Home / Artikel Perpustakaan / Perpustakaan Ideal dan Minat Baca

Perpustakaan Ideal dan Minat Baca

Misi utama perpustakaan adalah menyediakan layanan dan pemberdayaan koleksi bahan perpustakaan. Terlaksananya misi tersebut amat tergantung pada kondisi berkembangnya minat dan kebiasaan membaca masyarakat, tetapi sebaliknya minat dan kebiasaan membaca juga hanya dapat berkembang manakala tersedianya fasilitator bahan bacaan yang memadai, sesuai, cukup menarik untuk dibaca dan mudah diperoleh bagi calon pembacanya. Lalu bagaimana dengan realita masyarakat Indonesia. Sudahkah masyarakat Indonesia memiliki minat dan kebiasaan membaca yang tinggi, atau adakah di setiap daerah fasilitator yang mampu mendorong masyarakat untuk meningkatkan minat dan kebiasaan membaca serta memfasilitasi bahan bacaan bagi orang-orang yang telah memiliki minat dan kebiasaan baca tinggi.

Penelitian-penelitian yang pernah dilakukan tentang daya baca masyarakat menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia memiliki daya baca yang rendah dibanding dengan negara-negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura, dan sebagainya. Salah satu hasil penelitian yang dilakukan sebuah lembaga dunia terhadap daya baca di 41 negara, Indonesia berada di urutan ke 39 (kompas, 17 mei 2004). Hal ini terlihat ketika sedang berada di kendaraan umum atau di ruang tunggu kita akan sangat jarang menemui orang yang menggunakan waktu luangnya untuk membaca, mereka lebih senang mengobrol atau bahkan tanpa melakukan satu aktivitaspun selain duduk  termangu menghabiskan waktunya dengan sia-sia. Padahal pemerintah telah melakukan beberapa upaya untuk menumbuhkan minat membaca dikalangan masyarakat mulai jaman presiden Soeharto dengan program Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Membaca 14 September 1996, presiden Megawati dengan Gerakan Membaca Nasional 12 November 2003, dan presiden SBY dengan Gerakan Pemberdayaan Perpustakaan di Masyarakat.

Uraian di atas memberikan gambaran kepada kita tentang realita masyarakat Indonesia dalam hal minat, kebiasaan, dan kemampuan membaca. Selain itu, paling tidak ada dua permasalahan pokok yang harus dipecahkan bersama dalam rangka meningkatkan minat dan kebiasaan membaca masyarakat, yaitu bagaimana menumbuhkan minat baca masyarakat dan bagaimana menciptakan perpustakaan yang ideal yang mampu memotivasi dan memfasilitasi masyarakat pembaca.

MINAT BACA

Loehoer Widjajanto mendefinisikan minat baca sebagai kecenderungan yang didorong oleh kesadaran akan kebutuhan untuk memperoleh informasi dan rekreasi dari membaca bahan pustaka. Ada banyak faktor yang menyebabkan budaya masyarakat rendah, diantara faktor tersebut ialah:

1.        Faktor budaya, budaya lisan (oral culture) masih kuat dan mengakar di masyarakat dibanding budaya membaca.

2.        Persaingan antara buku dengan media yang lain, seperti tv, video, atau film

3.        Jumlah buku yang diterbitkan tiap tahun yang relatif sedikit. Alfons Taryadi dalam suatu makalahnya yang berjudul Indonesia Book Industry (1995), jumlah buku yang diterbitkan tiap tahun di Indonesia berkisar 5000 buku yang sebagian besar merupakan buku-buku pelajaran sekolah, sedangkan Jepang 100.000 buku.

