Home / Artikel Perpustakaan / Perpustakaan Dengan Tata Ruang Elips Sebagai Solusi Sistem Open Access Dalam Permasalahan Ketidakteraturan Pengembalian Buku

Perpustakaan Dengan Tata Ruang Elips Sebagai Solusi Sistem Open Access Dalam Permasalahan Ketidakteraturan Pengembalian Buku

Di abad 21 ini yang menjadi kebutuhan dasar adalah pendidikan. Adanya sekolah gratis yang digalakkan pemerintah, wajib belajar dari 9 tahun yang kini meningkat menjadi 12 tahun ( Kab. Bantul dan Bali), adanya program sertifikasi guru bagi tenaga pendidik, semuanya adalah upaya pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

Hal yang tak kalah penting dalam menunjang peningkatan kualitas pendidikan yakni adanya perpustakaan. Meningkatnya mutu perpustakaan secara tidak langsung akan berpengaruh dalam meningkatkan mutu pendidikan. Hal tersebut dikarenakan perpustakaan tak dapat dipisahkan dari pendidikan. Untuk itu dibutuhkan pengelolaan perpustakaan yang berkualitas agar menunjang pendidikan yang berkualitas pula.

Berkaitan dengan pengelolaan perpustakan, salah satu hal yang dibahasa yakni tentang system pelayanan peminjaman. Terdapat istilah Open access dan Close access untuk penyebutan system pelayanan peminjaman buku. .Prosedur layanan salah satunya berkaitan dengan proses pinjam meminjam buku yang dibedakan atas open access (system terbuka) dan close access (system tertutup). Dalam perpustakaan dengan sistem terbuka , pengunjung diberi kebebasan sepenuhnya untuk melayani diri sendiri. Petugas hanya merupakan pengawas saja tak perlu membantu mereka dalam mencari buku karena pengunjung dianggap telah dapat mencari sendiri. Segala keperluanya telah disediakan dengan petunjuk-petunjuk  yang jelas, misalnya katalog yang dilengkapi dengan petunjuk cara memakainya, susunan buku dengan petunjuk tempat  dan pengelompokannya.

Dewasa ini perpustakaan open access atau system pelayanan terbuka lebih banyak digunakan daripada perpustakaan dengan system pelayanan close access. Meskipun lebih banyak digunakan dibanding close access bukan berarti system open access bebas dari kelemahan yang ada, salah satunya ketidakteraturan dalam pengembalian buku. karena kurangnya pengawasan petugas dan tata letak pengaturan rak yang kurang efektif.

B. Latar Belakang Masalah

Dewasa ini jarang dijumpai perpustakaan yang msih mnerapkan close access dalam pelayanannya. Hal tersebut dikarenakan system ini seolah membatasi keleluasaan para pencari info maupun pembaca di perpustakaan. Sebagai gantinya, kini perpustakan menerapkan open access yang dipandang lebih leluasa dalam melayani pembaca. System open access yang memungkinkan para pembaca bebas memilih dan membaca buku mana yang mereka inginkan.

Meskipun begitu, system Open access juga mempunyai kendala. Kendala yang sering dihadapi dalam pelayanan open access biasanya letak buku yang tidak sesuai  dengan tempat semula atau yang tertulis dalam daftar katalog. Hal tersebut dikarenakan jika ada pembaca yang tertarik dengan  sebuah buku namun tidak meminjamnya, biasanya akan menaruh buku tersebut ke rak yang berlainan dari letak semula dengan harapan buku tersebut tidak dibaca orang lain.

Akibat ulah sekelompok orang seperti ini, menyebabnya ketidakteraturan letak buku-buku dalam perpustakaan yang menerapkan system open access. Hal tersebut tentu saja akan menyulitkan pembaca lain yang juga membutuhkan buku tersebut. Pembaca lain tentu menjadi kesulitan dan kadang protes dengan petugas karena buku yang dicari tidak terletak sesuai dengan yang tertulis di catalog.

B. Tujuan

Tujuan penerapan model elips dimaksudkan untuk meminimalisir penyalahgunaan dalam bentuk pengembalian buku yang tidak teratur.

C.Landasan Teori

Perpustakaan sebagai lembaga informasi dalam memberi pelayanan informasi kepada masyarakat tidak menitikberatkan kepada pencarian keuntungan materi. Dalam mencapai tujuan  perpustakaan  sama dengan organisasi lain  yang berorientasi kepada keuntungan antara lain dengan menerapkan filosofi  dan prinsip-prinsip promosi. Dalam memberikan pelayanan itu pada hakikatnya perpusakaan memberi produk  yang berupa jasa . Oleh sebab itu, perpustakaan dapat dikatakan sebagai lembaga yang membantu orang yang datang untuk memanfaatkan jasanya (Wisdom, 1974)

Secara sederhana  dapa dikatakan bahwa  tugas pokok perpustakaan adalah mengumpulkan bahan pustaka dari masa lalu dan sekarang serta menyimpan dan menyediakannya  untuk mpemakai kini dan masa dating. Dengan demikian perpus mempunyai dua fungsi utama  yakni fungsi dokumentasi dan pelayanan informasi. Informasi yang dimaksud dalam hal ini adalah informasi yang terekam dalam  berbagai media. Sebagian besar  informasi yang dikumpulkan saat ini adalah dalam media tertulis atau tercetak.

