Home / Teknologi Perpustakaan / Teknologi RFID untuk Perpustakaan

Teknologi RFID untuk Perpustakaan

RFID (Radio Frequency Identification) adalah teknologi identifikasi berbasis gelombang radio. Teknologi ini mampu mengidentifikasi berbagai objek secara simultan tanpa diperlukan kontak langsung (atau dalam jarak pendek). RFID dikembangkan sebagai pengganti atau penerus teknologi barcode. Implementasi RFID secara efektif digunakan pada lingkungan manufaktur atau industri dimana diperlukan akurasi dan kecepatan identifikasi objek dalam jumlah yang besar serta berada di area yang luas.
Implementasi RFID di Indonesia, khususnya dalam bidang perpustakaan, masih tergolong sangat baru. Oleh karena itu, implementasi RFID ini akan memberikan nilai ekslusivitas serta publikasi yang tinggi, selain juga akan mewujudkan revolusi dalam manajemen perpustakaan modern. Implementasi RFID pada sektor perpustakaan tengah menjadi trend. RFID memberikan keunggulan yang signifikan bila dibandingkan dengan teknologi barcode. Keunggulan utama adalah pada meningkatnya kualitas pelayanan serta penghematan biaya operasional tenaga petugas perpustakaan.
Dengan demikian bahwa terlihat RFID di perpustakan sangat bermanfaat dan berguna bagi peningkatan kualitas pelayanan informasi unuk seluruh civitas akademika yang ada di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Bahkan akan mengurangi beban petugas perpustakaan sehingga para petugas perpustakan yang terdiri dari pustakawan tersbut akan bisa mengembangkan dirinya untuk meningkatkan kualitas kompetensi profesi mereka.

Namun ketika kita menengok kebelakang dalam penerapan RFID di Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga, terjadi banyak kendala yang harus di lalui oleh Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Berbagai macam syarat dan aturan baku yang harus disiapkan ketika kita akan menggunakan fasilitas RFID untuk meningkatkan layanan kepada pemustaka di lingkungan UIN Sunan Kalijaga.
Menurut Christian, 2009, mengatakan bahwa sayang sekali teknologi canggih RFID harus bentrok dengan sistem informasi perpustakaan yang ada di Indonesia, termasuk juga di Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Teknologi RFID hanya melakukan komunikasi dengan sistem informasi dalam bahasa percakapan protokol SIP/2. Sistem informasi perpustakaan harus dimodifikasi untuk dapat mendengar percakapan SIP/2 dari RFID device. Disamping itu juga, Sayang nya hampir semua software sistem informasi perpustakaan dibuat dari bahasa pemrograman web yang dijalankan oleh server, sedangkan untuk dapat melakukan percakapan protocol otomatis software sistem informasi perpustakaan harus menjadi server.

Masukkan nama & email Anda untuk berlangganan artikel

About Pemustaka

Dengan senang hati kami akan menerima kiriman artikel anda. Anda bebas mengirim artikel, baik itu berupa Cerpen, Dongeng, Review, Informasi Lowongan Kerja, Promosi Perpustakaan, Catatan Harian dan lain-lain. Kirim ke : admin@pemustaka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


− one = 6

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Baca Jugaclose