4.        Sistem pendidikan yang kurang mendukung budaya baca (reading culture), kebanyakan guru masih mengunakan metode-metode yang terpusat pada guru, guru kurang mendorong siswanya untuk mengembangkan materi dengan merujuk pada buku-buku yang lain

5.        Rendahnya motivasi berprestasi dan rasa ingin tahu (curiousity)

Melihat kendala yang ada diperlukan peran dan kerjasama semua pihak yang terkait untuk dapat mengatasi kendala yang ada tersebut, diantara upaya tersebut:

1.        Peran orang tua, antara lain:

a         Menyediakan buku bacaan bagi keluarga (membuat perpustakaan keluarga)

b         Mengatur jadwal TV bagi anak, dan mendorong anak untuk gemar membaca

c         Mendorong anak untuk mencintai buku dan perpustakaan, misalnya dengan mengajak mereka berkunjung ke perpustakaan atau toko buku setiap beberapa waktu tertentu, memberi hadiah berupa buku, dan lain sebagainya.

d         Menjadi contoh bagi anak-anak dalam hal membaca.

2.        Peran guru, antara lain:

a         Sediakan daftar buku rujukan/bacaan yang berkaitan dengan mata pelajaran

b         Memberi tugas membaca dan meringkas isi buku yang dibaca

c         Menjalin kerja sama dengan perpustakaan (beritahu perpustakaan tentang buku-buku pelajaran wajib)

d         Memberi penghargaan bagi anak yang rajin membaca

e         Jadi teladan bagi anak didik dalam hal mrmbaca

3.        Peran perpustakaan

a         Mempromosikan perpustakaan dan minat baca

b         Mengadakan lomba membaca dan pameran buku

c         Kampanye pengumpulan buku

d         Mengorganisasi kelompok pecinta buku

e         Penelitian minat baca masyarakat

f           Meminta pemerintah, penerbit, organisasi sosial maupun keagamaan untuk menyumbang buku ke perpustakaan, dan sebagainya.

PERPUSTAKAAN IDEAL

Lasa HS (1994) memberikan definisi perpustakaan sebagai kumpulan bahan informasi yang terdiri dari bahan buku/book materials dan non buku/non book materials yang disusun dengan system tertentu dipersiapkan untuk diambil manfaatnya/pengertiannya, tidak untuk dimiliki sebagian maupun seluruhnya. Perpustakaan dalam bahasa yang lain juga disebut library (Inggris), maktabah (Arab), biblioteca (Italia), bibliotheque (Perancis), bibliothek (Jerman), bibliotheek (Belanda), dan bibliotheca ( Spanyol dan Portugis)

Dalam masyarakat yang belum memiliki minat baca memadai, fungsi perpustakaan dirumuskan antara lain sebagai sarana untuk menumbuh kembangkan minat baca. Maka dalam kondisi ini perpustakaan diharapkan berperan aktif dan menciptakan kiat untuk merangsang minat baca melalui cara-cara yang mudah diterima oleh masyarakat pembaca. Secara umum fungsi dari perpustakaan ialah: Penyimpanan (menyimpan pustaka yang diterima), Penelitian (menyediakan buku dalam arti luas bagi penelitian), Informasi (memberikan informasi mengenai sesuatu masalah kepada pemakai), Pendidikan (perpustakaan dapat digunakan sebagai tempat belajar seumur hidup), Cultural (meningkatkan nilai budaya dan apresiasi budaya pada kalangan masyarakat melalui penyediaan pustaka).Adapun dalam peradaban Islam, perpustakaan mempunyai beberapa fungsi diantaranya: pusat belajar (learning center), pusat penelitian, pusat penerjemahan, dan pusat penyalinan buku

Ada beberapa faktor yang harus diperhatikan agar sebuah perpustakaan dapat dikatakan ideal, antara lain:

1.        Peran, tugas, dan fungsi perpustakaan

Perpustakaan ideal dalam segala bentuk dan jenisnya merupakan institusi yang bersifat ilmiah, informative, edukatif, sehingga semua kegiatan mengandung nilai dan unsur pembelajaran, penelitian, pembinaan dan pengembangan IPTEK dalam rangka pencerahan dan pengkayaan wawasan bagi pemakainya. Perpustakaan bukan hanya tempat menyimpan dan meminjam buku.

