Home / Artikel Perpustakaan / Sekarang Zamannya Era Digitalisasi Termasuk Perpustakaan

Sekarang Zamannya Era Digitalisasi Termasuk Perpustakaan

Semasa penulis duduk di bangku sekolah, ada satu ungkapan menarik yang sering diungkapkan oleh guru-guru. Yaitu, ungkapan membaca adalah kunci ilmu, sedangkan gudangnya ilmu adalah buku. Sepintas ungkapan itu sederhana, namun di dalamnya terkandung makna penting. Bahwa membaca (iqra) ternyata merupakan perintah Allah Swt kepada seluruh umat manusia, sebagaimana tertuang dalam QS Al-Alaq [96] ayat 1-5.

Tetapi amat disayangkan minat baca masyarakat Indonesia masih sangat rendah. Itu terlihat dari data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2006. Bahwa, masyarakat kita belum menjadikan kegiatan membaca sebagai sumber utama mendapatkan informasi. Orang lebih memilih menonton TV (85,9%) dan/atau mendengarkan radio (40,3%) ketimbang membaca koran (23,5%).

Data lainnya, misalnya International Association for Evaluation of Educational (IEA). Tahun 1992, IEA melakukan riset tentang kemampuan membaca murid-murid sekolah dasar (SD) kelas IV 30 negara di dunia. Kesimpulan dari riset tersebut menyebutkan bahwa Indonesia menempatkan urutan ke-29. Angka-angka itu menggambarkan betapa rendahnya minat baca masyarakat Indonesia, khususnya anak-anak SD.

Sedangkan  pengguna Internet di Indonesia sudah mencapai 18.000.000, pada tahun 2005 terhitung dari World Internet Usage Statistics. Badan ini merupakan sebuah situs penghitung pengguna internet disetiap negara-negara.  Dari catatan badan ini, maka Indonesia pada tahun 2000,  sudah memiliki  2.000.000 pengguna internet.  Seiring dengan berlalunya waktu, maka terjadi melonjak drastis hingga mencapai 18.000.000 pengguna. Sedangkan pada tahun 2008 melonjak menjadi 27.000.000 orang. Pada tahun 2009 ini, Indonesia menempati urutan terbesar kelima dalam jumlah pengguna internet terbanyak di Asia.

Untuk itu era digitalisasi perpustakaan yang bisa diakses lewat internet akan sangat membantu usaha pemerintah untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Perlu diciptakan perpustakaan yang dapat diakses dari internet, buku-buku koleksi bisa dilihat resensinya lewat internet. Tentu saja hal ini sangat memudahkan masyarakat untuk kembali mencintai perpustakaan walaupun zaman semakin modern.

PERMASALAHAN

  1. Bagaimana untuk membangun masyarakat kembali mencintai perpustakaan?
  2. Bagaimana cara untuk membangun TI (Teknologi Informasi) untuk sebuah perpustakaan yang ideal bila diakses dari internet?

TUJUAN

  1. Mengetahui cara agar masyarakat kembali mencintai perpustakaan.
  2. Mengetahui cara untuk membangun TI (Teknologi Informasi) untuk sebuah perpustakaan yang ideal bila diakses dari internet.

LANDASAN TEORI

Dalam Undang-Undang Republik Indonesia nomor 43 tahun 2007 dijelaskan bahwa

-   Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka.

Koleksi perpustakaan adalah semua informasi dalam bentuk karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam dalam berbagai media yang mempunyai nilai pendidikan, yang dihimpun, diolah, dan dilayankan.

-   Koleksi nasional adalah semua karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam dalam berbagai media yang diterbitkan ataupun tidak diterbitkan, baik yang berada di dalam maupun di luar negeri yang dimiliki oleh perpustakaan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

-  Naskah kuno adalah semua dokumen tertulis yang tidak dicetak atau tidak diperbanyak dengan cara lain, baik yang berada di dalam negeri maupun di luar negeri yang berumur sekurang-kurangnya 50 (lima puluh) tahun, dan yang mempunyai nilai penting bagi kebudayaan nasional, sejarah, dan ilmu pengetahuan.

- Perpustakaan Nasional adalah lembaga pemerintah non departemen (LPND) yang melaksanakan tugas pemerintahan dalam bidang perpustakaan yang berfungsi sebagai perpustakaan pembina, perpustakaan rujukan, perpustakaan deposit, perpustakaan penelitian, perpustakaan pelestarian, dan pusat jejaring perpustakaan, serta berkedudukan di ibukota negara.

