Home / Artikel Perpustakaan / Perpustakaan Global

Perpustakaan Global

Seperti kita ketahui bersama, bahwa sekarang ini zaman telah berubah. Dari tahun ke tahun semua bangsa maju dan berkembang untuk memantapkan posisi masing-masing. Jaringan komunikasi global pun semakin meningkat. Segala macam peralatan canggih dan praktis diciptakan pula untuk kemudahan komunikasi. Dengan adanya komunikasi yang serba cepat dan efektif itu maka informasi yang ada akan cepat menyebar dari pusat sampai ke pelosok. Kita dapat mengetahui kejadian di belahan bumi dalam waktu yang sama tanpa kita harus pergi ke tempat kejadian. Untuk menyambut era globalisasi ini tentu saja semua lembaga bersaing ketat dalam meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat termasuk perpustakaan. Perpustakaan di zaman dulu dan sekarang tentu saja berbeda. Pada zaman dulu semua masih sederhana, manajemen yang ada belum ditata secara efektif sehingga pelayanannya pun belum maksimal. Sekarang dengan mengetahui prinsip-prinsip kepustakawanan yang ada maka perpustakaan diharuskan dapat berperan banyak dalam menyebarkan informasi. Kemajuan zaman sekarang memang menuntut perpustakaan untuk membenahi dirinya ke arah kemajuan agar tidak ditinggalkan oleh masyarakat.

Perpustakaan sebagai suatu organisasi yang memberikan layanan kepada masyarakat memerlukan kesiapan petugas untuk mengemban tugas tersebut. Baik dan buruknya citra perpustakaan sangat ditentukan oleh baik dan buruknya jasa layanan yang diberikan oleh perpustakaan yang bersangkutan. Seperti organisasi lainnya, perpustakaan dan organisasi informasi lainnya mempekerjakan banyak tipe orang yang berbeda watak, kebiasaan dan budayanya yang kemudian membentuk suatu kelompok. Jelas bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan organisasi itu adalah kondisi interaksi kelompok tersebut, yakni komunikasi antar pegawai, antara pimpinan dengan bawahan dan antara suatu kelompok dengan kelompok yang lain di dalam suatu organisasi serta antara petugas dengan pengguna perpustakaan. Maka, pembinaan perpustakaan global dimana memiliki sarana yang lengkap dan memenuhi segala keperluan dan kebutuhan pengguna perlu segera diwujudkan bagi melahirkan masyarakat yang intelek dan berwawasan.