2.        Kondisi fisik

Perpustakaan yang ideal harus mampu menarik pengunjung untuk masuk ke dalam ketika melihat bentuk fisik dari luarnya dan akan lebih terpesona tatkala berada didalamnya serta menimbulkan rasa aman dan nyaman bagi si pemakai sehingga menimbulkan kesan ingin selalu mengunjunginya kembali. Untuk itu perlu diperhatian beberapa hal, diantaranya:

a)       Gedung dan bangunan (megah dan ruangan memadai), serta memperhatikan unsur-unsur penataan ruang, antara lain:

1)       Kenyamanan suara, Ruangan perpustakaan hendaklah mampu meredam suara sehingga tidak menimbulkan suara-suara yang mengganggu pengunjung didalamnya. Untuk itu diharapkan bahan-bahan yang digunakan untuk lantai, tembok, dan meubelernya terbuat dari bahan yang mampu meredam suara seperti kayu dan karpet.

2)       Kenyamanan warna, warna ruangan/cat tembok ternyata juga dapat mempengaruhi suasana hati seseorang (emosi), sebagai contoh: merah menggambarkan suasana yang panas, kegemaran dan kegiatan belajar, kuning memberikan kehangatan, dan matahari jika mengenai warna ini akan merangsang mata dan syaraf serta menimbulkan perasaan riang gembira, hijau menimbulkan kesan sejuk dan damai, untuk itu di dalam memberi warna ruangan hendaknya memperhatikan dan menggunakan warna-warna yang dapat membangkitkan semangat. Serta hindari penggunaaan warna warna gelap untuk dinding, lantai, eternit karena akan menimbulkan kesan sempit.

3)       Kenyamanan udara, udara di dalam ruangan hendaknya mampu membuat pengunjung nyaman di dalam ruangan. Udara dalam ruangan hendaknya berkisar antara 20-24oC atau selisih dengan udara luar kurang lebih 5-7oC dengan tingkat kelembaban 50-65%.

Ada beberapa cara untuk menciptakan udara ruangan yanga nyaman, diantaranya : menggunakan AC, kipas angin (kecepatan udara kipas angin yang ideal 0,5-1m/detik).Selain itu juga diperhatikan sirkulasi udara dalam ruangan juga harus baik yaitu dengan cara membuat lubang-lubang angin (ventilasi) di ruangan, jendela dibuka waktu bekerja, dan sebagainya.

4)       Kenyamanan cahaya, cahaya matahari hendaknya tidak langsung masuk pada ruangan, karena hal tersebut akan membuat udara di dalam ruangan menjadi panas, membuat silau bagi mata pengunjung, serta dapat merusak tulisan pada naskah/ buku yang terkena cahaya matahari langsung. Serta usahakan cahaya matahari yang masuk pada ruangan pada pagi hari (jam 7 s/d 9) hendaknya <45o, sore hari (jam 16.00) <180o, dan sekitar pukul 09.00 s/d 14.00 cahaya matahari tidak langsung masuk pada ruangan

Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut diantaranya: lubang-lubang cahaya hendaknya dipasang di bagian selatan dan utara pada ruangan serta dihindari lubang-lubang cahaya pada bagian timur dan barat, buat kubah-kubah langit, gunakan cahaya buatan (lampu).

