Home / Artikel Perpustakaan / Perpustakaan Sebagai Pusat Pendidikan

Perpustakaan Sebagai Pusat Pendidikan

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan salah satu kompenen pendidikan formal yang mempersiapkan peserta didiknya mampu mengaplikasikan secara langsung pengetahuan, keterampilan, dan etos dalam dunia kerja. Materi pembelajaran yang disusun SMK mengarah untuk membangun kemampuan, keterampilan dan pengetahuan siswa kepada salah satu bidang kerja tertentu. Selain membekali peserta didik dengan kemampuan aplikatif, SMK berupaya mendidik dan membekali siswanya dengan pengetahuan-pengatahuan yang bersifat teoritis dan metodis

SMK menyiapkan peserta didik memiliki kemampuan di bidang  aplikatif dalam dunia kerja dan kemampuan yang bersifat teoritis-metodis. Kemampuan pertama berkaitan dengan peningkatan kemampuan dan keterampilan  siswa dalam bingkai aplikatif atau pada persoalan pengetahuan (epistemologi) bagaimana (how). Bagaimana (how) suatu mesin itu beroperasi, bagaimana (how) suatu teknologi tecipta dan mampu berjalan.  Jadi materi pembelajaran di SMK menurut konsep how menjawab dan mendasarkan pada hal-hal seperti, bagaimana suatu mesin itu bekerja, apa saja elemen-elemen yang memungkinkan suatu mesin itu beroperasi, bagaimana memperbaiki mesin atau teknologi jika terjadi kerusakan (jurusan teknologi dan mesin), bagaimana memberi layanan yang bagus, bagaimana membuat model, rancangan yang menarik (jurusan tata boga)?

Kemampuan kedua berkaitan dengan aspek berpikir yang teoritis-ontologis dan imajinatif. Kemampuan kedua ini dalam ilmu pengetahuan dimulai dan mendasarkan pada pertanyaan mengapa? (why).  Pertanyaan ini menempatkan setiap kejadian, fenomena, materi dalam hakikatnya asal usulnya atau pohon ilmunya. Sebuah teknologi atau ilmu pengetahuan dalam perspektif ini dilihat dalam lintasan, perspektif yang mendasar karena membahas hakikat dan bercabang luas.

Muara dari tujuan pertama itu adalah meningkatkan kemampuan siswa dalam hal teknis, mengetahui dan mampu menjalankan metode maupun sistem operasi suatu teknologi. Sedangkan muara dari tujuan kedua itu adalah membentuk cara berpikir sistematis, metodis dan inovatif.

Di era sekarang, dua kemampuan tersebut sangat dibutuhkan. Era dimana teknologi serta berbagai jenis usaha/bisnis (kelautan, mesin, perikanan, pangan, teknologi digital, teknologi pesawat terbang, kuliner, pariwisata dsb) berkembang pesat dan cepat. Kompetisi di antara dunia usaha atau dunia keahlian semakin ketat, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga antara produk atau sumber daya dari luar negeri.

Perkembangan tersebut membutuhkan produk, usaha dan sumber daya yang mampu bersaing, mampu memberikan pilihan di tengah masyarakat. Kemampuan ini dapat muncul ketika sisi aplikatif dapat berjalan seiring dengan sisi teoritis. Kombinasi kedua kemampuan ini dapat melahirkan produk, usaha dan sumber daya yang tanggap terhadap perkembangan dan perubahan yang sedang terjadi. Di samping itu mampu mendorong munculnya produk, usaha dan sumber daya yang memiliki paradigma jauh ke depan.

SMK dalam mempersiapkan pendidikan tersebut membutuhkan dukungan dari berbagai sektor. Sektor internal sekolah beberapa tersebut adalah visi misi, kebijakan sekolah, guru, ruang belajar, laboratorium-laboratorium, perpustakaan dan tempat praktek.

Perpustakaan merupakan salah satu faktor pendukung proses belajar mengajar. Perpustakaan Sekolah adalah perpustakaan yang diselenggarakan oleh sekolah yang berguna untuk menujang proses belajar mengajar. Pemakai perpustakaan ini hanya terbatas pada siswa, guru, kadang-kadang juga karyawan sekolah, di mana perpustakaan sekolah merupakan salah satu sarana edukatif di sekolah yang langsung dibutuhkan untuk mempertinggi daya serap dan kemampuan penalaran siswa dalam proses belajar mengajar serta membantu perluasan cakrawala pengetahuan guru dalam kegiatan pendidikan. Paling penting bagi perpustakaan sekolah ini ialah bahwa koleksinya harus sesuai dan mendukung kurikulum sekolah (Daryanto, 1985: 7-8).

