Home / Artikel Perpustakaan / Perpustakaan dalam Bayangan Kita

Perpustakaan dalam Bayangan Kita

Ada sebuah kemunduran dalam kegiatan membaca di masyarakat. Kendala yang sangat berperan dalam mengurangi minat masyarakat untuk membaca adalah masalah harga bacaan. Ini tentu juga tidak lepas dari keadaan ekonomi mayoritas masyarakat Indonesia yang saat ini tengah dalam kondisi terpuruk. Kemampuan beli masyarakat sangat rendah, membuat mereka lebih memilih menggunakan uang mereka untuk keperluan pokok sandang, pangan, dan tempat tinggal. Buku-buku yang bermutu bagus memang terkadang mahal, juga majalah-majalah yang memiliki ilmu-ilmu yang sangat bermanfaat. Mungkin Anda pernah mengalami tergiur oleh sebuah buku yang sangat menarik, seperti Harry Potter, tapi buku tersebut sangat mahal, sampai Rp 100.000,00, sedangkan Anda tidak memiliki uang sebanyak itu. Dan dalam banyak kasus seperti ini, yang sering kita lakukan adalah menyerah dan melupakan hasrat untuk membaca buku itu. Dan kalau pun Anda berniat dan berusaha keras untuk mengumpulkan uang, pada akhirnya uang yang terkumpul itu malah Anda pakai untuk membeli baju, membeli mainan, jalan-jalan, dan lain-lainnya. Intinya, membaca tidak pernah menjadi hal yang penting! Dalam kultur masyarakat Indonesia, membaca hanya kegiatan ringan sehingga dianggap tidak perlu memerlukan uang banyak untuk melakukannya.

Jika Anda menyadari hal ini, maka Anda juga pasti pernah bertanya dalam hati Anda, bisa tidak ya, membaca buku Harry Potter tanpa perlu membayar?. Dan pasti pikiran Anda akan menemukan jawaban yang sangat tepat namun sangat mengecewakan Anda. Ya, PERPUSTAKAAN!! Inilah satu-satunya tempat dimana kita bisa membaca buku tanpa perlu membayar mahal. Walau dengan daya tarik seperti itu, tetap saja Anda pasti sudah punya gambaran sendiri tentang suasana dan cap yang melekat pada perpustakaan. Ya, sejak dulu perpustakaan memang dilekati imej sebagai tempat yang membosankan dan hanya dipenuhi oleh kutu buku. Sebuah imej yang membuat banyak orang tidak berminat mengunjunginya. Apalagi dengan adanya kemajuan internet, kita lebih memilih untuk mencari di website-website dibandingkan harus membaca di perpustakaan. Imej ini cukup lama melekati perpustakaan, namun bukan berarti imej perpustakaan ini sudah tidak bisa diubah. Kita bisa mengubahnya. Yang terutama adalah bagaimana mengubah imej perpustakaan di mata kita sendiri. Bagaimana membuat perpustakaan yang ideal dan sesuai dengan harapan kita??

Hal yang terpenting dalam perpustakaan adalah koleksi bukunya. Inilah hal pertama kali yang akan menarik Anda untuk datang ke perpustakaan. Apalagi jika Anda bisa menemukan buku yang sangat ingin dibaca atau pun sangat perlu untuk dibaca. Novel Harry Potter atau buku referensi kuliah atau kamus lengkap bahasa Inggris atau komik Naruto atau berbagai bacaan lain, kelengkapannya adalah hal yang pertama menarik perhatian Anda. Jadi, hal pertama yang sudah pasti semua orang harapkan dari perpustakaan adalah buku yang tepat dan lengkap. Sebuah perpustakaan hendaknya memiliki segala jenis bacaan. Mulai dari buku yang berkualitas tinggi sampai yang berkualitas rendah. Semua itu karena orang cenderung untuk mencari hiburan di tengah kondisi yang sulit ini. Perpustakaan seharusnya bersifat umum, bukannya mengeksklusifkan diri dengan menetapkan jenis-jenis buku yang dianggap pantas sesuai standarisasi mereka sendiri. Anda tentu tidak ingin mengunjungi sebuah tempat dimana Anda ditertawakan dan dianggap bodoh hanya karena selera buku kita  bukan? Sebuah perpustakaan yang lengkap tanpa diskriminasi akan membuat kita sebagai pribadi menjadi lebih dihargai dan tidak dipandang sebelah mata. Saya yakin bahwa Anda semua pasti setuju dengan hal ini.

Cobalah Anda bayangkan! Anda datang ke perpustakaan dan menemukan buku-buku dengan bermacam topik yang sangat menarik. Ada rak buku sastra, rak buku pelajaran, rak komik, rak novel terjemahan, rak majalah dan tabloid, rak koran, dsb, lalu apa yang terjadi? Anda akan menghadapi tahap memilih buku. Dan Anda tahu pasti bagaimana sulitnya memilih satu atau beberapa dari puluhan atau mungkin ratusan buku yang ada. Sangat sulit! Apalagi jika Anda tidak sedang mencari sebuah  buku atau topik, bisa dibilang Anda sedang bosan dengan keseharian dan ingin mencari penyegaran melalui buku, maka akan menjadi sangat sulit. Oleh karena itu perpustakaan juga semestinya mempunyai sistem penataan buku. Dan bagaimana yang akan berfungsi sangat optimal bagi masyarakat umum?