Permasalahan

1.       Apa yang dimaksud dengan Perpustakaan dan Global ?

2.       Apa saja komponen-komponen penting perpustakaan ?

3.       Bagaimana proses memanajemen dan penerapan komponen-komponen perpustakaan secara efektif ?

4.       Bagaimana proses pengelolaan perpustakaan ?

5.       Bagaimana bentuk evaluasi dan proses peningkatan pelayanan dan pengurusan perpustakaan ?

Tujuan

1.       Untuk mengetahui pengertian perpustakaan dan global.

2.       Untuk mengetahui komponen-komponen penting perpustakaan.

3.       Untuk mengetahui proses memanajemen dan penerapan komponen-komponen perpustakaan secara efektif.

4.       Untuk mengetahui proses pengelolaan perpustakaan.

5.       Untuk mengetahui bentuk evaluasi dan proses peningkatan pelayanan dan pengurusan perpustakaan.

Landasan Teori

Dalam arti tradisional, perpustakaan adalah sebuah koleksi buku dan majalah. Walaupun dapat diartikan sebagai koleksi pribadi perseorangan, namun perpustakaan lebih umum dikenal sebagai sebuah koleksi besar yang dibiayai dan dioperasikan oleh sebuah kota atau institusi, dan dimanfaatkan oleh masyarakat yang rata-rata tidak mampu membeli sekian banyak buku atas biaya sendiri. Tetapi, dengan koleksi dan penemuan media baru selain buku untuk menyimpan informasi, banyak perpustakaan kini juga merupakan tempat penimpanan dan/atau akses ke map, cetak atau hasil seni lainnya, dan menyediakan fasilitas umum untuk mengakses gudang data CD-ROM dan internet. Oleh karena itu perpustakaan modern telah didefinisikan kembali sebagai tempat untuk mengakses informasi dalam format apa pun, apakah informasi itu disimpan dalam gedung perpustakaan tersebut atau tidak. Dalam perpustakaan modern ini selain kumpulan buku tercetak, sebagian buku dan koleksinya ada dalam perpustakaan digital (dalam bentuk data yang bisa diakses lewat jaringan komputer) (Supriadi, 2005:168).

Merupakan suatu anggapan umum yang menyebutkan bahwa perpustakaan identik dengan buku usang, petugas yang galak dan berkaca mata tebal, serta ruangan yang sepi tanpa suara. Berdasarkan pengetahuan penulis, anggapan tersebut hanya berlaku di wilayah indonesia saja. Setelah penulis perhatikan melalui beberapa media yang ada, anggapan tersebut tidak berlaku di negara lain, sebut saja Singapura. Di sana kita tidak akan menemukan perpustakaan yang terkesan membosankan. Perpustakaan disusun sedemikian rupa sehingga mampu menciptakan suasana yang-meminjam istilah anak muda sekarang- cozy. Pengguna perpustakaan dimanjakan dengan adanya berbagai fasilitas yang membuat mereka nyaman (Pidarta, 2007:86).

Peradaban dunia yang telah bergerak semakin modern dewasa ini merupakan hasil peradaban manusia di dalamnya yang terus berkarya dari zaman ke zaman secara berkesinambungan. Begitu pula dengan kemunculan buku, maha karya anak manusia yang tak lekang oleh zaman, yang hingga saat ini masih diakui peranannya sebagai sarana mengembangkan ilmu pengetahuan, wawasan serta sarana perekam peristiwa bumi yang terus berlangsung. Buku yang secara fisik dapat didefinisikan sebagai kumpulan kertas yang terangkum menjadi satu bagian ini tidak dipungkiri lagi merupakan sesuatu yang sangat penting dari masa ke masa, begitu pula bagi perkembangan manusia. Mengapa disebut penting ? Banyak orang yang mengatakan buku adalah jendela dunia dan jendela pengetahuan, karena berawal dari buku-lah awal pembukaan cakrawala berpikir untuk masuk ke dunia yang lebih kaya dan lebih luas. Disebut jendela dunia, sebab hanya dengan duduk ditemani sebuah buku dan secangkir teh manis kita bisa menjelajah dunia kemanapun kita mau, bahkan yang belum pernah kita kunjungi secara fisik pun, dan tentu saja hal ini meminimalisasi batasan ruang dan waktu (Sugono, 2003:124).

Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, maka peran pustakawan pada sebuah perpustakaan sebagai media penyampai informasi dapat dengan menggunakan berbagai program kemasan informasi dengan aneka penyajian. Dalam dunia belajar mengajar atau pendidikan dan pengajaran, peran perpustakaan masih menjadi kebutuhan pokok bagi para pendidik dan peneliti. Hal ini dikarenakan tidak semua informasi yang dibutuhkan dapat diperoleh dengan mudah. Berkaitan dengan sarana pembelajaran sebagai mitra dalam memperoleh informasi dari berbagai bidang ilmu pengetahuan, maka pustakawan sebagai mediator informasi sangat berperan. Oleh karena itu, kalangan pendidik atau siapapun yang ingin berperan sebagai penyampai ilmu pengetahuan (informasi) wajib mengetahui peran seorang pustakawan (Prayitno, 2001:82).

