Home / Artikel Perpustakaan / Strategi Menarik Minat Baca Masyarakat

Strategi Menarik Minat Baca Masyarakat

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH

Perpustakaan merupakan jantungnya ilmu pengetahuan, didalamnya kita bisa mendapat sebanyak-banyaknya ilmu, dan info apapun. Dewasa ini kita sering menemui fenomena bahwa perpustakaan bukanlah tempat favorit bahkan lokasi yang membosankan. Bisa dipastikan pengunjungnya adalah orang-orang yang rata-rata berkecimpung dalam dunia pendidikan,dimana mereka mengunjungi ketika ada tugas atau materi yang wajib dicari agar mendapat nilai yang memuaskan.

Ilustrasi diatas seharusnya menjadi tantangan dan tanggung jawab bersama untuk mengembalikan fungsi asli perpustakaan yang didalamnya merupakan sumber ilmu yang berasal dari berbagai buku dan literatur yaitu tempat membaca, diskusi, dan pengembangan riset yang bermanfaaat bagi kemajuan kita. Masyarakat Indonesia tergolong mempunyai minat baca yang rendah tapi dalam bidang membaca sms ( short message servis) termasuk meningkat pesat.

Manusia dibekali oleh sang pencipta dengan kemampuan yang luar biasa hebatnya.terutama otak yang menjadi pengendali sistem syaraf tubuh manusia, memiliki 100 miliar sel aktif/ neuron yang masing-masing memiliki hingga 20.000 koneksi. Tiap neuron bekerja seperti komputer canggih, masing-masing terhubung dengan sel lain dan mengirim pesan elektris kimiawi sepanjang akson.*

Apabila otak terus mendapat rangsang berupa informasi atau pengetahuan baru maka sel aktif/ neuron ini akan terus mencari koneksi dan kita akan semakin cerdas dan cepat dalam berpikir, sebaliknya otak yang tidak pernah dirangsang dengan apapun maka berangsur-angsur akan melemah dan memicu salah satu penyakit berat yaitu alzeimer atau kepikunan.

Bisa kita perhatikan lewat media televisi orang-orang di Negara Jepang misalnya selalu membawa buku ketika berjalan, duduk dan dimana saja. Mereka juga terkenal maju dalam bidang iptek padahal pasca bom Hirosima dan Nagasaki Jepang hancur lebur tapi yang pertama mereka lakukan adalah merekrut guru untuk mentransfer ilmu-ilmu pada masyarakat agar mereka bisa bangkit lagi.

Kondisi seperti ini mendorong penulis untuk mengambil sebuah judul STRATEGI MENARIK MINAT BACA MASYARAKAT dari topik MEMBANGUN MASYARAKAT CINTA PERPUSTAKAAN
*Tony Buzan : Wawancara di Marlow Inggris dengan GD (1990)

B. PERUMUSAN MASALAH

CINTA merupakan hal yang tidak bisa dipaksakan tetapi muncul dengan sendirinya dari diri seseorang . Membaca menjadi hal yang sangat membosankan apalagi ketika buku yang dibaca tebal, berumur tua, kusut. Untuk seorang mahasiswi saja terasa membosankan apalagi untuk kalangan kebawah yang jarang bersinggungan dengan dunia pendidikan. Perpustakaan sangat banyak bisa kita temui terutama di kota besar seperti yogyakarta. Tapi kenapa selalu sepi pengunjung, coba kita tengok mall-mall seperti malioboro mall dan lain-lain lebih ramai dikunjungi orang.

Masyarakat Indonesia terdiri dari berbagai elemen dan budaya yang berbeda. Di jogja saja kita tahu bahwa kebanyakan orang-orang desa jarang mengenyam pendidikan formal bisa dibilang asal bisa menghitung sudah cukup, untuk berjualan hasil sawah atau kebun. Pendidikan kurang mendapat tempat yang proporsional karena kerasnya tuntutan agar dapat bertahan hidup dan melestarikan warisan leluhur. Permasalahannya adalah bagaimana kita bisa mengubah pola hidup seperti ini kearah yang lebih baik.