Keberadaan perpustakaan yang representatif dan kondusif dalam mendukung pendidikan ditentukan oleh dua faktor. Pertama, koleksi yag dimiliki dan kedua adalah kegiatan atau program yang diselenggarakan seorang pustakawan dalam meningkatkan peranan perpustakaan. Gambaran ideal perpustakaan SMK di masa mendatang adalah adanya perpaduan sinergis kedua faktor tersebut. Koleksi adalah pengertian materi atau kuantitas, banyak atau sedikit. Pengoptimalan peranan koleksi membutuhkan program tertentu sehingga koleksi yang berupa materi tersebut dapat memiliki nyawa dampak atau peranan. Koleksi yang lengkap ditambah program atau kegiatan yang memiliki dampak edukatif menempatkan perpustakaan di dunia pendidikan menjadi pusat, mata air bagi berkembangnya kemampuan peserta didik dalam sisi aplikatif dan teoritis.

II. Permasalahan

Sekolah menengah kejuruan mempersiapkan peserta didiknya memiliki dua kemampuan, yaitu kemampuan aplikatif (bersumber pada persoalan pengetahuan how, bagaimana suatu sistem, bagaimana membuat model yang menarik dan sebagainya) dan kemampuan teoritis, metodis (bersumber pada persoalan pengetahuan why, mengapa suatu teknologi tertentu dapat muncul berkembang dan sebagainya). Kemampuan ini sangat dibutuhkan dalam dunia kerja dan usaha di era ini.

Dunia kerja dan usaha di era sekarang ini membutuhkan produk, usaha dan sumber daya yang siap bersaing, tanggap terhadap perubahan, mampu melahirkan karya inovatif dan mampu memunculkan alternatif baru. Memadukan kedua kemampuan tersebut  dapat  memunculkan produk, usaha dan sumber daya yang siap pakai, tanggap terhadap perubahan, inovatif dan mampu melahirkan terobosan.

Perpustakaan merupakan salah satu sarana pendukung dalam usaha sekolah untuk meraih tujuannya. Kelengkapan koleksi (koleksi referensi, koleksi terbitan berseri, koleksi umum dan khusus) adalah salah satu syarat perpustakaan dalam mendukung kegiatan belajar- mengajar. Koleksi yang ada juga ditunjang oleh program kegiatan yang mampu memaksimalkan peranan perpustakaan dalam mendukung program belajar.

III.Tujuan

Idealnya sebuah perpustakaan sekolah, pertama, koleksinya mampu mewakili kebutuhan sekolah dan kebutuhan siswa dan koleksinya mewakili bermacam jenis atau sumber informasi (printed material, non printed material, terbitan berkala, koleksi referensi), kedua, Program kegiatan disusun untuk memaksimalkan peran perpustakaan dalam mendukung, memupuk, dan menumbuhkan kemampuan siswa dalam segala bidang yang terkait dengan proses belajar.

III. Landasan Teori

Secara harfiah  dilihat dari asal katanya perpustakaan berasal dari kata dasar pustaka yang lebih berarti buku yang kemudian ditambahi per dan akhiran an.  Sehingga menjadi kata jadian Perpustakaan (Sumardji, 1991: 11).

Istilah perpustakaan merupakan alih dari kata library (Inggris), al-maktabah (Arab), biblioteca (Italia), bibliotheque (Prancis), bibliothek (Jerman), bibliotheek (Belanda). Secara terminologi kata ini berarti sistem pengumpulan informasi yang terdiri dari bahan buku maupun non buku yang dikelola dengan sistem tertentu untuk digunakan oleh masyarakat pemakai (Lasa HS, 1998: 75).

Perpustakaan merupakan tempat untuk mendidik dan mengembangkan apresiasi budaya masyarakat. Pendidikan ini dapat dilakukan dengan cara menyelenggarakan pameran, ceramah, pertunjukkan kesenian, pemutaran film bahkan bercerita untuk anak-anak. Dengan cara demikian masyarakat dididik mengenal budayanya (Sulistyo Basuki, 1993: 29).

