Home / Artikel Perpustakaan / Perpustakaan Gerbang Dunia

Perpustakaan Gerbang Dunia

Semakin pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan, mendorong manusia untuk terus berkereasi dan berkarya dalam persaingan ilmu pengetahuan. Jika seseorang tidak memiliki kemauan untuk terus maju, maka hanya ketertinggalan yang di alami dalam hidupnya di tengah arus globalisasi dunia.

Di zaman seperti ini telah banyak cara yang dapat ditempuh untuk memperoleh informasi dan pengtahuan. Terutama bidang teknologi, browsing internet merupakan hal yang lumrah di lakukan untuk mencari dan menelaah sebuah informasi. Namun, tidak seutuhnya teknologi membawa dampak positif, adakalanya teknologi juga membawa dampak negatif bagi manusia.

Disamping itu, bahan bacaan juga bisa menjadi alternatif terbaik dalam mencari sebuah informasi. Puluhan surat kabar beredar di tengah masyarakat, penerbit dan penulis tumbuh bak jamur di tengah persaingan yang semakin ketat. Itu artinya, buku masih menjadi primadona bagi masyarakat dalam menganalisis sebuah informasi maupun pengetahuan. Meskipun tidak sedikit orang yang memandang enggan pada sebuah bacaan karena telah terhipnotis perkembangan teknologi dunia.

Salah satu cara untuk memperoleh sebuah bacaan yang lengkap, maka didirikanlah sebuah perpustakaan dimana terdapat ratusan koleksi bahan bacaan baik secara tertulis maupun tercetak yang di organisasikan dengan sistem tertentu agar dapat di gunakan dalam keperluan studi, penelitian, bacaan umum dan lain-lain. Karena itu pula sejak zaman dahulu perpustakaan berfungsi vital dalam usaha pengembangan maupun peningkatan pengetahuan bagi manusia. Disamping itu, sebagian masyarakat berpendapat bahwa perpustakaan mempunyai fungsi intelektual sebagai sumber ilmu pengetahuan, juga mempunyai fungsi ekonomis dimana masyarakat bisa mendapatkan ilmu pengetahuan dengan mudah dan hemat biaya, fungsi sosial sebagai sumber alat penghubung antar generasi dan bangsa kemudian fungsi kultural sebagai tempat pemeliharaan bahan-bahan bernilai hasil budaya manusia.

Dalam sebuah lembaga pendidikan, perpustakaan memiliki peran cukup penting sebagai pelaksanaan program pendidikan yakni sebagai penyedia bahan-bahan ilmu pengetahuan maupun buku-buku dan koleksi lainnya yang di pelajari dan dikembangkan dari pengetahuan yang di dapat dari pendidikan formal.

PERMASALAHAN

Peribahasa yang menyatakan Buku adalah jendela dunia ternyata tidak banyak membawa pengaruh bagi masyarakat secara umum. Berbagai alasan dikemukakan, ada yang berpendapat bahwa teknologi merupakan sarana medapatkan informasi secara efisien sehingga justru warung-warung internet  yang bertebaran hampir di sepanjang jalan selalu memiliki peminat yang besar hingga tak pernah sepi di kunjungi banyak orang.

Berbeda halnya dengan perpustakaan yang memang masih sederhana, fasilitas yang di utamakan adalah bahan refrensi dalam teks yang terkadang membuat sebagian orang jenuh karena tidak semua orang menaruh minat pada bacaan.

Hal ini menjadikan banyak masyarakat tidak terlalu berminat untuk datang menginjakan kaki di perpustakaan. Adapula yang meyatakan suasana perpustakaan yang terlalu hening menjadikannya merasa tidak nyaman untuk berlama-lama atau sekedar membaca buku.

Dapat di simpulkan permasalahan utama yang di hadapi adalah dari sifat dan karakter pribadi seorang manusia masing-masing, namun hal itu pasti dapat di atasi dengan mudah dan inilah yang akan menjadi pekerjaan rumah bagi Dinas Pemerintahan untuk bisa lebih memperhatikan keadaan perpustakaan agar dapat berkembang lebih baik lagi. Pendapat Mat Dhelan menyatakan Perpustakaan merupakan barometer dari kemajuan suatu Negara dan tingkat kecerdasan bangsa.

TUJUAN

Tujuan dari penulisan ini adalah menelaah secara jauh tentang kegiatan, sistem dan informasi lainnya mengenai keperpusatakaan. Mempelajari serta menganalisis pengertian, fungsi dan lain-lain dari bidang perpustakaan yang banyak dari sebagian orang tidak mengetahuinya.