Disinilah perlu adanya keseriusan menangani masalah yang turun temurun sulit untuk terpecahkan. Karena itu diperlukan sebuah pemaparan yang lebih jelas agar terpecahkan dan menemui solusi yang lebih baik. Dengan demikian dapat dirumuskan permasalahannya sebagai berikut :

  1. Apa yang menjadi alasan yang memicu kurangnya minat baca mereka (masyarakat)?
  2. Bagaimana menggugah minat baca masyarakat ?
  3. Solusi untuk memperbaiki kondisi ini !
  4. Apakah masyarakat yang tidak mengunjungi perpustakaan tidak mempunyai minat baca?

C. TUJUAN

Dengan diketahuinya alasan dan permasalahan yang menjadi sebab berkurangnya minat baca masyarakat diharapkan kita bisa memperbaiki kualitas masyarakat Indonesia dan bukan cuma kuantitasnya saja. Karena masyarakat yang berkualitas dapat memberi manfaat terhadap sesama, segala perilakunya membawa kebaikan dan terutama untuk negaranya.

D. LANDASAN TEORI

1. Pasal 28 Masyarakat bebas berkumpul, bermusyawarah, dan mengeluarkan

pendapatnya.

2. Al- Quran S.Al- alaq 1-5.

Yang merupakan wahyu pertama dimana diperintahkan untuk banyak membaca, dan menggali informasi sebanyak-banyaknya untuk kemaslahatan

bersama

3. Hadis Nabi Muhammad : Sebaik- baik manusia diantara kamu sekalian adalah yang bermanfaat bagi orang lain.

4. Menurut Morgan dan kawan-kawan (1986) belajar adalah setiap perubahan tingkah laku yang relatif dan terjadi sebagai hasil latihan atau pengalaman.

E. PEMBAHASAN

  1. Variabel yang diteliti :

Pada permasalahan mengenai membangun minat baca masyarakat, penulis mencoba memaparkan beberapa variabel yang akan diteliti yaitu :

  • Masyarakat dari kalangan pelajar, pekerja, dan ibu rumah tangga.
  • Apa yang menjadi keinginan dan harapan mereka
  • Solusi terbaik menurut mereka.
  1. Analisis Data

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan penulis terhadap beberapa orang responden yang ada di desa tanjungan tirtomartani kalasan sleman yogyakarta. Berikut hasil wawancara

Sugiman (41 tahun, bekerja sebagai tukang bengkel) Saya senang membaca tapi ya paling koran atau majalah. Membaca buku tentang politik? buat apa la saya tidak butuh paling ya nurut saja apa yang terjadi, bisa apa sih orang seperti saya? Berkunjung ke Perpustakaan? Belum pernah paling dulu pas SMA.

Saya inginnya yang praktis-praktis aja seperti Koran atau majalah lainnya. Kalau bisa ya dibangunkan perpustakaan desa dan bukunya divariasi biasanya buku sudah usang, zaman dulu saja yang ada. Coba buku-buku baru dikenalkan kemasyarakat biar kita juga pintar

Tri Wahyu (siswa kelas I SMA Prambanan) kalau disuruh membaca apalagi tidak ada tugas ya bacanya komik atau novel. Paling ke perpustakaan kalau ada materi atau tugas yang diberi oleh guru. Saya ingin perpustakaan itu tidak menjemukan seperti di MAN III misalnya ada hiburan mungkin sesekali atau diadakan lomba yang mana menarik minat serta menggali bakat kita.

Asriyati (Guru B.Indonesia di MTs Maguwoharjo) membaca merupakan hal yang menyenangkan sekaligus menambah khasanah pengetahuan kita, apalagi bagi seorang guru yang menjadi panutan para murid. Guru harus selalu tanggap dan  berusaha tahu lebih dulu informasi agar tidak dianggap remeh oleh murid-murid.