Perpustakaan merupakan jembatan yang akan mengantarkan setiap individu ke dunia yang lebih luas, bahkan merupakan mediator yang ampuh dalam menghubungkan segala peristiwa/ data masa yang lalu, kini dan yang akan datang. Di dalamnya terkandung semua ide manusia dari zaman ke zaman, sistem nilai manusia, watak dan sikap yang pernah dan yang akan dicapai oleh manusia sebagai salah satu pandangan hidup mahluk hidup mahkluk yang mendiami bumi kita ini (Soedibyo, N., 1987: 101-102).

Definisi Perpustakaan menurut UNESCO, Perpustakaan ialah suatu koleksi buku-buku dan jurnal-jurnal dan bahan bacaan serta audio visual lainnya yang terorganisir, dan jasa-jasa staf (pustakawan) yang mampu memberikan dan menginterpretasikan bahan-bahan semacam itu yang dibutuhkan untuk memenuhi keperluan informasi, penelitian, pendidikan dan rekreasi para pengunjungnya (dalam Soedibyo, N.,1987: 71)

Fungsi perpustakaan sekolah dapat dirumuskan:

  1. Perpustakaan sebagai sarana penunjang pendidikan
  2. Perpustakaan merupakan sumber pembinaan kurikulum
  3. Perpustakaan sebagai sarana proses mengajar/belajar
  4. Perpustakaan sebagai sarana penanaman dan pembinaan minat baca
  5. Perpustakaan penanaman disiplin

6.       Perpustakaan dan rekreasi

  1. Perpustakaan dan penelitian (Soedibyo, N., 1987 : 86-87)

IV. Pembahasan

Mendefinisikan peranan perpustakaan SMK adalah dengan memperhatikan; pertama, pengguna perpustakaan atau cakupan subjek ilmu; kedua, tujuan sekolah; ketiga, koleksi dan bahan koleksi yang dimiliki; keempat, kebutuhan pengguna. Keempat faktor tersebut saling terkait satu dengan yang lain. Misalnya, ketika mendefinisikan komponen pengguna perpustakaan. Pengguna ini akan menentukan koleksi apa saja yang harus disediakan, karena sejatinya keberadaan koleksi mampu menyentuh asas kerelevanan atau mampu mengakomodir kebutuhan pengguna.

Hasil dari identifikasi keempat hal tersebut diatas tentu akan berbeda-beda di setiap SMK. Merujuk pada filosofi pendidikan di SMK yang memadukan pengetahuan teknis-aplikatif dan teoritis-abstrak maka cakupan koleksi di perpustakaan SMK mengakomodir kedua filosofi tersebut. Dukungan dari pihak sekolah serta guru menjadi faktor penting, karena kegiatan di perpustakaan tidak dapat berdiri sendiri.

Jadi peranan perpustakaan dapat disimpulkan; pertama, cakupan koleksi adalah mengakomodir dua filosofi pendidikan di SMK, kedua, visi, misi, kegiatan maupun program perpustakaan mengarah ke hal-hal yang teoritis dan aplikatif, ketiga, perpustakaan SMK menyediakan jenis koleksi yang beragam karena sumber koleksi yang mampu mencakup filofosi pendidikan SMK sangat beragam, cetak maupun noncetak.

Setelah peranan perpustakaan SMK di tentukan maka perlu ditindaklanjuti dengan kegiatan-kegiatan yang mampu mewujudkan peranan tersebut. Kegiatan ini tidak hanya berkaitan dengan cakupan maupun pengadaan koleksinya tetapi ada kegiatan-kegiatan yang bersifat keluar. Artinya kegiatan perpustakaan tidak hanya berurusan dengan hal-hal di ruang perpustakaan (sirkulasi, klasifikasi, inventarisir, labelisasi) tetapi juga menjangkau keluar, baik ke kelas-kelas maupun siswa.

Kegiatan ini antara lain; pertama, pengenalan informasi ( informasi dalam lintasan sejarah, ragam dan jenis, arti dan kegunaan). Rincian kegiatan ini, seorang pustakawan membuat materi, kemudian disampaikan ke murid. Agar menarik ditunjukkan dengan contoh-contoh. Misal ketika menjelaskan terbitan berseri ada data/contoh visual terbitan berseri paling kuno, kemudian tahapannya sampai bentuknya sekarang.