Kegiatan yang di adakan oleh lembaga teratama ini cukup membawa hal positif bagi para peminat yang hendak menuliskan pengetahuannya dalam bidang perpustakaan. Membuka peluang baru bagi para penulis yang telah mengirim dan membuat karya tulisnya, karena selain menulis banyak informasi dan pengetahuan yang di dapat dari setiap refrensi yang digunakan.

LANDASAN TEORI

a.  Pengertian Perpustakaan

Di himpun dari Encyclopedia Britannica terbitan tahun 1960, menyatakan bahwa suatu perpustakaan dari bahasa latin liber yang berarti buku adalah himpunan bahan-bahan tertulis atau tercetak dan di organisasikan untuk tujuan studi dan penelitian atau pembacaan umum atau kedua-duanya.

Jika di terangkan lebih lanjut, terlalu banyak definisi dari perpustakaan yang dinyatakan oleh para ahli karena sifatnya yang luas. Sebagian mengambil kesimpulan dan pengertian dari segi gedung  namun ada pula yang lebih menekankan dalam pengertian dari segi koleksi atau bahkan kedua-duanya.

b.  Macam-macam perpustakaan

Perpustakaan dapat di arahkan untuk berbagai tujuan/kebutuhan sehingga banyak berbagai macam orang memanfaatkannya dengan cara berbeda dan hal ini menjadikan perpustakaan terbagi dalam berbagai jenis, ada berbagai macam perpustakaan yang berdiri di Indonesia, antara lain :

1)  Perpustakaan Nasional

Merupakan suatu gedung perpustakaan satu-satunya di suatu negara dengan koleksi berasal dari terbitan karya tulis, cetak mapun grafis lainnya. Perpustakaan Nasional Indonesia sendiri terletak di wilayah Salemba, Jakarta Pusat. Disana tersimpan banyak koleksi buku maupun surat kabar dari zaman lampau. Bak sebuah museum, di perpustakaan itupun tersmpan beberapa benda yang mempunyai nilai historis bagi Indonesia.

2) Perpustakaan Perguran Tinggi

Merupakan perpustakaan milik Universitas, Institut maupun Akademi yang di fungsikan sebagai sarana pununjang pelaksanaan pendidikan dari perguruan tinggi yang bersangkutan sebagai sumber refrensi terhadap pelaksanaan tugas-tugas.

3)  Perpustakaan Sekolah

Perpustakaan yang didirikan di sebuah lembaga pendidikan baik SD, SMP, maupun SMA yang digunakan sebagai tempat menyimpan buku yang berguna sebagai penunjang pendidikan dari tugas-tugas sekolah. Umumnya perpustakaan ini tidak terlalu besar, hanya sebuah ruangan yang cukup luas di lingkungan sekolah.

4) Perpustakaan Umum

Adalah perpustakaan yang bersifat umum dengan koleksi yang digunakan sebagai penunjang pengembangan pengetahuan di tengah lingkungan masyarakat. Umumnya terletak di wilayah yang cukup strategis agar mudah di tempuh bagi masyarakat yang memang membutuhkan informasi dan fungsi dari perpustakaan.

5) Pepustakaan Khusus

Perpustakaan dengan koleksi tertetu yang berguna sebagai penunjang dan pengembangan pengetahuan masyarakat dalam lingkungan khusus, seperti bidang ilmu pengetahuan tertentu, misalnya perpustakaan kedokteran, perpustakaan musik begitupula dalam bidang keagamaan. Umumnya masjid, gereja maupun tempat peribadatan lainnya telah melengkapi fasilitas dengan mendirikan perpustakaan di lingukungan tersebut.

6) Perpustakaan lembaga/ yayasan

Merupakan perpustakaan milik suatu lembaga maupun yayasan sebagai sarana penunjang pelaksanaan tugas maupun pengembangan kerjasama kebudayaan dari lembaga yang bersangkutan.

c.     Fungsi Perpustakaan

Perpustakaan merupakan suatu dunia yang tidak mengenal batas waktu, ruang/ tempat, dan batas-batas lainnya. Karena apa yang dijadikan koleksinya merupakan hasil pemikiran manusia dari berbagai ahli yang mempunyai berbagai bidang keahlian, dari berbagai tempat, waktu, kebangsaan, agama dengan berbagai cara menghasilkannya.