- Perpustakaan umum adalah perpustakaan yang diperuntukkan bagi masyarakat luas sebagai sarana pembelajaran sepanjang hayat tanpa membedakan umur, jenis kelamin, suku, ras, agama, dan status sosial-ekonomi.

-  Perpustakaan khusus adalah perpustakaan yang diperuntukkan secara terbatas bagi pemustaka di lingkungan lembaga pemerintah, lembaga masyarakat, lembaga pendidikan keagamaan, rumah ibadah, atau organisasi lain.

- Pustakawan adalah seseorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan/atau pelatihan kepustakawanan serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan.

- Pemustaka adalah pengguna perpustakaan, yaitu perseorangan, kelompok orang, masyarakat, atau lembaga yang memanfaatkan fasilitas layanan perpustakaan.

-  Bahan perpustakaan adalah semua hasil karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam.

Internet adalah jaringan informasi komputer mancanegara yang berkembang sangat pesat dan pada saat ini dapat dikatakan sebagai jaringan informasi terbesar di dunia, sehingga sudah seharusnya para profesional mengenal manfaat apa yang dapat diperoleh melalui jaringan ini. (Sanjaya, 1995)

Internet adalah sebuah dunia maya jaringan komputer (interkoneksi) yang terbentuk dari milyaran komputer di seluruh dunia.  Teknologi ini dimulai pada pertengahan tahun 70-an pada masa perang dingin dan mencapai puncaknya pada tahun 1994 ketika interface (antarmuka) grafis dan konten/isi dari jaringan tersebut diciptakan dan diperuntukan bagi masyarakat umum agar dapat dipergunakan secara lebih mudah.  Internet memungkinkan kita untuk menghilangkan hambatan jarak dan waktu dalam mendapatkan Informasi. Dari segi ekonomi, internet merupakan sebuah jawaban yang sangat efisien, efektif dan relatif murah bila dibandingkan dengan hasil yang akan didapat. (Anonim, 2009)

PEMBAHASAN

Pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi banyak membantu dalam pengembangan fasilitas perpustakaan. Meskipun hal ini masih perlu waktu untuk merubah image para pustakawan atau petugas perpustakaan yang tadinya menggunakan sistem manual berubah menjadi sistem yang terotomasi. Dalam era global seperti sekarang ini muncul berbagai perpustakaan yang menerapkan Teknologi Informasi (TI). Istilah perpustakaan maya, perpustakaan elektronik, atau perpustakaan digital selalu menjadi sajian sehari-hari perpustakaan. Bagi sebagian besar perpustakaan di Indonesia, aplikasi TI seperti di negara-negara yang sudah maju merupakan suatu tantangan harus dilaksanakan untuk mendukung tuntutan sebagian pengguna jasa perpustakaan yang memerlukan informasi agar dapat menemukan informasi yang diperlukan dengan mudah dan cepat. Dengan demikian muncul pertanyaan Bagaimana perpustakaan ideal yang mampu memenuhi kebutuhan pengguna? Perpustakaan ideal yang mampu memenuhi keinginan pengguna adalah perpustakaan yang menyediakan informasi lengkap, dapat diakses kapan saja, dimana saja dan dipandu oleh pustakawan yang profesional. Hal ini sebagai akibat dari dampak aplikasi TI dalam kehidupan masyarakat secara luas. Secara teori perpustakaan mutlak harus memakai TI agar tidak ditinggalkan sebagian pengguna jasa tersebut. Pengalaman menunjukkan bahwa sebagian besar perpustakaan di Indonesia belum memiliki kemampuan untuk mengaplikasikan TI, sehingga harus ada strategi khusus untuk melaksanakannya.

Pemanfaatan TI akhirnya akan dapat :

1. Meningkatkan kebutuhan pengguna perpustakaan.

2. Meningkatkan kepuasan pengguna perpustakaan.

3. Meningkatkan kepercayaan stake holder terhadap perpustakaan.

4. Meningkatkan kemitraan antara perpustakaan dengan stake holder.

Manfaat digitalisasi koleksi perpustakaaan :

1. Bahan-bahan pustaka seperti buku, skripsi, tesis, disertasi, jurnal ataupun artikel yang ada sangat dimungkinkan untuk tersedia dalam format digital (bukan kertas).