Perpustakaan sebaiknya dikelola sesuai tujuan penyelenggaraan sebuah pusat informasi. Komunikasi informasi kepada pemakai saat ini melalui aneka media yang ada. Pada peran inilah (media informasi) pustakawan dibutuhkan agar informasi sampai kepada pemakai. Aneka kemasan informasi diolah oleh pustakawan sehingga siap untuk dimanfaatkan. Tidak dapat dipungkiri sehingga peran seorang pustakawan menjadi tolok ukur apakah informasi yang disampaikan bermanfaat atau tidak, sesuaikah dengan kebutuhan para pengguna atau pengunjung perpustakaan. Perpustakaan tanpa adanya pengguna, hanya menjadi gudang koleksi yang akhirnya menjadi sarang debu, seperti rumah tak bertuan. Karenanya, penting kiranya mengenal peran seorang pustakawan dalam mengelola sebuah perpustakaan, apa yang harus dilakukan terhadap koleksi perpustakaan agar informasi yang terdapat dalam sebuah koleksi bermanfaat bagi pengguna/pengunjung perpustakaan (Kuffner, 2003:164).

Pembahasan

1. Pengertian Perpustakaan Dan Global

Perpustakaan merupakan pusat terkumpulnya berbagai informasi dan ilmu pengetahuan baik yang berupa buku maupun bahan rekaman lainnya yang diorganisasikan untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat pemakai perpustakaan. Pentingnya perpustakaan diorganisasikan dengan baik agar memudahkan pemakai dalam menemukan informasi yang dibutuhkannya, karena bahan-bahan yang ada di perpustakaan itu sebenarnya adalah himpunan ilmu pengetahuan yang diperoleh umat manusia dari masa ke masa. Tugas pokok perpustakaan adalah menyediakan, mengolah, memelihara dan mendayagunakan koleksi bahan pustaka, menyediakan sarana pemanfaatannya dan melayani masyarakat pengguna yang membutuhkan informasi dan bahan bacaan. Untuk mendukung tugas pokok tersebut, perpustakaan melaksanakan fungsinya antara lain pendidikan, informatif, penelitian, dan rekreatif.

Global adalah sesuatu yang bersifat menyeluruh, luas dan hampir tidak terbatas. Sehingga, global dapat didefinisikan sebagai fenomena yang berlaku dan dapat diterima di seluruh penjuru dunia. Maka, perpustakaan global adalah suatu bentuk organisasi atau sumber ilmu pengetahuan yang mana memiliki sarana dan prasarana ilmu yang bersifat universal, meluas dan tidak memiliki batas waktu.

2. Komponen-Komponen Perpustakaan Dan Penerapannya

Komponen-komponen penting yang selalu terdapat dalam setiap jenis perpustakaan adalah (1) gedung; (2) sarana dan prasarana; (3) sumber daya manusia; (4) koleksi; dan (5) layanan. Setiap perencanaan yang dilakukan harus mempertimbangkan kelima komponen tersebut, yaitu bagaimana letak dan hubungannya antara satu dengan lainnya.

Terkait dengan pembangunan gedung perpustakaan, hal yang perlu dipertimbangkan adalah sebagai berikut: (a) lokasi gedung strategis, mudah diakses oleh masyarakat umum, nyaman dan tidak gaduh/bising, serta dapat mendukung program pembelajaran bagi masyarakat umum; (b) gedung didesain sedemikian rupa yang dapat mendukung proses kegiatan layanan kepada masyarakat secara umum; dan (c) gedung juga dilengkapi sarana penunjang kegiatan masyarakat umum seperti Ruang Seminar, Ruang Public, Taman baca rekreatif, dan lain-lain.

