Home / Artikel Perpustakaan / Program Kreatif Perpustakaan Perpustakaan Ideal CERIA (Cerdas,Edukatif,Rekreatif,Inisiatif dan Aktif) Usaha Meningkatkan Minat Baca Generasi muda melalui Usia Sekolah Dasar

Program Kreatif Perpustakaan Perpustakaan Ideal CERIA (Cerdas,Edukatif,Rekreatif,Inisiatif dan Aktif) Usaha Meningkatkan Minat Baca Generasi muda melalui Usia Sekolah Dasar

Kualitas generasi muda sekarang akan menentukan perjalanan sebuah bangsa kedepan .(Generasi muda sebagi tonggak untuk mengawal adanya transformasi besar bangsa menuju perbaikan yang lebih baik.Salah satu hal yang kemudian akan menjadi salah satu parameter yang digunakan adalah tingkat minat baca adan budaya baca yang berkembang.Budaya baca Indonesia  yang masih berada dalam tingkat rendah yakni  . Menumbuhkan minat baca hingga menciptakan budaya baca di masyarakat bukanlah hal yang mudah(http//:pustaka.unpad.ac.id).Hal ini diperlukan antisipasi sejak dini yakni dengan usaha mendarahdagingkan kecintaan terhadap membaca sejak dini.

Usaha menumbuhkan kecintaan terhadap membaca sejak dini yang dilakukan di sekolah formal adalah dengan memaksimalkan peran perpustakaan di sekolah, akan tetapi perkembangan yang signifikan belum terlihat dari kontribusi yang disumbang dari perpustakan sendiri. Permasalahan yang muncul karena perpustakaan di banyak sekolah dasar belum terkelola manajemennya sehingga masih hanya sekedar pelengkap fasilitas sekolah saja, padahal tanpa disadari justru dari sanalah sebenarnya pembentukan mental anak dengan menyisipkan budaya membaca bisa diberdayakan sejak usia dini.Maka dari itu diperlukan sebuah program program yang kreatif aplikatif  dan fleksibel yang bisa diterapkan sehingga perpustakaan dapat menjalankan fungsinya untuk menumbuhkembangkan kecintaaan terhadap membaca sejak dini serta benar benar dirasakan perpustakaan bagi anak anak adalah  sebagai gudang ilmu, dimana anak anak akan banyak belajar banyak pengetahuan darisana sesuai dengan perkembangan usia mereka.

B. RUMUSAN MASALAH

Bagaimana program kreatif perpustakaan CERIA menjadi program alternative pengembangan model perpustakaan yang  efektif untuk menjalankan peran perpustakaan sebagai media meningkatkan minat baca bagi generasi muda melalui lembaga pendidikan formal sejak usia sekolah dasar?

C. TUJUAN

  1. Menjadikan program kreatif Perpustakaan CERIA menjadi wahana altenatif yang efektif untuk meningkatkan minat baca sejak dini di lembaga pendidikan formal.
  2. Mendongkrak animo murid murid usia Sekolah Dasar terhadap perpustakaan melalui kegiatan yang inovativ dan interaktif melalui program kreatif perpustakaan

LANDASAN TEORI

A.Pengertian Perpustakaan
Perpustakaan diartikan sebuah ruangan atau gedung yang digunakan untuk menyimpan buku dan terbitan lainnya yang biasanya disimpan menurut tata susunan tertentu yang digunakan pembaca bukan untuk dijual ( Sulistyo, Basuki ; 1991 ).

Dengan memperhatikan keterangan di atas, dapat disimpulkan bahwa perpustakaan adalah suatu unit kerja yang berupa tempat menyimpan koleksi bahan pustaka yang diatur secara sistematis dan dapat digunakan oleh pemakainya sebagai sumber informasi. ( Sugiyanto ).

Secara umum dapat kami simpulkan bahwa pengertian perustakaan adalah suatu institusi unit kerja yang menyimpan koleksi bahan pustaka secara sistematis dan mengelolanya dengan cara khusus sebagai sumber informasi dan dapat digunakan oleh pemakainya.