2. Dapat menghemat tempat penyimpanan

3. Bahan pustaka lebih aman dari kerusakan sehingga lebih tahan lama.

4. Web Site perpustakaan dapat diakses oleh banyak orang dan dari manapun.

Pengembangan perpustakaan digital menjadi kegiatan baru dalam membimbing pemakai menggunakan perangkat TI secara optimal untuk menemukan informasi yang dicari. Perkembangan TI ternyata menjadi beban bagi kebanyakan perpustakaan. Banyak perpustakaan yang hanya diberi kesempatan untuk melihat semua perkembangan yang canggih namun belum dapat menerapkannya. Keadaan ini memotivasi pengelola perpustakaan untuk dapat mendongkrak posisi perpustakaan pada tingkat yang lebih tinggi.

Untuk itu diperlukan suatu cara yang efektif dalam mengembangkan perpustakaan digital antara lain dengan mengevaluasi tentang pengguna perpustakaan, koleksi dan layanan yang sudah ada, SDM yang dimiliki serta sistem yang dimiliki. Kegiatan perpustakaan dibagi menjadi 5 fungsi yaitu : manajemen koleksi, operasional perpustakaan, layanan perpustakaan, dukungan SDM, dan dukungan TI.

Manajemen Koleksi

1. Melaksanakan Stock Opname koleksi untuk memastikan keberadaan koleksi agar mudah dan cepat ditemukan, dapat diakses serta dipesan melalui web site.

2. Mewujudkan integrated sistem informasi pengadaan koleksi antar perpustakaan agar tidak terjadi duplikasi koleksi.

3. Pengembangan daftar koleksi lokal yang meliputi karya penelitian, skripsi, tesis, artikel dan buku terbitan perguruan tinggi yang bersangkutan.

4. Sosialisasi pemakaian layanan elektronik.

Operasional Koleksi

1. Memperbaiki master database berdasar pada stock opname.

2. Pengecekan nomor inventaris dan nomor klasifikasi untuk perbaikan database buku.

3. Penataan koleksi nonbuku, misalnya CD ROM dan kaset.

4. Integrated pengolahan antar perpustakaan yang ada.

Layanan Perpustakaan

1. Integrasi sistem layanan dengan penyesuaian tata tertib yang berlaku pada masing-masing perpustakaan ada.

2. Pengembangan layanan referensi meliputi penelusuran, konsultasi, penataan knowledge.

3. Bimbingan pengguna perpustakaan agar familier menggunakan layanan yang terotomasi dan layanan berbasis web.

4. Pengembangan layanan digital dan multimedia.

5. Pengembangan terbitan pustaka (InfoPustaka Online), kliping online dan paket informasi yang lain.

6. Mengupdate informasi yang ada di Web dan perpustakaan sebagai moderator ICS (Information Center Service)

Pengembangan SDM

1. Pengembangan SDM terhadap layanan yang berbasis TI dan menguasai tentang jaringan (networking).

2. Pengembangan SDM sebagai subject specialist dan database developer.

Pengembangan TI

Bekerjasama dengan Pusat Komputer dan Operasional TI untuk terus mengembangkan sistem informasi layanan, penataan sistem informasi dan knowledge digital.

Penerapan teknologi informasi yang dapat digunakan perpustakaan adalah

  • Ã? Otomasi Perpustakaan
    Otomasi perpustakaan adalah suatu teknologi yang digunakan perpustakaan untuk pengolahan, pelayanan dan penelusuran kembali (OPAC). Program yang digunakan oleh perpustakaan adalah program Dynix
  • Ã? CD-ROM
    CD-ROM adalah berisikan informasi tentang jurnal yang dikemas dalam bentuk CD dan dioperasikan dengan menggunakan komputer
  • Ã? Internet
    Pengunaan Internet di perpustakaan bertujuan untuk penyediaan penyediaan sarana dan prasarana dimana pengguna perpustakaan baik para pengguna jasa perpustakaan.
  • Ã? Digital Library

Digital library adalah suatu perpustakaan yang menyimpan data baik itu tulisan, gambar, suara dalam bentuk file elektronik dan menyebarluaskan dengan menggunakan protokol elektronik melalui jaringan komputer. Koleksi yang dimasukkan dalam digital library untuk sementara ini adalah skripsi, tesis, makalah.