Perpustakaan agar dapat menjalankan fungsinya dan memberikan layanan kepada masyarakat pengguna dengan baik dan berkualitas perlu didukung adanya sarana prasarana yang memadai pula, yang antara lain meliputi; (a) sarana komputer untuk pengembangan sistem komputerisasi perpustakaan, karena dengan sarana ini pengelola perpustakaan akan bekerja dengan mudah, cepat dan efektif, serta masyarakat akan dengan mudah mengakses informasi yang ada di perpustakaan tanpa batas waktu dan tempat; (b) sarana pendukung lainnya, seperti ruang baca yang representatif dan memadai, mebeler ( meja kursi baca ) yang nyaman, dan tata ruang yang terstruktur, sehingga dengan kondisi tersebut, masyarakat pengguna akan merasa nyaman didalam memanfaatkan perpustakaan; (c) Taman Baca Rekreatif, untuk menumbuhkan minat atau budaya anak pada khususnya dan masyarakat pengguna pada umumnya; dan (d) sarana Public Area ( Hotspot ) untuk memudahkan kepada masyarakat didalam akses informasi ke dunia luar.

Dalam UU Nomor : 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, bahwa untuk dapat menjalankan fungsinya perpustakaan harus dikelola oleh tenaga perpustakaan yang sesuai dengan Standar Nasional Tenaga Perpustakaan yang mencakup kualifikasi pendidikan, kompetensi dan sertifikasi.

Kondisi sumber daya manusia secara kualitas (kualifikasi pendidikan perpustakaan) masih rendah, dimana dari jumlah yang ada yang memiliki kualifikasi pendidikan perpustakaan masih sangat terbatas, dan bahkan ada kecendurangan tenaga perpustakaan yang ada kebanyakan tenaga mutasi yang tidak memiliki kompetensi dibidangnya. Sehingga dengan kondisi semacam ini mengakibatkan kualitas layanan perpustakaan tidak bisa dilaksankan secara optimal. Agar perpustakaan dapat menjalankan fungsi dan tugasnya dengan baik dan optimal, maka pihak pengurus perpustakaan perlu segera mengambil langkah-langkah sebagai berikut : (a) tenaga perpustakaan yang ada perlu segera dibekali pengetahuan tentang perpustakaan dan teknologi informasi dengan mengirim ke berbagai kegiatan antara lain Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT) Perpustakaan, Magang ke Perpustakaan yang telah menerapkan sistem otomasi dan Pendidikan Formal ( D2/D3 Ilmu Perpustakaan); (b) adanya penambahan tenaga perpustakaan dengan kualifikasi pendidikan minimal D2 Ilmu Perpustakaan dengan cara membuka formasi atau lowongan CPNS Pustakawan Kota Surakarta; dan (c) mempekerjakan tenaga Part Time, honorer, magang dari mahasiswa program diploma III ilmu perpustakaan.

Koleksi yang dimiliki oleh Perpustakaan Umum Kota Surakarta saat sekarang sangat terbatas, belum dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, bahkan kalau kita sesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini masih jauh dari kebutuhan. Koleksi merupakan modal utama bagi sebuah perpustakaan, dimana koleksi merupakan produk informasi yang akan di jual kepada pengguna, apabila produk tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan para pelanggan, sudah barang tentu para pelanggan perlahan-lahan akan meninggalkan dan tidak membelinya (memanfaatkannya).

Dari kondisi yang ada perlu dikaji secara bersama bahwa di era globalisasi informasi dewasa ini sudah waktunya pemerintah di setiap daerah memikirkan pengembangan Perpustakaan Umum di setiap daerah, dalam hal pengembangan koleksi perpustakaan dengan memprioritaskan : (a) anggaran khusus untuk pengadaan bahan pustaka/koleksi di setiap tahun anggaran; (b) koleksi yang dibeli disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan ilmu yang ada; dan (c) didalam pengadaan bahan pustaka dapat melibatkan berbagai pihak termasuk para pengguna dapat mengusulkan sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Di Era Teknologi Informasi dewasa ini Perpustakaan Umum Kota Surakarta dalam rangka upaya peningkatan kualitas layanan kepada pengguna dapat mengembangkan sistem layanan terotomasi atau komputerisasi, dengan sistem otomasi semua pekerjaan yang ada dapat dilakukan dengan cepat dan efektif, bahkan infromasi yang ada di perpustakaan akan dapat diakses dengan mudah oleh para pengguna dari berbagai tempat. Selain sistem otomasi layanan ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh Perpustakaan antara lain : (a) jam layanan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, sedapat mungkin layanan perpustakaan sampai dengan malam hari; (b) layanan Perpustakaan Keliling, untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat pengguna perlu ditingkatkan agar layanan lebih optimal, dengan cara koleksi atau bahan pustaka yang disajikan ditambah dan bervariasi, serta waktu layanan diberikan secara terjadwal dan rutin, sehingga penggun dapat memanfaatkan secara baik dan optimal; dan (c) perlu dikembangkan Layanan Internet ( Hotspot ) secara gratis dan terbuka bagi masyarakat umum.