Dalam diktat mata pelajarannya yang berjudul Perpustakaan dan Oraganisasinya dengan jelas Murjopranoto menyatakan bahwa perpustakaan mempunyai berbagai fungsi sebagai berikut :

  • Untuk mempertinggi kebudayaan
    • Untuk menambah pengetahuan
  • Untuk memungkinkan research (penelitian); bahan-bahan yang berguna misalnya laporan-laporan, statistik, peta-peta dan lainnnya
  • Untuk dokumentasi (peringatan)
  • Untuk penerangan, misalnya : peraturan-peraturan pemerintah dan Undang-Undang
    • Sebagai hiburan dengan menyediakan buku-buku cerita
    • Memberi inspirasi

d.   Sistem Pelayanan Perpustakaan

Terbagi dalam dua jenis yaitu :

1. Sistem Pelayanan Tertutup

Pembaca tidak dapat langsung menuju ke rak buku untuk mencari/ memilih buku yang di kehendaki. Pembaca dapat mengetahui koleksi yang ada di perpustakaan melalui kartu katalog.

2. Sistem Pelayanan Terbuka

Pembaca dapat langsung mencari buku yang di kehendaki di rak buku.

e.  Sistem di Perpustakaan

Ada berbagai macam klasifikasi pada perpustakaan, yaitu

*    Sistem Library Of Congress

Sistem perpustakaan yang mengklasifikasikan jenis pustaka berdasarkan huruf

* Sistem Dewey Decimal

Sistem perpustakaan yang mengklasifikasikan jenis pustaka berdasarkan huruf dan angka

Dalam benda yang berupa pustaka atau buku terkandung ilmu pengetahuan yang berguna untuk mengembangkan dan memperluas pengetahuan seseorang. Thomas Carlyle, seorang sejarahwan dari Skotlandia menyatakan :

Segala sesuatu  yang telah dilakukan, dipikirkan, diperoleh atau di alami oleh umat manusia tersimpan dalam halaman-halaman buku seperti dalam pelestarian yang mempesona

PEMBAHASAN

Membangun masyarakat cinta perpustakaan memang bukan pekerjaan mudah, apalagi di tengah persaingan teknologi yang semakin canggih. Banyak masyarakat lebih memilih mencari informasi secara mudah dan cepat di bandingkan harus membuka atau mengumpulkan lembar demi lembar refrensi pustaka. Tidak sedikit pula yang berpendapat bahwa mereka tak mempunyai kesempatan untuk membaca buku karena kesibukan masing-masing individu jadi hanya sebagian orang yang masih berminat untuk membaca buku dan itupun terkadang hanya sekedar pengisi waktu luang.

Sebelum mengajak dan menarik seseorang untuk gemar membaca kita harus mengetahui karakter individu masing-masing untuk menaruh minat pada sebuah bacaan.

Psikologi Pembaca

Pada dasarnya berkenan dengan dua masalah dasar yaitu :

Motif membaca

Dorongan hati dan keinginan individu untuk mencari sebuah informasi dengan bahan pustaka. Sayangnya, tidak banyak orang yang benar-benar tulus dan berkeinginan keras mencari suatu ilmu dengan membaca. Bahkan banyak kalangan pelajar yang seharusnya masih identik dengan buku pun  enggan untuk menyentuhnya.

Kesesuaian usia atau kelayakan teori usia pembaca

Di lihat dari usia pembaca, karena umumnya usia anak-anak lebih menyukai bahan bacaan yang berisi cerita dan menghibur, berbeda halnya dengan usia remaja yang bahan bacaannya lebih formal.

Rangsangan dasar pertama  untuk membaca adalah keinginan untuk menangkap dan menghayati yang di jumpai dalam dirinya, didasari hasrat berorientasi pada dunia di sekelilingnya untuk dapat menjelaskan dunia di sekelilingnya itu. Dalam artian ketika seseorang telah menemukan imajinasinya dalam bacaan maka telah timbul sebuah ketertarikan akan sebuah dunia di luar dirinya dan seolah dirinyapun berada di tengah-tengah konflik yang ada dalam bacaan tersebut.

Rangsangan kedua untuk membaca berasal dari hasrat untuk mengatasi/ melonggarkan keterikatan manusia. Maksudnya, dengan membaca seseorang bisa mendapat sebuah pengetahuan tanpa perantara seseorang, karena dalam hal ini ia lebih mudah memahami sebuah informasi atas dasar pengetahuannya sendiri dan jelas, karena terangkum dalam sebuah pustaka yang di bacanya secara langsung.