Namun, saat ini pengertian tradisional dan paradigma lama mulai tergeser seiring perkembangan berbagai jenis perpustakaan, variasi koleksi dalam berbagai format memungkinkan perpustakaan secara fisik tidak lagi berupa gedung penyimpanan koleksi buku.

Banyak kalangan terfokus untuk memandang perpustakaan sebagai sistem, tidak lagi menggunakan pendekatan fisik. Sebagai sebuah sistem perpustakaan terdiri dari beberapa unit kerja atau bagian yang terintergrasikan melalui sistem yang dipakai untuk pengolahan, penyusunan dan pelayanan koleksi yang mendukung berjalannya fungsi fungsi perpustakaan.

B. Membaca dan Dunia Anak anak

Gambaran tentang anak anak adalah gelak tawa, keceriaan, kebebasan bergerak,kejujuran ekspresi, canda lelucuan dan bersifat natural .Dengan jumlah tak kurang 40 juta jiwa, anak anak dalam batasan Badan Pusat Statistik (BPS)  berarti mereka yang tergolong berusia kurang dari 10 tahun atau jika dgolongkan  dalam tingkatan usia  lembaga pendidikan formal yakni usia sekolah dasar. Kemampuan anak anak masuk  dalam dunia membaca memiliki arti tersendiri karena anak anak memiliki dunia sendiri dalam kutipan `akhirnya aku menemukan jalan hidupku malalui buku`(Karlina dalam Taryadi-edit;1999) digambarkan pengalaman Karlina Leksono Supelly seorang  anak SD berusia 9 tahun yang membuktikan bahwa anak anak mempunyai dunia yang orisinil, dunia anak yang penuh imajinasi tanpa menyisakan sedikit pun celah masuknya doktrin,dan dikte. Hal ini yang kemudian harus dipahami oleh pihak orangtua atau guru dalam kaitannnya untuk menumbuhkembngkan minat baca pada anak.Dalam kaitannya dengan peningkatan minat baca anak anak golongan siswa sekolah dasar,yang kemudian kan dihandle oleh peran perpustakaan sekolah.Pengelola harus memilik trik dan langkah inovativ serta usaha kreatif  untuk menjaring animo anak terhadap perpustakaan sebagai medianya dan buku sebagai objeknya.Karena pada hakikatnya Anak-anak, merupakan genarasi bangsa yang patut didorong motivasi, inisiatif, dan kreativitasnya untuk dapat menjadi anak yang cerdas, berkualitas dan berwawasan luas (http//:liliana.wordpress.com).

PEMBAHASAN

A. Kreatif Kuantitas dan Kualitas Membaca

.Dalam hal kuantitas bisa dilihat dari statistik jumlah buku anak anak Indonesia  saat ini, diantara  472 penerbit sekitar 20 % aktif intens menerbitkan buku teks anak anak dan sekitar 47 penerbitan atau  10 % dinilai  cukup aktif,) dalam hal mempublishkan buku anak.Hal ini dirasa cukup menggembirakan di tengah tengah  angka penerbitan buku sejumlah 12 ribu pertahun(www.bit.lipi.go.id) sebagai media untuk mendukung usaha memaksimalkan peningkatan minat baca anak, bila  dipandang dari segi pemenuhan sarananya, akan tetapi tentu usaha itu tak hanya sebatas jumlah tapi juga pada ketercakupan ruang lingkup kebutuhan tema yang diinginkan dan dibutuhkan.Pemenuhan buku juga harus diartikan sebagi kehadiran yang mengatasi kungkungan waktu(Leksono,1999).

Taklupa dari segi kualitas membaca, yang patut menjadi bahan pertimbangan utama. Menilik bahwasanya kualitas sebuah bangsa juga dipengaruhi oleh kualitas membaca serta buku bacaan yang dibaca oleh anak anak bangsanya. Program kreatif yag ditelurkan diharapkan dapat menjadi alat bantu untuk meningkatkan kualitas membaca.Salah satu diantaranya adalah budaya tutur bangsa indonesia melalui media dongeng yang telah berkembang .Mendongeng yang dilakukan sembari mendampingi anak anak membaca dapat dijadikan media yang cukup efektif untuk menyisipkan nilai nilai kepada anak.Hal itu sedemikian rupa yang dituturkan Lilian Holewell dalam `A Book for children Literature`(Yurnaldi,2002).

