Home / Artikel Perpustakaan / Perpustakaan Keliling Solusi Tepat Dalam Membuka Jendela Wawasan Penduduk Indonesia

Perpustakaan Keliling Solusi Tepat Dalam Membuka Jendela Wawasan Penduduk Indonesia

Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang memiliki penduduk dengan jumlah besar. Berdasarkan data tersebut, seharusnya Indonesia dapat memiliki sumber daya manusia yang potensial dalam membangun dan memajukan negaranya. Namun, pada kenyataannya, jumlah penduduk Indonesia yang berlimpah ruah tersebut tidak diimbangi dengan kualitas penduduknya sehingga pembangunan negara belum dapat digarap secara maksimal. Hal itu dikarenakan masih banyaknya penduduk yang belum mendapatkan pendidikan yang cukup. Itu dapat terlihat dari tingginya tingkat buta huruf yang diderita oleh penduduk Indonesia, terlebih penduduk yang tinggal di pelosok-pelosok daerah. Namun, sejalannya waktu, Pemerintah Indonesia pun tidak ingin hanya berpangku tangan saja. Dalam mengatasi permasalahan ini, Pemerintah Indonesia berinisiatif untuk menggalakkan program Wajib Belajar Sembilan Tahun yang diberikan secara cuma-cuma di sekolah-sekolah milik pemerintah. Program wajib belajar tersebut dapat membawa angin segar bagi penduduk Indonesia yang tidak memiliki cukup dana untuk membiayai pendidikan anak-anak mereka. Namun, hal itu dirasakan masih belum mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia dari penduduk Indonesia secara optimal karena terdapat faktor lain yang luput dari perhatian pemerintah padahal faktor tersebut sangat mendukung keberhasilan dari program Wajib Belajar Sembilan Tahun yang dicanangkan oleh Pemerintah Indonesia tersebut.

Faktor yang belum digarap maksimal namun sangat dibutuhkan bagi keberhasilan program Wajib Belajar Sembilan Tahun yang dicanangkan oleh Pemerintah Indonesia adalah belum adanya fasilitas pemberian buku sebagai sarana penunjang kegiatan belajar dan mengajar secara cuma-cuma. Padahal, pada kenyataannya peranan buku sangatlah penting dalam mensukseskan keberhasilan program Wajib Belajar Sembilan Tahun. Buku merupakan panduan bagi para guru maupun para murid agar proses kegiatan belajar dan mengajar dapat berlangsung secara optimal. Buku merupakan jembatan penghubung yang dapat membuka jendela dunia dimana semua pengetahuan yang melintasi dunia maupun jaman terjabar di dalamnya. Keberadaan buku tidak dapat dipandang hanya sebelah mata saja karena buku merupakan nyawa bagi pendidikan penduduk Indonesia.

Namun, Pemerintah Indonesia memiliki kendala dalam fasilitas pemberian buku secara cuma-cuma karena setiap tahun Pemerintah Indonesia harus mengalokasikan sejumlah dana yang cukup besar untuk membiayai pendidikan penduduk Indonesia melalui program Wajib Belajar Sembilan Tahun. Padahal, dana yang dimiliki Pemerintah Indonesia terbatas karena dana yang dimiliki pemerintah tidak hanya dialokasikan untuk biaya pendidikan saja, melainkan hal-hal lain yang juga tidak kalah pentingnya dan sangat dibutuhkan bagi berlangsungnya pemerintahan dan pembangunan Negara Indonesia.

Keterbatasan dana tersebut tidak menjadikan Pemerintah Indonesia mati langkah dalam mewujudkan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Pemerintah Indonesia memiliki alternatif lain untuk mengatasi permasalahan seputar buku dengan budget terbatas. Pemerintah Indonesia tidak harus memberikan buku secara cuma-cuma untuk menunjang keberhasilan program Wajib Belajar Sembilan Tahun. Namun, Pemerintah Indonesia dapat meminjamkan buku secara cuma-cuma kepada penduduk Indonesia melalui program perpustakaan keliling. Dengan adanya program perpustakaan keliling tersebut, banyak manfaat yang didapatkan oleh Pemerintah Indonesia. Selain pendanaan yang lebih efisien, Pemerintah Indonesia dapat menjangkau penduduk yang berada di pelosok-pelosok daerah.

Perpustakaan keliling juga memberikan angin segar bagi eksistensi perpustakaan selama ini. Sudah menjadi kenyataan umum bahwa perpustakaan identik dengan lokasi yang selalu terletak di tengah-tengah kota besar dan biasanya berupa ruangan luas yang berisi rak-rak besar penuh buku dan di dalam ruangan tersebut tersedia beberapa buah kursi dan meja yang dapat digunakan oleh para pengunjung untuk membaca buku di perpustakaan.. Kita dapat menyebutnya sebagai perpustakaan permanen. Namun, perpustakaan permanen tersebut memiliki kelemahan yaitu tidak dapat menjangkau penduduk yang tinggal di pelosok-pelosok daerah, padahal sebagian besar penduduk Indonesia yang berada di bawah garis kemiskinan berada di pelosok- pelosok daerah. Dengan keberadaan perpustakaan keliling, Pemerintah dapat menjangkau penduduk yang tinggal di pelosok-pelosok daerah.  Selain itu juga, perpustakaan permanen memiliki kelemahan yang lain yaitu bahwa jumlah perpustakaan permanen sangatlah terbatas. Perpustakaan permanen biasanya hanya tersedia di kota-kota besar saja karena perpustakaan permanen membutuhkan lahan yang sangat luas, lokasi yang strategis, serta berbagai fasilitas-fasilitas yang mengakibatkan pembengkakan biaya untuk pembangunan maupun pemeliharaan satu buah perpustakaan permanen saja. Namun, permasalahan tersebut dapat diatasi dengan adanya perpustakaan keliling, karena biaya pendirian maupun pemeliharaan satu buah perpustakaan keliling jauh lebih murah dibandingkan dengan perpustakaan permanen sehingga jumlah perpustakaan keliling dapat jauh lebih banyak dibandingkan dengan jumlah perpustakaan permanen.