Dalam segi komunikatif, perlu di pahami psikologi dari pembaca :
1.    Siapa yang di tuju
a.    Mengenai jenis pribadi pembaca
b.    Pertimbangan mengenai jenis sosial pembaca
2.    Bentuk pemberitahuan dan cara penulis dapat mempengaruhi
a.    Emosional efektif  dengan bahasa menarik untuk di alami dan di hubungkan dengan cita rasa, imbauan, provokasi (ajakan)
b.    Dengan bahasan yang menyampaikan pemberitahuan  secara rasional dan beralasan.
3.    Saat yang meningkat dan menghambat komunikasi
a.    Sarana bahasa yang cocok atau masih asing jenis katanya
b.    Isi sesuai dengan  pengetahuan/ terlalu sulit
Membina masyarakau untuk dapat mencintai perpustakaan, perlu di perhatikan juga dari sistem pelayanan yang di berikan oleh para pegawai di perpustakaan itu. Misalnya Pelayanan refrensi, administarsi, sirkulasi dan lain-lain.

Dalam usaha melayani peminjam dan pengembalian buku, kegiatannya :

  1. Pengecekan terhadadap kerapihan  simpanan dan susunan buku pada  rak-rak buku sesuai dengan bagiannya.
  2. Pengecekan terhadap kotak-kotak kartu katalog dan pekerjaan lainnya

Sebagaimana umumnya dilakukan cara menyimpan buku pada rak-rak dikelompokan menurut macam dari buku itu sendiri, misalnya :

  1. Buku Teks ; biasanya merupakan sebagian besar koleksi perpustakaan di tempatkan di rak-rak tersendiri sesuai kategori dan jenis buku tersebut
  2. Buku Refrensi ; terdiri dari berbagai macam, seperti kamus, encyclopedia di tempatkan di rak-rak tersendiri

PENUTUP

Kesimpulan

Sehubungan dengan perkembangan pengetahuan yang semakin maju, dapat pahami bahwa manusia harus lebih aktif lagi untuk mencari suatu informasi dan pengetahuan. Salah satunya adalah melalui perpustakaan yang tersimpan banyak ilmu dari koleksi pustaka yang di miliki.

Berdasarkan uraian diatas, penulis dapat menjelaskan dan mengerti lebih mendalam tentang suatu sistem yang berlaku dalam lembaga keperpustakaan, yang dapat di ketahui secara kompleks mulai dari yang bersifat secara umum maupun terperinci. Kesimpulan yang dapat di petik dari penulisan ini adalah :

  1. Minat masyarakat masih sangat kurang untuk membaca, padahal sesungguhnya membaca itu penting dalam menambah suatu pengetahuan yang terkadang belum tentu di dapat dalam pendidikan formal
  2. Persaingan teknologi, membuat sebagian masyarakat tidak lagi berminat pada sebuah pustaka
  3. Kondisi pepustakaan yang sederhana kurang mendorong masyarakat untuk menggemari sebuah bacaan

Saran

      Saran-saran yang dapat penulis sampaikan tentang perpustakaan dan masyarakat untuk bisa mencintainya adalah :

  1. Disamping melayani pelayanan pustaka, seharusnya perpustakaan juga di lengkapi dengan beberapa unit komputer, untuk menyesuaikan dengan perkembangan teknologi yang ada.
  2. Memberikan kondisi yang nyaman bagi pembaca, misalnya menyediakan ruang baca khusus untuk anak-anak dan mendekorasi ruangan dengan suasana yang nyaman
  3. Dengan mengadakan perpustakaan keliling, sehingga memudahkan masyarakat untuk bisa membaca terutama bagi lingkungan yang sulit untuk terjangkau dan jauh dari gedung perpustakaan

DAFTAR PUSTAKA

Sumardji,P,Drs . 1988 . Perpustakaan organisasi dan tatakerjanya . Kanisius . Yogyakarta

Meier, Kurt Franz Bernhard . 1983 . Membina minat baca . Remadja Karya CV . Bandung

Nazir, Moh, Ph, D . 1983 . Metode Penelitian . Ghalia Indonesia . Darussalam

Penulis: Siti Nurjanah

Masukkan nama & email Anda untuk berlangganan artikel

About Pemustaka

Dengan senang hati kami akan menerima kiriman artikel anda. Anda bebas mengirim artikel, baik itu berupa Cerpen, Dongeng, Review, Informasi Lowongan Kerja, Promosi Perpustakaan, Catatan Harian dan lain-lain. Kirim ke : admin@pemustaka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


six − 2 =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Baca Jugaclose