Pada saat Anda mencari bacaan, Anda harus menyadari bahwa yang pertama kali Anda pikirkan bukanlah tentang sebuah topik, melainkan tentang kualitas dan level kesulitan. Yang pertama kali Anda pikirkan saat melihat buku adalah apa Anda mampu memahami buku yang Anda lihat atau tidak? Jika mampu, Anda menentukan apakah Anda ingin membaca isi dari topik dalam buku? Dan kalau Anda ingin, maka pertanyaan selanjutnya adalah apakah Anda membaca buku tersebut akan menghabiskan waktu Anda atau tidak? Itu semua adalah sebuah kejadian refleks dari setiap orang saat mereka melihat sebuah buku. Jika dilihat dari 3 pertanyaan spontan di atas, maka Anda akan menyadari bahwa Anda seringkali membuat kesalahan dengan hanya memusatkan pikiran pada sebuah topik yang Anda cari tanpa memperhitungkan kemampuan Anda untuk memahami sebuah bacaan. Dan akhirnya yang terjadi Anda tidak menemukan hal yang Anda inginkan. Buku yang Anda beli menjadi tidak berguna dan mungkin hanya menjadi barang pajangan atau mungkin langsung Anda jual lagi atau malah dibuang. Ini adalah sebuah realitas! Ada sebuah kondisi yang sering kita temui, yaitu di ruang tamu terdapat sebuah lemari buku yang besar dan berisi begitu banyak kamus dan ensiklopedi. Semua terlihat baru dan masih bagus, seakan tidak pernah disentuh. Anda mungkin berpikir keluarga itu sangat berkelas dan buku-buku itu sangat dirawat. Atau mungkin Anda mencoba menerima realitas bahwa sebenarnya buku-buku itu memang tidak pernah disentuh. Mungkin hanya setelah mereka membelinya. Baru membaca seperempat buku, mereka sudah tidak mengerti dan menyerah serta menjadi malas untuk membukanya lagi. Inilah yang selalu terjadi, bahkan pada buku-buku yang hanya sebagai hiburan, kalau tidak bisa dimengerti pembacanya maka akan menjadi tidak berguna. Sebuah buku yang sering dibaca sudah pasti tidak akan terlihat bagus dan baru. Walau mungkin bisa terlihat rapi, namun kertasnya pasti sudah berubah warna dan ada tandanya sendiri.

Dari 3 pertanyaan spontan yang tersebut di atas, maka yang kita inginkan dari perpustakaan adalah penataan buku yang tepat. Namun, yang sering kita jumpai di perpustakaan, mulai dari SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi, hingga perpustakaan umum, adalah penataan berdasarkan topik. Tanpa ada penggolongan yang lebih spesifik, pengelola perpustakaan langsung saja menggelontorkan puluhan buku dengan judul yang bertema sama ke dalam satu rak dan hanya menyusunnya sesuai abjad. Dan seperti yang kita tahu, di beberapa perpustakaan, kita tidak diperbolehkan mengambil buku lalu meletakkannya kembali, kita juga tidak boleh membaca di lorong/gang/celah antar rak buku, kita harus mengambil dan membawanya ke meja tempat membaca dan jika sudah selesai, buku itu harus diletakkan di rak tersendiri untuk nanti dibereskan oleh staf perpustakaan. Bagaimana mungkin Anda harus mengambil semua buku di rak tersebut? Jelas itu tidak mungkin! Tempat seperti itu tidak lebih dari toko buku dimana buku harus dibeli dulu baru kita bisa membaca dan menilai kualitasnya.

Untuk itulah, seharusnya pengelola perpustakaan menerapkan pengklasifikasian buku-buku dan bacaan lain yang ada menurut beberapa kriteria. Ada 3 hal yang mendasari penilaian awal dalam pengelompokan buku, yaitu bobot buku , rating penjualan buku, dan topik buku. Bobot atau level kesulitan sebuah buku hendaknya dinilai sendiri oleh pengelola perpustakaan, atau pun bisa meminta pendapat seorang ahli, sehingga para pengunjung atau pun pegawai tidak menemui masalah jika harus memilih buku atau memberi saran kepada pengunjung. Adapun rating penjualan buku bisa didapatkan dari perusahaan percetakan yang menerbitkan buku tersebut. Sedang topik buku menjadi yang terakhir diperhitungkan karena tidak akan terlalu mempengaruhi minat pembaca. Jika sudah punya topik yang ingin dicari, maka Anda hanya memerlukan sebuah referensi buku yang mendukung kebutuhan dan kemampuan Anda. Ketiga kriteria ini harus dilakukan secara bertahap dan berurutan agar tidak terjadi kekeliruan. Semua hal ini menunjukkan kualitas dan kredibilitas pengelola perpustakaan dalam memenuhi kebutuhan pengunjung.