Perpustakaan keliling dapat dikatakan sebagai salah satu solusi permasalahan yang efektif dan efisien untuk Pemerintah Indonesia apabila perpustakaan tersebut berwujud kendaraan beroda empat, baik berupa mobil kecil ataupun bus kecil yang disulap menjadi perpustakaan berjalan. Pada kenyataannya, semakin besar mobil yang disulap menjadi perpustakaan keliling tersebut maka akan semakin baik karena kapasitas buku yang ditampungnya pun akan semakin besar. Namun, hal tersebut tidak dapat kita jadikan sebagai satu-satunya dasar dari pemilihan mobil perpustakaan  keliling karena pemilihan mobil perpustakaan keliling juga harus disesuaikan dengan struktur jalan yang akan dilewati oleh perpustakaan keliling tersebut. Oleh karena itu, alangkah lebih baik apabila pemilihan mobil perpustakaan keliling juga melihat dari struktur jalan yang akan dilewati. Untuk menangani permasalahan kapasitas jumlah buku yang dibawa, pemerintah dapat memecahkan persoalan tersebut dengan memodifikasi mobil perpustakaan keliling sedemikian rupa sehingga dapat membawa buku dengan kapasitas maksimal.

Untuk prosedur pengoperasian perpustakaan keliling, Pemerintah Indonesia dapat menerapkan sistem pinjam seperti yang diberlakukan pada perpustakaan permanen. Selain itu, pemerintah juga dapat menerapkan sistem denda apabila mayarakat meminjam lebih dari waktu yang disepakati. Hal itu dapat mengajarkan nilai kedisiplinan dan tanggungjawab terhadap masyarakat Indonesia sehingga tingkat kedisiplinan dan tanggungjawab masyarakat Indonesia semakin meningkat. Sistem pesan buku dapat juga dijalankan oleh perpustakaan keliling untuk mengatasi permasalahan mengenai keterbatasan buku yang dibawa oleh perpustakaan keliling. Masyarakat dapat memesan buku dengan memberikan judul buku dan nama pengarang dengan lengkap sehingga petugas perpustakaan keliling dapat membawakan buku yang dimaksud dengan tepat dan sesuai dengan keinginan pemesan sehingga petugas perpustakaan keliling tersebut dapat membawa buku yang dipesan sesuai dengan jadwal kedatangan mereka di lokasi masyarakat yang memesan buku tersebut.

Berhubung perpustakaan keliling memiliki kendala karena lokasinya yang berpindah-pindah, Pemerintah Indonesia dapat menyusun jadwal harian disertai waktu yang pasti mengenai lokasi perpustakaan keliling sehingga pemerintah dapat menginformasikan jadwal yang akurat dari diberlakukannya perpustakaan keliling.  Hal itu akan memudahkan masyarakat untuk dapat mengunjungi perpustakaan keliling di daerahnya sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan dan yang telah diinformasikan kepada mereka.

Untuk dapat membuka wawasan dan pengetahuan masyarakat Indonesia, Pemerintah Indonesia dapat menyediakan aneka macam buku pengetahuan, baik buku pelajaran sekolah maupun buku-buku pengetahuan lainnya yang tidak berhubungan dengan sekolah namun dapat menambah pengetahuan masyarakat Indonesia sehingga masyarakat Indonesia dapat menjadi masyarakat yang semakin berkembang dari waktu ke waktu dan memiliki pola pemikiran yang luas. Masyarakat Indonesia dapat menambah pengetahuan yang berhubungan dengan pekerjaan mereka sehingga mereka dapat melakukan pekerjaan mereka lebih optimal lagi dan memiliki motivasi yang lebih untuk maju  serta tidak tertinggal dari kemajuan bangsa lain. Pemerintah juga dapat menyediakan buku-buku seputar hobi dimana buku-buku tersebut dapat mengarahkan masyarakat agar masyarakat dapat mengembangkan hobi mereka dan pada akhirnya hobi mereka tersebut dapat menjadi sumber penghasilan mereka serta membawa mereka ke kehidupan yang lebih baik dan layak.

Pada akhirnya, perpustakaan keliling merupakan solusi tepat, ampuh, dan pasti dalam membuka wawasan masyarakat Indonesia dan membawa masyarakat Indonesia serta Negara Indonesia tercinta ini ke kehidupan yang lebih baik lagi.

Penulis: Inge Ariana

Bandung

Masukkan nama & email Anda untuk berlangganan artikel

Kata Kunci Penelusuran:

manfaat perpustakaan keliling

About Pemustaka

Dengan senang hati kami akan menerima kiriman artikel anda. Anda bebas mengirim artikel, baik itu berupa Cerpen, Dongeng, Review, Informasi Lowongan Kerja, Promosi Perpustakaan, Catatan Harian dan lain-lain. Kirim ke : admin@pemustaka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


× three = 18

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Baca Jugaclose