3. Proses Pengelolaan Perpustakaan

Perpustakaan sebaiknya dikelola sesuai tujuan penyelenggaraan sebuah pusat informasi. Komunikasi informasi kepada pemakai saat ini melalui aneka media yang ada. Pada peran inilah (media informasi) pustakawan dibutuhkan agar informasi sampai kepada pemakai. Aneka kemasan informasi diolah oleh pustakawan sehingga siap untuk dimanfaatkan. Tidak dapat dipungkiri sehingga peran seorang pustakawan menjadi tolok ukur apakah informasi yang disampaikan bermanfaat atau tidak, sesuaikah dengan kebutuhan para pengguna atau pengunjung perpustakaan. Perpustakaan tanpa adanya pengguna, hanya menjadi gudang koleksi yang akhirnya menjadi sarang debu, seperti rumah tak bertuan. Karenanya, penting kiranya mengenal peran seorang pustakawan dalam mengelola sebuah perpustakaan, apa yang harus dilakukan terhadap koleksi perpustakaan agar informasi yang terdapat dalam sebuah koleksi bermanfaat bagi pengguna/pengunjung perpustakaan.

4. Bentuk Evaluasi Dan Proses Peningkatan Pelayanan Dan Pengurusan Perpustakaan.

Evaluasi merupakan tahap yang penting dalam penyelenggaraan suatu lembaga yang menjadi acuan kepada masyarakat untuk mendapatkan sumber ilmu pengetahuan. Evaluasi ini dilakukan dengan melihat kembali segala proses-proses penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya yang menghadapi kendala dalam pelaksanaannya. Ini dapat dilakukan dengan mengadakan sebuah rapat yang melibatkan semua pegawai dan anggota perpustakaan serta beberapa pengguna perpustakaan yang sering berkunjung ke perpustakaan tersebut. Dalam rapat ini, semua pihak bisa mengemukakan masalah dan kendala yang dihadapi selama proses penyelenggaraan perpustakaan berjalan.

Di samping itu, dalam proses evaluasi tersebut, anggota rapat bisa memberi dan mengemukaan ide atau opini yang efektif dalam proses peningkatan pelayanan dan penyelenggaraan perpustakaan. Hal ini penting karena setiap perubahan dan peningkatan yang dibuat menjadi sebuah harapan bahwa jumlah pengunjung perpustakaan akan bertambah dari jumlah tahun-tahun sebelumnya. Beberapa perubahan dan peningkatan yang bisa dilakukan adalah (1) meletak dos/kotak saran pengunjung perpustakaan di samping pintu utama karena ini sangat membantu dalam proses evaluasi dan pembaikan pelayanan perpustakaan; (2) menyediakan WC/kamar kecil, musollah, koperasi alat tulis dan kantin di sekitar gedung perpustakaan sebagai sarana tambahan kepada pengunjung perpustakaan karena ini mampu membuat pengunjung untuk lebih betah berada di perpustakaan; dan (3) perpustakaan juga dapat mengadakan kegiatan promosi dengan memanfaatkan ruangan tersebut di atas. Promosi tidak hanya melulu untuk mengenalkan perpustakaan. Promosi dapat juga dilakukan dengan mengadakan kegiatan-kegiatan yang disukai pengguna, seperti talk show, bedah buku, temu pengarang, dan lain-lain. Topik yang diangkat juga tidak harus topik yang berat-berat. Topik yang diangkat sebaiknya adalah hal-hal yang sedang digemari oleh pengguna saat itu. Kegiatan tersebut selain berfungsi untuk memaksimalkan penggunaan perpustakaan juga dapat menarik pengguna untuk lebih sering mengunjungi perpustakaan.

