Home / Artikel Perpustakaan / Perpustakaan Sekolah Markas Pelajar

Perpustakaan Sekolah Markas Pelajar

Dewasa ini sering kita jumpai banyak perpustakaan yang sepi dari pengunjung. Bukan hanya perpustakaan umum tetapi yang lebih menyedihkan lagi ialah perpustakaan sekolah. Padahal kita mengetahui bahwa sumber ilmu kedua selain guru adalah perpustakaan, karena di sanalah terdapat 1001 buku dengan pengetahuannya masing-masing..

Bahkan para pelajar menganggap perpustakaan sebagai tempat yang sangat kaku. Banyak alasan yang diajukan guna menghindari kesempatan berkunjung ke perpustakaan. Kalaupun sudah berada di sana, hanya sebentar saja waktu yang digunakan untuk mencari buku yang diinginkan dan dengan segera kemudian meninggalkannya.

Ada apa dengan perpustakaan? Hal ini membuat penulis tergugah untuk menulis artikel ini. Sebab, menurut pengamatan penulis, makin hari makin jarang pelajar yang berkunjung ke perpustakaan. Oleh karena itu, penulis mencoba menggali faktor-faktor apa yang menyebakan hal tersebut terjadi.

PERMASALAHAN

Sepinya pengunjung di perpustakaan membuat persepsi baru bahwa perpustakaan hanya cocok untuk siswa-siswi kutu buku saja. Jika ada anak gaul yang berkunjung ke perpustakaaan maka dianggap cupu. Atau yang lain sering berkata bahwa kalau ke perpustakaan pasti anak-anak yang sok kerajinan, kurang kerjaan, cari muka, dan lain-lain. Padahal seharusnya perpustakaan menjadi markas utama para pelajar.

Pada tahun 1998-2000 sebuah kelompok melakukan penelitian untuk meningkatkan mutu peran teknologi dalam pelajaran bahasa di Sekolah Menengah Umum. Mereka mengunjungi ratusan sekolah di pulau Jawa, Bali dan Lombok. Dari penetian mereka mendapatkan 8 fakta yang mengagetkan yakni :

  1. biasanya tidak ada siswa di dalam perpustakaan
  2. perpustakaannya hanya  buka pada jam kelas (paling ditambah 15 menit)
  3. guru-guru tidak secara rutin menyuruh siswa-siswi dalam jam kelas ke perpustakaan untuk tugas mencari informasi atau solusi sendiri
  4. jelas guru-guru tidak dapat meminta siswa-siswi mencari informasi di perpusatakaan di luar jam kelas karena perpustakaannya tidak buka
  5. guru-guru sendiri jarang mengunjungi perpustakaan dan kurang tahu isinya
  6. sering kali pengelola perpustakaan adalah guru yang juga jarang ada di perpustakaan
  7. pada umumnya, pengelola perpustakaan kelihatan tidak mempromosikan perpustakaannya (atau berjuang untuk meningkatkan minat baca) secara aktif dan kreatif
  8. lingkungan sekolah (termasuk rakyat) kurang aktif membangun perpustakaan

Lebih parahnya lagi ada pendapat yang mengatakan bahwa perpustakaan hanyalah gudang buku. Kunjungan ke perpustakaan bukan karena atas kesadaran melainkan karena terpaksa. Nah, jika markas utama saja sepi, bagaimana pertahanan para pelajar kita melawan arus globalisasi yang telah merebak???

 

TUJUAN

Adapun tujuan penulisan artikel ilmiah ini adalah :

  1. menggugah para pembaca akan pentingnya sarana perpustakaan bagi perkembangan intelektual kita
  2. mengajak siswa-siswa untuk gemar mengunjungi perpustakaan dan menjadikannya markas utama belajar
  3. memberi model ruang perpustakaan (baik ruang buku maupun ruang baca) yang senyaman mungkin bagi para pengunjung agar mereka pun tertarik untuk sering berkunjung ke perpustakaa

LANDASAN TEORI

  1. Pengertian

Perpusatakaan didefenisikan sebagai gudang ilmu. Bagaimana tidak? Di perpustakaan kita menemukan banyak buku-buku pengetahuan beserta referensinya. Selain itu, di perpustakaan juga kita dapat belajar tentang pengetahuan dunia,seperti: politik, ekonomi, budaya, dan hal-hal yang menyangkut wawasan umum. Lebih dari itu, di perpustakaan kita juga dapat sekedar merilekskan pikiran dengan membaca majalah, koran, komik dan novel.