Jurnal elektronik adalah jurnal yang dikemas dalam bentuk file elektronik dalam penelusuran informasi menggunakan jaringan internet.

Kelemahan yang dihadapi dalam penerapan teknologi informasi di perpustakaan adalah

  • Tergantungan pada aliran listrik atau PLN
  • Bila komputer rusak layanan terganggu
  • Minimnya teknisi komputer

Solusi pemecahan dalam mengatasi kelemahan tersebut adalah

  • Perlu adanya jenset untuk mengantisipasi terjadinya mati listrik
  • Merekrut tenaga teknisi komputer
  • Mengirim pustakawan mengikuti kursus teknisi komputer
  • Pengadaaan komputer yang baru

KESIMPULAN

  1. Digitalisasi koleksi perpustakaan cara efektif supaya masyarakat kembali mencintai perpustakaan.
  2. Perlu pustakawan yang tekun dan handal dalam mengelola informasi penting dalam internet, pengembangan database, pembuatan paket informasi dan pengelolaan sumber daya informasi lain.

SARAN

  1. Pelatihan pustakawan agar menjadi handal dalam menghadapi tuntutan digitalisasi perpustakaan.
  2. Adanya sosialisasi tentang digitalisasi perpustakaan pada masyarakat luas.
  3. Perlu adanya kerjasama antar semua pihak terkait dalam pengelolaan digitalisasi perpustakaan.

DAFTAR PUSTAKA

Adhim, Mohammad Fauzil, 2008, Membuat Anak Gila Membaca, PT Mizan Pustaka, Jakarta.

Anonim, 2009, Internet adalah Dunia Maya Jaringan Komputer, Tersedia Online : http://info.g-excess.com/id/info/internetduniamaya.info, Diakses pada tanggal 21 September 2009.

Badan Pusat Statistik, 2006, Akses Terhadap Media Massa, Tersedia online : http://www.bps.go.id/tab_sub/view.php?tabel=1&daftar=1&id_subyek=27&notab=35, Diakses pada tanggal 21 September 2009.

Daan T, Kompetensi Membaca, Buletin pusat perbukuan 2005, Jakarta.

Ernawati, Endang, Pengembangan Perpustakaan Digital Dalam Mendukung Pembelajaran Elektronik di Universitas Bina Nusantara, Makalah Seminar Peran Perpustakaan Perguruan Tinggi Dalam Mendukung e-Learning, Tanggal 23 April 2003 di Universitas Bina Nusantara, Jakarta.

Fahmi, Ismail The Indonesian Digital Library Network,  Makalah Seminar Internasional Digital Library Network, tanggal 2 Oktober 2003 di ITB.

Hermanto, Bambang, 2008, Penerapan Teknologi Informasi untuk Meningkatkan Mutu Pelayanan Perpustakaan Universitas Sebelas Maret, Tersedia Online : http://pustaka.uns.ac.id/?opt=1001&menu=news&option=detail&nid=13, Diakses pada tanggal 21 September 2009.

International Association for Evaluation of Educational, Tersedia online : http://www.iea.nl/

Internet World Stats, 2009, Internet Usage in Asia, Tersedia Online : http://www.internetworldstats.com/stats3.htm, Diakses pada tanggal 21 Septemser 2009.

Sanjaya, 1995, Internet : Sumber Informasi Penting untuk Para Profesional, Majalah Elektro Indonesia No. 3

Sudarsono, B, Peran Pustakawan di Abad Elektronik: Impian dan Kenyataan, Makalah Seminar Sehari Peran Pustakawan di Abad Elektronik: Impian dan Kenyataan. Tanggal 2 Juni 2000 di PDII-LIPI, Jakarta.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan

Zulmasri S.S, Perpustakaan wadah rekreasi dunia Jakarta : Gerbang 2004

Masukkan nama & email Anda untuk berlangganan artikel

About Pemustaka

Dengan senang hati kami akan menerima kiriman artikel anda. Anda bebas mengirim artikel, baik itu berupa Cerpen, Dongeng, Review, Informasi Lowongan Kerja, Promosi Perpustakaan, Catatan Harian dan lain-lain. Kirim ke : admin@pemustaka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


seven − = 1

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Baca Jugaclose