Kesimpulan

Perpustakaan global adalah suatu bentuk organisasi atau sumber ilmu pengetahuan yang mana memiliki sarana dan prasarana ilmu yang bersifat universal, meluas dan tidak memiliki batas waktu. Komponen-komponen penting yang selalu terdapat dalam setiap jenis perpustakaan adalah (1) gedung; (2) sarana dan prasarana; (3) sumber daya manusia; (4) koleksi; dan (5) layanan. Setiap perencanaan yang dilakukan harus mempertimbangkan kelima komponen tersebut, yaitu bagaimana letak dan hubungannya antara satu dengan lainnya. Perpustakaan sebaiknya dikelola sesuai tujuan penyelenggaraan sebuah pusat informasi. Perpustakaan tanpa adanya pengguna, hanya menjadi gudang koleksi yang akhirnya menjadi sarang debu, seperti rumah tak bertuan. Karenanya, penting kiranya mengenal peran seorang pustakawan dalam mengelola sebuah perpustakaan, apa yang harus dilakukan terhadap koleksi perpustakaan agar informasi yang terdapat dalam sebuah koleksi bermanfaat bagi pengguna/pengunjung perpustakaan. Evaluasi ini dilakukan dengan melihat kembali segala proses-proses penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya yang menghadapi kendala dalam pelaksanaannya. Ini dapat dilakukan dengan mengadakan sebuah rapat yang melibatkan semua pegawai dan anggota perpustakaan serta beberapa pengguna perpustakaan yang sering berkunjung ke perpustakaan tersebut. Penyelenggaraan perpustakaan perlu diubah karena setiap perubahan dan peningkatan yang dibuat dapat menjadi sebuah harapan bahwa jumlah pengunjung perpustakaan akan bertambah dari jumlah tahun-tahun sebelumnya. Beberapa perubahan dan peningkatan yang bisa dilakukan adalah kotak saran pengunjung, pengadaan sarana tambahan dan kegiatan ekstra seperti promosi dan lain-lain.

Saran

Dalam perbedaan-perbedaan masyarakat dengan latar belakang yang beragam khususnya di Indonesia, hendaknya dijadikan ukuran dan acuan dalam membentuk sebuah lembaga ilmu pengetahuan seperti perpustakaan agar semua warga dan individu dapat menggunakan dan memanfaatkan perpustakaan secara maksimal bagi melahirkan warga masyarakat berpengetahuan, berinformasi, intelek dan berwawasan demi kemajuan bangsa dan negara.

Daftar Pustaka

Kuffner  T. 2003. Berkarya Dan Berkreasi. Jakarta: Gramedia.

Pidarta M. 2007. Landasan Kependidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Prayitno. 2001. Panduan Kegiatan Pengawasan Bimbingan Dan Konseling Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.

Sugono D. 2003. Pengindonesian Kata Dan Ungkapan Asing. Edisi Kedua. Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional.

Supriadi D. 2005. Membangun Bangsa Melalui Pendidikan. Edisi Kedua. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Penulis: ARWAN LAETO

Alamat :  Jl. H.E.A. Mokodompit, Lorong Mangkarey, No. 52 G, Kode Pos 93231, Kel. Kambu, Kec. Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Masukkan nama & email Anda untuk berlangganan artikel

About Pemustaka

Dengan senang hati kami akan menerima kiriman artikel anda. Anda bebas mengirim artikel, baik itu berupa Cerpen, Dongeng, Review, Informasi Lowongan Kerja, Promosi Perpustakaan, Catatan Harian dan lain-lain. Kirim ke : admin@pemustaka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


+ four = 5

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Baca Jugaclose