Home / Berita Perpustakaan / Wow, Ada Tiket Bioskop Sebesar Buku Tulis

Wow, Ada Tiket Bioskop Sebesar Buku Tulis

Benda kuno tetap nikmat dipandangi, termasuk bagi masyarakat awam sekalipun. Berbagai jenis benda kuno yang merupakan sarana komunikasi tempo dulu, dipamerkan di Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya (Stikosa AWS), mulai kemarin hingga Sabtu (12/11) mendatang.

Pameran bertajuk Benda Komunikasi Jadul (Ben Si Dul) tersebut digelar untuk merayakan hari jadi Stikosa AWS ke-47 tahun. Beragam jenis alat komunikasi jadul dipamerkan. Seperti mesik ketik, perekam suara, perekam video, pemutar musik, radio, alat pencetak kertas, media cetak, sepeda kayuh ala pak pos hingga tiket nonton bioskop.

Benda kuno ini milik kolektor yang kebetulan alumni Stikosa AWS juga, tutur ketua panitia pameran, Mochammad Ali Sutono, kemarin.

Dokumen penting juga tak luput dipamerkan. Seperti pemberitahuan pemilihan anggota dewan. Dokumen yang dikeluarkan tahun 1948 tersebut merupakan pemberitahuan pemilu pertama di Indonesia. Lembaran kertasnya tak tanggung-tanggung, sebesar kertas poster dengan tulisan mesin ketik manual. Meski terlihat sudah lusuh, tulisannya masih terbaca. Begitu juga dengan tiket nonton bioskop.

Ukurannya tidak sekecil sekarang ini. Berbahan lembaran kertas buku, ukurannya pun sebesar kertas buku tulis. Selain menunjukkan jam tayang dan judul film, dalam tiket tersebut juga dilengkapi gambar cover filmnya. Ini tiket tahun 1953,ujar Ali.

Untuk tiket gedung bioskop, sambungnya, memiliki beragam variasi. Setiap tahun bentuk dan ukurannya selalu berubah, tutur Ali yang memiliki sekitar 30 tiket bioskop jadul yang siap dipamerkan secara bergantian.

Pameran benda komunikasi jadul ini, tutur Ali, sengaja ditampilkan untuk masyarakat. Meski benda kuno sudah tidak berfungsi lagi, tapi penting juga diketahui sebagai penambahan informasi, lanjutnya.

Alasannya, benda komunikasi jadul ini bagian dari sejarah. Satu bendel media cetak lawas, Surabaja Post juga ada.

Seperti media cetak ini, setidaknya masyarakat tahu dan bisa membandingkan bentuk koran sekarang dan zaman dulu. Begitu juga dengan isi yang dimuatnya, tuturnya.

Ayu Megasari, salah satu pengunjung mengaku baru mengetahui benda-benda jadul itu memiliki bentuk yang unik. Meski lawas, bentuk benda kuno ini masih terlihat kokoh, enak juga dipandang, katanya.

Sumber:okezone.com

Masukkan nama & email Anda untuk berlangganan artikel

About Pemustaka

Dengan senang hati kami akan menerima kiriman artikel anda. Anda bebas mengirim artikel, baik itu berupa Cerpen, Dongeng, Review, Informasi Lowongan Kerja, Promosi Perpustakaan, Catatan Harian dan lain-lain. Kirim ke : admin@pemustaka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


nine + = 10

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Baca Jugaclose