  1. Markas yang layak huni

Perpustakaan sebaiknya didesain senyaman mungkin bagi para pengunjung agar perpustakaaan tidak lagi menjadi momok yang menegangkan jika berada dalam area tersebut. Perpustakaan yang ideal hendaknya memiliki karakteristik sebagai berikut :

  1. rasa aman dan nyaman
  2. pencahayaan yang baik
  3. didesain untuk mengakomodasikan perabotan yang kokoh, tahan lama dan fungsional, serta memenuhi persyaratan ruang, aktifitas dan pengguna perpustakaan
  4. didesain untuk menampung persyaratan khusus populasi dalam arti cara paling restriktif
  5. didesain untuk mengakomodasikan perubahan pada program sekolah, program pengajaran, serta perkembangan teknologi audio, video dan data yang muncul
  6. dirancang dan dikelola untuk menyediakan akses yang cepat dan tepat waktu keanekaragaman koleksi sumber daya yang terorganisasi
  7. dirancang dan dikelola sehingga secara estetis pengguna tertarik dan kondusif dalam hiburan serta pembelajaran, dengan panduan tanda-tanda yang jelas dan menarik

Selain ruangan yang didesain untuk kenyamanan pengunjung, isi perpustakaan juga perlu diperhatikan. Koleksi sumber daya buku yang sesuai hendaknya menyediakan sepuluh buku per siswa. Sekolah terkecil hendaknya memiliki paling sedikit 2.500 judul materi perpustakaan yang relevan dan mutakhir agar stok buku berimbang untuk semua umur, kemampuan dan latar belakang. Paling sedikit 60% koleksi perpustakaan terdiri dari buku nonfiksi yang berkaitan dengan kurikulum.

Di samping itu, perpustakaan sekolah hendaknya memiki koleksi untuk keperluan hiburan seperti novel populer, musik, dolanan, komputer, kaset vodeo, disk laser video, majalah dan poster. Materi semacam itu dipilih bekerja sama dengan murid agar koleksi perpustakaan mencerminkan minat dan budaya mereka, tanpa melintasi batas wajar standar etika.

  1. Peranan Perpustakaan

Peranan perpustakaan sangat erat kaitannya dengan hal-hal berikut :

  1. kurikulum sekolah,

menjadi pedoman dalam proses pelaksanaan kurikulum yang sedang berlaku

  1. metode pembelajaran di sekolah,

memberi inspirasi dan ide-ide yang membantu proses pelaksanaan KBM menjadi lebih aktif, menarik dan efektif

  1. memenuhi standar dan kriteria nasional dan lokal,

menjadi sarana dan sumber terpercaya bagi para pengguna jasa perpustakaan

  1. kebutuhan pengembangan pribadi dan pembelajaran murid
  2. kebutuhan tenaga pendidikan bagi staf
  3. meningkatkan aras keberhasilan
  4. menarik minat baca siswa-siswi,

lewat desain ruangan yang nyaman dan disertai dengan sirkulasi udara yang lancar

Dengan demikian, siswa-siswi jadi tertarik berkunjung ke perpustakaan, membaca dan terlebih tidak cepat bosan berada di antara kerumunan buku.

PEMBAHASAN

Teman-teman, kita tentu sudah melihat kondisi perpustakaan kita saat ini. Keadaan tidak terlalu berbeda jauh di setiap sekolah. Sepi dan membosankan membuat momok tersendiri bagi siswa-siswi yang ingin berkunjung ke sana. Bahkan, para guru pun jarang terlihat di sana. Sungguh keadaan yang sangat memilukan, melihat kurangnya minat baca pelajar saat ini.