Setelah Anda merasa lebih mudah memilih buku, maka Anda menginginkan sebuah kondisi dan suasana yang nyaman dan santai. Anda menginginkan beberapa sarana dan prasarana yang tidak akan mengganggu Anda dalam membaca namun malah mendukung kenyaman Anda. Mulai dari hal yang paling kecil yaitu peletakan buku yang rapi dan mudah dijangkau. Anda tentu menginginkan agar dapat melihat judul buku dengan jelas. Untuk itulah buku-buku itu harus disusun rapi agar bagian sisi kiri, dimana terdapat judul dan nama pengarang, dapat terlihat jelas tanpa Anda harus mengambilnya terlebih dahulu. Rak tempat buku juga tidak boleh terlalu tinggi karena akan menyulitkan Anda untuk melihat dan mengambil buku. Dibutuhkan penyesuaian dengan tinggi standar yang umum, yaitu kurang ± 1,5 m. Setelah itu Anda dapat memilih dan mengambil dengan nyaman tanpa mengurangi minat untuk membaca. Ambillah satu buku, lalu di mana Anda ingin duduk dan membacanya? Tempat duduk yang Anda inginkan adalah meja  sempit memanjang yang rendah dan dialasi karpet sebagai tempat Anda duduk. Anda mungkin tidak menyadari, tapi formasi seperti ini lebih membuat Anda merasa nyaman. Hal ini dikarenakan kita tidak perlu repot menarik kursi dan membereskannya. Meja ini juga sangat lebar dan berat sehingga tidak akan mudah digeser. Anda bisa langsung duduk dan bebas memilih tempat yang kosong. Dan kebersihan pun sudah tentu menjadi faktor penting agar tidak mengurangi kenyamanan Anda. Kemudian, ada satu hal lagi yang jarang Anda temukan di perpustakaan, meskipun hal ini sangat penting. Apa Anda pernah mengalami sedang iseng membaca buku tanpa tujuan, lalu tanpa sengaja Anda menemukan sebuah informasi yang baru dan menarik? Namun sayangnya, Anda tidak membawa alat tulis karena sejak awal Anda tidak berniat untuk membaca buku tersebut. Informasi itu bisa saja sangat penting dan bisa memberi ide untuk tugas atau pekerjaan Anda, tentu sangat disayangkan jika Anda tidak dapat menyimpannya karena mungkin Anda akan cepat melupakannya. Oleh karena itu, sebuah sarana kertas memo dan pulpen dibutuhkan di setiap meja di perpustakaan. Mungkin tidak akan terlalu sering terpakai, tapi pasti akan terpakai! Pasti! Jika semua sarana yang telah disebutkan tadi dapat dipenuhi, Anda hanya memerlukan satu lagi dalam hal prasarana, yaitu karyawan perpustakaan yang bermutu. Dalam hal ini maksudnya adalah karyawan yang mengenal baik struktur perpustakaan, mempunyai pengetahuan mencukupi untuk memberi saran dalam memilih buku, serta ramah dan sopan. Malah pada banyak kesempatan, Anda cenderung melihat dari baik tidaknya karyawan-karyawan yang melayani di sebuah perpustakaan untuk menilai mutu sebuah perpustakaan. Sekarang tentu Anda bisa memikirkan banyak faktor lain yang bisa menjadi pertimbangan dalam mengunjungi perpustakaan.

Nah! Jika semua sudah tersedia, maka sudah dipastikan Anda akan merasa nyaman membaca di perpustakaan. Tidak ada perasaan bosan dan bingung jika melihat begitu banyak buku yang berhimpit-himpitan di dalam rak. Anda pasti mengerti bagaimana semua hal itu sangat mendukung kegiatan apapun yang ingin Anda lakukan di perpustakaan. Entah itu membaca, mencari referensi, membuat tugas, ataupun hanya membaca santai dan mencari hiburan. Inilah perpustakaan yang pasti sangat ideal dan selalu Anda bayangkan, walau mungkin Anda tidak bisa menyadarinya. Apa yang akan Anda putuskan? Menerima pernyataan ini atau tidak, itu semua terserah pada pemikiran Anda. Namun yang pasti, pikirkanlah! Kapan Anda akan mengubah pandangan Anda dan mulai memanfaatkan perpustakaan? Apa yang Anda inginkan dan kapan Anda akan mencarinya? Bagaimana Anda mendapatkan yang diinginkan dan untuk siapakah semua yang Anda dapatkan dari sebuah BUKU???

Penulis: PETRUS HERI S

Masukkan nama & email Anda untuk berlangganan artikel

About Pemustaka

Dengan senang hati kami akan menerima kiriman artikel anda. Anda bebas mengirim artikel, baik itu berupa Cerpen, Dongeng, Review, Informasi Lowongan Kerja, Promosi Perpustakaan, Catatan Harian dan lain-lain. Kirim ke : admin@pemustaka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


1 + = four

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Baca Jugaclose