5)       Kenyamana perabot / meubeler, ketinggian rak buku, meja, bangku dan perabot yang lain disesuaikan dengan rata-rata struktur tubuh pengunjung, sehingga memudahkan pengunjung di dalam memanfaatkan fasilitas yang ada, serta memperhatikan letak penataan buku. Jangan sampai buku untuk anak-anak terletak di rak paling atas sehingga susah dijangkau .

b)       Lokasi yang strategis, lahan luas, mudah diketahui, disertai papan penunjuk

c)       Sarana dan prasarana yang memadai untuk mendukung pelaksanaan aktivitas

d)       Sumber informasi mengikuti perkembangan jaman (up to date)

e)       Tersedia dan dilengkapi penerapan teknologi (teknologi informasi)

3.        Perilaku pegawai/pengelola perpustakaan

Tenaga-tenaga yang berada di dalam haruslah tenaga yang propesional di bidangnya. Paling tidak pegawai perpustakaan harus memiliki PERSONALITY POWER SERVICE, yaitu:

P_ Pleasantness, good manners and a smile are natural assets. Mampu menyenangkan orang lain melalui kesopansantunan yang baik dan selalu tersenyum kepada pemakai. Hal ini merupakan aset yang tak ada habisnya.

E_ Eagerness to help others,with a liking for people and willingness to serve them. Keinginan yang kuat untuk membantu & menyukai orang lain

R_ Respect for other people courtesy costs nothing. Menghormati dan menghargai orang lain, bersopansantun tidak membutuhkan biaya sepeserpun

S_ Sense of responsibility is a realization that what one does and says is important. Rasa tanggung jawab yang besar adalah sebuah realisasi bahwa apa yang kita lakukan untuk pemakai perpustakaan penting

O_ Orderly mind is essential for methodical and accurate work. Memiliki jalan pikiran yang teratur dan terorganisasi untuk melakukan pekerjaan denagn metode yang baik dan dengan tingkat ketepatan yang tinggi

N_ Netness indicates pride in self and job. Kerapian merupakan suatu bukti bahwa kita bangga dengan diri dan pekerjaan

A_ Accuracy in everything done is of paramount importance. Keakuratan/ketepatan ketelitian dalam setiap hal yang kita kerjakan adalah nilai yang sangat penting

L_ Loyalty to both management and colleagues make good teamwork. Setia kepada manajemen dan rekan kerja merupakan kunci sukses keberhasilan dari kerja sama tim

I_  Intelligence use of common sense at all times. Selalu menggunakan akal sehat dalam memahami orang lain

T_ Tact saying and doing the right thing at the right time. Berbicara secara bijaksana dan melakukan segala sesuatu secara benar pada saat yang tepat merupakan ciri kepribadian yang kuat

Y_ Yearning to be a good service clerk and love of the work is essential. Adanya keinginan yang kuat dalam diri kita untuk menjadi petugas pelayanan yang baik serta mencintai pekerjaan tersebut

P_ Positive  Attitudes, replacing negative attitudes with positive ones. Mengubah suatu sikap yang negatif menjadi sikap yang positif

O_ Other people increasing your under standing of other peoples attitudes and the ways in which they can be favorably influenced. Meningkatkan pengertian mengenai sikap orang lain dan cara-cara untuk  mempengaruhi mereka tanpa merugikan mereka

W_Words, sharpening your ability to communicate accurately and dramatically. Pertajam kemampuan untuk berkomunikasi dengan tepat dan dramatis sehingga orang lain tertarik untuk berinteraksi lebih jauh

E_ Expanding your interest in other people and things about you. Perluas ketertarikan anda pada diri orang lain dan segala sesuatu tentang diri anda karena hal tersebut akan menambah wawasan dan pola pikir kita

R_ Realize. As a result of the above, realize more of your personal goals. Menyadari maksud dan tujuan kita bekerja, yakni memberikan kepuasan pelayanan kepada pemakai

S_ Smile for everyone. Tersenyum untuk setiap orang

E_ Exellance in everything we do. Selalu melakukan yang terbaik dalam bekerja

R_ Reaching out to every guest with hospitality. Menghadapi setiap tamu dengan penuh keramahan

V_ View every guest as special. Jadikan setiap tamu sebagai orang yang spesial

I_  Inviting guest to return. Mengundang tamu untuk datang kembali

C_ Creating a warm atmosphere. Ciptakan suasana hangat dengan tamu

E_ Eye contact that shows we care. Kontak mata yang menunjukkan kita peduli/perhatian