Berkreatif dalam kualitas pengelolaaan peningkatan minat baca anak,salah satu hal utamanya  adalah menjadikan buku sebagai bagian yang tak terpisahkan dari anak, dengan berbagi metode,model dan penerapan yang kreatif tentunya sehingga harapan akan terwujudnya pertumbuhan minat baca anak anak yang signifikan  akan semakin dekat bisa terealisasikan.

B. Program Kreatif  Perpustakaan CERIA

Program Kreatif pepustakaan ceria adalah model program  pengembangan perpustakaan di tingkat usia anak anak sekolah dasar,dimana memadukan konsep yang  menggabungkan antara unsure Cerdas Edukatif ,Rekreatif  ,Inisiatif dan Aktif siswa. Berikut kemudian penjabaran dari konsep diatas yang berusaha diaplikatifkan melalui kegiatan kegiatan kegiatan di perpustakaan yang memiliki tujuan masing masing didalamnya untuk mencapai goal setting di awal yakni untuk menumbuhkembngkan minat baca sejak usia sekolah dasar.

a.) Membaca dan Menyimak Cerdas

Membaca dan menyimak adalah sebuah kegiatan bersama,dimana selain membaca, serta guru akan memberikan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan buku yang dikemas dalam bentuk kuiz kuiz anak atau cerdas cermat  atu game cerdas tentang isi buku yang dikemas dalam ukuran anak anak.

Kegiatan membaca bersama dan saling menyimak dimaksudkan selain untuk meningkatkan pemahaman anak  terhadap buku yang dibacanya.Dimkasudkan untuk menyelami tingkat intelektulitas serta kompetensi anak  Sehingga usaha untuk mencerdaskan anak lewat mendarah dagingkan budaya baca ke anak anak bisa mencapai taraf yang maksimal.

b.)TELL me edu STORY

Kegiatan ini di pandu oleh seorang story teller (pembaca cerita).  Kegiatan ini dirangkai dengan kegiatan dipadu dengan penggunaan bhasa yang kominikatif anak.Kegiatan ini bertujuan untuk menghibur adan menghilanghkan kebosanan anak serta memancing animo anak untuk membaca buku cerita. Bahan cerita berwawasan edukatif yang memiliki nilai nilai. Disesuaikan kondisi dan situasi lokal. Selesai cerita kemudian dibentuklah kelompok kecil yang dibekali dengan buku cerita,dan kembali ,anak menceritakan kepada teman temanya kembali

c.)Watch and Action(rekreatif)

Kegiatan menonton film yang berhubungan dengan buku,kemudian anak anak diberikan kesempatan untuk mendemonstrasikan sebuah pertunjukan layaknya film film yang bersumber dari buku buku.Anak anak seperti memerankan peran peran di buku yang dipilih ,dimaksudkan kesenangan anak untuk berkreasi dapat mendongkrak minat anak untuk membaca lebih dalam tentang sebuah buku untuk memhami peran yang ingin dimainkan.

d.)Inisiatif  Zone

Pihak sekolah menyediakan perpustakaan yang difasilitasi dengan macam macam poster bertemakan anak anak dan aneka ornament kreatif anak yang mengandung unsure unsure yang dapat menumbuhkan inovativ siswa.

Memberikan instuksi kepada siswa untuk membuat suatu karya yang bersumber dari buku buku karya.kemudian perpustakaan memamerkan karya karya anak di ruang perpustakaan.Hal ini dimaksudkan untuk merangsang daya inisiatif siswa untuk menghasilkan sesuatu yang diambil dari sebuah buku

e.)Fun InterAktif

Konsep aktif yang diusung dimaksudkan bagaimana agar kegiatan yang bersinggungan dengan membaca mempunyai nilai yang dapat meningkatkan keaktifan anak serta mencerdaskan bagi tumbuh kembang pemikiran anak.