Membaca adalah menganalisis hal yang penting, memberi tingkatan pada hal kurang penting dan mengabaikan hal yang dianggap tak penting dalam tulisan. Daya pikir untuk menyerap bacaan dan kemampuan merangkai logika dalam tulisan merupakan salah satu indicator kuatnya Sumber Daya Manusia dalam sebuah Negara. Perpustakaan sebagai salah satu tempat membaca yang paling banyak dikunjungi.

D. Pembahasan

Dari uraian yang telah disampaikan di atas maka solusi yang bisa diterapkan yakni menggunakan model elips. Bentuk elips ini sitem kerjanya  penataan rak-rak yang melingkar, sejajar dengan dinding atau bahkan berhimpit dengan dindin. Model ini menghindari penataan rak rak buku yang bersekat-sekat. Model ini tidak jauh berbeda dengan model yang sudah ada hanya merubah tata letak penempatan buku diubah menjadi elips. Hal ini bertujuan untuk mempermudah pengawasan.

Kelebihan model elips yakni petugas perpustakaan dapat dengan mudah mengawasi pembaca. Selain itu dengan model ini tentu tidak kan banyak menyerap tenaga perpustakan yang dipakai, juga posisi para pembaca akan berada di tengah-tengah di antara kelilingan rak buku. Dengan begitu maka petugas dapat mengawasi aktifitas pembaca secara focus tanpa terhalang rak-rak yang lain. Dengan begitu tindakan pembaca yang memindah-mindahkan bahan pustaka dapat diminimalisir. buku-buku yang telah diambil dan tidak dipinjam akan terletak di tengah-tengah para pemaca dan tidak terpencar-pencar. sehingga petugas akan lebih mudah mengembalikan buku ke tempat semula.

Keuntungan model ini begitu para pembaca meletakkan buku tidak pada tempatnya akan segera diketahui petugas dan akan lebih mudah penanganannya, karena pengawasan model ini lebih leluasa. Hal itu disebabkan petugas langsung menghadap kepada para pembaca tanpa terhalangi rak-rak buku yang lazimnya diletakkan berjajar dan saling berhadapan. penanganan lain yang bisa dilakukan yaitu dengan memberi tulisan-tulisan peringatan di setiap rak-rak buku agar para pembaca menaruh buku yang telah selesai dibaca di tempat yang telah disediakan sehingga pengembalian buku secara sembarangan dapat diminimalisir.

D. Kritik dan Saran

Model ini bukan berarti bisa benar-benar menghilangkan ketidakteraturan pengembalian buku, namun diharapkan dapat meminimalisir kesalahan yang ada. Betapapun bagusnya suatu aturan maupun cara, semuanya tetap tergantugng dari individu masing-masing dalam menyikapinya. Keteraturan dapat dimulai dari diri sendiri dengan didukung oleh peraturan yang  telah ada.

Daftar Pustaka

HS, Lasa.2002. Membina Perpustakaan Madrasah dan Sekolah Islam. Yogyakarta : Adicita Karya Nusa

_______. 2005. Managemen Perpustakaan. Yogyajarta : Gama Media

Laksmi.2006. Tinjauan Kultural Terhadap Kepustakawanan.Depok :      UI

Nurhadi, Muljani.1983. Sejarah Perpustakaan dan Perkembangannya. Yogyakarta : Andi offset

Prostano, Emanuel.1972. Audiovisual Media and Libraries. Littleton : Libraries Unlimited, inc

Soedibyo, Noerhayati. 1988.Pengelolaan Perpustakaan.Bandung : PT Alumni

Sudarsono, Blasius.2006.Antologi Kepustakawanan Indonesia. Jakarta : Sagung Seto

Sumardji. 1982. Pelayanan Perpustakaan. Yogyakarta : Kanisius

Penulis: Fitri Kurniasari

Kretek Bantul Yogyakarta

Masukkan nama & email Anda untuk berlangganan artikel

About Pemustaka

Dengan senang hati kami akan menerima kiriman artikel anda. Anda bebas mengirim artikel, baik itu berupa Cerpen, Dongeng, Review, Informasi Lowongan Kerja, Promosi Perpustakaan, Catatan Harian dan lain-lain. Kirim ke : admin@pemustaka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


two + = 5

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Baca Jugaclose