4.        Citra dan kinerja perpustakaan

Perpustakaan yang ideal ialah perpustakaan yang dikenal lias masyarakat pemakainya, merasa dibutuhkan oleh masyarakat karena masyarakat merasakan ada manfaat yang dapat dipetiknya atas keberadaan perpustakaan, mempunya citra yang baik ditengah masyarakat pemakainya, dekat dengan pemakainya (saling membutuhkan dan melengkapi), sebagai lembaga yang berfungsi melayani dan memberikan layanan

5.        Melayani, bukan minta dilayani

Perpustakaan harus senantiasa melayani setiap kebutuhan masyarakat akan informasi, bukan sebaliknya justru masyarakat yang memberikan informasi. Perpustakaan harus mampu memberikan informasi yang selalu berkembang mengikuti perkembangan yang ada yang dibutuhkan pemakainya, tidak hanya menunggu masukan yang ada namun perpustakaan harus kreatif, inovatif, dan berada dibarisan terdepan dalam pemberian informasi kepada masyarakat.

6.        Perilaku pemakai

Perpustakaan ideal harus bisa mengakomodir setiap bentuk perilaku pemakai yang beraneka ragam. Untuk itu perpustakaan harus memiliki jasa informasi atau pendidikan pemakai (users education) yang berfungsi membantu pemakai dalam mengoptimalkan pelayanan yang telah disediakan perpustakaan bagi pemakai dalam memperoleh informasi secara maksimal.

KESIMPULAN

Perpustakaan yang ideal harus mampu menjadikan organisasinya menyediakan dan melayankan berbagai sumber informasi secara tepat guna dan tepat sasaran, menciptakan kondisi masyarakat menyadari, memahami, dan mewujudkan suatu kehidupan yang terdidik baik dan terinformasi baik (well educated dan well enformed) sehingga mereka mampu melakukan perubahan, baik pada dirinya maupun orang lain dalam pola piker (mid set), berbicara, berperilaku, atau bertindak, karena telah didasari oleh wawasan, kemampuan, pengalaman, dan ketrampilan. Sebuah perpustakaan mementingkan isi (content) dan layanan (service)

Dari ungkapan diatas dapat disimpulkan bahwa perpustakaan yang ideal ialah perpustakaan yang mampu melaksanakan fungsinya secara optimal, dan mampu memberikan pelayanan yang memuaskan pemakainya. Untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan kerjasama yang baik antara semua pihak yang terkait di dalamnya, baik pihak pengelola maupun pihak pengguna jasa perpustakaan.

DAFTAR PUSTAKA

Lasa HS. 1994. Petunjuk Praktis Pengelolaan Perpustakaan Masjid dan Lembaga Islamiyah. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Sulistiyo, Basuki. 1994. Periodisasi Perpustakaan Indonesia. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Syihabudin Qalyubi dkk. 2007. Dasar-dasar Ilmu perpustakaan dan Informasi. Yogyakarta: Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Fakultas Adab

Wiranto, Adib S. 1998. Kepustakawanan Indonesiadan Sumbangannya kepada Masyarakat. Semarang: UPT Penerbitan Universitas Katolik Soegijapranata

Penulis: BAMBANG DWI MARGONO

Rejosari Rt. 24 RW. VIII, No. 338 Sabrang, Delanggu,  Klaten Kode Pos 57471

Masukkan nama & email Anda untuk berlangganan artikel

About Pemustaka

Dengan senang hati kami akan menerima kiriman artikel anda. Anda bebas mengirim artikel, baik itu berupa Cerpen, Dongeng, Review, Informasi Lowongan Kerja, Promosi Perpustakaan, Catatan Harian dan lain-lain. Kirim ke : admin@pemustaka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


× 7 = sixty three

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Baca Jugaclose