMBAHASAN

1. Kegiatan Membaca Ibu dan Anak

Lihatlah seorang ibu dan anaknya yang baru mulai bisa membaca.  Dalam perjalanan ke suatu tempat mereka akan berhenti sejenak karena sang anak ingin membaca tulisan yang terpampang di papan pengumuman atau pada secarik kertas. Ibu dengan sabar akan menunggu anaknya sampai mengetahui apa yang tertulis itu. Perkenalan anak pada huruf biasanya dimulai sejak usia balita, dengan bimbingan  ibu maupun guru di Taman Kanak-Kanak .

Ketika anak beranjak remaja, bacaan mereka pun semakin beragam, sebutlah komik, majalah dan internet, dan tentu saja buku pelajaran di sekolah.  Kebiasaan Ibu membaca di rumah, baik buku, majalah atau koran akan diteladani anaknya. Dengan demikian orang tua tidak perlu memerintah anaknya untuk belajar dan membaca sementara dirinya sibuk menonton televisi, shopping atau melakukan hal-hal yang kurang bermanfaat.

2. Perpustakaan sebagai Sumber Informasi

Perpustakaan, apapun jenisnya, baik perpustakaan sekolah, perguruan tinggi, perpustakaan umum dan khusus menuntut pengelolanya bersikap ramah, handal dan profesional.

Kebanyakan perpustakaan mengelompokkan koleksinya berdasarkan sistem klasifikasi DDC. Sedangkan  koleksi yang dihimpun  akan disesuaikan dengan jenis perpustakaan dan kebutuhan penggunanya, misalnya perpustakaan perguruan tinggi akan mengutamakan koleksi yang sesuai dengan program studi yang ada.

Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, terjadi perubahan materi bahan pustaka. Jika dulu koleksi didominasi oleh buku, kini semakin banyak koleksi non-book material, dalam format CD, DVD, dan lain-lain. Bahkan dengan adanya dijitalisasi perpustakaan, digital content dari  perpustakaan perguruan tinggi atau negara lain dapat diakses dari mana saja, tidak perlu datang ke perpustakaan tersebut.

3. Pemanfaatan Perpustakaan oleh Ibu dan Anak

Ibu yang bekerja di suatu instansi dapat memanfaatkan perpustakaan di tempat kerjanya. Anak yang sudah bersekolah tentu diperkenalkan dengan perpustakaan oleh guru. Bagi ibu rumah tangga dan balita, perpustakaan umum terdekat atau perpustakaan keliling jika ada, dapat dimanfaatkan untuk menambah wawasan.

Kini, dengan menggunakan internet, informasi apapun dapat diperoleh hanya dengan mengklik  jari anda pada situs-situs tertentu.  Dalam buku New Directions in Human Information Behavior, edited by Spink & Cole, 2006. hal 206 dinyatakan….

There are now a bewildering number of choices with regards to digital information,

while previously there was very little, if any. The Web is really all about choice and the

excitement of making choices within information seeking, and therefore, the information

behaviors must surely reflect that. The problem has moved from having to put up with

something that was not quite perfect or relevant, to having to choose from an Aladdins

cave of shifting information sources. Just think of how you might behave in a small

corner shop, where you have to ask for the goods behind the counter, as opposed to a

store where you have a personal shopping trolley and were allowed to browse and pick

out anything you liked from the miles of shelves?

Ada efisiensi waktu  dan biaya, namun pengguna akan kehilangan kontak sosial secara langsung, dan perlu memilah informasi yang benar-benar diperlukan, dari banyaknya informasi yang dapat diunduh.  Penggunaan internet di rumah tentu saja menuntut adanya komputer atau laptop dan jaringan.

Sebagai sumber informasi, buku dan perpustakaan  serta digital  library dan internet masing-masing memiliki  nilai positif, sebagai berikut:

NILAI POSITIF BUKU/PERPUSTAKAAN DAN INTERNET/DIGITAL LIBRARY

BUKU/PERPUSTAKAAN INTERNET/DIGITAL LIBRARY
1.     Informasi buku mendalam, tidak   mudah usang, buku lebih tahan lama 1.  Informasi luas dan tidak terbatas
2.    Tidak memerlukan piranti lunak & keras 2.   Penyimpanan informasi tidak memakan tempat
3.    Terjadi kontak sosial di perpustakaan dalam layanan dan penelusuran informasi 3.   Privasi terjamin
4.     Buku dapat dibaca sambil lesehan 4.   Informasi dapat diakses dari jarak jauh

Dengan memerhatikan nilai positif diatas,  dapat diambil manfaat yang sebesar-besarnya dalam penggunaan perpustakaan dan internet, sesuai dengan kebutuhan.