Keadaan seperti ini tidak sepenuhnya kesalahan sikap dasar pelajar yang kurang berminat membaca. Bagaimana seseorang tertarik untuk membaca di perpustakaan bila tempatnya saja tidak mendukung? Gelap, pengap, sepi dan membosankan menurunkan minat pengunjung. Belum lagi kalau pegawai perpustakaannya serius dan galak, membuat anak-anak semakin tidak ingin ke perpustakaan.

Hal pertama yang penting dalam membangun minat kunjung pelajar ke perpustakaan adalah desain ruang perpustakaan itu sendiri. Ruangannya harus ditata senyaman mungkin dengan pencahayaan yang optimal, sirkulasi udara lancar, kerapian dan didesain sesuai tingkatan belajar anak. Lebih menarik lagi apabila di perpustakaan diputar musik yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi perpusatakaan dan selera anak dengan volume yang sesuai (tidak membuat ribut). Kedua adalah isi atau koleksi buku di dalamnya. Sebuah perpustakaan ideal hendaknya menyediakan 60% buku nonfiksi yang sesuai dengan kurikulum plus referensinya. Sisanya buku-buku pengetahuan umum dan fiksi sebagai penunjang, itu pun sesuai dengan batas wajar standar etika. Ketiga adalah pegawai perpustakaannya. Ada rumor yang mengatakan bahwa sebagian orang tidak mau ke perpustakaaan hanya karena tidak suka dengan pegawai perpustakaan. Sebaiknya, pegawai perpustakaan aktif menarik pembaca untuk berkunjung ke perpustakaan serta murah senyum.

Apabila ketiga hal tersebut dapat dipenuhi, maka kita dapat melihat perubahan yang terjadi. Jika perubahan tersebut tercapai ke arah yang lebih baik maka peranan perpustakaan untuk meningkatkan aras keberhasilan dapat tercapai. Ruang peputakaan yang menjadi momok ketegangan dapat diubah menjadi ruang yang yang menyenangkan untuk olah intelektual.

KESIMPULAN DAN SARAN

a. Kesimpulan

Dari pembahasan di atas penulis menyimpulkan bahwa kurangnya siswa-siswi berkunjung ke perpustakaan disebabkan kurang efektifnya ruang perpustakaan. Oleh karena itu, perlu pembenahan ruang perpustakaan agar menjadi lebih menarik dan nyaman bagi para pengunjungnya. Sehingga, para pelajar pun semakin sering ke perpustakaan dan markas utama pelajar pun benar-benar menjadi pusat pertahanan dan pelatihan intelektual pelajar dalam menghadapi arus globalisasi.

b. Saran

Menurut penulis hal pertama yang perlu diperhatikan untuk menarik minat pengunjung ke perpustakaan adalah pembenahan ruang perpustakaan terlebih dahulu. Hal yang menjadi daya tarik seseorang adalah kesan pertama yang dilihatnya. Oleh karena itu, desain ruangan yang menarik dan nyaman menjadi kunci utama mengatasi rasa bosan pelajar di dalam perpustakaan.

DAFTAR PUSTAKA

Daftar pustaka selektif American Association of School Librarians, Information power: guidelines for school library media programs. ACET, 1988.

Australian School Library Association at www.asla.org…au/policy.htm

IFLA/UNESCO The school library manifesto: the school library in teaching and learning for all. IFLA, 2000

Asosiasi Perpustakaan Nasional (National Library Asociations) merupakan sumber yang baik untuk informasi lebih lanjut.

Penulis: Ortolana Yosefina Rensa

Masukkan nama & email Anda untuk berlangganan artikel

About Pemustaka

Dengan senang hati kami akan menerima kiriman artikel anda. Anda bebas mengirim artikel, baik itu berupa Cerpen, Dongeng, Review, Informasi Lowongan Kerja, Promosi Perpustakaan, Catatan Harian dan lain-lain. Kirim ke : admin@pemustaka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


three × = 27

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Baca Jugaclose