Kan lucu kalau muridnya bilang masa ibu nggak tahu?,

kalau berkunjung ke perpustakaan? Ya sering juga apalagi mencari sumber atau referensi, sekarang juga ada perpustakaan digital jadi tidak menjadi alasan untuk jarak yang terlalu jauh atau kesulitan lainnya.Hidup Perpustakaan

  1. Kesimpulan dan analisis data

Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa sebenarnya tidak semua masyarakat malas untuk membaca, semisal para tukang becak, penjaja makanan ringan dan lain-lain mereka juga mempunyai semangat untuk membaca tapi terhalang karena waktu mereka terkuras untuk mencari nafkah, paling mereka sempat membaca koran atau melihat berita di televisi.

Perpustakaan sebaiknya dibuat senyaman mungkin dan sangat perlu diadakan sosialisasi di masyarakat karena belum semua masyarakat tahu apa pentingnya perpustakaan dan bagi sebagian orang terkesan hanya untuk orang-orang yang berkecimpung dibidang ilmu. misalnya mengadakan penyuluhan dimasyarakat.

Seperti pertanian, bisa kita tunjukkan kepada para petani (yang bisa membaca) buku-buku yang berkaitan dengan peningkatan hasil yang lebih bermutu, cepat dan murah dan lain-lain.

Tidak kalah penting penyediaan buku-buku yang baru baik dari segi informasi atau terbitannya, memang sering kita pun enggan membuka buku yang usang, gambar covernya luntur maka sebaiknya ada perhatian lebih dibidang ini.

F. KESIMPULAN DAN SARAN

  1. KESIMPULAN

Membangun minat baca masyarakat memang bukan hal yang mudah tapi bisa untuk diupayakan. Masyarakat merupakan obyek yang potensial untuk membangun bangsa yang cerdas agar tidak mudah tertipu oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, mungkin karena tidak mengerti mekanisme dan peraturan yang berlaku masyarakat bisa menjadi korban penipuan.

Pengaruh membaca juga sangat baik bagi perkembangan otak karena saraf terus bekerja dan aktif. Perpustakaan haruslah selalu dilestarikan dan dijaga kenyamanannya.

Minat baca masyarakat memang tidak bisa dipaksakan, cobalah dengan pendekatan seperti penyuluhan, selebaran dan pengadaan acara yang menyenagkan untuk umum tapi menarik mereka untuk senang membaca.

  1. SARAN
  • Membangun perpustakaan sampai ketingkat desa paling tidak rumah baca khusus.
  • Adanya penyuluhan dan sosialisasi tentang peran dan fungsi perpustakaan
  • Mengadakan acara-acara seperti bazaar buku murah, lomba menulis untuk umum yang hadiahnya menarik serta hiburan seperti musik pastinya akan sangat membantu.
  • Untuk para orang tua sejak dini biasakan anak-anak untuk membaca dimulai dari buku cerita, dongeng dan serial anak lainnya

Membantu masyarakat yang masih buta huruf dengan bekerja sama dengan pihak-pihak yang terkait.

DAFTAR PUSTAKA

Soekamto Toeti.1997.Teori belajar.PAU-PPAI Universitas Terbuka.
Gordon Dryden, Jeannette.Vos.2001.Revolusi Belajar.Bandung: Mizan Media Utama
Syaeefudin Achmad, Kusmin.2004.KEWARGANEGARAAN: Jakarta. PT.Balai Pustaka
Azis Abdul.2002.Mushaf Al-Quran Terjemah: Depok. Al-Huda

Penulis: Sri Purwaningsih Ramadhan
Tanjungan Tirtomartani Kalasan Sleman Yogyakarta

Masukkan nama & email Anda untuk berlangganan artikel

About Pemustaka

Dengan senang hati kami akan menerima kiriman artikel anda. Anda bebas mengirim artikel, baik itu berupa Cerpen, Dongeng, Review, Informasi Lowongan Kerja, Promosi Perpustakaan, Catatan Harian dan lain-lain. Kirim ke : admin@pemustaka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


four − = 1

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Baca Jugaclose