Misalkan  bincang bincang yang menyenangkan dengan anak anak dengan bahan bacaan yang menarik dan menghibur anak.Selain meningktkan interaktif antar guru atau pemandu dan anak anak pemandu juga dapat menyelami kegiatan anak anak yang akan disangkutkan dengan buku yang dibincangkan,Serta kontes misalnya kontes membaca,,atau saling berbagi bersama untuk menunjukkan apresiasinya terhadap apa yang dibacanya.

f.)School Education Learning Program

Menjadikan program program yang dibuat adalah program belajar bersama.Selain didalam  pendidiikan formal yang dijalani di sekolahnya,berkutat dengan materi materi,saatnya menjadikan membaca di perpustakaan adalh bentuk wisata anak anak.Dibentuknya club club baca kecil dan club jelajah buku bagi anak anak diharap dapat mensukseskan School Education Learning Program ini, Hal hal yang kemudian diperhatikan  adalah proses belajar mencintai buku lewat media perpustakaan harus diintensifkan.

KESIMPULAN DAN SARAN

  1. KESIMPULAN
  1. Minat dan budaya baca di tingkat anak anak usia sekolah dasar belum memperlihatkan perkembangan yang signifikan
  2. Belum optimalnya pengelolaaan banyak perpustkaan di tingkat sekolah dasar menjadi salah satu factor gagalnya penumbuhkembangan animo siswa terhadap perpustakaan dan minat baca dilingkup siswa siswa
  3. Diperlukan program program kreatif melaui media perpustakaan yang diharapkan dapat menjadi langkah alternative untuk mendongkrak minat baca anak anak sekolah dasar
  4. Sudah saatnya Perpustakaan tak hanya menjadi gudang denggn tumpukan buku namun saatnya memberdayakn perpustakaan menjadi learning center yang bersifat CERIA(Cerdas,Edukatif.Rekretaif,Inisiatif dan Aktif)

  1. SARAN
  1. Sebaiknya Pihak Sekolah menjadikan pengelolaan perpustakaan sebagai salah satu prioritas, mengingat begitu besarnya peranan media ini untuk mencerdaskan bangsa  melalui meningkakan minat dan budaya membaca.
  2. Pihak pemerintah pusat ataupun daerah memfasilitasi pengembangan perpustakaaan di sekolah sekolah dasar agar pengelolaannya baik dari segi pendanaan maupun dari segi peningkatan manajemen dan sarana prasarananya.
  3. Mensuksekan program program kreatif pengembangan perpustakaan tidak hanya di daerah pusat pemerintahan tapi harus merata sampai ke daerah daerah.
  4. Meningkatkan keprofesionalitsan pengelolaan perpustkaan baik dari sumber daya manusianya maupun dari sisi pengelolalaan system perpustkaaan itu sendiri.

DAFTAR PUSTAKA

M Irkam,agus.Best Seller sejak cetakan pertama.Solo:Indiva media kreasi,1993

A Book for children Literature (Yurnaldi,2002).

www.bit.lipi.go.id)

http//:liliana.wordpress.com

http://id.wikipedia.org/wiki/Perpustakaan_Nasional_Indonesia

http://gpmb.multiply.com/reviews/item/3

http://warintek08.wordpress.com/tes/

Penulis: Erny Ratnawati

Sragen Jawa Tengah

Masukkan nama & email Anda untuk berlangganan artikel

Kata Kunci Penelusuran:

contoh program kerja perpustakaan sekolah, program kerja perpustakaan sekolah dasar

About Pemustaka

Dengan senang hati kami akan menerima kiriman artikel anda. Anda bebas mengirim artikel, baik itu berupa Cerpen, Dongeng, Review, Informasi Lowongan Kerja, Promosi Perpustakaan, Catatan Harian dan lain-lain. Kirim ke : admin@pemustaka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


eight × = 32

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Baca Jugaclose