Berdasarkan pembahasan di atas dan dari angket yang disampaikan kepada 50 orang ibu, dari 10 kota (masing-masing kota 5 orang),  yang berkunjung ke Observatorium Bosscha bersama keluarga atau anak didik, penulis dapat menjawab pertanyaan atas permasalahan yang diajukan, yakni bahwa

1.   buku masih diperlukan, tentu saja dalam proses belajar-mengajar di sekolah. Adapun dalam keluarga,  sebulan sekali  Ibu membeli buku untuk keluarga karena buku dapat dijadikan koleksi selain menambah wawasan (angket: no. 10-11)

2.  Pemanfaatkan perpustakaan secara optimal adalah dengan menggunakan sumber informasi yang tersedia secara tepat. Masyarakat memerlukan perpustakaan karena akan melakukan penelusuran informasi dan meminjam buku (angket: no. 12)

Adapun mengenai peran ibu agar keluarga mencintai perpustakaan, penulis paparkan dalam kesimpulan.

KESIMPULAN DAN SARAN

Seorang Ibu,  baik yang mendedikasikan seluruh waktu dan jiwa-raganya untuk keluarga demi menghasilkan generasi unggul, ataupun ibu yang beruntung dapat mengaktualisasikan pendidikan dan kemampuannya dalam suatu karir atau pekerjaan, tentu mempunyai peran dalam keluarganya. Adapun peran ibu dan apa yang dapat dilakukannya dalam membangun  keluarga yang cinta perpustakaan adalah:

a.   Ibu memberi teladan kepada keluarga dengan kegiatan membaca, yaitu membaca surat kabar dan majalah dan memanfaatkan internet serta mencari informasi ilmu pengetahuan dan teknologi dari berbagai sumber, beberapa  ibu dapat membaca satu buku dalam 1-2 hari. Jika ada dana, tentu  ibu ingin membeli buku  (angket: no. 1-3, 9)

b.      Mengelola perpustakaan di rumah, yaitu  menyimpan buku-buku pada rak atau di ruangan tersendiri (angket: no. 4)

c.     Mendukung kegiatan perpustakaan.  Ibu menganggap baik, jika siswa ikut terlibat dalam kegiatan di perpustakaan sekolah. Selain mau berpartisipasi dengan menyumbang 1-2 buku, ibu juga berkeinginan mengunjungi perpustakaan umum terdekat seminggu  sekali. (angket: no. 5, 6, 8, 9)

Saran penulis dalam rangka membangun keluarga cinta perpustakaan adalah

1.    Mengelola perpustakaan umum dan sekolah menjadi tempat yang menarik, dengan koleksi lengkap dan layanan prima serta fasilitas ruang yang nyaman dengan sofa (angket: no. 7)

2.  Pengembangan masyarakat. Agar pengetahuan  Ibu berimbang, kiranya perlu diperbanyak buku-buku sejarah dan biografi  dengan format yang menarik selain buku yang diperlukan dan dimintasi (angket: no. 2)

3.   Meningkatkan reward berupa buku. Misalnya kupon belanja buku, hadiah buku tentang hobi, kesehatan, kuliner, dan lain-lain, agar membaca buku menjadi kegiatan sehari-hari.

4.    Menggunakan fasilitas perpustakaan untuk berbagai kegiatan, misalnya pameran, bazar, kursus, rapat, dan lain-lain sehingga masyarakat akan terbiasa datang ke perpustakaan.

Semoga tulisan ini dapat bermanfaat untuk pengembangan perpustakaan dan masyarakat. Terima kasih kepada Ibu Cucu Suryati yang telah membantu menyebarkan angket kepada pengunjung Observatorium Bosscha selama bulan Juni dan Juli 2009

DAFTAR PUSTAKA

Alwasilah A.C dan Alwasilah S.Z, 2005. Pokoknya Menulis: Cara Baru Menulis dengan Metode Kolaborasi. Bandung: Kiblat

Qaradhawi, Y, 2007. Fiqih Wanita. Bandung: Jabal

Spink & Cole, 2006. New Directions in Human Information Behavior. Dordrecht: Springer

Yusuf, P.W, 2009. Ilmu Informasi dan Kepustakaan. Jakarta: Bumi Aksara

Zuriah, N, 2005, Meteoodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan: Teori dan Aplikasi. Jakarta: Bumi Aksara

Penulis: Elyani Sulistialie

Palembang

Masukkan nama & email Anda untuk berlangganan artikel

Kata Kunci Penelusuran:

elyani sulistialie

About Pemustaka

Dengan senang hati kami akan menerima kiriman artikel anda. Anda bebas mengirim artikel, baik itu berupa Cerpen, Dongeng, Review, Informasi Lowongan Kerja, Promosi Perpustakaan, Catatan Harian dan lain-lain. Kirim ke : admin@pemustaka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


× 8 = seventy two

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Baca Jugaclose