Kegiatan pertama bertujuan agar siswa mengetahui arti dan kegunaan informasi sehingga siswa tidak hanya menjadi pemakai layanan informasi (misal memanfaatkan jasa internet ketika mencari bahan tugas. Penulis memahami internet adalah bigbang kedua, ledakan informasi, artinya informasi ada dalam jumlah yang sangat banyak dan bisa diakses tanpa hambatan geografis ataupun waktu, namun hal ini belum tentu bermanfaat bagai masyarakat yang infrastruktur (daya pikir, sikap, mental dan kreatifitas) informasinya belum kuat).  Diharapkan siswa memiliki kreatifitas untuk menghimpun dan menyebarkan informasi sendiri. Tujuan kedua, siswa memiliki rasa membutuhkan informasi tidak hanya karena tugas.

Kegiatan ini didukung dengan latihan-latihan. Latihan ini dapat berupa mengumpulkan bahan informasi menurut subjek (sosial, politik, ekonomi, pendidikan) menurut   sumber informasinya ( Majalah, koran, jurnal, buku) jenis-jenis informasi (artikel, berita,  tulisan ilmiah). Selanjutnya adalah menyusunnya berdasar klasifikasi tertentu.

Latihan kedua dengan mengkliping. Mengkliping menuntut siswa untuk mengetahui subjek-subjek pengetahuan (misal apa itu subjek sosial, politik, ekonomi maupun budaya) dan jenis-jenis informasi (berita, artikel)

Kegiatan lainnya adalah membentuk kelompok diskusi atau kelompok baca. Rincian kegitatan ini antara lain; pertama, mengenalkan sumber-sumber informasi (cetak dan non cetak), macam-macamnya (buku ilmiah, buku fiksi, non fiksi, jurnal, kamus, ensiklopedi, teasaurus), cara memanfaatkannya (daftar isi, indeks, sinopsis dan intisari).

Mengingat minat berkunjung sangat kecil, maka dibuat kegiatan yang menarik, antara lain; memberi hadiah kepada peminjam terbanyak selama sebulan, menginformasikan buku-buku terbaru yang sedang up to date atau best seller di masyarakat.

V. Kesimpulan dan saran

Simpulan

1. Peta kompetisi dalam dunia usaha semakin ketat. Peserta didik di SMK di persiapkan untuk terjun ke dalam kompetisi tersebut dengan bekal kemampuan aplikatif dan teoritis. Salah satu faktor pendukung di sekolah adalah perpustakaan. Perpustakaan dengan koleksi yang dimiliki mampu memberi informasi dan pengetahuan kepada siswa secara berimbang dalam dua sisi baik aplikatif maupun teoritis. Dampak dari pemanfaatan koleksi perpustakaan tersebut, murid tidak hanya mengetahui tentang sesuatu hal tetapi juga merangsang kreatifitas dan imajinasinya dalam berfikir.

2. Perpustakaan perlu mengoptimalkan peranannya dengan program kegiatan, seperti adanya komunitas membaca, pengenalan seluk-beluk informasi dan pemanfaatannya.

Saran

Perpustakaan membutuhkan partisipasi semua pihak dalam menjalankan peranannya. Semua pihak sebaiknya memiliki visi yang sama dalam pengembangan perpustakaan di sekolah.

Daftar Pustaka

Daryanto. 1985. Pengetahuan Praktis Bagi Pustakawan. Binacipta

Lasa, H.S. 1998. Kamus Istilah Perpustakaan. Cet I. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

Soedibyo, N.1987. Pengelolaan Perpustakaan Jilid I. Bandung: Alumni.

Sulistyo-Basuki. 1993. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Sumardji, P. 1991. Perpustakaan: Organisasi dan Tata Kerjanya. Cet II. Yogyakarta: Kanisius

Penulis: Farid Rahmat Saleh

Caturtunggal Depok Sleman Yogyakarta

Masukkan nama & email Anda untuk berlangganan artikel

About Pemustaka

Dengan senang hati kami akan menerima kiriman artikel anda. Anda bebas mengirim artikel, baik itu berupa Cerpen, Dongeng, Review, Informasi Lowongan Kerja, Promosi Perpustakaan, Catatan Harian dan lain-lain. Kirim ke : admin@pemustaka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


three × 2 =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Baca Jugaclose